Catchers

Catchers
Moral School



Ver gadis yang tidak kekurangan maupun kelebihan, Ver dari kecil sangat menyukai uang dan ia selalu melakukan apa saja untuk mendapat uang.


Ver juga menyukai apa saja yang bewarna emas. Sejak umur Ver 5 tahun, ia sudah bisa menghasilkan uang dari hasil kerjanya yaitu melukis.


Saat Ver berumur 13 tahun, ia mendapatkan uang dari hasil ia bermain piano. Ver membeli piano juga hasil dari kerjanya.


Sejak saat itu, Ver dijuluki anak jenius yang muncul dalam 500 tahun sekali. Ver selalu mementingkan uang dan Keluarganya melebihi apapun, Ver memiliki kakak laki-laki bernama Zell yang berbeda 2 tahun darinya.


Zell dan Ver sangat dekat satu sama lain, Mereka juga sama-sama menyukai uang dan sesuatu yang bewarna emas. Karena hal itu, titik kelemahan mereka terletak di ikatan


Saat umur Ver 16 tahun dan Zell 18 tahun, mereka bersekolah ditempat yang cukup mewah dan luas bernama Moral. Kepala Sekolah Moral mendapatkan uang yang sangat banyak tiap tahunnya.


Zell dan Ver berambisi untuk memiliki sekolah tersebut. Orang Tua mereka menghilang saat umur mereka 6 tahun dan mereka tinggal dirumah Nenek mereka.


Zell dan Ver juga sering diincar orang untuk dimanfaatkan. Dengan kepintaran mereka untuk mencari uang dan mereka sangat cepat belajar. Itu bisa digunakan untuk memberikan bantuan pada mereka yang kekurangan.


Ver dan Zell tahu bahwa, bantuan yang mereka berikan nanti akan diatas namakan dengan orang yang meminta bantuan pada mereka dan nama mereka tidak akan disebutkan. Zell dan Ver tidak ingin dimanfaatkan sia-sia.


Ver juga dijuluki oleh teman sekelasnya dulu sebagai orang yang rakus. Ver tidak membeda-bedakan teman, hanya satu tipe orang yang Ver benci yaitu orang yang suka merendahkan.


Ver dan Zell juga sudah memiliki tunangan, itu salah satu surat perjanjian terakhir Orang Tua Ver dan Zell sebelum menghilang.


Ver dan Zell belum diberitahu nama dari tunangan mereka karena, Nenek mereka belum ingin mereka tahu. Tetapi, Ver dan Zell membaca surat itu diam-diam saat umur 7 tahun.


Mereka juga tidak tertarik mengenai perjanjian pertunangan yang sudah direncanakan.


Sekolah Moral tentunya diisi anak-anak bangsawan, Ceo dan mereka yang memiliki peran penting di Negara ini.


Penerimaan murid baru disekolah Moral.


" Zell, kita pura-pura tidak kenal saja. Lagipula, uang sekolahnya juga kita bayar sendiri-sendiri, kan? " Kata Ver yang tidak ingin orang tahu hubungan mereka.


Dulu pernah ada orang mengetahui hubungan mereka dan mereka dirumorkan merencanakan suatu hal yang sangat berbahaya dan dua orang bernama Zell dan Ver harus dibunuh.


" Iya, iya. Kamu tidak usah mengatakannya. Satu hal yang harus kamu ingat, sekolah ini akan aku dapat lebih dulu. " Kata Zell meledek adiknya.


Zell dan Ver juga sering berkompetisi jika, incaran mereka sama.


Mereka menggunakan nama samaran. Zell menjadi Zex dan Ver menjadi Vinea.


Zell dan Ver berpisah digerbang utama sekolah Moral.


Didepan papan pengumuman..


" Hah~ Lagi-lagi sekelas dengan Fhell. " Kata Perempuan bernama Margare mengeluh.


" Kenapa murung? Fhell seorang lelaki yang tampan, pintar dan populer. " Kata Yeri sepupu Margare.


Margare seorang Putri Bangsawan keluarga Dellas. Margare salah satu murid perempuan terpintar dan berbakat disekolah Moral.


Margare selalu memenangkan kompetisi apapun, kekurangannya adalah ia gadis yang cuek dan sombong. Semua guru sangat memercayai Margare sebagai salah satu penerus sekolah Moral.


Sekolah Moral sudah ada selama beberapa dekade dan kepala sekolah hanya bisa tinggal disekolah Moral selama 7 tahun setelah itu, akan diteruskan kepada mereka yang cocok.


Yeri adalah sepupu Margare dan ia memiliki sifat yang egois. Yeri selalu mengincar posisi Margare secara adil dan jujur.


" Fhell itu membosankan dimataku. Aku menyukai pria yang setia bukan seperti Fhell. " Kata Margare yang masih melihat papan nama murid. Margare hanya memercayai 2 orang temannya.


