Cat Go To Isekai!!

Cat Go To Isekai!!
07. Seperti karakter Utama saja!



nama ku Yuki.


di kehidupan ku sebelumnya aku Adalah seorang Samurai yang hebat dan di takuti, aku di kenal sebagai Si Gila Asagumi


namun sayangnya itu semua berakhir menyedihkan.


bukannya mati oleh musuh, aku malah mati dengan cara yang sangat-sangat bodoh bagi siapapun.


yaitu tersandung kaki sendiri saat sedang berjalan santai.


saking memalukannya, bahkan dewa menertawakan kematian itu. harga diriku sebagai samurai terhebat jadi hancur gara-gara itu. sungguh memalukan hingga rasanya aku ingin menghilang dari dunia ini.


tapi, dewa yang aku temui memberiku tawaran menarik. yaitu aku akan lahir di dunia berbeda dengan dunia ku Sebelumnya. dan dia bilang jika aku berusaha lebih keras jika hidup di dunia seperti itu, mungkin Reputasi ku lebih baik daripada saat aku menjadi samurai di dunia lama ku.


aku menyetujuinya, dan dewa itu mengirimkan ku ke dunia yang ia maksud. dan tak berapa lama, Aku telah lahir sebagai Individu yang berbeda.


seorang laki-laki dengan mata merah dan rambut putih. dan aku lahir di keluarga yang sederhana


dan singkat cerita, sejak dini aku terus mengasah kemampuan bertarung ku. aku mencoba bertarung menggunakan pisau dan energi unik yang di namakan sihir. dan guru yang mengajari ku adalah kakek ku yang adalah mantan Assassin.


setelah bertahun-tahun latihan dan akhirnya kemampuan ku meningkat pesat. kakekku menyarankan ku untuk menjadi petualang di kota bernama Axel. dia mengatakan jika aku ingin menjadi semakin kuat maka jadilah petualang dan bergabunglah dengan party yang kau rasa terbaik.


aku menerimanya, dan saat usia ku sudah 17 tahun. sudah saatnya aku pergi ke kota tersebut.


dan saat ini aku telah sampai ke kota. dan aku bisa merasakan rasa semangat ku yang meluap-luap.


...****************...


setelah menjalani Quest yang sangat melelahkan hingga memakan waktu hingga senja. aku memutuskan untuk membersihkan badan ku bersama Silvya.


setelah itu, kami pergi ke Guild untuk makan.


di meja makan, Silvya sedikit terheran karena melihat banyak sekali makanan yang di pesan oleh ku untuknya.


"anu.... Milia-san? Apa ini tidak terlalu berlebihan....?"


"Tenang saja.... aku yang traktir. anggap saja ini sebagai ucapan selamat datang ku.... Nah Sekarang...."


aku mengambil sesendok sup dan mulai memberikannya pada Silvya.


"katakan.... Aaaaa"


"ti-tidak perlu sejauh itu.... tapi.... apa boleh buat...."


Silvya membuka mulutnya lalu memakan sup yang ada di sendok. Ekspresi wajah nya langsung berubah.


"Enak...."


"benarkan..... Kalau begitu bagaimana satu suapan lagi?"


"i-itu tidak perlu, Milia-san..... tidak usah repot-repot melakukannya.... aku bisa sendiri"


"baiklah..... ini yang terakhir deh....."


saat aku ingin menyuapi Silvya. Alfred hanya bisa menatap iri kami dengan menguyah roti di tangannya.


"Enaknya..... aku juga pengen di suapi seperti itu...."


"Suapi saja dirimu sendiri...."


"Sudah kuduga kau akan mengatakan nya"


Suasananya Guild di malam hari cukup Ramai. banyak petualang Duduk dan menikmati makanan dan Minum bir sambil tertawa.


ya wajar saja, Mereka pasti lelah menyelesaikan Quest seharian seperti kami. dan juga, Jarang sekali ada Quest Nokturnal (Quest malam) di Guild ini.


"Hei Milia...."


"Ada apa, Alfred"


"Apa kau sudah ada rencana untuk tidur di penginapan mana?"


"Penginapan ya.... soal itu..... mungkin malam ini kita tidur di penginapan Khusus di Guild saja."


"begitu ya....."


"kenapa kau bertanya soal itu?"


