Catchers

Catchers
Step One



Ver sedikit kesal dengan Fhell namun, setidaknya ia tidak akan bertemu Senior CBCL.


Ver kemudian memberitahu caranya dan langsung ketempat Yiran.


" Hah?! Kamu tidak bisa berenang?! Datang darimana kamu?! " Yiran berdiri dari duduknya dan menginjak kaki Ver tanpa ia sadari.


Yiran tidak pernah bertemu dengan murid yang tidak bisa berenang.


Ver membayangkan kalau dia menginjak kaki Yiran berkali-kali lipat.


" Itu rahasia. Lagipula, aku akan belajar cara berenang bersama Fhell. " Ver yang tidak ingin memberitahu identitasnya pada siapapun.


Yang mengetahui identitas Ver hanya Kepala Sekolah dan Zero Das Xacsier.


Itupun mereka mengenal Ver dengan penampilan yang berkacamata dan berambut sepundak.


" Vinea kamu sangat bodoh. Kamu dan Fhell bahkan, tidak memiliki hubungan apapun dan kalian berdua saja? Itu akan menghancurkan harga diri seorang Bangsawan. " Kata Yiran yang masih marah besar.


Semua yang bersekolah di Moral tentunya Bangsawan pikir Yiran.


Perempuan bangsawan yang berduaan saja dengan Pria dan tidak memiliki hubungan apapun dilarang berdua. Itu aturan salah seorang Bangsawan.


Fhell tidak tahu karena, ia lebih sering menghabiskan waktu bersama rakyat biasa.


Ver juga melupakannya karena, ia pikir itu tidak penting.


" Ki- " Kata Fhell tiba-tiba terhenti dengan Ver yang langsung mengenggam tangan Fhell.


" Kita berdua berpacaran. " Ver yang bicara tanpa pikir panjang. Ver tahu apa yang akan Fhell katakan.


Jika Fhell mengatakan bahwa, dirinya mengajak orang lain, Yiran akan memeriksanya setiap waktu dan akan susah menemukan orang yang tepat.


Yiran sangat terkejut mendengarnya. Yiran tidak pernah terpikirkan murid baru akan langsung tertarik pada Fhell.


Yiran langsung membiarkannya.


" Ver, apa kamu tahu apa yang kamu katakan? " Fhell yang bahkan tidak memikirkan kata-kata itu.


Fhell adalah seorang Calon Pewaris dan dirinya dikenal oleh seluruh murid dan guru Sekolah Moral.


Kata-kata yang Ver ucapkan itu akan tersebar dengan luas. Apalagi Yiran orang seperti itu.


Ver berhenti berjalan.


" Kamu..... Memanggil dengan nama Ver? " Ver bahkan tidak dekat sama sekali dengan Fhell. Penyamaran yang Ver lakukan itu sudah sangat sempurna.


Fhell tertawa dengan keras.


" Kamu pikir penyamaran itu akan menipuku? Mataku ini sangat terlatih dalam menilai seseorang. " Kata Fhell sambil menarik Ver keruangannya.


" Kapan kamu menyadarinya? " Tanya Ver yang penasaran. Ver tidak ingin identitasnya tersebar luas itu akan merugikannya.


Diruangan Fhell....


" Sejak awal. Yang berpengetahuan sangat luas bukan cuman dirimu, jangan sombong. " Fhell yang juga tadi secara tidak sadar menyebutkan namanya.


Padahal, Fhell masih ingin melihat sejauh mana Ver akan menyembunyikan identitasnya.


Fhell langsung melepaskan kacamata dan Wig yang dipakai Ver.


" Lihat? Aku benar, kan? Rambut bewarna pirang ini hanya dimiliki oleh Ver dan Zell bersaudara. Identitas ini akan aku rahasiakan. Karena, kita akan bersaing dalam perebutan Sekolah Moral. " Fhell yang langsung duduk disofa dan bersandar.


Bangsawan memiliki beberapa warna rambut yang berbeda.


Ver langsung tersenyum.


" Eh~ ternyata kamu adil juga. Aku memang terkejut ada orang yang menyadari identitasku, kalau semua orang menyadari penyamaranku mereka akan menjauhiku. " Ver yang juga duduk.


Ver memang terkejut tetapi, itu bukan halangan baginya.


" Kamu yang bertanggung jawab kalau besok ada gosip yang aneh. Lagipula, aku tidak menyangka kamu orang yang sangat menyusahkan. " Fhell yang kembali ketopik utamanya.


Fhell tidak tertarik pada perempuan manapun baginya, Ver adalah orang yang ceria namun, licik sama seperti Zero.


" Aku akan menunggu mereka sampai pulang dan membersihkan ruangannya jadi, aku akan menunggu disini. " Ver mengambil kembali Wig dan kacamatanya.


Fhell hanya berkata terserah pada Ver. Lagipula, mereka menjadi rekan sementara dan Ver memiliki rencana khusus untuk Fhell.


