
Chapter 16
Setelah mengetahui alasan nya, Xue Ying pun langsung memegang tangan Lin Tian dengan erat agar tidak terjatuh.
Setelah itu mereka pun lompat ke dalam jurang itu, dan dengan menggunakan elemen anginnya Lin Tian, mereka jadi turun secara perlahan.
Mereka turun secara perlahan dikarenakan jurang itu yang sangat dalam, dengan memiliki kedalaman 70 Km.
Setelah sampai dibawah, mereka tidak bisa melihat apa-apa karena gelap.
Lin Tian pun menggunakan elemen cahaya nya untuk menerangi tempat itu.
Xue Ying yang melihat ternyata Lin Tian memiliki 2 elemen pun biasa saja, karena pada dasarnya setiap orang pasti terlahir dengan 2 elemen.
Dan untuk yang punya lebih dari 2 elemen, itu adalah kelahiran super yang membuktikan kalau mereka akan menjadi jenius.
. . . . .
Setelah Lin Tian menggunakan elemen cahaya nya, tempat yang gelap seketika menjadi terang.
Setelah terang mereka berjalan kembali untuk menulusuri jurang itu.
Didalam jurang itu, Lin Tian menemukan berbagai macam tanaman obat yang sangat berharga.
Xue Ying yang sedari tadi melihat Lin Tian berjalan di depan sambil mengambil tanaman yang dia lihat, merasa aneh.
Dia tidak tahu mengapa Lin Tian mengambil tanaman-tanaman itu, akhirnya Xue Ying pun memutuskan untuk bertanya.
"Lin Tian, mengapa kamu mengambil tanaman-tanaman itu?" Tanya Xue Ying dengan heran.
"Ouh, ini adalah tanaman obat yang berharga. Dengan tanaman-tanaman ini kamu bisa membuat pil tingkat 4-6" Ucap Lin Tian, sedikit menjelaskan tentang tanaman itu kepada Xue Ying.
"Benarkah? Aku baru tahu tentang hal itu" ucap Xue Ying lalu dia ingin mengambil tanaman-tanaman itu juga, hanya saja dia tidak bawa tempat untuk menyimpannya.
"Yah... Sayang sekali, Aku tidak bawa penyimpanan" ucap Xue Ying, agak sedih karena menyayangkan hal tersebut.
Lin Tian yang melihat kelakuan Xue Ying hanya geleng kepala, "sudah-sudah, ayo kita lanjut jalan" ucap Lin Tian, Xue Ying pun hanya menurut.
Mereka pun berjalan menyusuri hutan yang ada di dalam jurang itu.
20 menit kemudian...
Setelah berjalan sekitar 20 menitan, mereka menemukan sebuah tempat seperti goa, tetapi yang ini ukurannya besar dan terlihat angker.
Disitu juga ada banyak sekali energi kematian yang berpusat dari dalam tempat itu, Bahkan Xue Ying yang merasakan itu menjadi bergetar ngeri.
"I-ini tempat apa ini?! Kenapa banyak sekali energi kematian di tempat ini?!" Ucap Xue Ying yang bertanya-tanya sambil ketakutan.
Sedangkan Lin Tian biasa saja terhadap energi kematian ini, karena dia punya tubuh Asura's yang bisa menyerap energi kematian ini dan menjadikan nya miliknya.
Lin Tian merasa heran mengapa tempat hewan itu seperti ini dan memutuskan untuk bertanya kepada System.
'System! Apakah benar ini tempatnya?' Tanya Lin Tian kepada System didalam pikirannya, karena merasa heran.
[Ting!]
[Betul tuan, ini lah tempat dari hewan yang saya maksud]
'Tapi Kenapa tempat nya seram seperti ini?' Tanya Lin Tian lagi kepada System.