"bukan apa-apa. aku hanya berpikir, Seandainya saja kita punya Property Party sendiri. pasti kita tidak perlu keluarkan uang setiap hari untuk tidur di penginapan...."


"Property?"


"Hunian Party.... seperti rumah pada umumnya hanya saja itu di khususkan untuk petualang saja..."


"begitu ya..... jika boleh tahu.... berapa harga Property itu?"


"Owh.... itu sekitar 10 juta sampai 50 juta Reis kok."


"Gila! itu Terlalu mahal lho!"


"ya wajar saja. Property itu sifatnya permanen lho...."


Karena mendengar itu, Tubuh ku langsung lemas karena sulit memikirkan nya.


"Milia-san?!.... apa kau baik-baik saja?!"


"ugghhh.... tiba-tiba saja tubuh ku lemas setelah memikirkan nya.... pertama party kita kurang 1 orang lagi, Kedua bagaimana kita mencari Property murah disini....."


Memikirkannya cukup membuatku pusing. belum lagi mengumpulkan uang sebanyak itu sangat mustahil lho.


"Apa kau orang yang bernama Vinryl?"


Seseorang berbicara dengan ku. seorang laki-laki dengan Rambut putih dan mata merah, ia memakai pakaian dengan jaket panjang bewarna hitam.


"ah... ya aku Milia. ada perlu apa dengan ku?"


"tentu saja... aku ingin mendaftarkan diri sebagai Anggota Ke-4 Party mu.... bukan kah kertas ini jelas mengatakannya?"


ia kemudian memperlihatkan Kertas pendaftaran Party yang ku buat.


"bagaimana? apa aku di terima di party"


tiba-tiba Alfred menyela.


"masih belum, Setidaknya beri tahu nama mu dan Job petualang mu... setelah itu kami memutuskannya..."


"Begitu ya.... nama ku adalah Warzt Elzerbern, Panggil aku Yuki saja aku tidak suka nama Rumit itu. Job ku adalah Assassin Level 12. Apa dengan itu sudah cukup?"


"begitu ya.... Yuki-kun, Kenapa kau ingin masuk Ke party ku?"


"Kenapa? Sudah jelas bukan.... Cuman ini Formulir pendaftaran Party yang ada di papan."


"Be.... Begitu ya....."


"apa dengan ini Aku diterima?"


Bagaimana ya.... Aku punya perasaan tidak enak dengan laki-laki ini, Dari gaya bicaranya saja dia agak sombong.... tapi apa boleh buat, Akan lebih bagus ada yang mendaftar dirinya daripada tidak sama sekali.


"Baiklah, Karena aku tidak enak menolak mu. aku di terima...."


"Terimakasih banyak, dan mohon Kerja samanya"


lalu ia mengambil pin Pendaftaran partynya, Dan menempelkan nya pada kertas. dan ia resmi jadi Anggota Ke-4 Party ku.


"Dengan ini sudah bukan?..... owh ya.... aku ingin bertanya pada Pria itu."


"Alfred, Namaku Alfred lho. panggil aku dengan nama ku"


"Baiklah Alfred.... aku ingin bertanya sesuatu."


"apa itu? apa kau bertanya bagaimana caranya agar menjadi petualang hebat kah?"


"Kenapa pakaian mu begitu norak?"


"owh soal itu ya.... tunggu apa kau bilang tadi?"


"Pakaian mu itu sangat norak lho.... di tambah lagi, apa-apaan sarung pedang seperti itu... kau itu petualang atau Badut?"


tiba-tiba saja Alfred Memukul meja dengan keras karena kesal.


"Apa-apaan kau ini!? Berani-beraninya kau menghina pakaian ku! kau tidak tahu jika aku anak seorang pengacara ternama. aku tidak segan-segan membawa mu ke jalur hukum lho..."


"tunggu, Alfred.... Kau terlalu berlebihan lho.... dia hanya bercanda kok.... benar kan, Yuki-kun?"


"Apa kau benar-benar ras kucing?"


"te-tentu saja.... kenapa dengan itu?"


"Pantas saja, Bau mu sangat amis...."


"amis.....?"


"ditambah lagi, Apa-apaan pakaianmu itu? Norak banget lho... Bagimu itu sangat cantik. bagiku itu seperti sampah lho...."


