Cat Go To Isekai!!

Cat Go To Isekai!!
01. Kucing yang Bereinkarnasi



1 tahun lalu...


Hujan saat itu sangat deras. Tubuh kecil ku hanya menggigil kedinginan di dalam sebuah Kardus yang sedikit demi sedikit mulai basah karena air hujan. Kain yang biasanya hangat dan empuk kini telah dingin dan sangat tidak nyaman.


Haa~ rasanya aku ingin mati saja saat itu. Beberapa saat, sebuah benda besar menghalangi Air hujan yang turun dari langit. Aku perlahan melihat keatas dan terlihat lah sebuah payung merah yang melindungi kardus ku dari hujan.


Kemudian terlihat seseorang mulai mengintip ke dalam kardus. Seorang gadis dengan Seragam SMA. Biasanya mereka akan melihat sebentar lalu pergi dengan meninggalkan sebuah makanan. Namun, gadis ini berbeda. Dia mengangkat tubuh ku yang kedinginan dan aku bisa melihat wajahnya yang memberi Senyuman hangat kepada ku.


Dan Itulah saat pertama Kami bertemu...


Setelah kejadian itu... Kami menjadi seorang petualang dan melawan para monster, naga, golem, Undead, dan Slime. hingga akhirnya... Kami melawan sang raja iblis bersama....


Tidak... Itu tidak Sungguhan. Itu hanya Novel petualang yang biasa kami baca bersama saat waktu luang.


Setahun setelah kami bertemu pertama kali. Aku tinggal bersama majikan baru ku yang sudah pasti si Gadis SMA. Dan secara tidak langsung, hobi majikan ku menular ke diri ku yaitu aku tertarik menonton anime, melihat dia bermain game, dan Membaca Manga ataupun novel.


Ya... Aku tidak bohong lho... Itulah hobi ku sekarang selain makan dan tidur.


Oh ya... Aku lupa jika sudah punya nama.


Majikan ku memberi nama "Maru" tapi dia Sering memanggil ku "Maru-Chan"... Tidak apa-apa bagiku karena dia majikan ku.


Usia ku sudah 1 tahun lebih.... Mungkin jika aku manusia aku sudah remaja atau lebih tua dari majikan ku.


Bulu ku berwarna abu-abu gelap, dan mata bewarna biru.... Gender? Tentu saja aku betina...


Tuan ku bernama Masamoto Hatsune. Dia masih SMA dan sekarang dia kelas 3.


Mata dan Rambutnya berwarna Coklat. Rambutnya Begitu panjang dan indah.


Hobinya seperti yang ku katakan, dia Otaku. Meski begitu, dari luar dia tidak terlihat seperti otaku pada umumnya. Dan yang paling penting, dia adalah orang yang Baik.


Setiap kali kami membaca novel atau manga Bersama, dia selalu ingin hidup di dunia seperti di dalam novel. Berpetualang, Menjalankan Quest bersama Partynya, dan Mengalahkan Sang raja Iblis.


Dan impian ku tidak jauh berbeda dengannya. Sepertinya hidup di dunia seperti itu menyenangkan di banding tinggal di dunia seperti ini.


Bermain bersama dengan Hatsune-san sangat menyenangkan. Tapi tanpa dia, kehidupan ku menjadi membosankan... Sangat membosankan.


Hatsune-san biasanya akan berangkat di pagi hari dan pulang pada sore hari. Setelah dia berangkat ke sekolah, suasana kamar jadi sunyi. Hal yang bisa ku lakukan hanya.


Tidur....


Bermain dengan benda asing....


Menuruni tangga lalu menaikinya....


Berguling-guling....


Lalu tidur lagi


Itu akan aku lakukan hingga ia kembali.


Tentang dunia luar... Entahlah. Setelah aku di asuh oleh Hatsune-san, aku sama sekali tidak ingin keluar rumah apalagi cuman bermain ke halaman. Bahkan waktu aku masih kecil, aku hanya berdiam diri di Kotak kardus hingga ada yang mau mengadopsi ku.


Tapi, disisi lain. Aku punya keinginan kuat untuk melihat dunia luar.


Jadi kadang aku mencoba untuk keluar melalui jendela kamar dan..... Tidak jadi, Seperti nya dunia luar terlalu menakutkan.....


Dan aku mencobanya lagi!!...... Tidak jadi, Sepertinya terlalu Berbahaya.....


