
Saat aku mengikuti pegawai yg memiliki warna rambut hijau gelap, aku mendengar bisik-bisik pegawai yg ada disini.
" kau lihat tadi? Lady christina beda dengan rumornya"
"Kau benar, bahkan ia lebih memilih melihat gaun yg sederhana"
"Hey kalian dengar suaranya tadi? Sangat tegas, seperti memiliki jiwa kepemimpinan, bahkan ia sangat sopan dan anggun"
"Iya, aku saja sempat bengong"
"Aku malah tidak percaya dengan suaranya"
"Seingatku rumor mengatakan kalau lady christina boros dan sangat manja, tapi melihat dari wajahnya serta suaranya berbeda jauh dari rumor yg beredar!"
"Ssstt kecilkan suaramu!"
"Ah maafkan aku"
"Tapi benar yg dikatakan evi, aku bahkan belum percaya kalau itu lady christina"
"Dia sangat cantik, astaga"
Aku mengerutkan keningku bingung dengan yg mereka bicarakan, rumor? Siapa yg membuat rumor seperti itu? Aku bahkan belum keluar dari kediaman dan baru ini kan, pasti yg membuatnya stres.
Ditengah-tengah aku yg sedang mengumpati orang yg menyebarkan rumor tidak benar tentangku, pegawai yg mengantarkan ku berhenti dan mengatakan sudah sampai di deretan gaun sederhana.
Aku mendongak menatap seluruh gaun yg ada didepanku, mataku berbinar melihat gaun yg sederhana tapi sangat cantik.
Aku melihat deretan gaun persatu-satu dengan kagum, saat aku sedang menatap seluruh gaun yg ada disini, satu gaun yg membuat mataku tidak bisa beralih dari gaun yg memiliki warna merah muda soft.
Aku sudah memutuskan akan membeli gaun ini, lihat motifnya tidak begitu ramai, hanya dihiasi berlian kecil kecil yg tersebar diseluruh gaun itu, tidak begitu banyak dan di pinggangnya terdapat pita yg berukuran sedang bewarna merah muda tapi seperti warna yg memudar.
Warna gaun ini bisa dibilang kalem dan elegan? Mungkin, aku juga tidak tahu dan asal mengatakannya.
Aku mengambil gaun merah muda jambu dan beberapa gaun yg membuatku tertarik, aku membeli gaun sekitar empat, tentu yg sederhana.
Aku berbalik badan menghadap ke pegawai yg mengantarkanku tadi.
"Boleh saya bertanya kepada anda?sebelum itu nama anda siapa?" tanyaku basa basi.
Pegawai rambut hijau gelap menarik ujung pakaian kerjanya dan sedikit memendekkan badan, seperti para lady dan lainnya, itu hal yg formal.
"Perkenalkan saya faesya viandra, saya dari kalangan orang biasa lady" pegawai yg bernama faesya melepas ujung pakaian yg ia kenakan dan menegakkan kembali tubuhnya.
"Anda boleh menanyakan apapun itu lady, saya akan berusaha menjawabnya"
"Toko ini milik Madam..?"
"Madam dealova osmond yg memiliki toko gaun ini lady dan gaun disini dibuat langsung oleh madam"
Aku mengangguk mengerti "baiklah, faesya tolong bawakan gaun ku dan total semua" pintaku sopan.
Dengan senang hati faesya mengambil gaun yg ada ditanganku.
"Mari lady" faesya menyingkir kesamping agar aku jalan terlebih dahulu.
Aku berlajan keluar dari tempat para-para gaun sederhana menuju tempat awal aku masuk, faesya memintaku untuk menunggu sebentar, aku hanya berdehem menanggapinya.
"Madam dealova.. gaun yg ia buat sebenarnya bagus, hanya saja terlalu rumit dan banyak motif yg tidak berguna" gumamku yg melihat seluruh gaun yg ada didepanku.
Ditengah-tengah aku melihat seluruh gaun yg terpajang, ada orang yg memanggilku, aku menoleh kesamping.
Ternyata faesya yg memanggilku, mungkin ia sudah selesai menotalnya.
"Ini nona semua totalnya 20 koin emas dan satu tembaga"
Aku mengangguk dan mengambil sekantung uang yg ada dibalik tudung hitamku, ini yg kubawa adalah uang ku sendiri, sedangkan yg di bawa kedua pelayanku milik ayah.