"sampah.... amis....."


apa-apaan orang ini....


baru bertemu saja sudah mengatakan hal sekeji itu....


ditambah lagi, Dia sengaja memancing emosi ku kah?


baiklah.... jika kau melihat aku emosi....


aku perlahan-lahan mengambil pisau di meja makan. Silvya merasa jika aku melakukan sesuatu yang berbahaya.


saat aku mengangkat pisau itu. Silvya langsung menahan ku agar tidak menusuknya.


"Milia-san, Tolong Hentikan! bahaya jika kau membunuhnya! reputasi petualang mu bisa rusak lho!"


"Haha.... maaf-maaf jika sampai ingin membunuh ku.... memang kebiasaan ku seperti itu. dan kau gadis el-..... Gak jadi deh.... kalau situasi nya seperti ini"


Amarah ku perlahan sedikit demi sedikit mulai mereda. aku meletakkan kembali pisau yang ku genggam di meja.


Meski aku sudah tidak marah lagi. Silvya masih menahan tubuh dengan erat agar aku tidak membunuhnya hanya karena perkataan Yuki.


"Tenanglah, Silvya.... aku sudah tidak marah lagi kok.... bisakah kau melepaskan ku?"


"Baik..."


"ah.... Setelah makan rasanya aku ingin tidur.... aku akan memesan beberapa kamar untuk kalian beristirahat."


"Lalu, apa kau tidak ikut makan? kau makan cukup sedikit lho, Milia"


"Tidak apa-apa, Aku sudah cukup kenyang lho... sampai besok ya...."


Aku beranjak dari kursi ku dan Berjalan menuju Astridia Untuk memesan 4 kamar untuk satu malam. dan Astridia memberi 4 kunci dan aku hanya mengambil 1 kunci saja sisanya aku titipkan pada Anggota Party ku yang lain.


singkatnya aku masuk ke kamar dan segera tidur di kasur yang lumayan empuk.


...****************...


pagi yang Cerah, Burung-burung berkicau di luar, cahaya matahari yang menyilaukan masuk melalui jendela kamar.


aku membuka perlahan aku membuka mata ku dan melihat seseorang di samping ku.


"Selamat pagi, Milia..."


"Selamat pagi.... Kenapa kau masuk ke kamar ku...."


"Tentu saja.... pintu kamar mu belum terkunci lho."


aku memutar badan ku dan kembali tidur... Tunggu sebentar.


Bukannya aku memesan kamar untuk diri ku sendiri.


lalu Pria itu....


dengan gemetar aku menoleh ke belakang dan Melihat Orang tadi dan orang itu adalah Yuki. dan dia dengan santainya memberi sapaan.


"Yo...."


wajah ku mulai memerah karena malu dan aku mulai berteriak.


"SEDANG APA KAU DIKAMAR KU, BODOH!!"


dan tamparan keras mengenai tepat di pipinya.


di Guild,


Yuki memberi sapaan kepada Semua anggota Party dengan pipi yang sedikit memerah dengan cap tangan.


"Selamat pagi semuanya...."


"Yuki.... Kenapa Pipimu memerah seperti itu?"


"bukan apa-apa.... cuman tidak sengaja melihat sesuatu...."


"begitu ya...."


Kemudian Alfred melihat ku yang baru saja melihat kejadian yang memalukan.


"ada apa, Milia? kau tampak aneh dari biasanya"


"i-itu bukan apa-apa.... ya-yang penting kita harus mencari Quest terlebih dahulu"


aku berjalan dengan agak cepat dan tidak menatap mereka ke Papan Quest.


gawat.... kejadian itu masih sulit ku lupakan.....


aku jadi sulit berpikir jernih....


Teman separty ku memandang ku dengan rasa aneh dan Curiga kecuali Yuki, karena hanya dia yang tahu apa yang terjadi barusan.


"Kau aneh sekali.... Milia...."


jangan terlalu dipikirkan Milia....


Sekarang saatnya untuk mencari Quest....


Saatnya melupakan nya.... AAAAAAHHHH TIDAK BISA!!! TIDAK BISA AKU LUPAKAN!!!


Saat aku masih mencoba melupakan kejadian itu. Silvya memanggil ku dengan menyentuhku.


"Milia-san....."


"Y-YA!"


"Aku barusan menemukan Quest yang menurut ku bagus...."


"benarkah? dimana Quest nya?"


"ada disini...."


