Cultivation System

Cultivation System
Chapter 6 : Kota Zhi dan Sebuah Masalah



Chapter 6


Setelah mengetahui cara untuk terbang Lin Tian pun keluar dari sana dan menuju ke kota terdekat yaitu kota Zhi.


Setelah berjarak beberapa ratus meter Lin Tian pun mendarat dan teringat sesuatu. "System, adakah artefak yang bisa menyembunyikan kultivasi ku?" tanya Lin Tian pada System. Karena dia baru menyadari kalau kekuatan terkuat di kota Zhi hanya berada di ranah Raja *3.


[Ada satu artefak tingkat dewa yang bisa menyembunyikan kultivasi sesuai yang tuan mau. Dan bahkan, orang yang kultivasi jau lebih tinggi daripada tuan pun tidak bisa melihat kultivasi asli tuan]


"Berapa harga artefak itu System?" tanya Lin Tian karena ingin tahu harganya.


[Harga artefak itu adalah 128 juta PS Tuan]


[Apakah Tuan akan membelinya?]


"Ukh, mahal juga ternyata, tapi yasudahlah beli saja." ucap Lin Tian yang tahu kalau itu mahal tetapi tetap membeli nya.


[Membeli artefak penyamaran tingkat dewa. Mengurangi 128 juta PS]


[PS tuan tersisa : 1.163.004.000]


"Artefak penyamaran?, System kalau itu artefak penyamaran bukankah berarti ada fitur lain selain menyembunyikan kultivasi?" ucap Lin Tian yang bingung yang kemudian langsung bertanya.


[Benar tuan, selain bisa menyembunyikan kultivasi seseorang artefak ini juga bisa merubah wujud seseorang sesuai yang orang itu mau. Bahkan jika tuan mau tuan bisa berganti kelamin dengan artefak ini]


"Hmm, begitu ya. Lagipula aku tidak akan mengganti kelamin ku jadi yang terakhir itu tidak terlalu berguna" ucap Lin Tian dengan dahi yang mengerut karena System meledeknya.


[ :p ]


Lin Tian yang melihat ekspresi System nya, Ia pun semakin kesal tapi Ia tidak terlalu menghiraukan nya. Lin Tian pun mengambil Artefak itu yang berbentuk gelang. "Rupanya artefak itu berbentuk gelang, tapi tak apalah karena jadi mudah dipakai" ucap Lin Tian saat mengetahui kalau artefak itu berbentuk gelang.


Setelah memakainya Ia pun mengatur ranah kultivasinya hingga berada di ranah jalan kesengsaraan. "Yosh!, saatnya berangkat ke kota Zhi" ucap Lin Tian yang selesai menyembunyikan kultivasi nya dengan artefak itu dan memilih untuk berjalan kaki saat pergi menuju gerbang kota.


Saat sampai di gerbang kota Lin Tian harus mengantri untuk masuk ke kota itu. Setelah beberapa saat mengantri, akhirnya tiba giliran Lin Tian.


"Mana kartu tanda pengenal mu? " tanya prajurit yang bertugas menjaga kota dengan tegas. "Saya belum punya kartu tanda pengenal pak, karena saya baru pertama kali kesini" jawab Lin Tian dengan agak sopan.


"Kalau belum punya tanda pengenal bayar 10 Koin emas untuk masuk" ucap prajurit itu kepada Lin Tian. Lin Tian yang mendengar itu pun agak cemas karena Ia tidak punya Koin emas, tapi dia teringat di sela sela penjelasan tentang tingkatan di dunia ini System bilang kalau PS bisa dijadiin Koin emas dengan rasio 1 : 1.000.000.


'Hey System, tukarkan 10 PS ku menjadi koin emas' pinta Lin Tian pada System dalam hati.


[Menukarkan 10 PS menjadi koin emas... Berhasil]


[Tuan telah menukarkan 10 PS menjadi 10 juta Koin Emas]


Lin Tian yang mendengar itu langsung saja mengambil 10 koin emas dan memberikannya pada prajurit tadi. Setelah mendapat 10 koin emas, prajurit itu langsung mempersilahkan Lin Tian untuk masuk ke kota.


"Wow, Kota ini bagus juga. Walaupun tergolong dalam kota tingkat Menengah" ucap Lin Tian yang setelah masuk Ia melihat bangunan bangunan yang besar.


