
Perkenalkan aku christina eliria garfield, kalian bisa memanggilku lisna atau chris ,aku seorang putri atau anak duke.
Sebenarnya aku bukan christina yg asli, aku datang dari dunia lain yg tiba-tiba saja menempati tubuh dari tokoh pemeran yg tidak aku ketahui.
Kenapa bisa aku berada di tubuh anak ini?
Di duniaku yg dulu, aku mengalami kecelakaan, sebuah truk menabrak ku dengan kecepatan diatas rata rata dan aku terpental cukup jauh, sebelum semua menjadi gelap aku mendengar suara teriakan panik dari orang-orang samar-samar.
Nama asliku adalah keysa lalu seseorang menambahkan nama dibelakang ku lesham kyra, aku anak yatim piatu yg sudah diadopsi oleh seorang pria yg kaya raya, tapi pria yg mengadopsi ku tidak menyayangi ku sama sekali, dia hanya butuh seorang anak untuk dijadikan pewaris.
Kalian pasti bertanya-tanya, kalau menjadi pewaris kenapa tidak cari saja yg laki-laki? kenapa perempuan?
Aku juga tidak tahu untuk itu, bahkan sampai sekarang aku belum mengetahui alasan nya mengadopsi ku, menurutku, sedikit aneh kalau seorang perempuan menjadi pewaris.
Dikehidupan ku yg lama tidak bisa kubilang menyenangkan atau enak, keluarga mereka hanya diam jika bertemu satu sama lain, tapi tidak dengan sekarang, malah aku merasa dikehidupan ku yg kedua ini aku benar-benar merasakan sebuah keluarga yg sebenarnya, dan bahkan aku sekarang memiliki seorang kakak kembar yg sangat menyayangiku.
Dikehidupanku yg dulu, aku selalu dilatih keras dan belajar tentang berbagai politik serta hukum, bahkan tidak membiarkanku untuk istirahat sejenak.
Saat menjelang sore, aku terburu-buru menuju perusahaan ayah angkat ku dengan menaiki sebuah taksi, aku sampai diperusahaan nya tapi, aku terlambat dan terkena dampak amarah ayah angkat ku, yg katanya kurang disiplin, kurang tegas atau apalah itu.
Aku harus menghabiskan 1 jam mendengarkan ceramah ayah angkat ku dengan nada yg menekan amarahnya, berusaha untuk tidak marah padaku.
Ayah angkat menyuruhku datang ke perusahaan nya untuk memperkenalkan para pegawai yg ada disana, serta menyuruhku untuk mengerjakan sebuah dokumen yg isinya tentang politik, banyak politik disana.
Setelah selesai aku pamit untuk pulang terlebih dahulu, ayah angkat ku menganggukkan kepala tanda aku diperbolehkan pergi.
Aku pulang tidak menggunakan taksi, karena aku ingin pergi ke supermarket dan membeli bahan-bahan makanan yg sudah menipis di rumah, letak supermarket tidak jauh dari perusahaan ayah angkat ku.
Setelah membeli semua perlengkapan bahan makanan dirumah, aku berjalan menuju lampu merah untuk menyebrang, banyak orang juga yg sedang menunggu lampu berubah menjadi hijau.
Kenapa aku tidak pulang naik taksi?
Aku ingin merasakan kebebasan sedikit dan memilih pulang dengan jalan kaki.
Lampu menjadi hijau, semua orang yg melihat lampunya sudah berubah langsung menyebrangi jalan, begitu pula denganku.
Tapi buku ku terjatuh dan membuatku harus berjongkok untuk mengambilnya, alhasil aku paling terakhir, aku yg masih mengambil buku ku yg jatuh, tiba-tiba seluruh orang berteriak kearahku.
Aku yg bingung hanya mengedikkan baju acuh dan berdiri, seluruh orang malah berteriak kencang.
Ketika aku ingin melangkah untuk melanjutkan jalanku yg tertunda akibat jatuhnya buku ku, sebuah truk melaju cepat dan menabrak ku.
Lalu seperti yg aku bilang tadi, aku terpental cukup jauh dan aku juga samar-samar mencium bau amis di keningku serta teriakan orang-orang.