Lalu Silvya menunjuk Sebuah kertas Quest. Karena penasaran, aku mencoba melihatnya....


...***...


Quest Pemusnahan (1-4) :


(Butuh petualang Minimal Lv. 10)


kalahkan Robot lepas Kendali selama seminggu ini. kami tidak tahu cara menghentikannya. bisa-bisa dia akan Merusak kota jika di biarkan


Imbalan : Property


Pemberi Quest : Lilith Amerist


...***...


Sebentar....


apa ini sungguh-sungguh imbalan nya?!


Sebuah Property?


Alfred dan Yuki juga melihat dan juga kagum dengan Quest itu.


"Apa ini benar-benar imbalannya ya?"


"Hoo.... Sebuah Property ya.... Tampaknya Questnya agak rumit kurasa"


"hei, Silvya.... Darimana kau bisa menemukan Quest ini"


"itu.... aku hanya melihatnya saja dan keliatan ini Quest yang menarik...."


"ini bukan menarik lagi, ini Luar biasa. kita benar-benar beruntung.... Baiklah sudah ku putuskan! Kita ambil Quest Ini!!"


dan Aku menempel kan Pin Party ku di Kertas Quest itu.


...****************...


kami sampai di lokasi Pemilik Quest. Sebuah rumah besar dengan dinding berwarna putih dan atap biru.


Alfred merasa kagum dan mulai bertanya.


"Besar sekali.... apa yang membuat Quest ini seorang bangsawan seperti ku?"


"Entahlah.... yang jelas desain rumah ini cukup jelek menurut ku"


"Hei, Yuki. bisakah berhenti Menghina sesuatu di depan matamu?"


"maaf-maaf sudah kebiasaan.... kalau begitu kita masuk saja"


Yuki tanpa Basa-basi langsung berjalan menuju pintu dan kami pun menyusul.


Yuki mulai mengetuk pintu besar itu.


"Permisi, Kami petualang yang ingin menjalankan Quest mu!"


"Hoo.... Ternyata kalian datang juga...."


Pintu mulai terbuka dengan lebar dan memperlihatkan seisi ruangan yang gelap. tiba-tiba sebuah lampu menyoroti seorang Gadis berambut Panjang yang diikat dengan Jas lab berpose aneh.


"Selamat datang, Para petualang.... di tempat ilmuwan tercerdas di kota Axel!"


Kami tidak tahu harus berkata apa.... yang jelas, Pemberi Quest ini agak Narsis menurut ku.....


"Namaku Adalah Lilith, Ilmuwan yang sudah menciptakan penemuan hebat dan yang ti-"


tiba-tiba seseorang datang dan memukul kepalanya. Seorang Wanita dengan Rambut putih panjang dan Memakai kacamata serta ia juga memakai Jas lab seperti gadis itu.


"hentikan tingkah aneh mu itu, Lilith"


"Aduuhh.... Apa-apaan kau ini, Prisyla?! Sesekali berpose keren tidak apa-apa kan?"


"Berhentilah mengoceh dan nyalakan lampunya... aku tidak bisa bekerja jika semua lampu kau matikan...."


"haaahh..... iya deh...."


Gadis itu mulai turun dan wanita yang memukulnya menghampiri kami.


"Maaf jika dia melakukan hal yang memalukan seperti tadi."


"tidak apa-apa, itu bukan masalah bagi kami."


"syukurlah, Ngomong-ngomong Perkenalkan aku Prisyla dan dan yang tadi adalah, Lilith"


"nama ku adalah Milia Vinryl, Senang berkenalan dengan mu... ngomong-ngomong tentang Quest nya...."


"owh, soal itu kita bisa bicarakan di dalam sambil minum teh.... Bagaimana?"


"kami juga tidak keberatan kok soal itu...."


"baiklah.... silahkan masuk...."


saat aku berbincang dengan Prisyla. satu hal yang baru ketahui... yaitu...


"Eeehhh?!! Robot itu buatan kalian?!"


"ya, Sejujurnya Robot itu dipakai untuk mengumpulkan mineral tersembunyi di sekitar kota. Namun, saat robot itu hampir selesai Lilith langsung mengaktifkan nya padahal aku masih belum memasang benda untuk mengontrol robot itu. Sejujurnya, aku mengakui dia Jenius, tapi aku rasa dia terlalu Percaya diri dan bertindak seenaknya...."