Aku menaruh sekantung koin emas di meja faesya, ia yg melihat uang sebanyak ini terkejut.
"No-nona ini terlalu banyak, saya aka–"
"Tidak usah, itu semua koin emas untuk kalian dan sampaikan salamku kepada Madam dealova" ujarku sambil memakai kembali tudung yg ada di bagian kepalaku.
*****
Ditengah perjalanan aku melihat satu toko aksesoris yg tidak begitu mewah, seperti toko gaun yg kubeli tadi.
Ini seperti toko yg hanya untuk kalangan biasa saja, karena aku penasaran dengan isinya, aku melangkahkan kakiku ke toko aksesoris Yg ada didepanku.
Aku berhenti dan betapa terkejut nya melihat semua aksesoris yg sangat cantik serta memiliki harga yg murah.
"Selamat datang gadis muda ditoko ku, silahkan dilihat semuanya"
"Terimakasih"
Aku melihat-lihat aksesoris yg cocok untuk kedua kakakku, aku menemukan kotak bewarna silver dan emas, saat ku buka keduanya, didalam nya terdapat anting satu dan memiliki corak yg indah.
Tapi kenapa hanya sebelah saja anting nya? Karena penasaran aku menanyakan perihal anting yg hilang satu kepada penjualnya.
"Pak maaf, kemana sepasang anting dikedua kotak ini?"
"Tidak ada, kedua anting itu tidak memiliki sepasang anting lainnya, kalau mau aku punya satunya, sama seperti itu"
Kelihatannya anting ini seperti dikhususkan untuk orang yg memiliki tiga bersaudara,tapi entah kenapa orang yg membuatnya hanya satu anting.
"Saya ingin melihatnya terlebih dahulu" penjual itu membalikkan tubuhnya kesamping.
Setelah diambil penjual itu kembali menghadap kepadaku sembari menaruh satu kotak hitam didepanku.
"Ini nona"
Aku mengambil kotak hitam dan membukanya, betapa terkejut aku melihat anting ini, kalau digabungkan sangat-sangat serasi.
Tanpa pikir panjang aku membelinya, ya. tiga kotak yg memiliki satu anting.
Karena keasikan berkeliling dan membeli hadiah untuk kedua kakakku serta belanja gaun, tidak terasa hari sudah makin gelap
aku menatap keatas "sebentar lagi langit menjadi gelap" aku menatap kedepan lagi dan melangkahkan kakinya untuk menyusul kedua pelayanku.
Aku harus menyusul mereka berdua di kedai makan, sebelum hari makin gelap.
Tenang saja aku masih ingat kedai makanan yg kubeli sebelum kutinggal.
*****
Hm.. Sepertinya aku lupa jalan nya untuk ke kedai makan, ini gelap dan sempit sekali.
Aku berada di gang, karena aku pikir kalau menggunakan jalan pintas akan cepat kesananya, ternyata tidak.
Bagaimana ini? Aku daritadi tidak menemukan jalan keluarnya.
"Aku harus cepat menemukan jalan keluar, agar mereka berdua tidak khawatir denganku" dengan perlahan aku mencoba mencari jalan keluar dari gang gelap dan sempit ini.
Tentu dengan cara menempel di tembok, karena dengan begitu aku agak sedikit bisa melihat, untungnya masih ada cahaya yg samar-samar dari arah lain.
Saat aku hendak berbelok ke kanan, aku mendengar suara langkah kaki dan itu membuatku langsung meleset belok ke kanan, aku bersembunyi dibalik tembok ini.
Tap tap tap
Kalau didengar-dengar suara langkah kaki berasal diarah sebelum aku berbelok ke kanan, dan tunggu... ada suara seorang pria! oh tidak.
"Kau lihat? Disini tidak ada siapa-siapa"
"Tidak, aku tidak mungkin salah melihat orang"
"Ck, buktinya tidak ada! Kosong"
"Kita cari dulu, ayo"
"Ayo"
Aku menutup mulutku erat menggunakan tangan kiriku, seketika tubuhku menegang karena ucapan dua pria berjubah hitam.
Siapa yg sedang mereka cari? aku ingin kabur dari sini, tapi jiwa penasaranku meronta-ronta.