
Chapter 19
"Cari pemuda yang membunuh anakku itu!" Ucap Patriark Wang kepada Prajurit itu.
Prajurit itu pun undur diri dan memerintahkan anak buah nya untuk mencari pemuda yang membunuh tuan muda Wang Peng.
*****
Disisi Lin Tian...
Saat bangun dari tidurnya Lin Tian mendengar keributan di lantai 1, Lin Tian pun penasaran dengan keributan itu dan memutuskan untuk turun ke lantai 1.
Sebelum turun ke lantai satu, Lin Tian memilih untuk mandi dan mengganti bajunya.
Setelah selesai bersiap-siap, Lin Tian pun keluar dari kamarnya dan berjalan menuruni tangga menuju lantai satu.
Saat sampai di lantai 1 Lin Tian pun memesan makanan untuk sarapan sambil mendengarkan keributan yang ternyata adalah orang-orang yang sedang membicarakan sesuatu.
Saat mendengarkan pembicaraan orang lain, Lin Tian mendengar kalau patriark Wang sedang mencari orang yang membunuh anaknya.
Lin Tian yang mendengar itu pun menjadi tertarik seberapa kuat sebenarnya patriark Wang ini, karena yang dia tahu, Keluarga Wang adalah keluarga nomor 3.
"Kalau si patriark Xie itu ranahnya berada di Kaisar Surgawi *5 maka berada di ranah apakah si patriark Wang ini." Ucap Lin Tian yang penasaran dengan kekuatan si patriark Wang itu.
Dan Lin Tian pun berniat untuk mengatakan kepadanya kalau dirinya lah yang membunuh anaknya itu.
*****
Setelah beberapa menit pesanan Lin Tian pun akhirnya datang, Lin Tian langsung melahap makanan itu sampai habis.
Setelah menghabiskan makanannya Lin Tian pun memanggil pelayan untuk membayar makanan yang dia makan tadi.
Setelah membayar Lin Tian langsung pergi ke luar penginapan untuk mencari patriark Wang itu.
Setelah beberapa menit mencari, Lin Tian pun akhirnya menemukan patriark keluarga Wang yang sedang berada di kediaman keluarga Wang.
Lin Tian pun berniat untuk langsung mengaku di depan patriark Wang itu, tetapi sebelum melakukan itu dia melihat kalau patriark Wang itu sedang bergumam sesuatu.
Lin Tian pun mencoba mendengar gumamannya, karena sepertinya si patriark Wang itu sedang mengkhawatirkan sesuatu.
"Gawat! Gawat! Gawat!" Gumam patriark Wang dengan panik dan gelisah.
'Gawat?' Ucap Lin Tian dalam hati, bingung karena tidak tahu apa yang gawat.
"Bagaimana ini?! Kalau orang itu tahu anaknya mati, aku pasti akan di bunuh oleh nya!" Gumam patriark Wang yang gelisah karena memikirkan nyawa nya.
'Orang itu? Siapa sebenarnya yang dia maksud' batin Lin Tian yang bingung dengan "Orang" yang di sebut oleh patriark Wang itu.
'Entahlah! Saatnya mengaku di hadapan nya' batin Lin Tian, tidak peduli dengan "orang" itu.
Lin Tian pun muncul di hadapan nya patriark Wang itu, patriark Wang yang merasakan kebaradaan seseorang di depannya pun langsung loncat mundur dan mengambil sikap siaga.
"Siapa kau?!" Ucap patriark Wang dengan marah karena ada orang yang menyusup ke tempatnya.
"Aku adalah orang yang membunuh anakmu!" Ucap Lin Tian dengan lumayan keras.
Patriark Wang yang mendengar perkataannya Lin Tian pun menjadi kesal dan marah.
"Kau! Kau lah yang membunuh Wang Peng!" Ucap patriark Wang yang marah sekaligus takut saat mengingat tentang "Orang" itu.
"Memangnya kenapa? Anakmu lah yang pertama kali menyinggungku" ucap Lin Tian.
"Lalu apa?! Kau! Kau lah yang menyebabkan kematianku" ucap patriark Wang dengan kesal dan marah kepada Lin Tian.
"Oh... Begitukah?" Ucap Lin Tian dengan santai nya, walaupun sebenarnya dia masih bertanya-tanya tentang "Orang itu".
Patriark Wang yang mendengar jawaban santai dari Lin Tian pun menjadi kesal dan langsung menyerang Lin Tian.
"Kau akan aku bawa hidup-hidup dan ku serahkan kepada beliau, dan mungkin saja aku akan diampuni!" Ucap patriark Wang sambil menyerang Lin Tian.
"Membunuhku saja kau tak mungkin bisa, dan sekarang kau ingin membawaku hidup-hidup! Hahahaha!!" Ucap Lin Tian, tertawa sambil menghindari serangan patriark Wang.
Patriark Wang yang mendengar kesombongan nya Lin Tian pun menjadi kesal dan menyerang Lin Tian dengan semakin ganas.
