Cultivation System

Cultivation System
Chapter 15 : Pergi ke Hutan Monster!



Chapter 15


'Dewi? Siapa itu?' Batin Lin Tian bertanya-tanya saat mendengar "kata dewi kita".


Lalu Lin Tian pun mendengarkan obrolan mereka lagi agar tahu siapa yang mereka maksud dengan "Dewi kita".


"Iya benar, aku mendengar kabarnya dari para kultivator yang ikut mendaftar turnamen itu." Ucap pria C meyakinkan omongan nya.


"Kalau begitu kita harus menonton pertandingan nya dewi Xue kita!" Ucap pria B dengan semangat.


"Iya, benar itu!" Ucap pria A dan C yang ikut semangat.


'Dewi Xue? Apakah itu adalah Xue Ying?' Batin Lin Tian yang masih bingung karena mereka hanya menyebut kata "Xue".


Saat Lin Tian sedang kebingungan, tiba-tiba pesanan nya sudah datang.


"Ini tuan pesanannya, silahkan di nikmati!" Ucap pelayan itu sambil tersenyum kepada Lin Tian.


"Ah! I-iya terimakasih nona." Ucap Lin Tian yang kaget, karena pelayan tadi menaruh pesanannya di meja secara tiba-tiba.


'Ah! Sudahlah nanti juga terungkap' batin Lin Tian yang kesal karena dia tidak tahu siapa yang dimaksud dewi itu.


Lin Tian pun melahap makanan nya hingga habis tak tersisa.


Setelah beberapa menit, Lin Tian pun akhirnya selesai makan, lalu dia mamanggil pelayan untuk membayar makanannya.


. . . . .


Setelah membayar Lin Tian pun pergi dari sana menuju ke hutan monster yang berjarak sekitar 1200 Km.


Lin Tian pun berjalan ke luar gerbang kota, tetapi saat sedang berjalan kesana, Lin Tian mendengar suara seorang wanita sedang memanggil nya.


"Tuan Lin... Tuan Lin.." Ucap wanita itu sambil agak berteriak.


Lin Tian pun menoleh ke arah suara tersebut dan ternyata yang memanggilnya adalah Xue Ying.


"Ouh, nona Xue!" Ucap Lin Tian yang baru sadar kalau itu Xue Ying.


"Tuan Lin jalan ke luar gerbang kota memang nya mau kemana?" Tanya Xue Ying yang penasaran.


"Saya mau ke hutan monster, ingin mencari sesuatu." ucap Lin Tian sambil menyembunyikan tentang hewan itu.


"Kalau nona Xue mau kemana?" Lanjut Lin Tian yang juga bertanya kepada Xue Ying.


"Kalau saya sedang jalan-jalan saja sih, soalnya bosan di rumah terus" ucap Xue Ying, tanpa berbohong.


"Oh ya, nona Xue bisakah kamu memanggilku Lin Tian saja? Soalnya kurang enak di dengar kalau kamu memanggilku Tuan Lin" ucap Lin Tian menyarankan untuk memanggil nya Lin Tian saja tanpa kata "Tuan".


"Baiklah Tua-, maksudku Lin Tian. Kamu juga bisa memanggilku Xue Ying" ucap Xue Ying yang juga memberitahu Lin Tian untuk memanggilnya memakai nama saja.


"Baiklah Xue Ying, kalau begitu aku ingin ke hutan monster dulu" ucap Lin Tian yang ingin berbalik dan pergi, tetapi di hentikan oleh Xue Ying.


"Tunggu dulu, aku ingin ikut!" Ucap Xue Ying yang ingin ikut dengan Lin Tian ke hutan monster.


"Apakah kamu yakin? Disana berbahaya loh, monster nya juga kuat-kuat" Ucap Lin Tian mengingatkan Xue Ying.


"Kalau kamu pergi sendiri kan juga berbahaya" ucap Xue Ying membalikkan omongan nya Lin Tian.


Lin Tian seketika sadar kalau Xue Ying itu, tidak tahu kultivasi aslinya.


"I-iya juga sih. Yasudah kalau kamu memang mau ikut" ucap Lin Tian yang sudah pasrah, karena sepertinya Xue Ying akan kekeh untuk ikut.


