
" Kamu obati sendiri, itu salahmu. Pembawa acaranya sangat bodoh, bisa-bisanya dia menaruh pedang asli. " Kata Ver yang langsung berdiri tanpa membantu Fhell.
Ver dari awal bertemu Fhell memang tidak berniat untuk berteman, Marx mengatakan pada Ver bahwa, ia harus berhati-hati dalam memilih teman.
Ver harus memilih teman yang tidak akan mengkhianatinya dan yang loyal.
Fhell berdiri dan langsung pergi.
Ver juga langsung pergi menuju sekolah dan memakai penampilan palsunya
Ditempat Ver bertemu Nocter bersaudara....
" Aku akan mengobati tanganku dulu. " Ver yang meminta pemilik kedai tersebut membawa obat untuk mengobati lukanya.
Seseorang datang dan langsung menarik tangan Ver.
" Biar aku saja yang mengobatinya. " Kata Jeaz yang tiba-tiba datang dan langsung mengobatinya.
" Apa yang kamu lakukan? Jangan merasa kita akrab. " Kata Ver yang penasaran dengan Jeaz yang langsung datang dan mengatakan ingin mengobati tangannya.
Jeaz membalut tangan Ver yang tadi terkena pedang asli.
" Kita akan menjadi akrab nantinya, jangan lakukan hal bodoh lagi yang melukai dirimu. " Jeaz yang meletakkan tangan Ver dengan pelan agar tidak sakit.
Ver diam dan tidak tahu apa yang Jeaz sedang lakukan.
" Ada apa dengan dia? Kita tidak dekat sama sekali, loh! Dan dia mengatakannya seolah kita akrab? " Ver dalam hatinya. Ver tidak merasa bahwa, dirinya pernah berbicara akrab dengan Nocter bersaudara.
" Tidak usah terlalu terkejut. Vinea, lebih baik kamu tidak melakukan hal bodoh lagi. " Kata Jeaz yang berdiri dan langsung pergi.
Ver memiliki banyak pertanyaan dengan Jeaz.
" Apa dia Jeaz Nocter? Atau orang lain? " Ver yang juga berdiri dan tidak memedulikan kata Jeaz.
Ver dan Zell sangat tidak suka jika, seseorang memerintah atau mengatur mereka.
Disekolah Moral....
Ver langsung mendatangi Freya yang ada dikelas...
Semua orang yang dikelas melihat Ver dengan tatapan bingung.
" Freya, apa ada pengumuman penting atau pelajaran penting? " Kata Ver tersenyum. Ver tidak ingin membuat temannya sedih.
Ver tahu bahwa, Freya akan menyendiri disaat, Ver tidak bersamanya.
Luz itu sangat susah jika, disuruh berteman dengan Freya.
Freya yang mendengar suara Ver langsung bangun dan kembali ceria.
" Nea! Kamu hari ini kesekolah? " Tanya Freya.
" Tentu! Aku ini memiliki banyak tugas jika, ingin menjadi Calon Pewaris. " Kata Ver yang langsung duduk karena, lelah berjalan.
" Aku lupa soal itu! Pengumumannya hanya, Ketua kelas mengundang kita semua untuk ke Debut Era. " Kata Freya memberitahu.
Ver mendengarnya sedikit kesal.
" Era dan Zero lagi? Aku tidak akan datang. " Kata Ver yang tidak ingin ikut dalam pesta Era. Ver masih dendam dengan Era yang datang dan mencuri kuasa miliknya.
" Itu.... Aku ingin mengundang kamu. Aku berulang tahun yang ke-16 sama seperti Era tapi, kamu tolong buat Luz berteman denganmu. " Freya yang mengajak Ver.
Freya akan merayakan ditempat yang sama dengan Era jika, Luz dan Ver berteman.
Ver menghela nafas.
" Soal Luz, aku pasti akan membuatnya berteman denganku. Tapi, aku tidak menyangka kamu ulang tahunnya sama seperti Era. " Kata Ver yang sudah memutuskan bahwa, ia akan membuat Luz berteman dengannya.
" Memangnya, kamu kapan berulang tahun? " Tanya Freya penasaran.
" Itu tidak penting. Aku tidak berharap untuk dirayakan, aku hanya berharap Tuan Marx cepat pulang. " Ver yang tidak memikirkan ulang tahunnya.
Ver tidak pernah merayakan ulang tahuh sejak, orang tuanya menghilang.
" Tuan.... Marx? Dia siapa? " Tanya Freya yang tidak pernah mendengar nama Marx.
" Tuan Marx itu orang yang sangat baik dan sempurna. Tuan Marx sudah 2 tahun tidak pulang. " Kata Ver terlihat sedih. Ver sangat menunggu Marx pulang melebihi apapun.
" Jadi.... Kamu datang, kan? " Tanya Freya soal ulang tahunnya. Freya juga ingin sekali-kali memiliki teman yang merayakan ulang tahun bersamanya.
" Aku akan datang, anggap saja itu kado ulang tahun dariku. Aku akan mendatangi Luz dulu. " Kata Ver berdiri dari duduknya. Ver akan langsung mendatangi Luz.
Freya terlihat sangat senang dengan itu dan Freya membisik pada Ver.
