Catchers

Catchers
Became Friends



" Eh-- Guru ini terlihat menyenangkan. " Kata Ver yang terhibur dengan Yiran. Ver menyukai orang yang ceria dan bersemangat.


" Yap! Mari kita langsung keinti pembelajaran. Kita kedatangan 3 murid baru disini, silahkan perkenalkan diri kalian. " Kata Yiran yang langsung serius.


Yiran memang memiliki kepribadian yang unik. Saat ia mengajar, semua murid langsung mengerti dengan cepat dan semua murid yang pernah ia ajarkan sangat menyukainya.


" Aku Vinea, tidak memiliki nama akhir dan aku akan mendapatkan sekolah ini! " Kata Ver yang percaya diri. Ver tidak akan merencanakan perebutan sekolah dengan diam-diam.


Ver akan memenangkan semua lomba, kompetisi dan olimpiade. Ver juga akan membuat semua orang menyukainya agar ia bisa merebut hak kepemilikkan Sekolah Moral.


Semua orang menatap Ver dengan sangat terkejut.


" Jeaz Nocter. " Pria yang berkenalan dengan singkat.


" Bella Nocter. " Perempuan yang duduk disampingnya juga mengatakan dengan singkat.


Bella dan Jeaz memang daritadi menarik perhatian Ver, mereka terlihat serius dan mereka terlihat seperti sepasang kekasih walaupun, mereka bersaudara.


" kalian harus memperlakukan mereka bertiga dengan baik. Ketua Kelasnya juga sudah ditentukan yaitu Zero Das Xacsier. " Kata Yiran yang sudah memutuskannya.


Yiran sangat cepat dalam memutuskan sesuatu.


Ver yang mendengarnya sedikit berpikir.


" Xacsier? Eh~ nama yang tidak asing. " Kata Ver tersenyum. Ver memang pernah mendengar nama Xacsier namun, ia tidak terlalu mengingatnya.


Selama 16 tahun, Ver hanya menganggap keberadaan hidup 3 orang. Neneknya, kakaknya dan pria bernama Marx De Lasx.


" Zero, kamu harus melakukan tugasmu sebagai Ketua Kelas dengan benar dan Fhell ubah sikapmu jika berada dikelas ini. " Kata Yiran yang mengetahui sikap buruk Fhell selama bersekolah di Moral.


Ditengah pembelajaran....


" Viena, kamu sebelumnya bersikap sedikit menyebalkan dan sebaiknya kamu meminta maaf pada Margare agar dia tidak tersinggung. " Kata Yeri yang duduk dikursi samping Ver.


Ver menatap kosong.


" Aku Vinea bukan Viena. Aku hanya tidak ingin ada pertengkaran dan sampaikan maafku padanya jika ia tersinggung. " Kata Ver pada Yeri dengan nada datar.


Selama 16 tahun, tidak ada orang yang salah memanggil nama Ver.


Yeri tersenyum canggung.


Selesai pembelajaran...


Fhell mendatangi kursi Ver.


" Ada apa? Ingin berteman? " Tanya Ver yang bingung. Ver merasa sedikit jijik pada Fhell, entah apa yang Ver pikirkan.


Fhell tersenyum.


" Sebelumnya, kamu berkata ingin menjadi pemiliki Sekolah Moral, bukan? Lebih baik kamu berpikir sebelum bicara, aku adalah Calon pewaris sekolah Moral. " Kata Fhell yang merasa Ver tidak ada kelebihan sama sekali.


Fhell adalah keponakkan Kepala Sekolah.


" Aku tidak tanya dan aku mengatakan sesuatu yang pasti. " Ver yang merasa tidak bisa berteman dengan orang seperti Fhell.


Tiba-tiba Margare datang dan menjauhkan Fhell dan Ver.


" Jika kamu ingin mengatakan hal tidak berguna pada murid baru lebih baik kamu pergi. " Kata Margare yang tidak ingin ada murid baru yang dihasut oleh Fhell untuk menjadi buruk.


Fhell menatap Margare dengan sinis dan pergi. Fhell sangat malas jika berurusan dengan Margare.


Margare selalu saja dibela oleh teman kelas dan guru-guru.


" Vinea murid baru, lebih baik kamu tidak usah dekat-dekat dengan Fhell. " Kata Margare pada Ver yang langsung mengajak Yeri keluar kelas.


" Cih, dia membantuku tapi, kata-katanya terdengar seperti dia menyukai Fhell. " Kata Ver dalam hatinya. Ver banyak membaca komik dan kata-kata Margare terdengar seperti sedang cemburu.


Freya mendatangi Ver untuk bercerita mengenai Sekolah Moral.


" Nea, aku akan bercerita sebelum kita berkeliling. Disekolah ini ada beberapa murid yang harus kamu jauhi. " Kata Freya yang membuka buku yang ia bawa.


Freya selalu menulis semua hal yang ia dengar.


2 kelas tersebut tidak wajib untuk diikuti tetapi, hampir seluruh murid perempuan mengikuti kelas tersebut karena, CBCL.


