
" Disana ada Era dan Zero. " Kata Freya. Freya memang memiliki pengetahuan yang luas karena, ia lebih sering belajar daripada bersama orang-orang yang membencinya.
Ver sedikit terkejut mendengar itu.
Kamar-kamar VVIP biasa digunakan bebas oleh pemiliki kamar tersebut.
" Mereka berdua berpacaran baru-baru ini dan sering belajar bersama. Walaupun, Zero orang yang sedikit dingin, ia tetap luluh pada Era. " Kata Freya. Freya juga memerhatikan setiap murid dikelasnya.
" Tidak disangka. Era itu orang seperti apa? " Tanya Ver yang penasaran. Dimata Ver, Era orang yang sombong dan buruk.
Freya menarik Ver agar tidak mendekati kamar-kamar tersebut.
" Era itu orang yang lembut, baik dan populer. Era menjadi buruk mungkin, karena pengaruh Glarie. " Kata Freya yang merasa kasihan pada Era.
Freya tidak membenci siapapun dikelas. Freya juga tidak bersikap baik pada mereka yang sudah menyinggung perasaan Freya.
" Ok, ok, aku sudah tahu setengah mengenai sekolah ini. Freya, kita kembali sekarang saja. " Kata Ver yang tidak peduli.
Disaat Ver membalikkan badannya, ia bertabrakan dengan Fhell.
Ver langsung menutup mulutnya.
" Kenapa bertemu dia lagi? A-aku merasa mual. " Kata Ver menjauhi Fhell. Ver memiliki firasat yang menunjukkan ia tidak boleh berteman dengan Fhell.
Fhell merubah raut wajahnya.
" Apa yang kalian lakukan disini? Jangan memperburuk suasana. " Kata Fhell dengan nada kesalnya. Fhell terlihat dalam suasana hati yang buruk.
" Freya, kita pergi dari sini. Pria ini membuatku mual. " Kata Ver yang menarik Freya pergi. Ver sendiri juga malas berurusan dengan Fhell.
Raut wajah Fhell berubah.
" Mual? Apa ini sifat seorang murid baru? Tidak sopan sekali. " Kata Fhell merendahkan Ver. Fhell memang sangat tidak suka pada bangsawan ataupun mereka yang memiliki status tinggi.
" Jelas-jelas dia lebih parah dari Nea. " Freya berbicara suara kecil. Freya juga tidak ingin berurusan dengan Fhell karena, Luz menyuruhnya.
Ver menarik Freya untuk pergi dari sana dan tidak memedulikan Fhell.
Setelah itu, mereka masuk sekolah kembali dan waktu pulang.
" Nea, dimana rumahmu? Aku ingin mengunjungi rumahmu. " Tanya Freya penasaran. Freya ingin sekali bisa bermain dirumah teman dan berbincang-bincang.
Ver langsung menjawab dengan cepat.
" Tidak bisa! Karena, dirumahku sangat ramai dan keluargaku sangat galak. " Ver mencari-cari alasan. Ver tidak ingin identitas aslinya diketahui.
Tiba-tiba Luz datang.
" Putri, apa dia merendahkanmu? " Luz yang langsung berdiri didepan Freya. Luz memang sangat overprotektif pada Freya.
" L-luz, dia temanku. " Freya yang memberitahu Luz. Freya sangat tahu seberapa Luz sangat mengkhawatirkan dirinya.
" Luz, santai saja. Aku dan Freya memang baru kenal tapi, kita sudah bertemanan. " Ver yang langsung mencoba berteman dengan Luz.
Ver tidak ingin membuat musuh disekolah barunya ini.
" Nea, aku pulang dulu. " Kata Freya yang merasa bersalah pada Ver. Freya tidak ingin membuat suasana berubah menjadi canggung.
Ver melambaikan tangannya pada Luz dan Freya.
Ver langsung keluar dan melihat Zell sedang bersama seorang perempuan.
" Zex, kamu sudah janji untuk kerumahku. " Kata Perempuan itu menggandeng tangan Zell.
" Hm, kamu juga harus membantuku untuk mempelajari semua mengenai Sekolah Moral. " Kata Zell tersenyum. Zell terlihat akrab dengan perempuan disampingnya.
Setelah itu, mereka berpisah.
Ver langsung mendatangi Zell.
" Baru masuk sehari dan sudah ada perempuan yang mendekatimu? Aku tidak akan kalah. " Ver yang tiba-tiba memukul pundak Zell.
Zell tertawa.
" Dia bernama Eir Dex Volla. Kamu tahu kan, dia siapa? " Zell yang langsung memberitahu Ver. Zell tahu bahwa, setiap wanita yang mendekati Zell pasti akan Ver interogasi.
Ver tidak ingin perempuan tidak jelas mendekati kakaknya.
" Dia?! Desainer yang sangat terkenal itu?! Zell, kamu benar-benar gila. " Kata Ver tidak menyangka. Ver dan Zell sangat tahu siapa saja yang memiliki penghasilan yang sangat banyak.
