Cultivation System

Cultivation System
Chapter 8 : Menolong Gadis Cantik!



Chapter 8


Setelah membunuh Wei Changze, Lin Tian pun segera pergi dari kota itu untuk melanjutkan perjalanan nya dan membalaskan dendam pada Xie Yan.


Setelah keluar dari kota dengan jarak yang cukup, Lin Tian pun memilih untuk terbang sambil melanjutkan perjalanan nya ke kota.


Tetapi, saat Lin Tian sedang terbang Ia merasakan sebuah pertarungan antara beberapa orang. Saat merasakan itu Lin Tian penasaran siapa sebenarnya yang sedang bertarung itu dan memutuskan untuk melihat nya.


Saat sampai di tempat itu, Lin Tian melihat 20 orang dengan senjata tingkat Emas sedang menyerang satu kereta kuda yang di dalam nya terdapat seorang gadis dan satu pelayan nya, yang juga dijaga oleh 15 prajurit yang memiliki kultivasi jendral *7.


Yang dua bintang lebih rendah dibanding orang yang menyerang mereka. Lin Tian yang melihat itu awalnya ingin membantu kereta kuda itu, akan tetapi tidak jadi karna dia tidak mengetahui siapa yang salah. Akhirnya Lin Tian pun memutuskan untuk melihat dan mendengarkan mereka dulu.


"Hey kalian para bandit, mau apa kalian menyerang kami hah?!" Ucap kapten dari prajurit itu yang kesal karena mereka sangatlah kuat, jadi dia mencoba mengulur waktu sambil mengisi tenaga.


"Hahahaha, tentu saja aku mau kalian menyerahkan seluruh barang kalian termasuk wanita yang kalian bawa itu!" Ucap ketua bandit itu sambil menjilat bibirnya.


Lin Tian yang melihat itu merasa jijik dengan bandit itu dan ingin membunuh ketua bandit itu, akan tetapi masih di tahan karna dia ingin mengetahui siapa yang mulai duluan, yah, walau sudah tertebak sih.


Dan prajurit yang menjaga nona mereka saat itu juga di buat marah karna nona mereka ingin di lecehkan , jikalau mereka sampai menyerahkan nona mereka. "Beraninya kau berpikir untul melecehkan nona!, Matilah!!!" Ucap ketua prajurit itu sambil maju untuk menyerang, yang juga diikuti oleh seluruh prajurit yang menjaga nona mereka.


Para bandit dan prajurit itu pun saling menyerang, akan tetapi di pihak prajurit banyak yang terluka parah hingga mati, sedangkan di pihak bandit hanya luka luka yang tidak terlalu parah.


Lin Tian yang melihat kejadian itu pun langsung turun dan menolong para prajurit itu. Para prajurit dan bandit yang ingin saling menyerang pun terhenti karna keberadaan seorang pemuda yang tiba tiba muncul, ya itu adalah Lin Tian.


Para prajurit dan bandit pun terheran heran dan langsung bertanya dengan waspada. "Siapa kau?!" Ucap kapten prajurit dan ketua bandit secara bersamaan.


Lin Tian yang mendengar itu pun langsung menjawab, "aku adalah Lin Tian, yang akan menghancurkan kejahatan" ucap Lin Tian menjawab pertanyaan mereka semua.


Para prajurit yang mendengar perkataan Lin Tian kaget, sedangkan para bandit langsung tertawa meremehkan sambil berkata, "menghancurkan kejahatan katanya!, HAHAHAHA!!. Dengan kultivasi mu yang hanya jalan kesengsaraan ingin menghancurkan kami yang berbuat kejahatan, HAH?!!" Ucap ketua bandit meremehkan Lin Tian saat melihat tingkat kultivasi Lin Tian.


Lin Tian yang mendengar itu langsung berbalik menghadap ke para bandit sambil mengangkat tangan nya dan berkata, "kalian terlalu berisik!" Ucap Lin Tian sambil mengayunkan tangan nya secara horizontal.


Setelah melakukan itu Lin Tian pun berbalik mengarah ke para prajurit tadi, yang disusul dengan jatuh nya para bandit menandakan jika mereka sudah mati.


Para prajurit yang melihat itu pun ketakutan sebab Lin Tian membunuh mereka hanya dengan satu serangan. Dan orang yang berada di dalam kereta kuda juga saat melihat itu mereka terkaget terutama gadis yang di kawal itu, gadis itu bernama Mei Yue, dia sangat kaget pada saat itu.


Karena pemuda yang terlihat seumuran dengan nya itu jauh lebih kuat darinya, dia pun terkagum kagum akan kekuatan pemuda itu. Mei Yue sendiri berada di ranah Jalan Surgawi *1 jadi pada saat diserang bandit dia tak bisa apa apa, karena bandit itu lebih kuat darinya dan pengawal nya.


