
Chapter 17
Xue Yan tahu kalau itu adalah kantung yang tadi dibawa oleh Xue Ying, dan karena penasaran akhirnya dia pun membuka kantung itu.
Dan saat melihat isinya, Xue Yan sangat kaget karena mengetahui isinya banyak tanaman herbal tingkat tinggi.
Xue Yan pun berniat menanyakan nya pada anaknya. "Xue Ying! Xue Ying!" Teriak Xue Yan, memanggil anaknya.
Xue Ying pun datang dengan perasaan kesal, karena ibunya yang tiba-tiba memanggilnya dengan berteriak-teriak.
"Ada apa sih, bu?" Tanya Xue Ying yang masih kesal, karena ibunya tadi menggodanya dan sekarang memanggilnya.
"Ini! Kamu dapat darimana nak?" Tanya Xue Yan yang masih kaget saat melihat isi dari kantung itu.
"Itu dikasih oleh Lin Tian, memangnya kenapa?" Tanya Xue Ying yang mulai heran dan bingung, kenapa ibunya seperti kaget gitu saat melihat kantung nya.
"I-ini didalamnya ada banyak tanaman herbal tingkat tinggi!" Ucap Xue Yan memberitahu Xue Ying, dan patriark yang baru turun dari lantai atas saat mendengar istrinya berteriam juga ikut kaget saat mendengar nya.
"A-apa?!!" Ucap Xue Ying dan Patriark Xue secara bersamaan, kaget saat mendengar nya.
๐๐๐ ๐๐ช๐ฏ ๐๐ช๐ข๐ฏ...
Setelah berpisah dengan Xue Ying, Lin Tian pun kembali ke penginapan nya dengan cepat.
Setelah 3 menitan, Lin Tian akhirnya sampai di depan penginapan nya, dan dia pun langsung masuk kedalam penginapan.
Dia pun langsung pergi ke kamarnya untuk beristirahat, tetapi dia memutuskan untuk mengecek Status nya dulu sebelum tidur.
"STATUS" ucap Lin Tian.
[ STATUS ]
[ Nama : Lin Tian ]
[ Umur : 18 Tahun ]
[ Gender : Laki Laki ]
[ Ras : Manusia ]
[ Level/Ranah : Jalan Surgawi *2 (< Fake) Saint *9 ( 100%/???% ) ]
[ Job : - ]
[ Tipe Tubuh โ ]
โ Tubuh Astral
โ Tubuh Dewa Naga ( 5%/100% )
โ Tubuh Kaisar Element
โ Tubuh Asura's
โ Tubuh Kekosongan
[ Skill ]
> Jutaan Pedang Pembelah Langit ( Kuno )
> Infinite Blade's ( Surgawi )
[ Element ]
โ Element Air (100%), Element Api (100%), Element Es (100%), Element Petir (100%), Element Kayu (100%), Element Angin (100%), Element Cahaya (100%), Element Kegelapan (100%), Element Ruang dan Waktu (100%)
[ Senjata ]
ยฐ Dual Heavenly Sword ( Surgawi )
ยฐ Pedang Raja Neraka ( Dewa )
[ PS : 15.656.700.000]
[ PP : 10.000.000 ]
[ EK : 2.000.000 ]
[ Kekayaan : 23.500.700 Koin Emas]
[ Penyimpanan ]
โข Kartu Bawahan ( True God )
โข Voucher Diskon 80%
โข Voucher 100ร Exp ( 1 hari )
[ SHOP ยป ]
[ UPGRADE ยป ]
[ VERSION : 1.0 ]
Lin Tian melihat status nya tidak ada yang aneh, tetapi saat melihat PS nya ada banyak dia pun kaget.
"Huh?!! PS ku banyak sekali, System kenapa PS ku banyak sekali?" Ucap Lin Tian, merasa heran karena menurutnya, dia itu hanya membunuh sedikit monster saja saat dijurang.
[Ting!]
[Itu karena, saat di jurang hutan monster. Tuan sudah membunuh sekitar 6 Milliar monster yang berada di ranah Prajurit hingga Nirwana]
"Ooh, begitu ya. Lalu kenapa di bagian kultivasi ada tanda tanya?" Tanya Lin Tian yang bingung.
