
" K-kalian?! Ada apa kalian menyeretku kesini? " Era yang terlihat ketakutan dan mundur beberapa langkah. Era memang tidak memiliki keahlian bertarung sebelumnya.
Orang-orang itu tidak berkata apa-apa dan langsung menyerang Era. Era mencoba kabur namun, kakinya sudah dilukai orang-orang terlebih dahulu.
" Apa? K-kalian ingin apa? Siapa yang menyuruh kalian melakukan ini?! " Tanya Era berteriak. Era kesakitan dengan kakinya yang terluka.
" Putri terlalu banyak bertanya. Saya hanya melaksanakan tugas untuk membunuh Putri hari ini dan disini. " Kata Salah satu orang tersebut dan menyayat tubuh Era.
Era terlihat sangat ketakutan dan sudah sangat kesakitan.
Ada seseorang yang turun dari pohon dan langsung menebas semua prajurit yang tadi melukai Era. Dalam sekejap, semua prajurit terkapar dan ada belati tepat dijantung mereka.
Orang tersebut mengenakan jubah dan Ver yang tiba-tiba muncul dari balik pohon.
Ver menyuruh orang yang mengenakan jubah pergi.
" Putri Vernier?! " Tanya Era. Era bahkan, tidak sempat melihat orang jubah tersebut karena, ia menutup matanya dan hanya melihat Ver.
" Putri Era? Apa yang terjadi pada anda? " Tanya Ver yang berpura-pura panik dan membantu Era.
Era terluka cukup parah namun, ia masih bisa berbicara dengan lancar.
" Aku tidak tahu, tiba-tiba ada Prajurit Kerajaan datang dan mereka... " Era yang masih terlihat sangat syok dan tubuhnya bergetar ketakutan.
Karena, Era seorang gadis yang polos ia tidak akan berpikir alasan Prajurit Kerajaan Ervest menyerangnya.
" Prajurit Kerajaan?! Kasihan sekali Putri Era, anda baru saja mendapatkan gelar calon Putri Mahkota dan ada orang yang berniat membunuh anda. " Ver yang membantu Era berjalan.
Era sepanjang jalan hanya diam dan Ver membantunya untuk sampai di Kerajaan.
Saat mereka masuk keruang acara tersebut orang-orang yang melihatnya langsung terkejut dengan Era yang terluka parah dan Ver yang membantunya.
" Putri Mahkota?! " Salah seorang pelayan Era.
Putra Mahkota yang melihatnya langsung menjatuhkan gelas yang tadi ia pegang hingga pecah dan mendekati Era.
" Aku tadi melihatnya dilukai oleh beberapa Prajurit Kerajaan dan saat aku tiba semua prajurit tergeletak. " Kata Ver memberi penjelasan.
Jika Ver mengatakan, ia telah membunuh semua prajurit itu akan membuat semua orang berpikir jika, Ver yang telah menyuruh orang untuk melukai Era dan ia berlagak seperti pahlawan.
Era tidak melihat Ver yang membunuh para prajurit yang akan menjadi saksinya dan setidaknya, membuat orang-orang berpikir Ver benar-benar membantu Era.
Zero mendorong Ver menjauh dari Era karena, ia berpikir Ver yang melukai Era, Putri Mahkota.
" Zero, jangan salahkan Putri Vernier, dia hanya membantuku untuk sampai kesini. " Kata Era membela Ver. Sifat asli Era memang seperti itu, ia hanya memercayai apa yang ia lihat.
Para bangsawan melihatnya. Para Bangsawan memang mudah dimanipulasi pikirannya dengan apa yang mereka lihat secara langsung.
Zero menyuruh pelayannya untuk mencari tahu siapa yang mencoba membunuh Putri Mahkota dan acaranya dibubarkan.
" Siapapun yang ketahuan memiliki niat jahat pada Putri Mahkota akan dibunuh! Karena kondisi Putri Mahkota, kalian semua bisa kembali lebih dulu. " Kata Zero yang langsung membawa Era kekendaraan untuk pulang dan diobati tabib.
Zero menyuruh para prajurit untuk menginterogasi setiap tamu.
Ruang khusus CBCL tidak mendengarnya dan CBCL tidak pergi sampai pagi karena, mereka tertidur akibat banyak makan dan minum begitupun, Zell.
Ver juga dijemput oleh pelayan Drul Fi Deluxe.
Beberapa jam setelah kejadian tersebut.
Dikamar baru Ver...
" Dengan begini, aku sudah membuat sedikit rumor yang mengatakan aku membantu Putri Mahkota yang hampir kehilangan nyawanya. " Kata Ver tersenyum licik. Ver memang telah merencanakan beberapa hal sejak, kematian Dyias.
" Aku menggunakan belati yang biasa digunakan oleh para pemula dan kita tidak akan ketahuan. " Kata Jeaz yang duduk disofa.
Jeaz dan Bella hanya melakukan apa yang Ver perintahkan.
" Setelah aku pikir-pikir, Zero memang terlihat sangat mencintai Era tetapi, tatapannya tidak berkata seperti itu. " Kata Ver yang sudah memperkirakan kejadian Era yang hampir dibunuh tadi.
Era adalah Putri dari Kepala Keluarga Wisteria yang merupakan 3 Keluarga Bangsawan terbesar. Keluarga Wisteria juga salah satu anggota Gereja yang cukup penting di Kerajaan Ervest.
