
Chapter 18
Note; pria tua diganti Host pelelangan.
Xue Ying yang bingung kenapa Lin Tian membeli batu itu pun memutuskan untuk bertanya. "Lin Tian, mengapa kamu membeli batu itu? Bukankah itu hanya sebuah batu." Ucap Xue Ying kepada Lin Tian.
"Aku merasakan sesuatu di batu ini, jadi aku membelinya" ucap Lin Tian menjelaskan mengapa dirinya membeli batu itu.
"Memang nya kamu merasakan apa?" tanya Xue Ying kepada kepada Lin Tian.
"Entahlah, nanti aku akan periksa di penginapan" ucap Lin Tian yang ingin memeriksa batu itu setelah pulang ke penginapan.
Lalu mereka pun kembali melihat pelelangan, dan saat melihat pelelangan lagi-lagi tidak ada yang menarik.
"Baiklah, ini adalah pedang es tingkat emas yang ditemukan di semacam gua es. harga dimulai dari 100.000 koin emas dengan kenaikkan 1000 koin emas!" ucap Host pelelangan itu menjelaskan tentang pedang es dan harga nya.
"100.000!"
"101.000!"
"200.000!" Ucap salah satu keluarga besar di ibu kota dan sudah tidak ada yang berani menawar lagi.
Xue Ying pun tertarik dan menginginkan pedang es itu, akan tetapi dia tidak membawa uang yang cukup karena harga yang sudah melonjak naik.
Lin Tian yang melihat sepertinya Xue Ying tertarik dengan pedang itu pun memutuskan untuk ikut menawarnya.
"300.000!" Sebuah suara yang ikut menawar, keluarga besar itu yang penasaran siapakah yang berani dengan mereka pun mencoba mengecek nya dengan memperluas kesadaran nya.
Dan ternyata itu adalah seorang bocah yang tidak dia kenal, karena menurutnya orang-orang yang dia kenal hanya orang penting, sedang yang tidak dia kenal berarti tidak penting.
"Hey bocah! Jangan berani berani nya kau dengan ku, Wang Peng! Atau kau akan mati!" Ucap Wang Peng yang mengancam Lin Tian, tetapi sayang nya Lin Tian sama sekali tidak takut.
"Hahahaha!!" Tawa Lin Tian saat mendengar ancaman Wang Peng. "Kalau kau punya uang tawarlah! Tapi kalau tidak punya, lebih baik kau mundur saja" Lanjut Lin Tian, meledek Wang Peng.
Wang Peng yang sadar dirinya di ledek pun tidak mau mengalah karena dia sangat menginginkan pedang itu.
"Baiklah, kalau itu yang kau mau. 400.000!" Ucap Wang Peng yang merasa dirinya ditantang dan tidak mau kalah.
"500.000!" Ucap Lin Tian.
"600.000!" Ucap Wang Peng.
"700.000!" Ucap Lin Tian.
Host pelelangan yang melihat harga terus naik pun menjadi sangat senang.
Mereka pun terus-terusan menawar hingga harganya mencapai 1.8 juta koin emas.
"1.800.000!" Ucap Lin Tian.
Wang Peng ingin menawar juga, tetapi dia dihentikan oleh seorang pria yang berada dibelakangnya.
"Tuan muda, uang kita sudah tidak akan mencukupi jika terus dilanjutkan." Ucap pria itu memperingatkan Wang Peng.
Wang Peng yang mendengar itu pun menjadi kesal karena pedang itu tidak menjadi milik nya, dan terpaksa menyerah.
. . . . .
Host pelelangan yang merasa sudah tidak ada yang menawar lagi pun mengetuk meja tiga kali.
Tok!
Tok!
Tok!
"Selamat kepada VIP no 5 telah membeli pedang es tingkat emas" ucap Host pelelangan itu, memberi selamat kepada Lin Tian.
Host pelelangan tersebut pun memanggil seseorang untuk mengantarkan pedang itu ke ruangan VIP no 5.
. . . . .
Setelah sampai dia pun mengetok pintu ruangan VIP no 5 itu.
Tok! Tok! Tok!
Lin Tian pun berdiri dan berjalan ke arah pintu untuk membukakan pintu.
Pelayan itu pun memberikan pedang es itu kepada Lin Tian, dan meminta bayarannya.
Lalu Lin Tian pun berpura-pura mengorek sakunya dan mengeluarkan sebuah cincin penyimpanan yang didalam nya terdapat 1.8 juta koin emas lalu dia pun memberikan nya kepada pelayan itu.