Mereka berempat adalah orang terkaya di dua Negara. CBCL bukan calon pewaris Sekolah Moral, mereka diundang oleh Sekolah Moral sendiri untuk memperbesar nama Sekolah Moral.


" Kamu ikut kelasnya? " Tanya Ver yang penasaran. Ver sekarang tahu salah satu alasan kenapa Sekolah Moral mendapat pemasukkan yang banyak tiap tahunnya.


Freya terdiam sebentar.


" Tidak, dua kelas itu hanya menerima 5 murid tiap hari. " Kata Freya yang ingin ikut kelas tersebut namun, kelasnya sangat cepat penuh dan tidak bisa lebih.


Ver menanyai informasi lebih soal Sekolah Moral.


Sekolah Moral memiliki 5 Calon Pewaris saja, setiap Calon Pewaris memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.


Saat ini hanya ada, 3 Calon Pewaris. Margare Dellas, Fhell, Zero Das Xacsier. Fhell tidak memiliki nama belakang.


Mereka bertiga bertanding tentunya namun, yang paling mendekati adalah Zero disisi lain Kepala Sekolah Moral menginginkan perempuan untuk menjadi pewarisnya.


" Aku akan mendapat gelar tersebut! Freya, aku ingin berkeliling. " Ver yang sudah mengetahui beberapa informasi Sekolah Moral.


Freya dan Ver kemudian berkeliling.


" Freya, aku dari tadi berpikir kenapa kamu disebut anak manja? " Tanya Ver yang penasaran. Ver melihat Freya tidak terlihat seperti yang dirumorkan.


" Aku memiliki pengawal pribadi bernama Luz. Luz selalu membantu aku dalam segala hal, dia tidak pernah mengurus dirinya sendiri, murid lain sangat menyukai Luz dan merasa aku merepotkan. " Kata Freya.


Freya menyuruh Luz untuk mengurusi dirinya sendiri namun, Luz menolaknya. Freya pernah membiarkan Luz berduaan dengan seorang gadis yang menyukai Luz.


Disaat tidak ada Luz, Freya merasa kesepian. Freya berpikir Luz sudah mengantar perempuan itu pulang dan ia merasa sedikit kesal namun, Luz mengejar Freya dan menolak perempuan itu.


" Freya, kamu menyukai pria bernama Luz itu? " Tanya Ver yang tidak ragu-ragu. Ver sangat tertarik dengan cerita Luz bersama Freya, itu terdengar seperti komik.


Freya seketika pipinya merona.


" S-suka? Ahahaha, tidak mungkin. " Freya tertawa canggung. Freya tidak pernah memikirkan perasaan suka sebelumnya.


Ver merasa senang didekat Freya.


" Freya, kamu sangat menarik. Biar aku beri saran, kamu kencan saja dengan Luz. " Kata Ver memberi saran. Ver sering mendengar kencan itu sangat cocok untuk lebih terbuka satu sama lain.


" Vinea! " Freya yang kesal karena, Ver terus menggodanya.


Mereka berhenti berjalan disebuah Lorong.


" Kalau kamu berjalan lurus itu adalah area kelas 3-A, semua murid dilarang menuju lorong ini kecuali ada yang penting. " Kata Freya menunjuk. Freya sudah bersekolah di Moral sejak kecil.


" Aku tidak tertarik pada kelas 3-A. Freya, aku akan memberi kamu satu rahasia, aku bersekolah disini hanya demi uang. " Kata Ver tanpa ragu-ragu.


Ver merasa Freya dapat dipercayai.


" Uang? Bukannya, kamu memiliki banyak? " Tanya Freya bingung. Siapapun yang dapat bersekolah di Moral adalah mereka yang memiliki banyak uang.


" Tidak, tidak. Aku ini orang yang sangat rakus akan uang, aku akan mendapatkan uang sebanyak-banyaknya sampai tujuanku tercapai. " Ver menggeleng kepalanya.


Setiap orang memiliki tujuan dalam melakukan suatu hal.


Freya tidak menyangka bahwa, Ver orang seperti itu. Biasanya, orang yang ceria membutuhkan teman dan ia orang yang menyenangkan.


" Nea, aku tidak ingin tahu apa tujuanmu. Satu hal yang jelas, aku sudah menganggap kamu sebagai teman perempuan pertamaku. " Freya tersenyum.


Semua perempuan dikelasnya membencinya karena, Freya terlihat manja dan menyebalkan.


Mereka berlanjut berkeliling dan mereka berhenti berjalan saat tiba disalah tempat.


" Ditempat ini ada 10 kamar VVIP, kamarnya hanya boleh digunakan oleh beberapa orang terpilih seperti calon pewaris dan anak kelas 3-A. " Kata Freya.


Walaupun mereka semua orang penting, tetap saja ada yang lebih tinggi statusnya.


" Bukan itu, dikamar yang tertulis X itu ada 2 orang. " Ver yang melihat diluar jendela. Ver memiliki mata yang bagus untuk bisa melihat lebih jauh dari orang biasanya.