
" Mungkin, aku harus memulai beberapa cara agar Luz tidak terlalu anti padaku. Kalau Luz terus menjauhiku bisa-bisa dia menghancurkan pertemananku dengan Freya. " Kata Ver sambil memikir.
Ver juga ingin ada orang yang berteman dengannya secara tulus tidak palsu.
Ver melihat Luz sedang berjalan-jalan seperti mencari seseorang dan Ver langsung mendatanginya.
" Yo, Luz! " Ver yang langsung datang dan langsung mencoba akrab. Ver juga pernah mendengar nama Luz disebuah buku berisi informasi orang-orang penting.
Luz menatap sinis dan menjauh.
" Tidak usah menatap seperti itu. Apa yang sedang kamu cari? Aku bisa membantu. " Ver yang tersenyum. Ver tidak ingin ada orang salah paham pada dirinya.
Luz masih diam dan melanjutkan jalannya.
Ver mengikutinya dari belakang.
" Jangan terlalu dingin seperti itu, aku ini teman Freya secara murni, loh. " Ver masih mencoba beberapa cara. Ver sudah mengatakan pada Freya bahwa, Ver akan berteman dengan Luz dalam 1 minggu.
Luz berhenti berjalan dan melihat kebelakang.
" Aku mencari, Putri Freya. " Kata pertama yang Luz ucapkan pada Ver.
Ver terdiam beberapa saat dan langsung menjawab.
" O-Oh! Freya ya! Dia ada dikelas renang. Aku kebetulan akan kesana jadi, biar aku yang menyampaikan pesanmu. " Kata Ver yang terbata.
Ver langsung berlari menjauh.
" Dia itu aneh sekali. " Kata Ver dalam hatinya.
" Aku tidak menyangka Luz berbicara padamu. Luz itu sangat dingin pada orang yang tidak ia kenal. " Kata Freya senang mendengarnya. Freya ingin Luz juga berteman dengan Ver.
" Freya, besok aku tidak masuk karena ada sedikit masalah. Bilang pada guru ya. " Ver yang langsung pergi menuju kolam renang.
Freya mengangguk dan langsung pergi.
Saat, Ver ketempat kolam renang disana, sudah sepi dan murid-murid sudah kembali kekelas.
" Mereka selesai 30 menit lebih awal ya. " Ver menutup pintu dan mengambil alat bersih-bersih. Ver sudah biasa membersihkan sebuah ruangan karena, itu hukumannya saat kecil jika, tidak mempelajari yang Marx ajarkan.
Dibelakang sekolah.....
" Luz, ada apa kamu mencariku? " Tanya Freya.
" 1 minggu lagi adalah perayaan ulang tahun Putri jadi, persiapannya dimulai dari besok. Sa- " Kata Luz tiba-tiba terputus.
Freya menghela nafas.
" Itu lagi? Luz, aku sudah bilang tidak usah dirayakan lagipula, temanku tidak ada yang akan datang. " Kata Freya yang malas.
Freya sudah lelah dengan perayaan ulang tahunnya karena, temannya tidak ada satupun yang datang dan dia selalu sendiri.
" Putri, anda bisa mengundang Nona Ver dan Nona Margare. " Kata Luz yang melihat Freya cukup dekat dengan Margare.
Luz sebenarnya, tidak terlalu menyukai Ver karena, Ver terlihat seperti orang yang bisa mengkhianati temannya dengan mudah.
" Tidak, tidak. Kamu sendiri tidak menyukai Ver bukan? Aku ingin kamu berteman dengan Ver agar aku merasa nyaman. " Freya yang menggeleng kepalanya. Freya juga harus mengerti perasaan Luz.
Luz sudah bersama Freya sejak, kecil.
" Putri, itu tidak mungkin. Saya hanya akan melayani putri seorang dan saya tidak membutuhkan teman. " Luz yang terdengar tegas. Luz memang tidak berteman dengan siapapun, ia hanya ingin menjaga Freya.
Freya terlihat marah.
" Luz, ini perintah yang sudah aku katakan sebelumnya dan kamu melupakannya. Aku ingin kamu menganggap aku sebagai teman bukan seorang Putri dan kamu harus memiliki teman! Jangan ganggu aku lagi. " Freya yang langsung pergi.
Terkadang, Freya memang bisa marah.
Luz hanya berdiri diam.
Ruang Pribadi Zero....
" Era, sebentar lagi ulang tahunmu, kan? Ada yang kamu inginkan? " Tanya Zero sambil memegang tangan Era. Zero memang sangat jarang masuk kelas sekalipun, ia ketua kelas.
Zero hanya masuk kelas pagi dan siangnya dia harus mengurusi masalah keluarganya. Zero sudah menjadi pewaris utama Keluarga Xacsier karena, ayah dan ibunya sudah meninggal.
" Zero, ini ulang tahunku yang ke-16 jadi, aku boleh meminta kamu sebagai pasangan pertama dansaku? " Era sedikit ragu-ragu. Era takut permintaanya berlebihan.