[Itu karena tuan harus naik ke alam selaniutnya]
"Ooh, karena itu ya. Baiklah, waktunya tidur!" Ucap Lin Tian lalu merebahkan diri dia atas kasurnya, dan tak butuh waktu lama, dia pun langsung terlelap.
Esok harinya....
"Hooaaaamm!", Lin Tian menguap saat bangun dari tidurnya.
"Hmm, sudah pagi sepertinya" ucap Lin Tian, lalu dia berdiri dan pergi ke kamar mandi untuk mandi.
5 menit kemudian...
Setelah mandi Lin Tian mengganti bajunya, walaupun bajunya sama semua corak dan modelnya.
Lin Tian pun keluar dari kamar nya dan pergi ke kamar Qing Long dan Bai Hu untuk membangunkan mereka.
Tok! Tok! Tok!
"Qing Long! Bai Hu! Bangun!" Ucap Lin Tian sambil agak berteriak membangunkan mereka, lalu tak lama mereka pun keluar dari kamar masing-masing.
"Iya, ada apa tuan muda" ucap mereka lesu, karena baru bangun tidur.
"Ayo kita pergi keluar untuk sarapan" ucap Lin Tian mengajak mereka makan, tetapi Bai Hu tiba-tiba menghentikan nya.
"Tunggu dulu tuan muda!" Ucap Bai Hu menghentikan pergerakan Lin Tian, karena tersadar sesuatu. "Tuan muda, itu yang ada di leher anda apa?" Lanjut Bai Hu menanyakan tentang sesuatu yang ada di leher Lin Tian.
"Hah?", lalu Lin Tian mengecek leher nya dan baru teringat tentang Shenlong. "Ooh, ini namanya Shenlong naga yang kutemukkan kemarin." Ucap Lin Tian menjelaskan nya kepada Bai Hu.
Qing Long yang tadi nya ikut bingung, akhirnya paham setelah diberitahu oleh Lin Tian.
Lalu mereka pun berjalan menuruni tangga, dan memutuskan untuk makan di restoran.
Mereka pun keluar dari penginapan dan pergi ke restoran tempat biasa Lin Tian makan kalau sarapan.
. . . . .
Mereka pun sampai di restoran itu dan langsung saja mereka duduk di tempat yang kosong, lalu memanggil pelayan untuk memesan makanan.
Lalu pelayan pun datang dan menanyakan makanan apa yang ingin mereka makan, dan seperti biasa Lin Tian selalu menjawab makanan termahal.
Lalu mereka pun menunggu untuk makanan mereka siap saji, dan saat sedang menunggu Lin Tian obrolan dari orang-orang yang disitu.
5 menit kemudian...
Akhirnya makanan pesanan Lin Tian pun sampai dan mereka pun langsung melahap nya sampai habis.
Setelah makanannya habis Lin Tian langsung memanggil pelayan untuk mengurus pembayarannya, dan setelah membayar Lin Tian pun pergi dari sana.
Dan sebelum pergi kesana, Lin Tian menyuruh Qing Long dan Bai Hu untuk pulang duluan.
Lin Tian pun pergi ke tempat Lan Zhan untuk menanyakan tentang pelelangan itu.
. . . . .
Setelah sampai di pavilliun obat, Lin Tian langsung masuk kedalam untuk mencari Lan Zhan.
Lin Tian pergi ke resepsionis dan meminta resepsionis itu untuk mengantarkannya kepada Lan Zhan. "Nona, bisakah kau antarkan aku ke Lan Zhan?" Ucap Lin Tian, sambil mengeluarkan kartu yang kemarin Lan Zhan kasih.
Resepsionis itu pun akhirnya mengantarkan Lin Tian. "Baik tuan, silahkan ikuti saya" ucap Resepsionis itu, lalu merekapun berjalan menuju kantornya Lan Zhan.
Setelah sampai di depan kantornya Lan Zhan, resepsionis itu pun mengetok pintu kantornya Lan Zhan.
Tok! Tok! Tok!
"Ada apa?" Ucap Lan Zhan dari dalam, menanyakan siapa yang ada di depan sana.
"Ada yang ingin bertemu dengan manajer" ucap resepsionis itu, memberitahu Lan Zhan kalau ada yang ingin bertemu dengan nya.