Ketika aku membuka mata, pandangan yg pertama aku lihat adalah dua anak laki-laki yg bersurai putih perak, terlihat tampan dan lucu serta memiliki warna mata yg berbeda.
Aku kagum melihat mereka berdua saat aku membuka mata.
Ketika aku ingin mengatakan sesuatu, bukan suara remaja yg keluar dari mulutku melainkan suara bayi yg masih belum fasih berbicara.
Aku terkejut dengan suaraku yg tiba-tiba berubah menjadi bayi, untuk memastikan aku mengangkat kedua tanganku keatas.
Kedua tanganku berubah menjadi kecil dan mungil! Aku membulatkan mataku terkejut.
Dan aku baru sadar kalau aku hidup kembali, atau lebih tepatnya reinkarnasi ditubuh bayi bangsawan yg berstatus putri duke.
Yah.. aku hidup kembali ditubuh bayi ini dan didunia yg penuh dengan tata krama bangsawan, menyebalkan.
Lihat sekarang, aku dikelilingi oleh mereka–keluarga ku didunia ini.
Duchess mengangkat tangan kanannya dan menaruh nya diatas kepala anak itu, dengan suara lembut ia berbicara.
"Hansel kamu masih belum besar, nanti lisna jatuh, mau?" nasehat duchess sembari mengelus pelan rambut anak keduanya.
Hansel menggelengkan kepalanya cepat "gak mau, yaudah tunggu kakak tumbuh besar ya lisna nanti kakak gendong" ia letakkan satu tangan kanan nya dipipiku lalu mengusap dengan senyuman yg lebar.
Aku ikut tersenyum melihat kakak kedua ku tersenyum, mereka semua yg ada disana teriak gemas.
"Astaga, lisna tersenyum" duchess mencium kening ku penuh kasih sayang.
Hansel dan satu kakakku terdiam sejenak sebelum berteriak heboh.
"Bu lisna tersenyum!"
"Lihat bu, lisna sangat lucu! "
Duchess terkekeh melihat kelakuan mereka berdua yg bisa dibilang heboh, begitu pula dengan duke yg terdiam seperti patung saat melihat senyuman christina.
Duchess meraih tangan duke "ingin menggendongnya?" tawarnya.
Duke mengangguk pelan lalu duchess menyerahkan aku kepada nya dan duke menggendong ku dengan penuh hati-hati.
Aku merasa duke menggendong ku ragu-ragu, entah kenapa duke ragu, mataku perlahan mulai berat, aku menguap lalu tertidur pulas digendongan duke.
Duchess tersenyum melihat christina terlelap digendongan suaminya "sepertinya putri kita tertidur" mata duchess tak luput dari christina.
"Yah.. kok tidur" ujar hansel murung.
Ansell yg melihat adik keduanya murung menepuk bahu pelan dan membuat hansel menoleh kearahnya.
"Lisna butuh istirahat, dan sudah biasa bayi yg baru lahir 2 minggu ini suka tidur" nasehat ansell pintar.
Duchess mengode mereka berdua untuk mendekat, setelah mereka berdua mendekat duchess mengelus rambut mereka pelan dan bergantian.
"Benar yg dikatakan kakak kamu hansel, dan ansell kamu pintar bisa mengetahui kebiasaan bayi"
Ansell yg dipuji oleh duchess langsung merah "hanya lihat-lihat dibuku bu, tidak lebih"
Duchess terkekeh pelan melihat anak pertama nya yg malu karena ia puji.
'Hoam'
Ansell melirik kearah hansel yg terlihat mulai mengantuk, ansell tau kalau adiknya yg satu ini belum istirahat daritadi karena ingin bertemu dengan christina.
Ansell kembali menatap duchess "bu sepertinya aku dan hansel akan tidur lebih dulu"
Hansel yg mendengar ucapan kakaknya melayangkan tatapan tajam.
"Apa? Tidak! Aku masih ingin bersama christina" elak hansel dengan cepat.
Ansell memutar matanya malas "besok kita bisa kesini lagi, kau tidak melihat? Itu matamu sudah mengantuk" tunjuk nya.
"Wah benar matamu memerah, sudah cepat sana tidur" duchess menyuruh hansel untuk cepat tidur karena melihat matanya yg terlihat memerah.
Tapi hansel tetap mengelak kalau ia belum mengantuk sama sekali.