christina

christina
bab 11



"Selamat malam nona, semoga tidur anda nyenyak"


"Kau juga fia"


Olafia tersenyum tipis "kalau begitu saya undur diri" ia menundukkan kepalanya tanda salam formal.


Setelah memberi salam, ia berjalan meninggal kan ku yg masih didepan pintu kamarku.


Aku berbalik badan dan membuka pintu kamarku, lalu masuk kedalam.


Tak lupa kututup kembali, aku melangkahkan kakiku menuju meja belajarku, aku ingin membaca tentang sihir yg bernama 'yara'


'yara'  bukanlah sihir terlarang, tapi juga sangat berbahaya karena merenggut nyawa secara perlahan.


'yara' adalah sihir yg paling disegani oleh seluruh manusia, walaupun begitu ada seorang pahlawan wanita yg menggunakan sihir itu untuk menyelamatkan dunia.


Sang pahlawan terpaksa menggunakannya sihir 'yara' untuk melindungi seluruh orang.


Sihir 'yara' hanya digunakan disaat terdesak atau terpaksa menggunakannya, sayangnya yg bisa menggunakan sihir itu hanyalah orang yg memiliki sihir cahaya.


Benar, jika orang yg memiliki sihir gelap dan menggunakan sihir itu untuk menghancurkan dunia, tidak akan bisa, yg ada orang yg memakainya langsung menghilang bersamaan dengan para kupu-kupu.


Lalu dinyatakan mati karena ditelan oleh para gerombolan kupu-kupu.


Gerombolan kupu-kupu ini berbeda dengan kupu-kupu biasanya.


Jika kalian menggunakan sihir 'yara' gerombolan kupu-kupu akan muncul dan memiliki warna yg cantik, yaitu emas yg sedikit transparan.


Kupu-kupu emas itu akan terus menjaga pemilik tubuh yg menggunakan sihir 'yara' serta memakan jiwa secara perlahan.


Tapi tidak semua orang bisa menggunakan sihir ini, karena ia harus memiliki sihir cahaya dan mana yg sangat banyak, jika tidak kamu akan mati dengan cepat.


Mana sangat dibutuhkan untuk mempertahankan tubuh, maka dari itu orang yg menggunakan sihir itu harus memiliki mana yg cukup besar–sangat besar.


"Semenjak 200 tahun yg lalu, sangat jarang ada yg memiliki sihir cahaya, dan itu sangat langka"


Aku menghela nafas "pantas saja langka, orang udah disegel demon dan pemimpinnya" aku menutup buku lalu ku taruh kembali diatas meja.


Entah kenapa selesai membaca buku sihir 'yara' aku merasa sangat mengantuk, apa karena aku kelelahan dengan jadwal kelasku? Kedua mataku semakin berat.


Karena aku tidak bisa menahannya, akhirnya aku menutup kedua mataku dan menuju mimpi.


*****


Author pov


Tok tok tok


"Nona bangun, matahari sudah terbit"


Teriak olafia.


Christina yg masih tertidur pulas menghiraukan teriakan olafia.


Sedangkan olafia yg tidak mendengar respon sama sekali dari nonanya, masuk kedalam dan tak lupa untuk menutupnya kembali.


Olafia melihat nonanya yg masih tertidur pulas diatas ranjang, menggelengkan kepalanya dan melangkahkan kakinya menuju jendela yg masih tertutupi gorden.


Fia membuka gorden, membuat cahaya matahari masuk kedalam celah-celah jendela,


Srek


Fia tak lupa juga membuka jendela agar udara baru masuk kedalam kamar.


"Nona, anda tidak ingat sekarang waktunya siapa?" tanya fia yg masih menatap ke luar jendela.


Lisna terbangun karena pertanyaan fia, ia menyipitkan matanya melihat kearah fia karena silau.


Lagi-lagi tidak ada respon sama sekali dari nonanya, fia berbalik badan dan melihat nonanya sudah bangun dengan keadaan yg belum sadar sepenuhnya.


Fia menghela nafas "bukankah hari ini jadwalnya tuan savian? "


Mendengar perkataan fia barusan, dalam sekejap nyawanya terkumpul dan sadar sepenuhnya.


Lisna langsung melompat dari ranjangnya dan berlari menuju kamar mandi dengan perasaan panik.