Ver datang melihat papan nama dan melihat ia berada dikelas 3-2. Kelas yang sama dengan Margare dan Yeri.


Tiba-tiba ada orang yang berlarian dan menabrak Yeri hingga terjatuh.


" Aku tidak sengaja, kamu tidak apa-apa, kan? " Tanya pria itu kepada Yeri tanpa merasa bersalah sama sekali.


Margare membantu Yeri berdiri dan menatap pria itu dengan sinis.


Sekolah Moral menggunakan dasar lantai yang kasar, itu salah satu ciri khas sekolah Moral.


Kaki Yeri sedikit tergores dengan lantai kasarnya.


" Aku sudah bilang tidak sengaja, tidak usah membuat masalah tambah rumit. " Kata Pria itu kesal dengan nada bicara Margare.


Ver memerhatikan kejadian tersebut.


" Untuk apa diributkan? Lebih baik obati kaki dia terlebih dahulu. " Kata Ver dalam hatinya. Ver sangat tidak suka pertengkaran yang tidak ada gunanya.


Margare langsung menarik kerah baju pria itu.


Ver langsung memisahkan mereka berdua.


" Nona, lebih baik kamu obati temanmu terlebih dahulu. Tuan ini pasti merasa menyesal karena tidak hati-hati. " Kata Ver mencoba menggunakan cara paling tenang.


Margare langsung menahan diri dan mengantar Yeri untuk diobati. Karena mereka orang-orang penting jadi, terluka sedikit saja harus diobati.


Pria itu mengucapkan terima kasih dan langsung pergi.


Ver menghela nafas dalam hatinya karena, tidak perlu ada pertengkaran tidak penting. Ver langsung menuju kelasnya.


" Sekolah ini sangat lengkap! Ada tempat bermain billiard, kartu secara legal dan kamar mandinya sangat bersih dan luas. " Ver yang tidak pernah menemukan sekolah sesempurna ini


Saat sampai ke Kelas 3-2, kelasnya memiliki tempat yang luas dan papan tulisnya sangat rapi. Hanya saja, jendelanya sangat mudah dimasuki orang.


Ver mengambil tempat duduk barisan ujung dan bangku ketiga.


" Apa kamu murid baru?! Perkenalkan, aku Freya. " Kata perempuan yang langsung mendatangi Ver. Freya salah satu murid yang dikucilkan disekolah Work.


Ver terlihat senang karena, seseorang mendatanginya.


" Aku Vinea! " Kata Ver yang bersemangat. Ver memang memiliki sisi yang bersemangat dan ia menggunakan kacamata sebagai salah satu cara menyamar.


" Vinea? Kalau begitu, aku panggil kamu sebagai Nea! " Freya yang juga terbawa suasana disekitar Ver. Freya memang terkucilkan namun, ia tidak memedulikannya.


Murid perempuan lain juga mendatangi Ver.


" Vinea, karena kamu murid baru biar aku beri tahu segala hal yang dikelas ini. Salah satunya, Freya yang kamu ajak berteman ini adalah gadis yang sangat manja. " Kata Perempuan bernama Era mencoba membuat Ver membencinya.


Freya dikatakan sangat manja karena, salah satu pengawal pribadinya mengawasinya setiap waktu dan bersekolah di Moral juga.


Disaat Freya terluka atau tersakiti, pengawalnya akan langsung datang seperti dikomik-komik.


" Freya, kamu bersekolah disini cukup lama, kan? Tolong ajarkan aku segala hal yang berhubungan dengan kelas ini. " Kata Ver meminta tolong. Ver tidak menyukai dengan kedatangan Era.


Freya mengangguk.


" Vinea, kamu murid baru yang arogan. " Kata Era tersenyum pura-pura.


Era tidak menyukai sifat Ver yang tidak memedulikan dirinya. Era salah satu gadis bangsawan yang jarang terlihat dan sedikit pendiam.


Ver tidak memedulikannya dan nelihat kearah lain.


Era menggepalkan tangannya dan Zero melihat Era sebentar lalu mengalihkan pandangannya.


Guru kemudian masuk dan Era kembali ketempatnya. Murid lain juga masuk.


" Hahahaha! Selamat bagi kalian yang berhasil kekelas 3-2, selanjutnya kalian akan tergila-gila dengan ajaran saya. " Kata Guru tersebut yang terlihat kurang sehat.


Guru tersebut bernama Yiran dan ia merupakan Walikelas 3-2. Yiran memiliki kepribadian yang sedikit gila dan ia masih berumur 24 tahun. Yiran dijuluki guru lain sebagai Pria pintar tidak berakal.


" Eh-- Guru ini terlihat menyenangkan. " Kata Ver yang terhibur dengan Yiran. Ver menyukai orang yang ceria dan bersemangat.