Mereka pun berjalan menuju keluar gerbang kota...


Saat sudah berada di luar kota, Lin Tian menanyakan sesuatu kepada Xue Ying.


"Hei Xue Ying, apakah kau bisa terbang?" Tanya Lin Tian kepada Xue Ying.


"Terbang? Bukankah hanya kultivator yang berada di ranah Jendral saja yang bisa terbang!" Ucap Xue Ying, heran dengan pertanyaan Lin Tian.


"Memangnya kau bisa terbang? Bukankah ranah mu hanya berada di Jalan Surgawi *2 sama denganku?" Tanya Xue Ying kepada Lin Tian sambil memicingkan mata menatap Lin Tian dengan heran.


"Ehh! Y-ya aku memang bisa terbang" ucap Lin Tian yang sidikit kaget dengan pernyataan nya Xue Ying.


"Bagaimana caranya?" Tanya Xue Ying kepada Lin Tian, menanyakan caranya.


"Dengan menggunakan elemen angin!" Ucap Lin Tian sambil mangangkat jari telunjuk nya dan menutup sebelah matanya.


"Mari kutunjukkan" ucap Lin Tian, lalu dia memejamkan matanya sambil berpura-pura mengucapkan suatu mantra agar tidak terlalu dicurigai.


Tak lama setelah nya Lin Tian pun perlahan melayang ke atas, setelah menunjukkan itu Lin Tian turun lagi dan kembali bertanya ke Xue Ying.


"Bagaimana? Apakah kau bisa?" Tanya Lin Tian kepada Xue Ying dengan bangga karena dia bisa terbang.


"Sayang sekali... Aku tidak bisa terbang sepertimu" ucap Xue Ying yang agak sedih karena dia tidak bisa seperti Lin Tian.


"Huft..." Setelah menghela nafas, Lin Tian pun berjalan mendekati Xue Ying.


Saat sudah sampai di samping Xue Ying, Lin Tuan langsung menggendong nya dengan gaya tuan putri.


Xue Ying yang tiba-tiba digendong oleh Lin Tian pun kaget dan ingin memberontak karena malu.


"Hei apa yang kamu lakukan?! Lepaskan!" Ucap Xue Ying sambil memberontak minta dilepaskan.


Lin Tian mengabaikan Xue Ying dan terbang cepat sampai.


Xue Ying dia sebenarnya tidak menolak untuk digendong seperti itu oleh Lin Tian, hanya saja di malu.


"Berisik! Bawel banget sih" ucap Lin Tian yang mulai kesal karena Xue Ying terus-terusan memberontak.


"Ba-bawel?!!, kurang ajar!! Aku gak bawel tau" Ucap Xue Ying lalu mengalihkan pandangan nya ke arah lain, ngambek.


'Hadeh... Sekarang dia malah ngambek. Ternyata benar kata orang-orang "cewe itu makhluk yang susah ditebak"'


Batin Lin Tian saat melihat Xue Ying ngambek.


Setelah kejadian itu, sunyi, hening tidak ada suara lagi selama perjalanan terbang ke hutan monster.


Setelah sampai di bagian luar hutan monster, Lin Tian langsung turun secara perlahan untuk mendarat.


Setelah mendarat, Lin Tian langsung saja menurunkan Xue Ying dari gendongan nya.


Tetapi saat sudah menurunkan Xue Ying, Lin Tian melihat Xue Ying yang sepertinya masih ngambek/marah karena di bilang bawel.


Lin Tian pun akhirnya memutuskan untuk meminta maaf kepada Xue Ying.


"Hey, kamu masih ngambek?" Tanya Lin Tian kepada Xue Ying.


"Hump, aku tidak ngambek!" Ucap Xue Ying dengan mengembungkan pipinya


"Huft... Baiklah, aku minta maaf sudah bilang kamu bawel" ucap Lin Tian, meminta maaf kepada Xue Ying.


"Hmm. Baiklah, aku maafkan." Ucap Xue Ying yang akhirnya memaafkan Lin Tian.