Mereka berjalan pulang.
Saat, mereka sampai dirumah, pengasuh mereka sedang menunggu mereka untuk pulang.
Dyias sangat tegas dalam mendidik Zell dan Ver, ia juga sangat menyayangi mereka seperti anak sendiri.
Ver datang dan langsung memeluk Dyias.
" Sangat sempurna! Aku tidak akan kehilangan kesempatan untuk merebut Sekolah Moral. " Ver yang sangat bersemangat.
Dyias terkadang terpikir bahwa, itu tidak baik untuk Zell dan Ver. Dyias takut bahwa, anaknya akan berubah menjadi orang yang rakus akan harta dan menjadi orang yang arogan.
Dyias memukul kepala Zell dan Ver menggunakan kayu.
" Bukan itu! Kalian mendapat teman, kan? " Dyias terdengar khawatir. Dyias sudah mengenal sangat baik kepribadian Zell dan Ver dan seberapa hausnya mereka akan uang.
Dyias tidak tahu apa tujuan dari Zell dan Ver.
" Tentu! Zell bahkan, sudah bertemu perempuan yang dia suka. " Ver yang melebihkannya. Ver sangat senang disaat, Dyias memarahi Zell.
Zell langsung mengelak, dan mereka berdua bertengkar. Dyias terhibur dengan kedekatan Zell dan Ver.
Mereka masuk rumah. Rumah yang dimiliki Zell dan Ver tidak besar, rumah itu diisi dengan cara Klasik dan tradisional.
Hari berikutnya.....
Zell dan Ver berangkat sekolah dan ditengah jalan Ver bertemu dengan Zero.
Zero sempat melihat Ver dan tidak memedulikannya.
" Zell! Aku baru ingat, apa kamu mengenal orang yang memiliki nama belakang Xacsier? " Tanya Ver yang tidak bisa mengingat nama tersebut.
" Hah? Kamu tidak mengingatnya? Nama itu ada dalam perjanjian pertunangan yang ditinggalkan oleh orang itu. " Kata Zell memberitahu Ver.
Ver berhenti berjalan.
" Tidak disangka! Ini menjadi menarik, Zell. " Ver tersenyum. Ver tidak menyangka benar-benar bertemu dengan orang yang bernama Xacsier.
Ver tidak pernah terpikirkan soal perjanjian sebelumnya.
Disaat sampai gerbang sekolah, mereka langsung berpisah.
Saat, masuk kelas Freya langsung mendatangi Ver.
" Aku minta maaf soal kemarin. Luz memang seperti itu. " Freya meminta maaf pada Ver. Freya takut bahwa, Ver akan membencinya seperti yang lain.
" Freya, kamu santai saja. Itu menunjukkan seberapa setia Luz kepada majikannya. " Ver yang langsung duduk. Ver tidak memikirkan itu sama sekali.
Freya sedikit merona.
" Aku tahu bahwa, Keluarga Xacsier sangat berkuasa. Aku tidak boleh kehilangan kesempatan spesial ini! " Kata Ver dalam hatinya. Ver tidak memiliki perasaan apapun pada Zero, Ver hanya ingin memiliki kekuasaan Zero.
Beberapa menit kemudian. Ver memanggil Freya untuk mendatanginya.
" Freya, Zero itu orang seperti apa? " Tanya Ver dengan suara kecil. Ver tidak ingin orang lain mendengar terutama Era.
" Dia baik kepada semua orang dan dia sangat susah ditebak. " Jawab Freya. Sejauh ini, Freya tidak pernah berbicara berdua pada Zero.
Guru Yiran langsung masuk.
" Muridku tercinta, besok kalian akan berenang seharian dan tidak boleh bolos. " Kata Yiran yang tiba-tiba. Yiran sangat membenci murid yang bolos.
Ver yang mendengarnya langsung terkejut.
Sekolah Moral selalu memprioritaskan tubuh murid agar sehat dan tidak lemah.
" Berenang?! Aku tidak bisa! " Ver dalam hati yang panik. Ver memiliki beberapa bekas luka ditubuhnya dan Ver sangat tidak suka jika ada orang yang mengetahuinya.
Baju renang Sekolah Moral itu sangat tidak cocok untuk Ver.
Ditengah pelajaran....
" Vinea, Bella dan Jeaz, kalian bertiga adalah murid baru jadi, kalau besok ada yang bolos kalian akan terkena hukuman. " Kata Yiran memperingati.
Yiran ingin mendidik murid baru agar menjadi disiplin dan tahu segala peraturan Sekolah Moral.
Jam istirahat...
Ver mendatangi Bella Nocter.
" Bella, sebagai sesama murid baru apa kamu akan mengikuti kelas renang? " Ver yang sangat berharap Bella tidak bisa berenang.
" Aku sangat tertarik jadi aku ikut. " Kata Bella tidak bertatapan langsung dengam Ver. Bella memang orang yang datar begitupun saudaranya.
Ver melihat Jeaz dan berencana menanyakannya namun, Bella langsung berkata...