Catchers

Catchers
3-A Class



" Hari ini kamu dan Fhell tidak masuk disaat bersamaan dan saat kamu masuk kelas siang tanganmu terluka. " Margare terlihat mencoba mendekatkan diri dengan Ver.


" Margare, ini hanya sebuah luka kecil dan bisa terjadi disaat kita ceroboh. Aku hanya tergores piring yang pecah tidak usah berlebihan. " Kata Ver yang langsung mendorong Margare agar tidak menghalangi jalannya.


Didepan gerbang sekolah....


" Nea, karena 1 minggu kedepan kita akan adakan pesta untuk para bangsawan yang berulang tahun kita akan libur jadi, aku ingin mengundang kamu kerumahku. " Kata Freya yang sudah mendengar Luz bersedia berteman dengan Ver.


" Oh, baiklah. Jam berapa? " Tanya Ver.


" Nanti aku akan kirimkan pesan dan karena, kamu tidak memberitahu rumahmu aku akan menyuruh Luz menjemput kamu dikedai Byt. " Kata Freya dengan senang.


Freya sangat senang bisa mengundang temannya untuk kerumahnya. Freya tidak pernah merasakan hal itu sudah cukup lama.


Luz datang dan menjemput Freya.


" Vinea, kita pulang dulu. " Kata Luz yang langsung memulai sandiwaranya. Luz ingin Freya percaya padanya.


Ver sempat terdiam dan langsung melambaikan tangannya.


Ver menunggu Zell yang pulang lebih lama 1 jam dengan berdiam diperpustakaan.


Luz memang diizinkan pulang lebih awal karena, tugasnya hanya menjaga Freya. Sekolah itu hanya alasan Luz untuk menjaga Freya selama jam belajar.


Luz sudah diajari lebih awal mengenai semua pelajaran sekolah.


Kelas 3-A....


" Aku dengar Zero mengundang semua murid untuk acara ulang tahun Putri Era. " Kata seorang pria bernama Caleb. Caleb adalah salah seorang anggota CBCL.


" Yosha! Aku akan mengajak adik perempuanku yang imut untuk datang. " Kata pria bernama Rei. Rei seorang artis yang suaranya sangat dikagumi semua orang.


" Adik perempuanmu?! Dia adikku juga bodoh. " Kembaran Rei bernama Dai. Dai juga seorang aktor yang sangat sibuk jadi, ia jarang masuk kelas.


" Apa yang sedang kalian ributkan? Zero itu mengundang semua dan dia bilang kita bebas mengajak siapapun tapi, sepertinya aku tidak akan ikut. " Kata Zell yang kurang suka tempat yang ramai.


Zell juga sudah akrab dengan semua murid kelas 3-A. Murid kelas 3-A sangat mudah bergaul dengan murid yang baru memasuki kelas 3-A.


Walaupun, semua murid kelas 3-A berasal dari keluarga yang sangat dikenal banyak orang dan mereka berasal dari Negara yang berbeda-beda mereka tetap mudah bergaul.


" No! Zex, kamu harus ikut! Aku dengar kamu punya adik perempuan, kan? Perkenal dia pada kita. " Kata Leam yang juga anggota CBCL.


" Leam bodoh! Kamu hanya penasaran dengan adiknya, Zex itu kan teman baru kita jadi, akan lebih menyenangkan kalau Zex merayakan pesta bersama kita. " Kata Yura yang merangkul Zex.


Yura murid yang sangat ceria dan lincah dikelas 3-A, dia termasuk 5 besar murid yang diidamkan oleh banyak sekolah terkenal.


" Lagipula, apa serunya pesta? Aku tidak tertarik. " Kata Zell. Zell tidak menyukai tempat yang ramai, itu akan menganggunya.


Semua Murid kelas 3-A telah mengetahui bahwa, Zell memiliki seorang adik perempuan.


Zell memang sudah menyembunyikannya namun, kelas 3-A itu sangat pintar dan berbeda dari murid bangsawan biasanya.


Kelas 3-A juga lebih sering bersenang-senang dikelas dibanding belajar.


" Zex, kamu akan menyesal kalau tidak ikut. Zero telah membuat ruangan yang cocok untuk murid kelas 3-A dan aku penasaran secantik apa Putri Era. " Kata Caleb.


Caleb hanya mendengar nama Era dan tidak pernah mengetahui wajah Era.


Era lebih sering bersama Zero dan ia tidak ingin semua orang disekolah mengetahui dirinya karena, sebuah alasan. Semua orang hanya mengetahui nama Era dan tidak mengenal langsung.


" Baiklah, aku datang tapi, aku tidak akan mengajak adikku. " Kata Zex yang hanya mengalah. Setidaknya, kelas 3-A tidak bergabung di tempat utama yang sangat ramai dan berisik.


" Zex! Kamu harus mengundang adikmu, kamu harus mengetahui apa serunya meluangkan waktu bersama adik perempuanmu. " Kata Rei pada Zex.