"Aku paham dengan masalah mu. Soalnya aku juga punya orang seperti itu meski bedanya dia agak bodoh"


"Pasti berat ya mengurusi orang seperti itu."


"Ya, kau memang benar.... Oh ya, maaf jika ini kurang nyaman untuk di bicarakan.... Tapi, apa imbalan nya benar-benar sebuah Property?"


"Ya, kami benar-benar memberi Imbalan itu. Property itu sudah lama tidak kami gunakan, sebenarnya Questnya cukup ramai yang menjalaninya karena imbalannya cukup besar. Tapi, mereka semua gagal karena robot itu terlalu kuat, dan sampai sekarang belum ada yang mampu."


"Begitu ya.... Ngomong-ngomong, dimana tempat Robot itu berada?"


"Soal itu...."


Dan Prisyla memberikan lokasi terakhir robot itu berada.....


...****************...


Ini..... Benar-benar Buruk.....


Sebuah robot yang bentuknya seperti manusia telah merusak segalanya.


Padang rumput hijau yang dulunya indah, kini dikotori oleh jejak kaki raksasa robot itu. Di tambah lagi, dia terus mengorek tanah dan mengamati bebatuan yang ia pegang.


Kami hanya mengamatinya dari jauh karena Selain robot itu punya fisik yang besar dan keras, Prisyla mengatakan jika Robot itu akan mempelajari segala hal yang ada di sekitar nya dan dia akan sangat beringas jika ada yang menyerangnya secara tiba-tiba. Prisyla juga mengatakan jika mata Robot itu Hijau artinya tidak ada hal yang mengancam, dan jika warna merah itu adalah situasi sebaliknya.


Aku masih memikirkan cara untuk mengalahkan robot sebesar itu.


"Aah.... Bagaimana caranya kita mengalahkan benda sebesar itu?"


"Kenapa memikirkan nya selama itu, Milia?"


"Apakah kau ada rencana, Alfred?"


"Sejujurnya tidak ada. Tapi ini hanya saran ku saja, Kenapa kita tidak menyerangnya secara langsung saja seperti biasa kita lakukan?"


"Ti-tidak bisa! Bukankah terlalu berbahaya jika menyerang nya secara langsung...."


"Gadis Elf ini benar lho. Menyerangnya secara langsung terlalu beresiko. Sebaiknya kita menyusun strategi lebih dulu. Apa kau mau Quest ini gagal?"


"Jangan mengaturku, pemula. Kau itu hanya anggota baru party ini, jangan seenaknya mengatur."


"Terserah kau saja. Bagiku, hanya orang payah yang tidak mau diatur dan bertindak sembrono di saat seperti ini"


"Hah? Apa kau baru saja menghina ku?"


"Ya.... Memangnya kenapa?"


Suasananya semakin memanas, Alfred dan Yuki saling menatap sinis satu sama lain. Karena aku tidak ingin melihat mereka bertengkar aku langsung meleraikannya.


"Kalian! Berhenti lah bertengkar. Aku tidak ada maksud untuk membela. Tapi, Yang dikatakan Yuki itu benar lho, Alfred. Kita harus menyusun rencana untuk mengalahkan robot itu. Ini bukan makhluk sembarangan yang kita pernah kalahkan Sebelum nya. Jadi aku mohon pengertian mu"


Alfred terdiam saat aku mengatakan itu. Tak lama ia menghela nafas dan perlahan maju.


"Hah.... Baiklah-baiklah...."


"Tunggu, Alfred.... Apa yang ingin kau lakukan?"


"Jika Teman Party ku tidak setuju dengan keputusan ku..... Maka akan ku lakukan sendiri..... Akan ku kalahkan Robot itu dengan tanganku sendiri....."


Alfred mulai berlari dan mengeluarkan pedangnya dari sarungnya. Dan bersiap menghadapi robot itu sendiri.


"Tunggu Al- Ahhh!! Kenapa dia selalu keras kepala sih!!"


Alfred menghampiri robot itu sambil menyiapkan pedangnya untuk menyerang...


"Oi! Tubuh Kaleng!! Lihatlah kesini!!"


Robot itu langsung menoleh ke arah Alfred yang sudah mengambil kuda-kuda menyerang. Dan seperti yang dikatakan Prisyla, Mata Robot itu akan jadi merah jika ada ancaman.


