christina

christina
bab 10



Di kerajaan zeiroun


Tok tok tok


"Masuk"


Seorang pria bersurai biru laut yg mengenakan pakaian kesatria, ia masuk kedalam dan tak lupa untuk menutupnya kembali.


Pria–tidak, kesatria itu menundukkan kepalanya serta membungkukkan tubuhnya "semoga anda selalu diberkahi oleh dewi kehidupan, pangeran damien" salam formal kesatria itu,


Anak laki-laki yg bernama Damien de axelle zeiroun berstatus sebagai pangeran mahkota, hanya menganggukkan kepala membalas salamnya.


"Sudah kamu cari mereka?" tanya damien.


Kesatria itu mengangguk kan kepala "sudah pangeran, mereka adalah suruhan dari baron stafanus dan membayar mereka dengan harga yg mahal, saya juga menemukan kalau baron telah memperjual beli budak serta memalsukan data keuangan" jelas panjang lebar.


"Beritahu ayah tentang baron yg memalsukan data keuangan" pinta damien yg masih menulis dokumen.


"Baik–"


"Tunggu" sela damien.


"Sudah kau cari juga tentang anak yg bernama christina?" tanya damien sembari menaruh kertas yg sudah selesai ia lihat serta cek.


Kesatria itu melangkah kan kakinya mendekat ke meja damien, kesatria memberi damien sebuah kertas yg berisikan informasi yg ia minta.


"Sudah pangeran, anda bisa mengecek nya, saya pamit undur diri" setelah mengatakan kesatria itu berbalik badan dan keluar dari ruang kerja damien.


Cklek


Damien menaruh pena lalu mengambil kertas yg berisikan informasi tentang anak 'itu'


Ia membaca secara teliti disetiap halaman, tanpa melewatkan satupun.


"garfield dari kerajaan timur..." gumamnya.


Tak lama senyuman tipis muncul dibibir damien, ia merasa tertarik dengan anak yg bernama christina.


Damien bingung kenapa dirinya bisa merasa sangat tertarik dengan anak ini? Bahkan dari bangsawan tetangga.


Selesai membaca semua informasi yg terletak di kertas, ia menaruh kembali di atas meja "ternyata dia anak dari duke garfield" entah apa yg direncanakan olehnya.


*****


Damien pov


Hari ini seperti biasa aku masih berkutat dengan kertas-kertas menyebalkan ini, tapi untungnya aku dibantu oleh kesatria pribadiku, marvin petterson.


"Marvin" panggilku.


Marvin yg sedang mengecek ulang dokumen menoleh kearahku.


"Ada apa pangeran?" tanya nya yg sepenuhnya menghadap ku.


Aku menyandarkan tubuhku ke kursi "siapkan kereta kuda serta lainnnya, 3 hari kita pergi ke ibu kota axelle" pinta ku.


Marvin mengerutkan dahinya "maaf pangeran, tapi untuk apa pergi ke ibu kota axelle?" tanya nya yg butuh penjelasan.


"Aku hanya ingin kesana" balas ku asal.


"Anda sudah mengatakan kepada bagi–"


"Sudah" aku menyela ucapan marvin dengan cepat.


Marvin menganggukkan kepalanya pasrah "baiklah, akan saya persiapkan semuanya"


Aku tersenyum puas mendengar jawaban dari marvin, aku kembali mengecek dokumen yg penting.


Nanti aku akan mengatakan kepada ayah tentang pergi ke ibu kota axelle.


****


Tok tok tok


"Masuk" suara berat khas raja di zeiroun.


Aku yg mendengar membuka pintu dan tak lupa ku tutup kembali.


Saat aku masuk, ternyata disana ada perdana menteri dan lainnya yg sedang berkumpul, kelihatannya mereka sedang mendiskusikan sesuatu yg penting.


Aku mengubah raut wajahku datar dan berjalan menuju ayahku berada.


"Ada apa?" tanya ayah.


"Ayah sudah tahu mengenai baron?" bukannya jawab aku malah berbalik tanya kepada ayahku.


Ayah menganggukkan kepala "dua hari yg lalu diberitahukan oleh marvin" balas ayahku yg masih menulis sesuatu dikertas.


"Ada apa? Tidak mungkin kau hanya bertanya tentang itu" ayah menatapku penuh selidik.


Ayah mengangkat alisnya "untuk apa ke axelle?" tanya ayah penasaran yg juga mewakili mereka.


"membasmi monster yg ada dihutan aloe" balas ku tenang.


mereka termasuk ayahku mengerutkan keningnya bingung dengan perkataanku.


"kenapa kau kesana? kerajaan axelle mempunyai putra yg bisa mengatasi hutan aloe"


"dia gk bisa dan terlalu lemah"


"apa?" ayah tercengang mendengar perkataanku, begitu pula dengan mereka.


ayah memijat keningnya, entah kenapa kepalanya terasa pusing sekarang.


padahal damien dan putra mahkota axelle berteman, karena mereka berdua berteman kedua kerajaan ini menjalin persahabatan dengan damai.


tapi bisa-bisanya damien mengatakan putra mahkota lemah.