" Kapan Tuan Marx akan pulang? Aku sangat ingin bertemu kembali. " Ver dalam hatinya. Ver sudah 2 tahun tidak bertemu dengan Marx karena, Marx sering berpergian.


Mereka disana selama 1 jam dan Fhell tertidur.


Ver langsung membangunkan Fhell dengan menendang sofa. Ver masih merasa sedikit jijik dengan Fhell.


" Aku ingin membuat pertaruhan. " Ver tiba-tiba yang terpikirkan sesuatu. Ver tidak mungkin mau menerima hukuman segampang itu.


Siapapun menginginkan keuntungan dan Ver sangat membenci hukuman.


" Apa maksudmu? " Tanya Fhell sambil menguap. Fhell memang memiliki sifat yang sangat buruk karena, ia menghabiskan waktunya bersama para rakyat biasa.


" Besok ditempat ini akan ada beberapa pertandingan seperti berpedang dan kompetisi pertanyaan mengenai Negara ini. Kamu berpengetahuan luas, kan? " Ver memberikan selembar kertas.


Ver yakin akan memenangkan kompetisi tersebut karena, Marx sudah mengajar seluruhnya pada Ver dengan sangat lengkap.


" Apa untungnya? " Tanya Fhell. Fhell tidak ingin taruhan yang merugikan.


" Kalau aku memenangkan semua kompetisi itu, aku tidak akan mendapat hukuman karena keruang ini tanpa izin dan kamu harus menuruti semua perintahku. " Kata Ver tersenyum.


" Jadi, kalau aku yang menang kamu harus keluar dari sekolah ini dan menuruti semua perintahku? " Fhell yang mulai tertarik dengan taruhan yang ditawarkan Ver.


Ver mengatakan benar dan mereka menyetujuinya.


Ver keluar dari Ruang Fhell dan menuju Kolam Renang.


Mereka berdua sama-sama memiliki kepercayaan diri yang sangat tinggi.


Ditengah jalan....


" Aku pasti akan memenangkannya, aku ini anak jenius dalam 500 tahun, loh. " Ver tersenyum. Ver tidak akan mengalah kepada siapapun.


Jika, Ver menang dalam taruhan tersebut ia bisa mengendalikan Fhell sesukanya.


Ver juga akan merebut Kekuasaan miliknya yang direbut oleh Era.


Dikolam renang.....


" Aku tidak menyangka ternyata, Fhell dan murid baru itu berpacaran. " Kata Yeri yang duduk ditepi.


Yiran langsung menyebarkan berita itu pada para muridnya karena, sangat tidak disangka.


" Kasihan sekali Vinea. Fhell pasti yang mencoba mendekatinya aku akan menyuruh Vinea menjauh darinya. " Margare yang sudah selesai dalam pelajaran renang.


Margare tidak ingin ada murid yang terhasut oleh Fhell, Fhell adalah seseorang yang memiliki sifat buruk dan tidak ada etika walaupun, rakyat biasa atau orang jalanan sangat menyukai Fhell.


Freya juga sudah selesai 15 menit lalu dan langsung keluar mencari Ver.


Freya sedikit tidak memercayainya karena, selama ini ia terus bersama Freya dan setelah selesai belajar langsung pulang.


Freya langsung menemukan Ver yang sedang berbicara sendiri.


" Nea! Kamu benar-benar berpacaran dengan Fhell?! " Freya yang langsung menanyakannya. Freya ingin kata-kata itu langsung dari Ver.


Ver sangat terkejut dengan Freya yang datang dan langsung menanyakannya.


Ver tidak menjawabnya.


Freya terlihat sangat penasaran.


" I-itu tidak benar. " Ver yang ragu-ragu. Ver takut kalau Freya akan tidak sengaja memberitahu yang lain sekalipun mereka dekat.


Freya langsung lega.


" Nea, itu tidak boleh terjadi. Kamu mungkin sudah tahu tapi, reputasi Fhell disekolah ini lebih buruk daripada yang kamu pikirkan. " Kata Freya yang terlihat khawatir.


" Freya, kamu juga menjauhi Fhell karena, reputasi? " Ver yang tiba-tiba memasang wajah serius. Freya terdengar seperti merendahkan Fhell karena, reputasinya.


Freya langsung menjawab.


" Bukan! Aku hanya takut kamu menjadi buruk saat berteman dengan Fhell. Fhell itu juga membenciku jadi, dia pernah sekali menjahatiku. " Freya yang tersenyum polos.


Ver merasa tidak enak hati.


" Aku tidak mudah terhasut dan Fhell tidak seburuk yang kamu pikir. " Ver yang mencoba mengubah pandangan Freya terhadap Fhell.


" Begitu ya? Oh iya, kamu ingin kekelas renang, kan? Itu selesai lebih cepat karena, Yiran ada meeting guru. " Kata Freya yang memanggil Yiran dengan nama.


" Kamu tidak usah membantuku membersihkannya tadi, Luz bilang ingin membicarakan sesuatu denganmu. " Kata Ver menyampaikan pesan Luz.


Beberapa menit setelah keluar dari ruang Fhell....