Jika, Zero membuat Era menjadi miliknya, ia akan mendapatkan apa yang ia incar dan kekuasaan Zero akan bertambah.
" Zero pasti akan berpikir, kenapa bisa prajurit yang ia latih dari kecil bisa dibunuh semudah itu. Zero memang berencana untuk membunuh Era dan membuat posisi Putri Mahkota kosong. " Kata Ver tersenyum karena, ia sudah melakukan tahap pertama.
Zero ingin membunuh Era karena, ia menguji kekuatan yang Era miliki. Jika, Era terbunuh artinya Era belum mewarisi kekuatan tersebut sepenuhnya dan masih ada kemungkinan bahwa, orang lain yang akan mewarisinya.
Disaat, Era terbunuh, Zero akan mengincar kekuatan tersebut menggunakan cara lebih mudah. Jika, Era telah mewarisi sepenuhnya, Era bisa saja menghancurkan Zero.
" Kenapa kita harus membantu, Putri Era? " Tanya Bella yang bingung dengan pemikiran Ver.
" Kita tidak boleh membiarkan Era terluka, aku hanya ingin dia menjadi rekanku untuk menghancurkan Zero. Era masih berguna untukku. " Kata Ver yang masih berpikir.
Era yang sudah mendapatkan posisi Calon Putri Mahkota akan sangat sering berada didekat Zero dan jika, Era menjadi rekan Ver, itu akan menguntungkan Ver untuk menghancurkan Zero.
" Bella, Jeaz untuk kali ini aku berterima kasih pada kalian karena, telah melakukan perintahku dengan sangat bagus. " Kata Ver yang berterima kasih dan memberi hadiah kalung yang ia buat sendiri.
Sejak, Ver mengetahui Bella dan Jeaz merupakan pelayannya yang setia, Ver berencana untuk memberi sebuah hadiah kecil.
Kalung tersebut memang ia buat sendiri dari batu permata langka yang ia kumpulkan saat, tinggal bersama Marx.
Ver hanya berterima kasih pada orang-orang tertentu.
" Tidak usah berterima kasih, Putri. Tuan Athan dan Putri Roselia telah merawat kami dengan sangat baik. " Kata Bella yang sudah sangat kenal dengan Athan dan Roselia.
Ver menyuruh mereka berdua untuk keluar.
" Keluarga Guile harusnya sudah musnah dibunuh oleh Prajurit Kerajaan sekarang, dimana keberadaan orang tua asliku? " Ver yang ingin mencoba mencari tahu keberadaan mereka sekarang.
Didepan Kerajaan...
Zero mengantar Era kekereta kuda.
" Era, kamu tenang saja. Aku akan menemukan orang yang hampir membunuh kamu. " Kata Zero menenangkan Era.
" Zero, tadi itu sangat menakutkan bahkan, aku masih sangat takut. " Kata Era memegang tangan Zero. Era tidak pernah mengalami hal seperti tadi dalam hidupnya.
Zero mengelus kepala Era dan langsung keluar dari Kereta.
Zero mengajak beberapa prajurit bersamanya menuju Hutan tempat Era hampir dibunuh.
Saat tiba dihutan, Zero menyuruh prajurit mencari kearah lain dan dia membawa 2 bersamanya. Saat Zero melihat prajuritnya yang telah dibunuh.
" Mereka terlihat pucat dan mereka benar-benar telah mati. Prajurit yang telah aku latih sangat lama dibunuh begitu mudah. " Kata Zero melihat prajuritnya yang tergeletak tidak berdaya.
" Tuan, dari cara pembunuhannya kemungkinan, hanya dilakukan satu kali tusukan dan memang dilakukan seperti pemula. " Kata salah satu prajurit yang memberi belati yang ada ditubuh para prajurit yang gugur.
" Pemula? Seorang pemula dengan mudah membunuh prajurit andalanku? " Zero yang terlihat sedikit kesal.
Zero mengambil belati tersebut dan langsung menusuk titik vital 2 prajurit tersebut.
" Apa yang kulakukan? Ah~ mencari pelampiasan. " Kata Zero dengan tatapan yang datar.
Keesokkan harinya di Sekolah Moral....
" Nea! Kenapa kamu tidak hadir?! " Tanya Freya yang kesal dan tidak mengetahui soal identitas asli Ver.
" Aku benar-benar minta maaf, Fhell katanya ingin berduaan denganku dihari spesial itu karena, ia membenci pesta Bangsawan. " Ver mencari alasan. Ver tahu bahwa, Fhell tidak akan hadir diacara yang penuh Bangsawan seperti itu.
Freya langsung mundur beberapa langkah.
" H-hubungan kamu dan Fhell itu benar dan bukan kebohongan?! " Kata Freya mengingat bahwa, Ver mengatakan itu hanya sandiwara.
Ver bahkan, lupa soal itu dan tertawa canggung.
" I-iya, hubungan aku dan Fhell itu resmi dan aku ingin bilang, Fhell tidak seperti yang kamu pikirkan. " Ver yang tidak ingin Freya melarangnya bersama Fhell.
Kebetulan, Fhell sedang lewat dan Ver langsung menariknya.
" Freya, kamu kekelas terlebih dahulu, aku ingin membicarakan sesuatu dengannya. " Kata Ver yang langsung pergi menjauh dari Freya.