Kediaman keluarga Wang yang awalnya bagus dan tak ada kerusakan pun menjadi hancur dimana-mana akibat serangan nya patriark Wang.
Anggota keluarga Wang pun pada panik dan langsung berlari ke tempat yang aman, mereka pun kesal karena diganggu dan mencoba melihat siapa yang sedang bertarung.
Dan merekapun menertawakan pemuda itu, dan memerhatikan pertarungan itu sambil manantikan kematian pemuda itu.
*****
Lin Tian yang masih terus menghindar, dia sebenarnya merasakan sesuatu dari serangan nya patriark Wang itu.
Lin Tian seperti merasakan sebuah aura yang kejam dan menjijikan dari dalam tubuh nya patriark Wang, tetapi dia tidak tahu apa itu sebenarnya.
Lin Tian pun bosan karena terus-terusan menghindar dan memutuskan untuk berhenti menghindar.
Patriark Wang yang melihat kalau Lin Tian berhenti menghindari serangannya pun beranggapan kalau Lin Tian sudah kelelahan.
"Hahahaha!! Kenapa?! Sudah lelahkah?!" Ucap patriark Wang dengan percaya diri kalau dirinya sudah menang.
"Lelah? Tidak... Tidak.. Aku hanya sedang bersiap." Ucap Lin Tian dengan santai.
"Bersiap untuk kalah kah?! Hahahaha!!" Ucap patriark Wang dan tertawa dengan percaya dirinya.
Anggota keluarga Wang yang lain juga tertawa saat melihat pemuda itu berhenti bergerak, dan mereka beranggapan kalau pemuda itu sudah menyerah.
Tetapi beberapa saat kemudian ada sebuah benda yang terjatuh di dekat patriark Wang, dan ternyata benda itu adalah kepalanya patriark Wang.
Anggota keluarga Wang yang lain pun terdiam saat melihat itu dan kemudian, mereka pun marah karena patriark Wang dibunuh.
"Bajingan! Dia telah membunuh patriark! Serang!!" Ucap salah satu dari mereka, lalu mereka pun secara serentak menyerang Lin Tian.
Lin Tian yang merasakan ada serangan yang mengarah padanya pun langsung menghindar dan mencoba melihat siapa yang menyerangnya.
Saat dia menoleh ke arah serangan dia melihat ada beberapa orang yang terlihat marah kepadanya, Lin Tian pun langsung tahu kalau mereka adalah anggota keluarga Wang.
"Ooh... Sepertinya kalian anggota keluarga Wang ya." Ucap Lin Tian yang tahu kalau mereka adalah anggota keluarga Wang.
"Kau bajingan! Kau telah membunuh kakakku!" Ucap tetua pertama yang marah karena kakaknya/patriark Wang dibunuh.
"Memangnya kenapa?" Ucap Lin Tian dengan santai nya.
Tetua pertama yang mendengar jawaban santai Lin Tian pun menjadi marah, "Dasar bocah sombong!" Ucap tetua pertama, lalu diapun mengeluarkan serangan nya kepada Lin Tian.
"Hahahaha!! Aku sombong? Jangan bercanda!" Ucap Lin Tian, lalu dia pun memukul udara kosong.
Tetua pertama yang melihat Lin Tian memukul angin pun tertawa meremehkan, tetapi kejadian tak terduga pun terjadi.
Serangan nya tetua pertama secara tiba-tiba hancur dan terlihat sebuah angin bertekanan kencang yang muncul dan melesat ke arah tetua pertama.
Tetua pertama yang telat menyadari itu pun akhirnya meninggal dengan lubang besar di bagian perutnya.
Anggota keluarga Wang yang lain pun marah dan langsung menyerang Lin Tian dengan serentak, akan tetapi tidak satupun dari serangan itu yang berhasil mengenai Lin Tian.
.....
Lin Tian pun sudah mulai bosan dan memutuskan untuk mengakhiri waktu bermain-mainnya.
Lin Tian pun mangangkat tangannya dan mengayunkan tangannya secara horizontal, lalu muncul sebuah tebasan panjang yang melesat ke arah mereka.
Banyak dari mereka yang mencoba untuk menghindarinya, tetapi dikarenakan kecapatan tebasan itu yang sangat cepat hingga merekapun tidak sempat bergerak.
Mereka semua pun terbunuh dengan kondisi tubuh yang terpisah.
Setelah membunuh mereka semua, Lin Tian pun langsung masuk ke kediaman keluarga Wang untuk menjarah harta mereka.
.....
Setelah selesai menjarah Lin Tian pun pergi ke luar kediaman keluarga Wang dan terbang ke atas untuk menghancurkan kediaman keluarga Wang itu.
Tetapi sebelum itu, Lin Tian meminta System untuk memasang pelindung untuk mencegah dampak serangan nya mengenai bangunan lain.
Setelah memasang kubah pelindung, Lin Tian pun langsung mengeluarkan skill nya.
{Bersambung...}
*Siapakah yang dimaksud dengan "Orang itu"?
*Apakah dia kuat?
*Hmm... masih menjadi misteri.