Catchers

Catchers
Luz-Ver-Freya



" Sean itu sangat susah diatur, dia sudah pergi terlebih dahulu. Aku akan bertemu dia saat di pesta nanti. " Kata Pria itu tersenyum.


Keesokkan harinya dikedai Byt....


" Tidak disangka, kamu benar-benar datang. " Kata Ver yang melihat Luz meminum teh dan menunggunya.


" Ingat ini hanya sandiwara. " Kata Luz memperingati. Luz masih sangat berhati-hati pada Ver karena, ia tidak mengenal Ver sepenuhnya.


Ver hanya tersenyum.


Sepanjang jalan, Ver dan Luz merasa canggung dan tidak berbicara apapun.


Sesampainya dirumah Freya....


" Tuan Luz, selamat datang kembali dan Putri Freya sudah menunggu ditaman. " Kata salah seorang pelayan setia Freya bernama Lily.


" Lily, kamu tidak usah menyambut tiap hari. " Luz yang berbicara dengan nada yang lembut dan tersenyum.


Ver sedikit tidak menyangka dengan Luz yang seperti itu.


Ditaman....


Pelayan bernama Lily melihat mereka dari jauh.


" Nea! Luz! Aku sudah menunggu daritadi. " Freya yang terlihat sangat bahagia. Freya senang melihat Luz yang sudah menerima Ver.


" Rumahmu ini sangat jauh! Harusnya kamu menyuruh Luz untuk membawa kendaraan. " Ver yang terlihat lelah berjalan dan langsung duduk.


" Aku sudah memberitahunya tapi, Luz hanya berkata kamu sangat suka berjalan. " Freya yang memberi Ver sebuah buku.


Luz juga duduk.


" Buku? Freya, aku setiap hari membaca buku dan itu sangat melelahkan, biarkan aku beristirahatkan mataku. " Ver yang kemarin menunggu Zell pulang dan membaca buku yang sangat tebal.


" Ini buku cerita dan aku ingin kamu membacanya. " Kata Freya yang memaksa. Freya sangat suka membaca novel karena, ia tidak memiliki teman untuk bermain.


Ver langsung semangat.


" Aku tahu buku ini! Ini cerita romantis yang aku baca sampai sangat susah melupakannya! Luz, kamu membacanya? " Ver juga terkadang membaca buku cerita yang diberi oleh Dyias.


" Tidak, aku tidak suka buku cerita. " Luz menjawab dengan datar. Luz tetap bersikap seperti pelayan Freya dan tidak menganggap seperti teman.


Ver tanpa ragu langsung merangkul Luz.


Freya terkejut melihat sikap Ver yang akrab dengan Luz.


" Tidak suka? Luz, aku yakin kamu akan belajar banyak dari buku ini. " Kata Ver yang terlihat sangat bersemangat.


Luz juga merasa terkejut dengan sandiwara Ver yang terlihat akrab dengan dirinya.


" Vinea, tugasku itu untuk menj- " Kata Luz terpatah.


Ver langsung memukul kepala Luz.


" Tugas apaan? Sekarang, kita bertiga sedang menghabiskan waktu sebagai sahabat! " Ver yang tidak ragu sedikitpun. Ver sendiri juga ingin merasakan rasanya bermain bersama teman.


Lily yang melihat dari jauh..


" Dia.... Memukul kepala Tuan muda Luz dan berbicara  akrab dengan mereka berdua? Ini akan menjadi pertanda bagus untuk mereka. " Kata Lily yang melihat sikap Ver.


Tiba-tiba suasana jadi canggung ditaman....


" Aku benar-benar tidak tertarik dengan buku cerita. " Kata Luz yang memperjelas. Luz sedikit susah bersandiwara karena, ia merasa tidak enak hati membohongi Freya.


Ver menghela nafas.


" Berbicara ditaman sungguh bosan, bukan? Bagaimana, kalau kita berjalan-jalan mengelilingi kota? " Ver yang masih mencoba untuk mendekati Luz.


Ver tidak ingin bersandiwara, itu hanya alasan agar ia bisa mencoba mendekati Luz sebagai teman.


Freya juga terlihat tertarik.


" Aku setuju! Luz, kamu ikut, kan? " Tanya Freya.


Luz hanya mengikuti kemauan Freya.


Mereka kemudian keluar dan Lily mendampingi mereka karena, Ver mengajaknya.


" Lily, kamu temani Freya dulu, aku ingin berbicara dengan Luz sebentar. " Kata Ver yang langsung menarik Luz.


Freya juga terlihat sangat tertarik karena, ia selalu dirumah dan tidak pernah berjalan-jalan seperti ini.


" Luz, Freya berulang tahun, kira-kira kita beri hadiah apa? " Tanya Ver yang melihat barang-barang disekitar.


" Kita beri hadiah sendiri-sendiri. " Jawab singkat Luz.


Luz berhenti berjalan.....


" Ini hanya sandiwara, untuk apa kamu berusaha berteman denganku? " Luz yang merasa Ver berlebihan.