Jangan Menyerah!!! Aku pasti-..... Mustahil, mustahil, mustahil.... Aku tidak bisa melakukan nya.... Aku terlalu takut melakukannya....


Itulah sering terjadi saat aku ingin mencoba melihat dunia luar. Mental dan Keinginan ku selalu berbeda arah... Jadi aku harus menunggu waktu yang pas untuk pergi.


Hingga hari ini... Adalah waktu dimana aku akan memulai nya....


Aku mulai membuka mata ku...


Kesunyian... Hanya itu saja yang terjadi di rumah ini...


Aku mulai meregangkan tubuh ku, lalu menyiapkan diri untuk Keluar.


Aku melompat dari Kursi ke meja, lalu membukakan Kunci jendela dengan kedua tangan ku meski cukup memakan proses... Belum lagi membuka jendela nya.


Saat aku membuka jendela, Angin mulai berhembus ke dalam. Membuatku bersemangat untuk keluar.


Baiklah.... Kita Mulai!!


Aku melompat keluar dan mendarat di atas atap yang tidak jauh dari jendela kamar. Aku melihat pemandangan luar yang indah. Impian ku telah tercapai. Dan saatnya aku menikmati dunia luar dengan jalan-jalan di atas pagar.


Aku mulai menuruni atap dan mulai berjalan di atas pagar beton sambil melihat sekitar.


Dunia luar benar-benar indah... Rasanya aku ingin jalan-jalan lebih lama...


Aku berjalan-jalan melihat bebagai macam hal. Anak-anak yang bermain, Nenek-nenek yang berjalan dengan tongkat di tangannya, kucing lain yang sedang mencari makanan bersama. Semuanya terlihat di sepanjang jalan.


Saat aku asyik berjalan. Pandangan ku teralihkan oleh seekor burung kecil yang bertengger di sebuah dahan pohon. Karena aku adalah seekor kucing, aku tidak akan menahan naluri pemangsa ku...


Perlahan aku memanjat pohon dan saat aku mencapai dahan yang sama dengan burung tersebut, Aku bergerak perlahan untuk mengambil ancang-ancang ku.


Burung kecil..... Tetaplah di situ... Biarkan aku memakan mu....


Tanpa berpikir panjang aku mulai menerkamnya dengan kedua tangan ku. Tapi, aku terlalu Berekspektasi tinggi....


Burung itu terbang sesaat aku mulai menerkamnya, dan lagi.... Aku tergelincir....


Eehhh.... Gawat.... Aku tergelincir....


Aku terjatuh dari pohon, dan untung saja aku mendaratkan kaki ku dulu. Aku menghela nafas karena berhasil mendarat dengan aman.


Syukurlah.... Aku pikir akan mati saat itu.


Tapi, saat aku menoleh kesamping. Seekor anjing yang mulai merasa terusik dengan kedatangan ku. Seketika aku hanya bisa diam.


Dia mulai menggonggong dan membuat ku panik dan segera berlari menjauh. Namun anjing itu mulai mengejar ku.


Aku berlari sekuat tenaga hingga saat ku menoleh ke belakang. Ternyata anjing itu di tidak bisa mengejar ku lebih jauh karena Ia di ikat di kandangnya.


Sebentar... Jika dia diikat berarti....


Aku mulai mengeluarkan senyum licik dan karena ia di ikat dan tidak bisa mengejar ku, aku menggodanya dengan berbagai cara.


Aku menggodanya mulai dari berguling, membersihkan tubuhku di hadapan nya yang sedang berusaha meraih ku, bahkan aku memainkan ekor ku di wajahnya.


Ayo... Ayo.... Tangkap aku kalau bisa. Sayang sekali kau tidak bisa menangkap ku ya...


Semakin lama anjing itu semakin kesal dan terus menggonggong dan terus menarik-narik talinya. Dan tanpa ku sadari talinya semakin lama semakin mengendur. Dan Tali tersebut terlepas.


Aku hanya terdiam melihat tali tersebut lepas. Lalu, aku perlahan kabur sebelum anjing itu menyadarinya.


Namun terlambat... Anjing itu sudah melihatnya...


Ah... Karma.... Kenapa kau begitu cepat datangnya....


Dan anjing itu mulai menggeram dan mulai mengejar ku. Dan tidak hal bisa ku lakukan selain... Tentu saja lari darinya!!


Tiiiidddaaaaaaakkkkk!!!!


Anjing itu terus mengejar kemana pun aku pergi. Aku hanya bisa berlari ketakutan dan mencari jalan yang tidak ku ketahui karena anjing itu terus mengejar ku.