[Karena hewan itu sering di datangi oleh monster di sekitar sini dan mencoba menyerang nya]
[Tetapi, monster yang mencoba untuk menyerang nya akan selalu mati]
[Dan energi kehidupan monster yang mati itu diserap oleh nya, Tuan]
'Hmm.. Aku semakin penasaran hewan apa itu sebenarnya' pikir Lin Tian, semakin penasaran akan hewan itu.
"Hey Xue Ying, ayo masuk kedalam sana" ucap Lin Tian mengajak Xue Ying untuk masuk kedalam situ.
"A-apa masuk? Tapi, apa tidak apa-apa kita masuk ke sana?" Tanya Xue Ying yang awalnya kaget karena Lin Tian ingin masuk ke tempat yang menyeramkan seperti itu.
"Iya, tenang saja, tidak akan ada apa-apa di dalam sana" ucap Lin Tian meyakinkan Xue Ying.
"Ba-baiklah, kalau kamu bilang begitu" ucap Xue Ying yang masih agak takut, karena masih terpengaruh dengan energi kematian.
Mereka pun masuk ke tempat itu, saat mereka masuk mereka melihat banyak sekali mayat monster yang sudah kering.
Xue Ying yang melihat itu merasa jijik, karena mayat monster itu ada yang sudah membusuk dan sebagainya.
Mereka pun masuk lebih dalam lagi ke tempat itu. Lin Tian terus berjalan dengan diikuti Xue Ying disamping nya.
Setelah jalan beberapa menit, mereka menemukan sebuah telur yang ukurannya hampir memenuhi tempat itu.
Saat melihat telur itu, Lin Tian langsung bertanya kepada System untuk memastikannya.
'System! Apakah telur itu yang kau maksud?' Tanya Lin Tian kepada System untuk memastikannya.
[Ting!]
[Iya tuan, itulah telur yang System maksud]
'Lalu bagaimana cara menetaskan nya dan menjadikannya bawahan ku?' Tanya Lin Tian kepada System lagi.
[Tuan hanya perlu meneteskan darah tuan ke telur itu]
'Oh begitu kah? Ternyata cukup mudah' ucap Lin Tian di dalam pikirannya.
Xue Ying yang sedari tadi kaget melihat telur yang besar itu, ingin menanyakan sesuatu kepada Lin Tian.
"Lin Tian, Telur apa itu?" Tanya Xue Ying kepada Lin Tian dengan heran, karena belum pernah melihat telur sebesar itu.
"Kamu tunggulah disini, nanti kamu akan tahu sendiri." Ucap Lin Tian tanpa menjawab pertanyaan Xue Ying dan hanya menyuruh nya untuk tetap disana.
Xue Ying pun hanya menurut dan hanya melihat Lin Tian yang sedang mendekati telur itu.
Saat sudah sampai di dekat telur itu, Lin Tian langsung menyayat jari nya dan meneteskan darah nya ke telur itu.
Setelah darah nya Lin Tian mendarat di telur itu, telur itu mengeluarkan cahaya yang sangat terang dan menyilaukan mata.
Setelah beberapa menit, cahaya itu mulai redup dan menghilang.
Tetapi saat cahaya itu redup terlihat telur yang besar itu mulai retak sedikit demi sedikit.
Dan saat telur itu sudah hancur, keluar sesosok naga berwarna biru langit yang ukuran nya hampir memenuhi tempat itu.
Naga itu melihat Lin Tian sejenak dan langsung menundukkan kepala nya. "Hormat kepada yang mulia!" Ucap naga itu dengan tegas.
"Ya! Dan jangan panggil aku yang mulia, panggil saja aku tuan muda" ucap Lin Tian dengan tegas juga.
Lalu, Lin Tian mengecek Status naga itu. 'System! Tolong tampilkan status naga itu' pinta Lin Tian kepada System.
[Ting!]