"Lebih baik aku makan dulu sajalah." ucap Lin Tian yang ingin makan, karena Ia belum makan selama satu hari walaupun dia tidak lapar. "Eh tapi, memangnya disini ada tempat makan?" tanya Lin Tian pada dirinya sendiri yang langsung dijawab oleh System, karena melihat tuannya kebingungan.


[Ada tuan]


Mendengar jawaban itu Lin Tian pun bertanya. "Dimana itu tempatnya System?" tanya Lin Tian pada System.


[Tuan tinggal lurus saja, nanti ada bangunan berwarna merah. Itulah tempatnya, tuan]


"Baiklah System, terimakasih" ucap Lin Tian berterimakasih pada System karena memberitahu tempatnya. Setelah diberitahu Lin Tian langsung mengikuti arahan System tadi dan benar saja, Ia langsung menemukan bangunan berwarna merah.


Setelah melihat bangunan itu Ia pun langsung masuk kedalam dan duduk di tempat kosong, tak beberapa lama pelayan pun datang. "Mau pesan apa tuan?" ucap pelayan itu sambil menyerahkan menu nya. Setelah diberi menu Lin Tian pun langsung memilih yang termahal dengan harga 10 koin emas. Setelah menunggu beberapa menit makanannya pun akhirnya datang, dan langsung dihabiskan oleh Lin Tian.


Setelah menghabiskan makanannya Lin Tian langsung membayarnya dan pergi dari sana untuk mencari penginapan.


Setelah beberapa saat mencari Lin Tian pun akhirnya menemukan penginapan bernama penginapan bulan perak. "Akhirnya ketemu juga." ucap Lin Tian yang sudah menemukan penginapan untuk istirahat.


Lin Tian yang merasa diperhatikan seperti itu Ia pun bergegas ke arah resepsionis. "Nona, saya ingin pesan kamar nya satu." ucap Lin Tian pada resepsionis yang masih terpesona.


Lin Tian yang menyadari tidak ada respon pun langsung kembali berbicara. "Hey nona, saya ingin memesan kamar" ucap Lin Tian sambil melambaikan tangan ke arah resepsionis itu.


Resepsionis itu yang kembali tersadar langsung meminta maaf. "Maaf Tuan, tadi tuan ngomong apa?" ucap Resepsionis itu yang dari tadi tidak mendengar perkataan Lin Tian karena terpesona dengan ketampanan Lin Tian.


Lin Tian yang mendengar itu pun mengelengkan kepala pelan dan berbicara. "Saya ingin memesan kam-" ucap Lin Tian pada resepsionis itu yang terpotong karena ada beberapa orang yang masuk.


"Hey minggir minggir!, ada tuan muda Wei Wuxian semuanya minggir!" ucap salah satu pengawal wei wuxian dengan kencang.


Semua orang yang mendengar itu ketakutan dan langsung minggir kecuali satu orang, yaitu Lin Tian. Salah satu pengawal tadi teriak melihat ada satu orang yang tidak minggir dia langsung mendekati orang itu untuk menyuruh nya minggir.


"Hei bocah!, kau tuli kah hah?!. Minggir dari jalan tuan muda! " bentak pengawal yang mendekati Lin Tian. Merasa tidak di hiraukan dia semakin kesal dan ingin meraih bahu Lin Tian, tetapi saat tangan nya dengan bahu Lin Tian berjarak beberapa centi lagi, tiba-tiba tangan nya terpotong dengan cepat tanpa disadari semua orang.


Tap!


Suara dari sesuatu yang jatuh. Saat semua orang melihat apa yang jatuh ternyata itu adalah tangan, pengawal tadi yang melihat itu dia langsung melihat tangan nya yang tidak bisa Ia rasakan lagi. Dan saat dia melihat tangan nya ga ada dia langsung terduduk lemas dan berteriak panik.


Lalu pengawal itu mengalihkan pandang nya pada bocah yang sudah berbalik dan melihat dia dengan senyuman, Ia pun langsung tahu kalau pelaku nya adalah bocah tersebut.


"Hei bocah sialan!, apa yang kau lakukan hah?!!" tanya pengawal tersebut. "Memotong tangan kotor mu karena ingin menyentuhku?" ucap Lin Tian dengan enteng nya sambil mengangkat bahunya.