"Masuklah!" Ucap Lan Zhan menyuruh nya masuk. Lalu pintu pun dibukakan oleh resepsionis itu, dan mempersilahkan Lin Tian untuk masuk.
Saat Lin Tian masuk, terlihat seorang pria tua yang sepertinya sedang mengurus dokumen dokumen.
Lalu pria tua itu pun mengecek siapa yang ingin bertemu dengan nya, dan saat dia lihat ternyata itu adalah Lin Tian.
"Ohoho, Tuan Lin rupanya" ucap Lan Zhan yang baru sadar kalau itu Lin Tian, lalu dia pun berdiri dan berjalan mendekati Lin Tian.
"Mengapa tuan Lin kesini?" Ucap Lan Zhan, menanyakan tujuan Lin Tian.
"Aku kesini ingin menanyakan tentang pelelangan nanti malam" ucap Lin Tian memberitahu tujuannya kesitu.
"Ooh, memang nya tuan Lin tidak tahu tentang pelelangan nanti malam?" Ucap Lan Zhan yang kaget karena Lin Tian tidak tahu mengenai pelelangan.
"Tidak" ucap Lin Tian dengan polosnya. Lan Zhan yang mendengar itu pun menjelaskan tentang pelelangan yang akan di adakan nanti malam.
Setelah dijelaskan oleh Lan Zhan, akhirnya Lin Tian pun mengerti tentang pelelangan yang akan di adakan nanti malam.
"Memangnya tuan Lin ingin kesana?" Tanya Lan Zhan kepada Lin Tian.
"Iya, nanti malam aku akan ke pelelangan untuk mencari perlengkapan untuk turnamen besok" ucap Lin Tian bohong, karena sebenarnya Lin Tian hanya ingin melihat seperti apa itu pelelangan.
"Oh! Kalau begitu tolong bawa kartu ini dan tunjukkan kepada penjaga pelelangan saat nanti tuan Lin ingin masuk ke pelelangan" ucap Lan Zhan sambil memberikan sebuah token.
"Baiklah, terimakasih tuan Lan" ucap Lin Tian berterimakasih kepada Lan Zhan, lalu pergi dari sana.
Lin Tian pun kembali ke penginapan sambil menunggu malam dan tibanya acara pelelangan nanti.
. . . . .
Malam pun tiba, Lin Tian pun langsung bersiap-siap untuk pergi ke pelelangan.
Setelah selesai bersiap Lin Tian langsung turun ke lantai dasar dan keluar dari penginapan menuju pelelangan.
Saat di perjalanan, Lin Tian secara tidak sengaja bertemu dengan Xue Ying. "Oh hey, Xue Ying!" Teriak Lin Tian memanggil Xue Ying saat melihat Xue Ying.
Xue Ying pun menoleh ke asal suara dan menemukan Lin Tian yang sedang memanggilnya. "Lin Tian!" Ucap Xue Ying sambil melambaikan tangan.
Lin Tian pun berjalan mendekati Xue Ying. "Xue Ying, kamu mau kemana malam-malam begini?" Tanya Lin Tian kepada Xue Ying saat melihat Xue Ying keluar malam-malam.
"Aku sedang jalan-jalan saja, kalau kamu mau kemana?" Ucap Xue Ying yang juga saat melihat Lin Tian keluar malam-malam.
"Aku ingin ke pelelangan, kamu mau ikut?" Ucap Lin Tian menanyakan Xue Ying ingin ikut atau tidak.
"Aku ikut, soalnya bosan juga kalau cuma jalan-jalan" ucap Xue Ying yang bosan.
Mereka pun jalan ke arah tempat pelelangan, tetapi Xue Ying teringat sesuatu. "Oh iya Lin Tian, terimakasih ya yang kemarin" ucap Xue Ying yang berterimakasih kepada Lin Tian.
"Terimakasih buat apa?" Tanya Lin Tian yang tidak tahu mengapa Xue Ying berterimakasih.
"Terimakasih untuk kantung yang kamu berikan kemarin" ucap Xue Ying memberitahu mengapa dirinya berterimakasih.
"Ah! Iya sama-sama, yasudah ayo lanjut jalan" ucap Lin Tian, lalu merekapun berjalan selama 2 menitan untuj sampai di depan tempat pelelangan.