Maaf..... Maafkan aku!! Berhentilah mengejar ku.... Aku minta Maaf!!!


Aku tidak tahu berlari sampai kapan. Hingga aku melihat sebuah pohon. Satu hal yang tidak bisa di lakukan seekor anjing ialah memanjat pohon. Jadi dengan cepat aku melompat ke pohon tersebut dan memanjatnya hingga anjing itu tidak bisa menggapai ku.


Anjing itu menatap ku dan terus menggonggong. Karena aku tahu dia tidak bisa memanjatnya, aku mengejeknya kembali.


Kenapa kau menggonggong saja?... Ayo tangkap aku.... Benar juga.... Kau tidak bisa memanjat kan?!


Aku terus mengejeknya hingga ia putus asa lalu pergi.


Akhirnya dia pergi juga... Baiklah aku tidak ingin ada kejadian buruk lagi, sebaiknya aku pulang saja.


Aku melompat turun dari pohon dan mendarat ke tanah. Lalu aku berencana untuk kembali.


Baiklah... Saatnya untuk kembali kerumah.... Tapi tunggu.... Arah pulang kemana ya?


Aku melupakan satu hal yaitu....


AKU LUPA JALAN PULANG!!!


Ah!? Gimana ini.... Gimana ini.... Gara-gara anjing tadi aku jadi tersesat!!


Aku melihat ke langit dan matahari berada tepat di atas kepala ku yang itu berarti hari sudah siang.


Aku tidak tahu harus bagaimana. Dan hanya memikirkan satu cara saja.


Tidak ada pilihan lain... Aku akan Menjelajah seluruh tempat untuk menemukan jalan pulang!!!


Ya, itu saja yang bisa kulakukan...


Saatnya petualang ku di mulai!!


Dan dengan penuh semangat, aku mulai berjalan mencari jalan pulang ke semua rute. Dan petualangan ku yang hebat di mulai!!


Tidak....


Itu hanya omong kosong saja


Hebat dari mananya?


Siapa bilang ini Hebat?


INI SEPERTI NERAKA!!!


Sepanjang perjalanan aku di serang Burung!!


Kucing liar!!


Anjing!!


Ular!!


Burung lagi!!


Anjing lagi!!


Bahkan aku akan di cabuli oleh kucing jantan!! Aku tidak Tahu kalau ini sudah musim kawin!!


Aku mengalami nya sepanjang perjalanan. Kau tahu itu sampai kapan?


Ya, sampai sore. Aku harus melewati perjalanan yang melelahkan dan mengeringkan hingga Rasanya aku ingin mati saja.


Aku berjalan dengan tubuh kotor dan sangat kelelahan. Aku hanya bisa mengatakan satu hal....


Aku tidak kuat lagi..... Aku ingin pulang saja....


Saat aku berjalan... Aku melihat sebuah rumah tidak asing di seberang jalan. Ya, itu adalah rumah ku. Dan beruntung nya, Hatsune-san baru saja pulang sekolah.


Itu... Aku berhasil pulang!! Dan Hatsune-san juga pulang!!


Aku langsung memanggil Hatsune-san dengan mengeong... Namun berapa kali aku mengeong, ia tidak dengar.


Dia tidak dengar ya.... Baiklah aku akan menghampiri dan memberi kejutan...


Tanpa berpikir panjang aku langsung berlari ke Hatsune-san untuk memberikan kejutan.


Hatsune-san!! Aku pulang...


Tanpa kusadari... Sebuah mobil mendekat... Dan aku tidak sempat menghindar hingga... Tabrakan terjadi.


Aku merasakan tulang ku yang remuk dan hancur akibat benturan itu... Tubuh ku juga melayang dan terhempas keras ke tanah. Hatsune-san melihatĀ  kejadian itu juga.. lalu dengan panik menghampiri ku dengan wajah panik dan cemas.


"MARU!!"


Aaaahhhh.... Tubuh ku sangat sakit.... Darah terus keluar dari tubuh ku... Dan semakin lama... Aku mulai kedinginan...


Hatsune-san datang dan menghampiri ku, dan mengangkat tubuh ku yang sekarat.


Ya... Aku bisa melihat wajah cemasnya sambil mengangkat tubuh ku.


"Maru.... Bertahanlah!! Maru.... Maru!!"


Perlahan.... Suaranya mulai sulit untuk di dengar.... Dan semuanya mulai gelap....