Rei dan Dai sangat menyayangi adik perempuan mereka dan sangat memanjainya.


Zell langsung tertawa.


" Kalian tidak mengenal adikku sama sekali. Adikku itu sangat rakus akan uang dan dia itu akan melakukan apa saja demi mendapatkan incarannya. " Kata Zell yang tidak bisa membayangkannya.


Diperpustakaan....


" Jadi, hal yang dibutuhkan untuk menjadi Calon Pewaris adalah akrab dengan seluruh orang di Sekolah Moral dan melakukan satu hal yang menguntungkan Sekolah Moral? Apa yang harus aku lakukan? " Ver membaca buku mengenai Calon Pewaris.


Ver baru sekolah beberapa hari dan akan sangat susah untuk mengakrabkan diri dengan seluruh orang disekolah.


" Seorang Ver itu sangat susah jika, harus akrab dengan orang lain tapi, karakter Vinea mungkin bisa. " Ver terpikir sebuah cara.


Ver mendapat beberapa informasi mengenai Calon Pewaris sebelumnya.


Setiap 7 tahun, Sekolah Moral memilih 5 Calon Pewaris. Diantara 5 tersebut hanya akan ada 1 yang terpilih dan mereka yang tidak dipilih telah menghilang dan keberadaannya tidak diketahui.


Setiap tahunnya Sekolah Moral juga wajib mengirim 15 murid bangsawan keluar Negara dan melanjutkan pendidikan ditempat yang berbeda.


" Calon Pewaris tahun ini hanya ada 3 lebih sedikit dibanding sebelumnya tapi, kemana Calon Pewaris generasi sebelumnya yang tidak terpilih? " Ver yang penasaran.


Ver tidak ingin salah dalam mengambil langkah.


Ver sudah pernah salah mengambil langkah dan menyebabkan kesalahan, ia tidak ingin terulang kembali.


Selama 1 jam, Ver telah memperoleh informasi yang penting dan tidak penting. Zell menjemput Ver yang menunggunya di Perpustakaan.


Zell melihat Ver terlalu fokus membaca dan Zell langsung membisik kepada Ver untuk menakutinya.


" Ayo pulang~ " Zell yang terkadang suka bermain-main bersama adiknya. Zell sangat ingat sifat Ver saat masih kecil dan sangat berbeda dengan Ver yang sekarang. Itu berkat bimbingan Marx.


Ver tidak takut sama sekali dan langsung mendorong.


" Tidak ada gunanya, aku sudah tidak terpengaruh dengan dirimu yang sangat menyebalkan. " Ver mengambil bukunya tanpa meminjam terlebih dahulu dan memasukkan dalam tas.


" Sesuai dugaan. Kamu akan datang kepesta tunanganmu itu? " Tanya Zell. Itu sama sekali bukan urusan Zell jika, Ver ikut atau tidak.


Zell akan sangat susah jika, mengajak Ver kepesta. Ver harus memiliki keinginannya sendiri, Ver itu sangat susah dibujuk.


" Tentu! Itu karena, Freya juga berulang tahun. Kamu ikut juga? " Ver sebenarnya, sangat kesal jika harus datang tapi, Freya adalah teman pertamanya.


Zell tidak menjawab dan melanjutkan jalannya.


Sesampai dirumah.....


" Ve, aku baru menyadarinya, ada apa dengan tanganmu? " Tanya Zell yang baru menyadarinya. Zell sangat tidak suka melihat adiknya terluka dan ia menyembunyikan perasaan tersebut.


" Ini hanya terkena goresan pedang saat bertanding melawan Fhell. " Balas Ver yang langsung meletakkan tasnya dan berjalan kekamar.


Zell menahannya.


" Aku memang bilang untuk melakukan apa saja sesukamu tapi, aku pernah bilang kan? Jangan sampai terluka, itu memuakkan. " Zell yang terlihat kesal.


Ver langsung tertawa.


" Kakak, ini hanya luka kecil~ aku akan lebih berhati-hati selanjutnya. " Ver yang tidak terlalu peduli.


" Adik bodoh! Ingat, jika aku melihat kamu terluka lagi, aku akan membalasnya berkali-kali lipat. " Zell yang memukul kepala Ver dan kembali kekamarnya.


Disisi lain.....


" Tuan, aku mendengar kali ini Putri Vernier mengincar tempat yang sangat berpengaruh di 5 Negara utama. " Seorang Pelayan sambil menuangkan teh.


" Dia tidak tahu jika, Sekolah Moral itu lebih berbahaya daripada yang dibayangkannya. " Kata Seorang Pria sambil membaca buku dan bersandar dijendela.


" Apa Tuan akan menemuinya? " Tanya Pelayan tersebut.


" Selama aku meninggalkannya, dia telah berbuat banyak masalah dibanding Zell. Aku akan menemuinya sebagai kejutan. " Kata Pria itu yang masih fokus membaca bukunya.


" Bagaimana dengan Tuan Sean? " Pelayan itu kembali bertanya.