" Luz, aku ini benar-benar tulus ingin berteman denganmu dan Freya. Lagipula, kamu bisa bersikap seperti dirimu sendiri saat bersama kita. " Kata Ver yang masih melihat barang untuk dijadikan hadiah.


" Apa maksudmu? " Luz tidak mengerti apa yang dipikirkan oleh Ver.


" Tadi, kamu berbicara lembut dan tersenyum pada Lily. " Ver juga tahu bahwa, itu adalah sifat asli Luz yang bahkan, ia mungkin tidak sadar.


" Lily itu juga merawatku dari kecil, aku menghormatinya. Tidak ada hubungan dengan diriku sendiri atau bukan. " Luz yang masih berbicara dengan datar.


Lily adalah pengasuh Freya dan Luz dari kecil. Lily sangat perhatian pada Luz ataupun Freya.


Ver berhenti berjalan dan berbalik badan.


" Luz, aku mengerti soal tugasmu yang harus menjaga Freya. Tapi, akan lebih menyenangkan jika, kamu menganggapnya sebagai teman bukan, majikan. " Kata Ver kepada Luz dengan tulus.


Ver mengerti perasaan Freya yang menginginkan Luz sebagai teman bukan pelayan.


Luz terdiam sebentar.


" Demi kebahagiaan Putri Freya, aku akan mencoba untuk berteman dengan Freya bukan sebagai hubungan majikan pelayan. Tapi, akan susah untuk kita berteman. " Kata Luz yang tersenyum pada Ver untuk pertama kali.


Ver juga tersenyum.


" Itu baru namanya Luz! Dalam, 1 minggu aku akan membuatmu mau berteman denganku. " Kata Ver yang berhasil membujuk Luz.


Ver tidak masalah soal Luz yang masih susah berteman dengannya.


" Putri Freya, menerima hadiah apapun yang diberi dengan tulus. " Kata Luz yang memberi jawaban yang ditanyakan Ver sebelumnya.


Mereka kemudian mulai melihat barang-barang.


Selama 20 menit mereka melihat barang-barang dan sambil berbicara mengenai Freya.


Mereka tidak canggung seperti sebelumnya.


" Aku akan memberi hadiah burung kecil cantik ini. " Kata Ver bermain-main dengan burung kecil yang berbulu putih  didalam sangkar.


Luz juga terlihat menyukainya.


" Kira-kira akan diberi nama apa nantinya? Dia sangat cantik dan terlihat murni. " Tanya Luz yang juga bermain-main. Luz terlihat menjadi sedikit lebih terbuka daripada sebelumnya.


Mereka melanjutkan jalan untuk memilih hadiah yang tepat dan bertemu Freya ditengah jalan.


" Aku melihat barang-barang yang sangat indah sepanjang perjalanan. Luz, kamu menikmati waktu ini, kan? " Freya yang takut Luz akan merasa tidak nyaman dan ia menikmati sendiri.


" Aku senang dengan berjalan-jalan seperti ini. " Kata Luz yang berbicara dengan nada santai tidak formal seperti sebelumnya.


Freya yang mendengar itu terkejut dan melirik kearah Ver.


Ver hanya tersenyum karena, senang dengan Luz yang benar-benar mulai berubah.


" Owh, kalau begitu, kita harus berkeliling sampai malam! " Freya yang mulai semangat. Freya senang dengan Luz yang berbicara santai tidak formal.


Mereka kemudian berjalan-jalan dan berbicara sepanjang jalan bersama Lily juga.


Saat malam, mereka sampai dirumah dan Ver memberi burung yang tadi ia beli.


" Ini hadiah terakhir yang aku berikan. Kamu akan memberi nama siapa burung kecil cantik ini? " Kata Ver memberi burung tersebut.


Freya yang melihatnya menerima dan terlihat terharu.


" Kenapa kamu terlihat sedih? Apa kamu membenci burung? " Tanya Ver yang bingung. Ver sangat menyukai burung sejak kecil, burung itu terbang kemanapun ia suka, itu yang membuat Ver sangat menyukai burung.


" Tidak! Tidak! Aku hanya baru pertama kali menerima hadiah dari teman. " Kata Freya yang terlihat terharu sekaligus bahagia.


Luz yang melihatnya tersenyum.


" Ini hadiah yang kalian pilih untukku dan ini hari yang sangat spesial untuk kita bertiga jadi, bagaimana kalau kita kasih nama Pure. " Freya yang memainkan bulu pure.


" Setuju! Siapapun yang melihat Pure pasti tertarik dengan bulunya yang putih dan matanya yang bewarna merah. " Kata Ver yang juga sangat lega hari ini.


Ver kemudian mengatakan akan pulang karena sudah malam.


" Lily, kamu jaga mereka berdua baik-baik. " Kata Ver yang melambaikan tangannya.


Lily dan Freya hanya tertawa dengan ucapan Ver.


Ditengah perjalanan Ver pulang tiba-tiba saja seseorang menarik rambutnya dari belakang.


" Ah, apa-apaan? " Ver yang terlihat kesal.