Sebelum lisna masuk kedalam, ia berteriak keras kearah pelayan pribadinya "fia! Siapkan semuanya!" suruh lisna.


*****


Tak tak tak


"Fia kenapa kamu tidak membangun kan ku?" tanya lisna kesal.


Olafia yg berada di belakang lisna hanya bisa menghela nafas pelan.


"Saya sudah membangunkan anda, tapi anda masih tertidur pulas"balas fia jujur.


Lisna mendengus kesal, karena takut terlambat lisna berteleportasi ke ruang belajar biasanya.


Olafia yg masih mengikuti nonanya dari belakang, menghentikan langkah karena nonanya tiba-tiba saja menghilang dan itu membuatnya terkejut.


Olafia mengelus dadanya " tidak baik untuk jantung, lebih baik aku ke dapur menyiapkan cemilan serta teh untuk nona dan tuan savian" sudah pagi pagi olafia dibikin senam jantung oleh nonanya.


Ia langsung memutar tubuhnya dan berjalan menuju dapur.


Kenapa olafia tidak menggunakan sihir teleportasi? Karena mana yg digunakan untuk berteleportasi cukup banyak, dan hanya beberapa orang yg bisa menggunakannya, kebanyakan dari kalangan bangsawan.


****


'Wush'


Lisna yg telah sampai diruang belajar biasanya, ia melihat seorang pria yg berumur 30 tahun sedang duduk sembari membaca buku, sepertinya pria itu sedang menunggunya.


Tanpa basa basi lisna langsung


memberi salam serta meminta maaf kepada pria berumur 30 tahun.


"Pagi marquess, maafkan saya datang terlambat" ujar lisna yg menundukkan kepala sedikit lebih dalam, karena ia merasa bersalah.


Marquess yg melihat kedatangan lisna anak duke, berdiri dan membalas membalas salam dari lisna.


"Pagi juga lady christina, anda tidak perlu menundukkan kepala anda hanya untuk meminta maaf kepada saya" balas marquess dengan nada tenang, setelah mengucapkan marquess menegakkan kembali tubuhnya.


"Terimakasih–"


Saat lisna mendongakkan kepala serta menegakkan kembali tubuhnya, ia melihat marquess sedang menatapnya dengan tatapan penuh makna yg menyeramkan.


Dengan ragu lisna bertanya "tu-tuan savian?"


"Karena anda sudah terlambat hampir 1 jam maka, saya tambahkan waktu 2 jam untuk mengajar anda" ujar tuan savian dengan senyuman sopannya, tapi didalamnya terdapat sebuah makna yg tersembunyi.


"apa? 2 jam?"


"Benar, jadi mari kita mulai pembelajaran nya, lady christina"


Ketika lisna hendak melarikan diri menggunakan sihir teleportasi, tuan savian memberikan tatapan tajam kearah lisna membuatnya terdiam di tempat.


Akhirnya dengan perasaan yg sangat tertekan lisna hanya bisa menurut kepada tuan savian, walaupun status lisna masih tinggi daripada tuan savian yg hanya seorang marquess,


ada hukum kerajaan no 7 yg mengatakan bahwa saat mengajar tidak akan memandang status ataupun gelar, statusnya akan disamakan atau lebih tepatnya tidak memiliki status.


*****


Lisna pov


"Anda harus paham ini, karena ini semua sangatlah penting untuk anda"


"Apa ada yg ingin anda tanyakan nona?"


Aku mendongak menatap tuan savian yg duduk didepanku "apakah anda tau tentang sihir yara?" tanyaku.


Terlihat tuan savian tersentak dengan pertanyaan yg ku ajukan untuknya, tapi dia langsung merubah raut wajahnya menjadi normal kembali.


"Anda tau darimana nona tentang yara?" tanya tuan savian balik kepadaku.


"Saya membaca buku di perpustakaan yg berada di kediaman saya tentunya" kerutan muncul di keningku "ada apa tuan savian?" apa aku salah bertanya sampai raut wajah tuan savian terkejut? tapi aku hanya bertanya tentang sihir yara.


Tuan savian menghela nafas begitu panjang sembari memijat pelipisnya, seperti aku salah bertanya tentang sihir itu kepada tuan savian.


Saat tuan savian hendak berbicara tiba-tiba ada suara ketukan membuat tuan savian kembali menutup mulutnya.