Pengawal tersebut yang mendengar itu dia pun langsung naik pitam dan menyerang Lin Tian. "DASAR BOCAH SIALAN!!!" ucap pengawal tersebut sambil ingin menyerang Lin Tian. "Berisik kau!" ucap Lin Tian sambil menebas leher pengawal itu menggunakan elemen angin nya.


SRIIINNGGG...


Dug!


Suara pengawal itu yang jatuh dengan kepala dan tubuhnya yang terpisah. Semua orang pun mengalihkan pandangannya kepada pengawal yang jatoh itu, semua orang yang melihat itu pun kaget terutama rombongan tuan muda Wei Wuxian itu.


Para pengawal tuan muda Wei Wuxian yang melihat itu pun jadi marah. "Hei bocah!, beraninya kau membunuh saudara kami!. Terimalah kematian mu! " teriak marah pengawal yang lainnya dan menyerang Lin Tian.


Akan tetapi, mereka dengan mudah nya dibunuh hanya dengan menggunakan tebasan elemen angin. Wei Wuxian yang melihat bawahannya mati dia akhirnya marah dan langsung menyerang Lin Tian. "Beraninya kau membunuh bawahan ku!, Matilah!! " teriak Wei Wuxian yang marah karena bawahan nya dibunuh.


Tetapi, lagi lagi dibunuh dengan cara yang sama. Setelah membunuh mereka semua Lin Tian pun balik lagi menghadap ke resepsionis nya. "Sekarang sudah sepi, jadi bisakah saya pesan kamar sekarang?" ucap Lin Tian pada resepsionis itu.


Resepsionis yang mendengar itu dia langsung menjawab, "ba-baik tuan, tuan mau pesan kamar yang mana?" jawab resepsionis itu sambil ketakutan. Lin Tian yang mendengar itu dia langsung menjawab, "kamar VIP ada?" ucap Lin Tian bertanya pada resepsionis.


Resepsionis yang mendengar pertanyaan Lin Tian dia langsung mengecek list kamar VIP dan langsung menjawab pertanyaan Lin Tian, "a-ada tuan, kamar VIP no 4 di lantai 2." jawab resepsionis itu. Lin Tian mendengar itu langsung memesan kamar itu untuk satu hari seharga 15 koin emas.


Setelah memesan Lin Tian langsung mengambil kunci kamar nya dan pergi ke kamar VIP no 4 itu. Setelah sampai di kamar nya dia langsung membuka kamar nya dan merebahkan dirinya di kasur yang mewah.


Lin Tian yang tidak tidur selama 1-2 harian pun tertidur sangat nyenyak di kasur mewah nya.


Di sisi lain, keluarga Wei.


"Apa katamu?!!, anakku mati!!" teriak Wei Changze patriark keluarga Wei yang kaget karena dia baru saja di beritahu oleh salah satu prajurit keluarga Wei.


"Siapa yang membunuh anakku?!!, Jawab!!!" teriak Wei Changze pada prajurit yang memberitahu tadi sambil mengeluarkan aura kultivasi nya.


Prajurit yang terkena dampak aura itu pun berusaha menjawab, "ma-maaf patriark saya ti-tidak tahu si-siapa yang membunuh tuan muda, ta-tapi saya tahu te-tempat dibunuh nya tuan muda, da-dan sa-saya yakin dia masih berada disana" jawab prajurit tersebut dengan patah patah karena tertekan oleh aura dari Wei Changze yang berada di ranah Raja *3 itu.


Wei Changze yang mendengar itu langsung bertanya, "Dimana tempat itu!!" ucap Wei Changze yang sangat marah karena anak nya dibunuh. Di pe-penginapan bulan perak Patriark" jawab prajurit tersebut sambil menahan aura Wei Changze.


Mendengar itu Wei Changze langsung memberi perintah. "Cepat siapkan beberapa prajurit untuk mengantar ku kesana besok" titah patriark Wei Changze. Prajurit itu pun pamit undur diri dan pergi untuk melakukan perintah.


Setelah prajurit itu keluar Wei Changze pun berteriak, " SIAPAPUN KAU YANG BERANINYA MEMBUNUH ANAKKU, AKU AKAN MENYIKSAMU SEBELUM MEMBUNUH MU!!!" teriak Wei Changze penuh dendam dan amarah.


{Bersambung}