" Daritadi kelas membicarakan kamu dan Fhell. " Bisik Freya.
" Luz ada dikelas yang sama dengan Zell sepertinya. " Kata Ver yang kurang yakin dimana kelas Luz.
Ver mungkin akan mengajak Luz berbicara mengenai Freya.
Ver kemudian berjalan kekelas 3-A namun, seseorang sedang didepan kelas tersebut.
" Ada keperluan apa sampai kekelas 3-A? " Tanya Pria itu pada Ver. Kelas 3-A itu sedikit privasi dan hanya beberapa murid bangsawan biasa yang beruntung bisa masuk kekelas 3-A.
Ver mengatakan tujuannya dan pria itu mengatakan bahwa, Luz sedang ada diperpustakaan.
Ver langsung pergi tanpa mengucapkan apa-apa.
Diperpustakaan.....
" Luz! " Panggil Ver.
Luz tidak melihatnya dan tetap melanjutkan bacanya.
Ver langsung duduk disamping Luz, tanpa izin.
" Kita tidak dekat sama sekali. " Luz yang menyuruh Ver berhenti bersikap seolah mereka berteman dan dekat.
" Kita itu dekat! Kalau kamu dan aku berteman dengan Freya, itu artinya kita bisa berteman. " Kata Ver mengambil buku yang dibaca Luz.
" Sebenarnya, apa tujuanmu? Mendekati Freya dan membuat Freya merasa kamu temannya dan sekarang, kamu ingin mencoba agar dekat denganku. " Luz yang tetap tenang.
Luz memang orang yang susah didekati dan ia sangat susah memercayai seseorang. Luz sudah dilatih agar berhati-hati pada orang asing dan menjaga Freya kapanpun.
" Luz, jangan berpikiran terlalu buruk soal orang lain yang tidak kamu kenal dan aku ini tulus berteman dengan kamu dan Freya! " Ver yang menjadi kesal.
Ver tidak ingin orang didekatnya memikirkan hal yang buruk pada dirinya.
" Aku berterima kasih jika, kamu memang tulus berteman dengan Putri Freya tapi, aku tidak ingin memiliki teman. " Kata Luz yang langsung berdiri.
Ver menghela nafasnya.
" Kamu ini orang yang sangat keras kepala. Luz, kalau kamu memang tidak ingin berteman denganku setidaknya, pikirkan perasaan Freya. " Kata Ver yang juga berdiri.
" Apa maksudnya? Aku sangat memikirkan perasaan Putri Freya. " Kata Luz. Luz selalu memikirkan masa depan yang terbaik untuk Freya.
" Luz, sebentar lagi ulang tahun Freya. Dia akan merasa sangat senang jika, kamu dan aku berteman dan kamu menganggap Freya sebagai teman. " Ver mengatakan keinginan Freya pada Luz.
" Yang Freya butuhkan itu teman bukan prajurit yang hanya seperti budak! Kenapa kamu tidak mengertinya padahal, selama ini kamu disampingnya? " Ver hanya memakai cara yang mudah untuk membuat Luz berteman dengannya.
Luz terdiam sebentar.
" Ok, aku sudah memutuskannya. Vinea, mari kita pura-pura berteman sampai Ulang Tahun Putri selesai diadakan. " Kata Luz. Luz melakukannya hanya untuk Freya.
Luz tidak ingin ulang tahun Freya diisi dengan kesedihan Freya.
Ver tersenyum.
" Aku setuju. Hanya sampai ulang tahun selesai, kan. " Ver mengulurkan tangannya untuk berjabatan.
Mereka lalu berjabatan.
Luz langsung pergi untuk menemui Freya.
Ver kembali duduk.
" Semua sesuai perkiraan. Saat, ulang tahun itu selesai aku yakin Luz akan sepenuhnya menjadi temanku tanpa perjanjian bodoh ini. " Senyum licik Ver.
Dikediaman Fhell.....
" Apa yang terjadi?! Lehermu keluar darah yang banyak! " Salah seorang pelayan dirumah Fhell terlihat khawatir.
" A-aku tidak apa-apa, aku kekamar dulu untuk mengobatinya. " Kata Fhell berjalan tidak beratur. Fhell kesusahan berjalan karena, rasa sakit dilehernya.
Pelayan itu terlihat khawatir namun, ia hanya bisa menuruti Fhell.
Dikamar......
Fhell melihat lukanya dikaca dan membalut lehernya dengan perban.
" Heh, bagaimana selanjutnya aku sangat menantinya. " Kata Fhell tersenyum licik. Fhell akan sangat menanti bagaimana jadinya Ver nanti.
Waktu pulang sekolah.....
Margare dan Yeri mendatangi Ver.
" Apa kamu tahu alasan Fhell tidak masuk hari ini? Dia tidak izin apa-apa sebelumnya. " Kata Margare. Margare adalah seorang Calon Pewaris jadi, ia harus mengatur dan mengetahui kondisi setiap murid.
" Kenapa kamu tanya aku? Tanyakan saja padanya besok. " Kata Ver bersiap-siap keluar kelas. Ver tidak ingin menjawab pertanyaan yang bukan mengenai dirinya.