Mei Yue pun langsung keluar dari kereta kuda dan berlari ke arah Lin Tian untuk berterima kasih. "Terimakasih tuan telah menyelamatkan saya" ucap Mei Yue berterima kasih pada Lin Tian dengan sopan dan tulus. Pelayan gadis itu melihat nona nya keluar pun ikut keluar mengejarnya.


Lin Tian yang melihat seorang gadis yang tadi ada di dalam kereta berterimakasih pada nya, diapun langsung menjawab. "Ah iya tidak apa apa, kebetulan tadi saya sedang lewat. Jadi saat saya merasakan sebuah pertarungan saya langsung berlari untuk mengecek" ucap Lin Tian apa ada nya tanpa kebohongan.


Lin Tian mendengar pertanyaan itu pun menjawab, "Ah, perkenalkan nama saya Lin Tian, tujuan saya adalah ibu kota kekaisaran." Jawab Lin Tian dengan tenang.


Mei Yue yang mendengar jawaban Lin Tian pun segera berkata. "Kebetulan sekali Tuan Lin, saya juga sedang menuju ke ibu kota kekaisaran. Bagaimana jika kita berangkat bersama?" Ajak Mei Yue kepada Lin Tian untuk berangkat bersama.


Lin Tian yang mendengar ajakan itu pun menerima nya, "Baiklah kalau begitu, Terimakasih nona mei." jawab Lin Tian menerima ajakan Mei Yue untuk berangkat bersama.


"Kalau begitu, ayo kita naik kereta kuda saya, Tuan Lin." ucap Mei Yue yang dibalas anggukan oleh Lin Tian, lalu mereka pun naik kereta kuda menuju ibu kota kekaisaran.


Sesampainya di gerbang kota kekaisaran kereta kuda mereka tidak di hentikan sama sekali dan mereka masuk dengan lancar tanpa hambatan.


Lin Tian yang melihat itu pun bertanya. "Maaf nona Mei jika boleh tahu mengapa kita tidak diberhentikan?" Tanya Lin Tian yang tak tahu kenapa.


Mei Yue yang mendengar itu sedikit tersentak dan lengsung menjawab pertanyaan Lin Tian. "Ah!, sepertinya tuan Lin tidak tahu ya. Kereta kuda ini adalah kereta kuda milik kekaisaran!" Ucap Mei Yue menjawab pertanyaan Lin Tian.


"Hah?!!" Lin Tian kaget saat mendengar perkataan Mei Yue, dan dia pun bertanya lagi. "Ka-kalau ini kereta kuda Kekaisaran, berarti nona Mei adalah?!!" Ucap Lin Tian terkaget dan menyadari sesuatu.


"Yaps, saya adalah tuan putri kekaisaran. Memang nya Tuan Lin tidak tahu?" Ucap Mei Yue dengan bangga sekaligus heran karena Lin Tian baru tahu hal ini.


"Ah iya, saya baru tahu tentang hal ini nona mei. Karena saya dari dulu tidak pernah melihat kereta kuda kekaisaran." Ucap Lin Tian menjawab pertanyaan Mei Yue.


"Oh iya, nona Mei ngomong-ngomong. Kita lagi mau kemana memang nya?" Tanya Lin Tian yang bingung karena kereta kuda ini seperti menuju ke suatu tempat.


"Kita lagi mau ke istana kekaisaran, Tuan Lin." Ucap Mei Yue menjawab pertanyaan Lin Tian.


Lin Tian yang mendengar perkataan Mei Yue bingung dan bertanya. "Memang nya kita mau ngapain ke istana kekaisaran, nona Mei?" Tanya Lin Tian pada Mei Yue yang bingung karena tidak tahu mau ngapain dia ke istana kekaisaran.


"Tentu saja untuk memberikan Tuan Lin penghargaan karena telah menyelamatkan saya" ucap Mei Yue memberi tahu tujuan nya pada Lin Tian.


Setelah mendengar tujuannya Mei Yue dia pun hanya mengangguk, walaupun sebenarnya dia tidak butuh. Tetapi menolak tujuan baik orang lain itu tidak baik, karena sama saja kita tidak menghargai tujuan nya.


Setelah beberapa menit kereta kudanya pun akhirnya sampai di istana kekaisaran yang langsung persilahkan untuk masuk oleh prajurit yang menjaga istana.


Setelah sampai di istana mereka pun turun dari kereta kuda dan berjalan menuju ruang tahta sambil di tuntun oleh jendral Dong. Sebenarnya jendral Dong sempat bingung siapakah pemuda yang bersama tuan putri nya ini tetapi dia tetap diam dan mengabaikan tentang siapakah pemuda itu.


Setelah sampai di depan ruang tahta mereka pun melihat prajurit yang sedang menjaga ruang tahta membukakan pintu untuk mereka. Setelah pintu terbuka, tiba-tiba ada seorang pria tua dan seorang wanita umur 40 tahunan berlari dan memeluk Mei Yue dengan khawatir.


"Me-Mei Yue apakah kamu tak apa-apa nak?" Ucap keduanya sambil mengecek keadaan Mei Yue.


{Bersambung}