Robot itu mulai menyerangnya dengan tangan besarnya. Alfred hanya mengeluarkan senyuman saat serangan robot itu datang.


"ITULAH YANG KU TUNGGU!!!"


Ia mengayunkan pedangnya dan berhasil menahan serangan tangan besar itu. Tanah yang dipijaki Alfred seketika retak dan hancur karena kekuatan besar robot itu. Namun Alfred masih saja tersenyum....


"Ini belum seberapa, Tubuh kaleng!!!"


Sebuah api mulai membakar pedang miliknya. Lalu ia mulai menolak tangan Besar robot itu untuk memberi kesempatan untuk ia mengeluarkan serangan. Dan Alfred mulai mengayunkan pedangnya....


"Blast Slash!!!"


Sebuah tebasan muncul dan membuat ledakan di tangan robot itu. Karena robot itu sedang lengah, Alfred mulai mengeluarkan skill selanjutnya.


Listrik mulai memancar di kedua kakinya. Dan Alfred mulai mengambil ancang-ancang untuk berlari.


"Baiklah!!! Thunder Speed!!!"


Alfred berlari dengan kecepatan tinggi dan mulai mengincar mengincar kakinya. Dan saat ia hampir sampai pada kakinya, ia kembali menyiapkan pedangnya untuk serangan selanjutnya.


"Shock Wave!!"


Sebuah tebasan kejut muncul, membuat robot itu mulai tumbang.


Aku dan Silvya melihat nya dengan cukup kagum. Namun Yuki merasa khawatir dengannya.


"Hebat! Tidak ku sangka jika dia sehebat itu, ku pikir dia hanya orang berguna"


"Itu sangat berbahaya baginya."


"Apa maksudmu, Yuki?"


"Skill yang ia pakai, itu adalah skill yang menguras banyak mana.... Jika dia terus memaksakan dirinya untuk mengeluarkan skill yang menguras banyak mana, maka itu jadi kesempatan robot itu untuk membunuhnya...."


"Me-membunuhnya?"


"Lalu kita harus bagaimana?"


"Tentu saja kita harus menolongnya.... Sekarang, Ikut aku!"


Yuki mulai turun disusul dengan kami yang mendengar apa ia rencanakan.


Sementara itu, Alfred yang masih berada dekat dengan robot itu mulai merasakan tubuhnya mulai lemas, pandangan nya juga sedikit demi sedikit mulai kabur.


"Sial.... Mana ku hampir Habis....."


Robot itu kembali bangkit Dan kembali menatap Alfred dengan mata yang masih merah. Alfred yang agak sempoyongan mulai mengambil kuda-kuda bertahan.


"Urusan kita masih belum selesai ya..... Baiklah, Ayo kita selesaikan sekarang!!!"


"Alfred-san!!!"


Silvya berlari menghampiri Alfred. Lalu tanpa basa-basi, Silvya langsung memeluk nya.


"Silvya?!"


Robot itu kembali menyerang mereka berdua dengan tangan besarnya. Namun, sebuah serangan mengenai kepala robot itu sehingga serangan itu meleset dan tidak mengenai mereka berdua.


Aku berlari dengan mengangkat tongkat sihir ku. Dan mencoba memancing perhatian robot itu sambil memperingatkan Silvya untuk membawa Alfred ke tempat aman.


"Silvya!! Bawa Alfred ke tempat aman lalu sembuhkan dia!! Serahkan robot ini padaku dan Yuki!!"


"Ya!!"


Tanpa pikir panjang, Silvya menurutinya dan membawa Alfred yang kebingungan ke tempat aman.


Sesampainya di tempat yang di rasa aman, Alfred kebingungan dengan situasi yang terjadi.


"Apa yang kalian lakukan? Biarkan aku saja ya-"


"Tidak boleh!!"


"Heh?"


"Kau harus beristirahat disini.... Biarkan Milia-san yang mengurus sisanya...."


Sementara itu aku terus menembakkan cahaya sihir dan sesekali menghindari serangan robot itu. Aku sama sekali tidak tahu apa yang direncanakan Yuki.


"Hei Yuki! Mau sampai kapan kita memancing Robot ini?.... Yuki?"


Aku melihat kebelakang dan rupanya.....


Dia menghilang?!


Hei.... Hei!!