[ Umur : 100 Tahun ]
[ Ras : Naga Langit ]
[ Kelamin : βοΈ ]
[ Element : Angin, Air, ]
[ Kultivasi : Saint *9 (< sementara ) ]
[ Skill : Water Blade, Weather Change, Water Slash, Water Waves, Air Blade, Thunderstorm]
[ Kondisi : Kultivasi asli tersegel ]
'Naga Langit kah?' Batin Lin Tian saat melihat ras hewan itu.
"Oh ya, apakah kau punya nama?" Tanya Lin Tian, berpura-pura tidak tahu.
"Tidak, saya tidak punya nama, Tuan" jawab naga itu, terhadap pertanyaan Lin Tian.
"Hmm... Kalau begitu kau ku kasih nama Shenlong, Bagaimana?" Ucap Lin Tian ingin memberi nama naga itu "Shenlong".
"Terimakasih tuan, akan saya jaga nama itu dengan baik" ucap Shenlong yang senang dengan nama baru yang dikasih tuan barunya.
"Kalau begitu, ayo ikut aku!" Ucap Lin Tian menyuruh Shenlong untuk ikut dengan nya, tetapi terhenti karena dia ingat sesuatu.
"Shenlong, bisakah kau merubah wujudmu menjadi kecil?" Tanya Lin Tian, karena kalau Shenlong datang ke ibukota dengan wujud naganya.
Seisi ibukota akan gempar karena melihat naga yang terbang di langit dengan ukuran yang sangat besar.
"Baik, tuan muda" ucap Shenlong, kemudian ukurannya menjadi kecil dan melayang di udara, lalu Shenlong mendarat dan melingkar di leher Lin Tian.
"Yosh! Saatnya pulang" ucap Lin Tian yang senang karena akhirnya bisa pulang untum beristirahat.
Xue Ying yang melihat hal itu semua pun menjadi kaget, lantaran hal yang sedang dicari oleh Lin Tian adalah sesosok naga yang besar.
Lin Tian yang melihat Xue Ying yang sepertinya sangat kaget karena melihat naga pun berniat menyadarkan nya.
"Oii! Xue Ying!" Ucap Lin Tian memanggil nama Xue Ying untuk membuatnya sadar, dan ternyata berhasil.
"Ah! I-iya ada apa Lin Tian?" Ucap Xue Ying yang sudah tersadar saat Lin Tian memanggil dirinya.
"Ayo kita pulang!" Ucap Lin Tian mengajak Xue Ying pulang.
"Pulang? Tapi, bagaimana dengan naga yang disan-" ucap Xue Ying, terhenti karena baru sadar kalau naga nya sudah tidak ada.
"Hah?! Naganya dimana?" Ucap Xue Ying, panik karena takutnya naga itu terbang dan menyerang kota.
"Hadeh." Ucap Lin Tian sambil menggelengkan kepala. "Ini naga nya ada di leher ku" ucap Lin Tian sambil menunjuk ke lehernya.
Xue Ying pun menoleh ke arah Lin Tian dan benar saja, ada naga yang ukurannya sangat kecil sekecil ular remaja sedang melingkar di leher Lin Tian.
"Oh ya, dan juga nama dia adalah Shenlong" ucap Lin Tian memberitahu nama naga nya kepada Xue Ying.
"Shenlong! Nama yang bagus!" Ucap Xue Ying, mengatakan kalau nama yang Lin Tian kasih itu bagus.
"Hahaha.. Terimakasih atas pujiannya. Yasudah ayo kita pulang" ucap Lin Tian, mengajak Xue Ying untuk pulang, dan hanya dibalas anggukkan oleh Xue Ying.
Mereka pun pergi dari sana menuju keluar hutan monster, mereka pun pulang dengan lancar tanpa hambatan karena Lin Tian.
15 menit kemudian...
Setelah berjalan selama 15 menit, mereka pun akhirnya melihat sebuah dinding tinggi yang dimana menandakan kalau mereka sudah sampai di ujung jurang hutan monster.
Lin Tian pun menyuruh Xue Ying untuk memegang tangan nya agar tidak terjatuh nantinya.