Setelah sampai di dekat tempat pelelangan, Lin Tian melihat ada 2 pintu masuk dan di salah satu pintu itu ada banyak orang yang sedang mengantri untuk masuk.
Lin Tian pun memilih untuk masuk lewat jalur yang sepi, dan saat Lin Tian ingin masuk, Lin Tian di hentikan oleh penjaga.
"Kalau ingin masuk di jalur sebelah nak, yang ini untuk tamu VIP" ucap prajurit yang menjaga pintu masuk pelelangan.
Lalu Lin Tian pun teringat pemberiannya Lan Zhan, Lin Tian pun mengambil token pemberian Lan Zhan dan menunjukkan nya kepada prajurit itu.
Prajurit itu yang melihat kalau itu adalah token Pavilliun obat pun langsung mengijinkan Lin Tian masuk dan memberitahu Lin Tian ruangan VIP nya adalah ruangan VIP no 5.
Lin Tian dan Xue Ying pun masuk kedalam dan berjalan ke ruangan VIP No 5, setelah sampai di ruangan VIP No 5 Lin Tian pun langsung duduk di sofa yang muat untuk tiga orang dan Xue Ying juga duduk di samping Lin Tian.
Tak lama setelahnya pelelangan pun akhirnya sudah mau dimulai, Lin Tian pun mengalihkan pandangan nya ke arah panggung pelelangan dan terlihat disana ada pria tua yang sedang berdiri.
Lalu pelelangan pun akhirnya dimulai. "Pelelangan dimulai!" Ucap pria tua itu sambil memukul meja pelelangan menggunakan palu, tanda pelelangan dimulai.
"Baiklah, barang pertama adalah....". Lin Tian dan Xue Ying melihat barang yang dilelang tidak ada yang menarik, tetapi saat melihat barang ke 51 Lin Tian menjadi tertarik.
"Baiklah, barang ke 51 adalah Batu ini. Batu ini kami temukan di dekat sebuah reruntuhan yang besar." Ucap pria tua itu memberitahu tentang barang ke 51.
"Harga dimulai dari 1000 emas dengan kenaikkan tidak kurang dari 100 emas!" Ucap pria tua itu.
Pria tua itu awalnya agak sedih karena tidak ada yang menawar, tetapi tiba-tiba ada suara yang ingin menawar batu itu.
"1100 emas!" Ucap Lin Tian yang menawar batu itu, karena dia merasakan sesuatu dari batu itu.
Orang-orang yang melihat ada yang menawar pun menganggap orang itu bodoh karena membeli sebuah batu yang tidak ada gunanya.
Pria tua itu menunggu tawaran lain yang sepertinya sudah tidak ada tawaran lain pun langsung mengetuk meja sebanyak 3 kali.
Tok!
Tok!
Tok!
"Barang terjual kepada VIP no 5" ucap pria tua itu dengan senang karena batu itu terjual, karena saat dia melihat batu itu dia berpikir kalau tidak akan ada yang menawarnya.
"Pelayan antarkan barang ini ke VIP no 5" ucap pria tua menyuruh pelayan untuk mengantarkan batu itu kepada VIP no 5.
Lalu pelayan pun mengambil barang itu dan mengantarkannya ke ruangan VIP no 5.
. . . . .
Setelah sampai di depan pintu ruangan VIP no 5 langsung saja dia mengetuk pintu ruangan itu.
Tok!
Tok!
Tok!
Lin Tian pun membuka pintu ruangan nya dan terlihat ada seorang pelayan yang sedang membawakan batu tadi.
Pelayan itu pun meminta bayaran nya dan langsung dikasih kantung oleh Lin Tian yang didalam nya terdapat 1100 emas.
Setelah dicek oleh pelayan itu, pelayan itu pun pergi dari tempat ruangan VIP no 5.
Xue Ying yang bingung kenapa Lin Tian membeli batu itu pun memutuskan untuk bertanya. "Lin Tian, mengapa kamu membeli batu itu? Bukankah itu hanya sebuah batu." Ucap Xue Ying kepada Lin Tian.
"Aku merasakan sesuatu di batu ini, jadi aku membelinya" ucap Lin Tian menjelaskan mengapa dirinya membeli batu itu.
{Bersambung...}