Yang benar saja aku harus menyerang robot ini sendirian?! Sihir ku saja belum cukup lho untuk mengalahkan robot ini.


"AAAAAHHHHH!!! KENAPA DIA HARUS MENGHILANG SIH!!!"


Karena tidak ada pilihan lain... Aku mengeluarkan skill sihir milik ku yang mungkin bisa mengalahkan nya.


"Blast Explotion!!! "


Lingkaran sihir besar muncul dan menembakkan cahaya merah ke arah robot itu dan ledakan besar muncul.


Ya setidaknya skill itu sepadan dengan mana ku yang terkuras cukup banyak. Kaki ku sampai lemas karena mana ku tinggal sedikit....


Syukurlah semuanya berakhir.... Menurut ku


Tapi nyatanya tidak.


Robot itu masih bisa selamat dari serangan tadi. Ia hanya kehilangan satu lengannya saja.


"Bagaimana bisa? Ini tidak mungkin kan?"


Robot itu mulai mengincar ku yang sudah lemas.


Gawat.... Ini benar-benar gawat.....


Aku tidak tahu harus berbuat apa....


Tangan robot itu sudah siap menyerang ku.....


Apakah ini akhir bagiku?


"Kerja bagus, Milia...."


Seseorang dengan rambut putih dengan sepasang telinga kucing dan 2 ekor putih dengan api biru menyala di ujung ekornya. mulai muncul di depan ku. Ia menangkis tangan robot itu hanya dengan belatinya. Dan itu cukup membuat robot itu tersentak.


"Maaf membuat mu menunggu, Milia."


"Yu-Yuki? Apa itu benar-benar kau?! B-bagaimana bisa kau-"


"Herannya nanti saja.... Robot itu masih hidup lho.... Sisanya serahkan saja padaku...."


Yuki kemudian mengeluarkan kedua belatinya dari belakang punggungnya lalu mulai berlari dengan kecepatan tinggi ke arah robot itu.


Robot itu melihat nya dan kembali menyerang dengan tangannya lagi namun gerakannya jauh lebih cepat. Sayangnya, serangannya masih lamban bagi Yuki.


"Lamban!!"


Yuki Kemudian dengan cepat berlari diatas tangan robot itu sambil menggesek ujung belatinya di tangan robot itu. Dan ia mulai melompat di udara.


"Nekomata : Instant Break!!!"


Seketika tangan Robot itu hancur berkeping-keping. Dan tak lama, Yuki kembali mendarat di tanah bersamaan dengan Kepala Robot itu yang Hancur. Karena kehilangan kepala, Robot itu perlahan mulai tumbang Ke depannya.


"Baiklah, ini serangan terakhir!!"


Yuki melepaskan belati di tangan kanannya dan mulai mengeluarkan serangan terakhirnya. Ia mulai mulai mengayunkan tangan kanannya keatas seperti melakukan Cakaran


"Nekomata : Giant Claw!!!"


Bekas 3 Cakaran besar muncul dan membelah robot itu menjadi 3 bagian.


Aku tidak bisa berkata-kata apa-apa selain "hebat"....


Semuanya juga tercengang melihat kekuatan Yuki yang sebenarnya....


"Yosh.... Selesai udah..... "


Ekor dan telinga kucing nya perlahan Menghilang. Setelah itu, Yuki menghampiri ku.


"Kau tidak apa-apa, Milia?"


"Eh? Ah.... Ya....."


Ia lalu mengulurkan tangannya pada ku....


"Apa kau bisa berdiri?"


"Ah ya.... Terimakasih...."


Aku menerima tangannya dan rasanya jantungku berdegup kencang.


Apa ini?


Sepertinya aku pernah melihat adegan ini....


Benar!


Ini mirip seperti Tokoh utama menyelamatkan sang Heroine dari bahaya besar....


Dia.... Dia benar-benar memperagakan nya dengan cukup baik!!


Dia Benar-benar seperti tokoh utama di dunia ini, atau mungkin memang dia?!


Aaahh!!! Aku tidak bisa melihat wajahnya sedekat ini!!


"Anu..... Bisakah kau melepaskan tangan ku?"


"Eh?! Ah!! Maaf!"


Gawat, wajahku sangat memerah.... Jantungku berdegup kencang. Aku harus bagaimana?


Aku harus bagaimana?!


"Oi, kau tidak apa-apa?"