"kenapa?" tanyaku saat melihat raut wajah ayah berubah.


ayah menggelengkan kepala "Tidak, kau ku izinkan tapi hanya 2 hari, lalu kau harus berkunjung ke kerajaan axelle" putus ayahku.


Aku menganggukkan kepala "kalau begitu saya undur diri"


Selesai memberi hormat formal kepada ayahku dan lainnya, aku berbalik badan lalu berteleport ke kamarku untuk beristirahat sebentar.


Damien pov end


Setelah melihat damien sudah pergi, perdana menteri dan penasehat langsung mengahadap sepenuhnya kepada raja zeiroun.


"Yang mulia maaf saya menanyakan hal yg lancang, apa pangeran salah makan?" tanya perdana menteri.


Raja zeiroun mengedikkan bahunya "aku tidak tahu, lupakan–kita lanjutkan kembali"


Raja zeiroun juga bingung dengan sikap anaknya yg tiba-tiba berubah, biasanya damien tidak pernah pergi, bahkan ke ibu kota kerajaan tetangga apalagi hanya untuk membasmi monster.


Tapi untuk sekitar 2 minggu yg lalu, raja zeiroun mengirim damien untuk pergi ke ibu kota axelle untuk menemui raja axelle, sayangnya damien diserang oleh suruhan baron dan seorang anak kecil datang lalu menyelamatkan nya


Anak yg datar, dingin dan irit berbicara tapi tadi bicara cukup banyak, sampai meminta izin untuk pergi ke ibu kota axelle hanya untuk membasmi monster yg ada dihutan aloe, padahal itu bukan wilayahnya.


Siapa yg tidak terkejut? Raja–ayahnya saja terkejut dengan anaknya sendiri.


*****


Damien sampai di kamarnya, ia langsung merebahkan dirinya diatas ranjang yg empuk.


Saat damien hendak menutup matanya, ia teringat dengan buku yg ia pinjam belum sempat untuk dibaca.


Akhirnya damien bangun lagi dari rebahan nya dan mengambil buku yg ia pinjam di perpustakaan kerajaan, damien memutuskan untuk membaca sebentar buku ini, setelah itu ia akan tidur.


Buku yg ia pinjam berjudul 'demon' entah kenapa ia sangat ingin membaca buku itu, pasalnya 'demon' sudah tidak ada lebih tepatnya punah.


200 tahun yg lalu, terjadi peperangan besar-besaran antara manusia dan demon, yg memimpin para demon adalah seorang iblis yg terkenal memiliki kekuatan yg mengerikan serta sangat kuat.


Tapi untungnya ada pahlawan yg datang untuk menyelamatkan mereka, pahlawan itu bernama 'raqilla faesya' yg juga memiliki kekuatan yg setara dengan iblis.


Pertarungan antara raqilla dan iblis sangat sengit, tidak ada yg bisa menandingi mereka berdua.


Para demon dan iblis bisa berubah menjadi manusia, membuat manusia sangat waspada terhadap sesama manusia.


Sampai sekarang pun manusia juga masih waspada terhadap sesama manusia, walaupun demon dan iblis sudah hilang atau disegel oleh raqilla, pahlawan yg menyelamatkan seluruh dunia.


Raqilla sangat dikagumi oleh seluruh rakyat maupun bangsawan serta sangat dihormati seluruh orang.


Sayangnya saat peperangan antara demon dan iblis selesai, raqilla menghilang bersamaan dengan sebuah cahaya yg perlahan menelan seluruh tubuhnya.


Apakah raqilla menggunakan sihir terlarang demi menyegel seluruh demon serta iblis yg memimpin nya? Atau ia menukar jiwanya demi melindungi mereka dengan cara menyegel para demon dan iblis?


Tidak ada yg tahu kenapa raqilla tiba-tiba menghilang bersamaan dengan cahaya, tapi mereka semua menyatakan bahwa sang pahlawan telah tiada dalam peperangan tersebut.


Ada sihir yg menukarkan jiwanya agar mana nya semakin besar dan semakin kuat, itu bukanlah hal yg terlarang untuk digunakan.


Sihir itu terkenal dengan 'yara' karena orang yg menggunakan itu akan dikelilingi diseluruh tubuh oleh kupu-kupu emas, kupu-kupu emas akan terus bersinar sampai peperangan selesai.


Kupu-kupu emas membantu untuk menambah mana yg digunakan, serta memberikan sebuah pedang yg juga bewarna emas.


Pedang itu menghilang bersamaan dengan hilangnya raqilla, pedang emas itu mengeluarkan sebuah cahaya yg menyilaukan.


Pedang emas juga memiliki kekuatan yg sangat dasyat, tapi sayangnya itu menukarkan jiwanya dengan sihir.


Benar, itu sangat bahaya dan beresiko tinggi jika memakainya.


Tapi raqilla, sang pahlawan mengatasi seluruh resiko yg ia terima.


Tidak hanya sihir, tapi raqilla sangat mahir dalam hal fisik, itulah kehebatan raqilla 200 tahun yg lalu.