Lalu mereka pun terbang dengan cepat ke atas, untuk keluar dari jurang hutan monster itu.
Setelah sampai di atas jurang hutan monster itu, mereka pun berjalan keluar hutan monster yang jarak nya sekitar 1,3 Km dari jurang tadi.
. . . . .
Setelah sampai diluar hutan monster, Lin Tian menggendong Xue Ying lagi dan Xue Ying cukup kaget saat digendong, tapi dia tahu kalau itu lah caranya supaya lebih cepat sampai ke kota.
5 menit kemudian...
Akhirnya merekapun sampai di depan gerbang kota, dan merekapun langsung masuk ke kota dengan lancar, karena keduanya sudah mempunyai kartu identitas.
Setelah sampai di dalam kota, mereka pun akan berpisah karena akan kembali pulang ke rumah masing-masing.
Tetapi sebelum mereka berpisah, Lin Tian teringat sesuatu. "Eh! Tunggu dulu" ucap Lin Tian, meminta Xue Ying untuk menunggu sebentar.
Lalu Lin Tian pura-pura mengeluarkan sesuatu dari tangan nya supaya dikira itu keluar dari cincin penyimpanan.
Ternyata yang dikeluarkan oleh Lin Tian adalah sebuah kantung yang berisi beberapa tanaman herbal yang diambilnya di dalam jurang hutan monster.
"Ini.. Ambillah" ucap Lin Tian sambil memberikkan kantung itu.
Xue Ying yang tidak tahu apa itu pun asal menerimanya karena dia berpikir, kalau itu pemberiannya Lin Tian maka itu pasti hal baik.
"Terimakasih, tuan Lin" ucap Xue Ying berterimakasih kepada Lin Tian, lalu mereka pun berpisah untuk pulang ke rumah masing-masing.
πππ ππΆπ¦ π πͺπ―π¨...
Xue Ying pun kembali kerumah nya, yaitu kediaman keluarga Xue, patriark Xue ayahnya.
Untuk pulang kesana, dia membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk sampai disana.
10 menit kemudian...
Akhirnya dia pun sampai di sana, prajurit keluarga Xue yang menjaga gerbang langsung mempersilahkan nya masuk sambil memberi hormat.
Xue Ying pun masuk kedalam rumah nya dan langsung disambut oleh ibunya yang sedang mempersiapkan makanan di meja makan.
"Oh! Xue Ying, kamu sudah pulang nak? Darimana saja kamu kok baru pulang sore? Bukannya kamu bilang cuma jalan-jalan saja?" Ucap Xue Yan ibunya Xue Ying, memberikkan pertanyaan beruntun.
"Ah! Itu, aku tadi bertemu dengan Lin Tian, pria yang aku ceritakan kemarin yang menyelamatkan ku" ucap Xue Ying, menjawab pertanyaan ibunya.
"Oho! Kamu memangnya ngapain? kok sampai pulang sore begini" ucap Xue Yan sambil menggoda Xue Ying.
"Ih! Orang aku gak ngapa-ngapain kok!" Ucap Xue Ying yang kesal, karena di goda ibunya.
"Yang bener?" Ucap Xue Yan, menggoda Xue Ying lagi. Xue Ying yang mulai kesal karena di goda terus oleh ibunya pun merasa kesal dan tanpa sadar menaruh kantung pemberian Lin Tian di atas meja dan lari ke kamar.
Xue Yan yang melihat anaknya ngambek pun tertawa kecil, lalu dia ingin lanjut menyiapkan makanan, tetapi ada sebuah kantung tergeletak disana.
Xue Yan tahu kalau itu adalah kantung yang tadi dibawa oleh Xue Ying, dan karena penasaran akhirnya dia pun membuka kantung itu.
Dan saat melihat isinya, Xue Yan sangat kaget karena mengetahui isinya banyak tanaman herbal tingkat tinggi.
{Bersambung...}