"TIDAAAKKK!!! ROBOT KU!!!"


Perhatian kami langsung teralihkan oleh sebuah teriakan. Dan itu berasal dari Lilith yang histeris melihat robot kesayangan nya hancur. Dan Prisyla yang bersamanya langsung datang menghampiri kami. Sementara Lilith menghampiri bangkai robotnya.


"Apa kalian Tidak apa?!"


"ROBOT KU!"


"Prisyla-san.... Ya kami baik-baik saja.... Hanya kelelahan karena mengalahkan robot itu"


"Begitu ya.... Aku lega kailan baik-baik saja, namun.... Melihat situasinya seperti ini membuatku sangat cemas.... Karena itu.... Aku akan memberi bonus pada kalian...."


"Bonus?"


"Ya.... Bonusnya adalah 1 juta Reis untuk masing-masing anggota party kalian"


"Sebentar! 1 juta Reis? Apa itu tidak kebanyakan?"


"Tenang saja, anggap saja itu ucapan terimakasih atas kerja keras kalian dalam menyelesaikan Quest ini... Dan Ambilah ini"


Prisyla memberikan 4 Kantong uang besar pada ku dan sebuah kertas yang mungkin saja itu adalah alamat Property baru kami.


"Kalau begitu kami permisi dulu.... Sekali lagi terimakasih atas kerja keras kalian...."


"Umu.... Sama-sama.... Terimakasih banyak juga atas Imbalan nya!!"


Lalu Prisyla menghampiri Lilith yang masih menangisi puing-puing robot yang ia pegang dan tanpa basa-basi ia menyeretnya pulang.


"Ayo kita pergi.... Lilith"


"Uwaaa!!..... Robot ku yang ku buat berminggu-minggu malah hancur!"


"Berisik.... Kita masih bisa membuat yang lain lho...."


"Tidak mau.... Tidak mau!! Hasilnya akan berbeda dengan yang sebelumnya!!"


Dan Quest itu Akhirnya selesai!!


...****************...


Hari ini kami pergi melihat Property yang Prisyla dan Lilith berikan. Dan cukup kagum melihatnya. Meski itu hanya sebuah Rumah beton dengan 2 lantai biasa. Namun letak rumah tersebut cukup bagus yaitu di perbukitan yang tidak jauh dari kota Axel.


"Indahnya...."


"Ya cukup bagus untuk kita tinggal berempat"


"Baiklah!! Aku akan mencari kamar terbaik disini. Dan itu adalah milikku!!"


Alfred kemudian berlari dan mulai masuk kedalam rumah itu.


"Ya ampun Orang itu...."


"Milia-san.... Apa aku boleh melihat-lihat dapur nya?"


"Dapur ya.... Boleh kok, lagian ini milik kita berempat bukan?"


"Terimakasih, Milia-san"


Kemudian Silvya juga mulai masuk ke dalam rumah itu. Dan tersisa kami berdua yaitu Aku dan Yuki.


"Ngomong-ngomong, Milia. Aku ingin mengatakan sesuatu"


"Apa?"


"Apa kau percaya tentang dunia Lain?"


"Memangnya ada dengan itu?"


"Ya bukan apa-apa.... Aku cuman ingin bilang, jika aku adalah reinkarnasi dari dunia lain...."


"Owh begitu ya...."


"Kenapa kau tidak terkejut? Apa kau tidak percaya?"


"Aku percaya kok. Soalnya aku juga Reinkarnasi dari dunia lain"


Seketika Yuki terdiam lalu mulai tertawa.


"Begitu ya.... Ternyata kita punya kesamaan ya.... Ngomong-ngomong kehidupan sebelumnya kau apa?"


"Aku tidak ingin menjawabnya Sebelum kau menjawab pertanyaan yang sama"


"Begitu ya.... Bisa di bilang kehidupan sebelumnya aku di kenal dengan nama Asagumi si Gila. Pernah mendengarnya?"


"Tidak.... Belum pernah...."


"Wajar saja , nama ku sudah terhapus dari sejarah... Dan kehidupan sebelumnya kau apa?"


"Hanya seekor kucing...."


"Kucing? Wah.... Pantas saja bau mu sangat anyir"


"Aku tidak bau lho!!"


"Haha.... Hanya bercanda saja.... Jangan marah seperti itu....."


BERSAMBUNG.....