Pelayan itu pun mengecek isi dari cincin penyimpanan itu, dan setelah bayarannya pas diapun pergi undur diri.
Lalu Lin Tian pun kembali duduk di sofa, dan memberikan pedang itu kepada Xue Ying.
"Xue Ying, kau ingin pedang ini kan? Ambillah." Ucap Lin Tian sambil memberikkan pedang itu kepada Xue Ying.
Xue Ying yang diberikkan pedang es yang dia inginkan oleh Lin Tian pun merasa senang.
"Terimakasih, Lin Tian." Ucap Xue Ying berterimakasih kepada Lin Tian, lalu dengan reflek memeluk Lin Tian tanpa sadar.
Lin Tian yang dipeluk seperti itu pun hanya membalas pelukannya Xue Ying.
Xue Ying yang sadar kalau dia sedang memeluk Lin Tian pun langsung melepas pelukannya karena malu. "Maafkan aku yang tiba-tiba memelukmu." Ucap Xue Ying dengan malu.
"Tidak, tidak apa-apa kok. Malahan aku senang kok dipeluk dengan mu." Ucap Lin Tian sambil menggoda Xue Ying.
Xue Ying yang mendengar perkataan Lin Tian pun menjadi semakin malu dan pipinya menjadi semakin merah merona.
Lin Tian pun tertawa saat melihat Xue Ying malu.
Xue Ying yang merasa dirinya dikerjain oleh Lin Tian pun langsung marah/ngambek dan memalingkan wajah nya.
Lin Tian yang tahu kalau Xue Ying sedang ngambek pun mencoba membujuk nya dengan meminta maaf.
"Baiklah, baiklah aku minta maaf ya Xue Ying" ucap Lin Tian dengan nada minta maaf tetapi tidak dipedulikan oleh Xue Ying.
"Baiklah! Kalau kamu mau memaafkanku aku akan menuruti satu permintaan mu" ucap Lin Tian menggunakan cara utama membujuk wanita.
Xue Ying yang mendengar ucapan Lin Tian pun langsung menoleh ke arah Lin Tian dan memaafkan nya.
"Baiklah aku maafkan, tapi janji ya kamu harus menuruti satu permintaanku nanti." Ucap Xue Ying yang mulai memaafkan Lin Tian.
"Iya, aku janji." Ucap Lin Tian berjanji kepada Xue Ying tentang omongan nya tadi.
Xue Ying yang mendengarkan itu pun senang dan berpikir akan menggunakan permintaan itu dengan baik.
Mereka pun kembali melihat pelelangan yang masih berlanjut dan hingga beberapa jam kemudian.
[][][][][]
Setelah beberapa jam pelelangan pun selesai dan Lin Tian hanya membeli 2 barang dari pelelangan itu, yaitu batu dan pedang es yang diberikan kepada Xue Ying.
Lin Tian dan Xue Ying pun keluar dari ruangan VIP nya dan pergi menuju pintu keluar pelelangan.
Dan saat mereka sudah berada di luar pelelangan ada 15 orang yang mencegah mereka untuk pergi dari sana.
"Hey bocah, berikan pedang itu kepada ku! Atau kau akan mati." Ucap Wang Peng yang mencegah Lin Tian bersama dengan prajuritnya.
"Hahahaha!!" Lin Tian tertawa saat mendengar perkataannya Wang Peng.
"Aku yang mati atau kau yang mati?!" Ucap Lin Tian membalikkan perkataan Wang Peng.
Wang Peng yang mulai kesal pun menyuruh prajurit nya untuk menyerang Lin Tian, "Serang dia!" Ucap Wang Peng.
Prajurit itu pun menyerang Lin Tian, tetapi satu pun dari serangan mereka tidak ada yang kena, bahkan mereka di ejek oleh Lin Tian.
"Hey disini!" Ucap Lin Tian yang berada di belakang salah satu prajurit, prajurit lainnya pun menyerang ke arah belakang prajurit itu akan tetapi malah prajurti itu yang terkena serangan mereka.
Prajurit lain yang melihat mereka baru saja menyerang kawan mereka sendiri pun marah dan kesal, dan menjatuhkan semua kesalahan kepada Lin Tian.
"Kau sudah membunuh teman kami!" Ucap prajurit-prajurit itu melemparkan kesalahan mereka kepada Lin Tian.
"Aku? Bukankah kalian yang membunuh teman kalian sendiri, dasar Bodoh!!" Ucap Lin Tian membalikkan perkataan mereka dan mengejek mereka.