"Kalau begitu, ayo kita lanjutkan perjalanan kedalam hutan monster." Ucap Lin Tian lalu berjalan ke dalam hutan monster dengan diikuti oleh Xue Ying dari belakang.


Mereka pun memasuki hutan monster itu, tetapi saat mereka berjalan di dalam hutan monster, tidak ada monster yang menyerang mereka sekalipun.


Xue Ying merasa heran dengan hal itu dan menanyakan nya pada Lin Tian.


"Hei Lin Tian, apakah kamu tau mengapa disini sepi dan tidak ada monster sama sekali?" Tanya Xue Ying kepada Lin Tian dengan heran.


"Entahlah... Aku juga tidak tahu." Jawab Lin Tian atas pertanyaan Xue Ying.


Xue Yan yang berpikir Lin Tian sepertinya tidak tahu pun akhirnya berhenti memikirkan hal itu.


Tetapi yang tidak diketahui oleh nya adalah, bahwa hal itu semua terjadi karena ulah Lin Tian saat sebelum masuk ke hutan monster.


*π™΅πš•πšŠπšœπš‘πš‹πšŠπšŒπš” | 𝙾𝙽...


Saat sebelum masuk ke hutan monster, Lin Tian menggunakan skill area 'Infinite Blade's'.


Jadinya kalau ada monster dalam jarak 1 km disekitar Lin Tian, monster itu akan otomatis tertebas dan langsung mati.


Sedangkan tubuh mereka akan otomatis masuk ke inventory System.


*π™΅πš•πšŠπšœπš‘πš‹πšŠπšŒπš” | 𝙾𝙡𝙡...


Lalu merekapun akhirnya sampai di dekat jurang yang sangat dalam di hutan monster itu.


Lin Tian pun bingung dan langsung menanyakan nya kepada System.


'Hey System!' Ucap Lin Tian memanggil System dari dalam pikirannya


[Ting!]


[Ada apa, Tuan?]


'Dimana tepatnya lokasi hewan yang kamu bicarakan sebelumnya?' Tanya Lin Tian kepada System di dalam pikirannya.


[Hewan itu berada di dalam jurang itu, Tuan]


'Ouh begitu kah, lalu berapa jarak ku dengan hewan itu?' Tanya Lin Tian kepada System.


[Jarak tuan Dengan hewan itu sekitar 1,6 Km lagi, Tuan]


'Ouh, begitu ya. Baiklah' batin Lin Tian.


Xue Ying yang dari tadi diam melihat Lin Tian yang hanya diam memandang jurang itu pun heran dan bertanya kepada Lin Tian.


"Hey Lin Tian, kamu sedang ngapain? Kok memandangi jurang itu?" Tanya Xue Ying kepada Lin Tian.


"Apa jangan-jangan kamu berpikir untuk masuk ke jurang itu?" Ucap Xue Ying yang mulai curiga.


"Ya! Aku memang ingin masuk ke dalam jurang itu." Ucap Lin Tian dengan santainya.


"Hah?!! Apa kamu gila? Disana itu banyak monster yang berada di ranah prajurit ke atas, Tau!" Ucap Xue Ying mengingatkan Lin Tian, akan tetapi tidak di gubris olehnya.


"Kenapa memangnya? Apakah kamu takut? Kalau takut, lebih baik kamu kembali saja." Ucap Lin Tian menyuruh Xue Yan untuk kembali.


"A-aku tidak takut! Dan aku akan mengikuti mu, karena terlalu berbahaya kalau pergi sendirian." Ucap Xue Ying dengan percaya diri, walaupun sebenarnya dia takut.


"Yasudah, ayo pegang tangan ku." Ucap Lin Tian menyuruh Xue Ying untuk memegang tangan nya.


"Untuk apa aku memegang tangan mu?" Ucap Xue Ying, bertanya kepada Lin Tian.


"Kita akan turun ke dalam jurang itu, memang nya kamu mau langsung lompat saja?" Jawab Lin Tian terhadap pertanyaan Xue Ying.


Setelah mengetahui alasan nya, Xue Ying pun langsung memegang tangan Lin Tian dengan erat agar tidak terjatuh.


{Bersambung...}