Era menjadi lebih baik disaat dirinya bersama Zero.
" Itu saja? Aku akan memberikan apapun yang kamu minta termasuk yang kamu minta barusan. " Zero terlihat sangat menyayangi Era dan akan memberikan apapun.
" Itu saja sudah cukup! " Era terlihat bahagia. Era sudah sangat lama menunggu ulang tahunnya yang ke-16.
Era memang merasa tidak enak hati pada Tunangan Zero sebelumnya. Namun, Era sudah menanyakan pada Zero apa tidak apa-apa memilih Era dibanding tunangan Zero dan Zero hanya menjawab " Kamu memiliki semua persyaratan untuk menjadi Putri mahkota. "
Bella dan Jeaz sempat melihat sekilas melalui jendela dan menuju suatu tempat.
Dikelas renang....
Ver sudah membersihkannya selama 30 menit, kalau orang lain mungkin, membutuhkan 2 jam.
Ver juga sudah terlatih dalam membereskan sebuah ruangan.
Ver langsung mematikan lampu dan keluar.
Saat, ia keluar 2 orang menunggunya.
Dikedai dekat Sekolah Moral...
" Apa yang ingin kalian bicarakan? Aku masih dendam soal kalian yang tidak membantuku, loh. " Kata Ver melihat arah lain. Sebenarnya, Ver tidak memikirkan itu lagi namun, Ver merasa ingin mengerjai mereka.
Bella langsung meletakkan sebuah buku keatas meja.
" Untuk apa? Kalian bisa bicara, kan? Jangan mengajakku untuk berbicara kalau kalian daritadi hanya diam. " Kata Ver yang melihat Bella dan Jeaz terlalu kaku.
" Nona Vinea, buku ini adalah jawaban yang anda inginkan selama ini. " Kata Bella memasang wajah datar. Bella sedikit ragu-ragu.
Ver diam sebentar dan langsung tertawa.
" Nona? Kalian ini bicara apa, aku tidak punya waktu mengurusi orang aneh. " Ver yang langsung berdiri.
Semakin jauh Ver berbicara bersama Bella dan Jeaz, semakin tidak jelas arah pembicaraannya.
Bella dan Jeaz juga berdiri dan menghalangi Ver.
" Aku akan mendapatkan hasilnya 1 minggu lagi Vinea, aku meminta kamu membaca buku ini terlebih dahulu. " Kata Jeaz yang tidak terlalu formal.
" Kalau aku tidak mengambilnya, kalian akan mengangguku kan? Aku akan baca buku ini dan tidak usah membicarakan hal yang tidak kumengerti. " Ver mengambil buku itu dan mendorong Bella dan Jeaz agar tidak menghalanginya.
Ditengah perjalanan pulang Ver, Zell langsung datang dan mengacak-acak rambut Ver.
" Kali ini kamu yang beruntung. " Kata Zell terlihat lesuh. Bagaimanapun, Zell tidak memiliki harapan untuk mendapat Sekolah Moral karena, ia tidak mungkin menjadi Calon Pewaris.
Ver menjauh.
" Oi, Zell! Kamu sangat berantakan, apa yang kamu lakukan dirumah Eir? Hari ini kamu juga tidak masuk. " Kata Ver terlihat kesal. Ver sangat memerhatikan semua hal tentang kakaknya.
" Aku hanya belajar beberapa hal mengenai Sekolah Moral dan aku tidak bisa mendapatkan Sekolah Moral. " Kata Zell memberitahu adiknya.
" Hah? Kenapa bisa? " Ver terlihat penasaran. Ver sangat senang jika, ia harus bersaingan dengan kakaknya. Ver selalu ingin mengalahi Zell dibagian apapun.
" Itu tidak penting yang penting adalah kamu harus mendapatkannya dan jangan kalah dari yang lain. " Zell langsung memasang wajah serius. Zell sendiri tidak ingin Ver gagal dalam mendapat Sekolah Moral.
Mereka melanjutkan jalannya dan Ver menceritakan soal dirinya yang membatalkan pertunangan.
" Tetapi, Zero itu terlihat aneh. Dia mengatakan dirinya mencintai Era tapi, saat ia menatap Era dia seperti.....merendahkannya? " Ver yang juga tidak yakin.
" Aku sedikit kecewa padamu dan aku juga ingin bertemu dengan tunanganku. " Zell yang belum pernah melihat tunangannya. Zell juga ingin bertemu dan menjalin hubungan dengan Tunangannya.
" Dyias juga mengatakannya. Zell, kamu jangan terlalu dekat dengan perempuan yang bukan tunanganmu, tunanganmu akan sakit hati, loh. " Ver tahu bahwa, semua perempuan yang bertemu Zell akan mencoba mendekatinya.
Zell tidak memperdulikannya dan mereka melanjutkan jalannya.
Dikediaman Xacsier...
" Pastikan saat ulang tahun Putri Mahkota, Putri Vernier harus menyaksikannya dari awal sampai akhir. " Perintah Zero pada bawahannya.
Hari taruhan antara Ver dan Fhell.