"Cih! Ayo serang dia!" Ucap prajurit itu mengajak prajurit lainnya untuk menyerang Lin Tian.
Mereka terus menyerang Lin Tian, akan tetapi tetap tidak ada yang kena merekapun mulai lelah karena trus menyerang tanpa kepastian.
"Kenapa? Sudah lelahkah?" Ucap Lin Tian kepada mereka dengan nada mengejek.
"Cih! Kalau kau tidak menghindar, kau pasti sudah mati dari tadi" ucap salah satu prajurit, yang langsung disetujui oleh prajurit yang lain.
"Hahahaha!! Kalau begitu sekarang giliranku." Ucap Lin Tian sambil memasang kuda-kuda.
"Hah?! Giliran apa maksudm-" ucap salah satu prajurit yang terpotong karena kepalanya tiba-tiba copot dari badannya.
Prajurit lain melihat Lin Tian menghilang dengan disusul matinya salah satu kawan mereka, mereka pun memasang sikap waspada, akan tetapi itu tidak berguna.
Kepala demi kepala terpisah dari badannya dan prajurit juga semakin banyak yang mati.
Prajurit lain yang melihat kawan nya mati pun ketakutan dan ingin melarikan diri, akan tetapi belum sempat mereka melarikan diri, mereka sudah tidak bernyawa.
Wang Peng yang melihat prajuritnya mati dibantai oleh Lin Tian pun menjadi sangat ketakutan.
"Sekarang giliranmu Wang Peng!" Ucap Lin Tian sambil berjalan mendekati Wang Peng dan tersenyum menyeramkan.
Wang Peng yang melihat Lin Tian ingin membunuh dirinya pun berkata.
"Ka-kalau kau membunuhku, kau akan di incar oleh ayah ku patriark keluarga Wang!" Ucap Wang Peng dengan ketakutan sambil berjalan mundur.
"Patriark keluarga Wang? Aku tidak takut sama sekali! Orang yang mencari masalah denganku, Harus mati!" Ucap Lin Tian, kemudian menebas kepala Wang Peng hingga tewas.
Orang-orang yang menyaksikan itu pun menjadi takut dan merasakan kengerian terhadap Lin Tian.
Xue Ying yang juga melihat itu pun menjadi takut, lantaran keluarga Wang adalah keluarga terkuat ke 3 setelah keluarga Xie yang kemarin musnah.
Sedangkan keluarga Xue berada di bawah keluarga Wang, jadinya Xue Ying tidak bisa melindungi Lin Tian jikalau patriark Wang datang.
*****
Setelah membunuh mereka semua, Lin Tian menjarah barang bawaan mereka dan setelah selesai menjarah barang mereka, Lin Tian berjalan kembali ke arah Xue Ying.
"Xue Ying, ayo kita pulang." Ucap Lin Tian mengajak Xue Ying pulang.
"Tetapi kalau patriark keluarga Wang datang bagaimana?" Ucap Xue Ying yang khawatir kalau patriark Wang datang dan membunuh Lin Tian.
"Tenang saja, aku akan mengurus masalah itu." Ucap Lin Tian yang tahu kalau Xue Ying mengkhawatirkan nya dan mencoba menenangkan nya.
"Tapi-" ucap Xue Ying yang terpotong karena perkataan Lin Tian.
"Sudah-sudah, tidak perlu mengkhawatirkan ku, Oke?" Ucap Lin Tian yang kembali menenangkan Xue Ying dari kehawatirannya.
Xue Ying pun hanya mengangguk saja, akan tetapi dia tetap masih khawatir akan hal itu.
Mereka pun berjalan pulang kembali kerumah masing-masing.
Keesokan harinya....
Disisi lain....
"Apa?! Anakku dan penjaganya di bunuh!" Ucap patriark Wang yang kaget sekaligus marah karena mengetahui anaknya mati.
"Siapa orang yang berani membunuh anakku?!" Tanya Patriark Wang dengan marah kepada prajurit yang melapor kepadanya.
"Itu... Yang membunuh tuan muda adalah seorang pemuda, Tuan" ucap prajurit itu memberitahu kepada Patriark Wang dengan ketakutan.
"Cari pemuda yang membunuh anakku itu!" Ucap Patriark Wang kepada Prajurit itu.
Prajurit itu pun undur diri dan memerintahkan anak buah nya untuk mencari pemuda yang membunuh tuan muda Wang Peng.
{Bersambung... }