Aaaaahhh..... Seharusnya aku tidak keluar kamar saat itu...


...XxX...


Rasa sakit barusan seketika menghilang....


Aku membuka mataku dan aku berada di tempat berbeda... Sangat berbeda dari sebelumnya.


Tempat itu sangat luas dan redup dan di penuhi tumpukan buku yang aku tidak tahu berapa banyak jumlah nya. Dan aku melihat banyak bola bercahaya biru terbang.


Aku bangun dan menyadari jika tubuhku tidak merasakan sakit sama sekali.


Aku tidak tahu apa yang terjadi hingga saat aku melihat seluruh tubuh ku dan menyadari....


Aku punya dua Ekor dan mereka terbakar.


"AAAAAAAAAHHHHH!!!! EKOR KU TERBAKAR!!!"


aku terkejut dan dan langsung memadamkan api biru di ekor ku. Tapi, api nya tidak kunjung padam.


"Kenapa tidak mau padam?!! Sebentar...."


Ekor terbakar adalah salah satu keganjilan yang terjadi. Keganjilan selanjutnya adalah....


"AKU BISA BICARA!!!"


Ya...


Aku bisa bicara


Bukan hanya "meong" atau "nyan~"


"Apa yang terjadi disini? Apa jangan-jangan.... Aku benar-benar sudah mati? Dan ini alam kematian Kah?"


Aku bertanya pada diri ku sendiri. Hingga seseorang Mulai menguap dan aku mencari sumber suara itu. Dan ternyata ada seseorang selain diri ku di dunia ini


Seorang pria berjubah putih yang sedang duduk dengan membaca sebuah buku aneh.


Ia punya rambut pirang yang panjang.


Dan matanya bewarna biru. Dan itu sangar indah.


Ditambah lagi dia memakai suatu perhiasan di kepalanya.


Karena aku tidak tahu di mana aku berada. Aku langsung memanggilnya.


"Permisi.... Apa kau tahu aku dimana?"


Dia tidak mendengar suara ku. Sepertinya dia terlalu fokus dengan bacaannya. Mau tidak mau aku harus mengulanginya dengan nada yang kuat.


ia langsung menyadari suara ku dan berhenti membaca buku yang ia baca.


"Owh... Ada Roh baru lagi ya..."


"Apa-apaan kau ini, aku sudah memanggil mu berkali-kali lho...."


"Benarkah? Ahaha.... Aku minta maaf. saking bosannya aku tinggal disini, aku membaca buku hingga tidak menyadari kehadiran para roh."


"Sebentar, Kau barusan bilang aku roh?"


"Tentu saja, itu di buktikan dengan jelas lewat ekor mu lho."


"Berarti... Aku sudah mati?"


"Ya, tidak ada Mahluk yang bisa kesini kecuali mereka sudah mati. Jika kau ingin tahu, ini adalah dunia pertemuan. Dan aku yang menjaga dunia ini. Nama ku Feirn, Sang Dewa Reinkarnasi"


"Kau... Seorang dewa?!! Tapi, kenapa tempat ini sangat berdebu? Bukankah kau yang menjaga tempat ini?"


"Tentu saja. Meski aku dewa, membersihkan tempat seluas ini memakan waktu lebih dari 100 tahun lho"


"100 tahun?! Memangnya Seberapa luas Tempat ini?"


"Sangat luas, bahkan melebihi bumi mungkin. Jadi membersihkan tempat ini adalah hal yang sia-sia"


"Jadi begitu ya...."


" *Ekhm! Baiklah... Karena kau adalah roh yang baru saja mati... Aku akan melihat data mu."


"Data?"


"Iya... Mohon tunggu sebentar.... Karena prosesnya mungkin akan sangat lama..."


"Baiklah..."


Dewa itu menutup matanya dan menepuk tangan. Sebuah cahaya muncul di bawah kakinya. Setelah itu dia membuka matanya lalu membuka tangannya dan meregangkannya ke samping. Dan ia mulai berteriak....


"SEARCHING!!!"


Setelah mengucapkan itu, perlahan buku-buku yang ada di sekitar mulai terbang satu persatu ke arah dewa itu lalu mengelilinginya. Dan buku-buku itu mulai terbuka dan Membalikkan halaman dengan cepat. Setelah mencapai halaman terakhir, Buku itu menutup lalu kembali ke tempat asalnya dan buku lain mulai mengambil posisinya dan melakukan hal yang sama.


Buku-buku itu terus melakukan hal sama secara berulang-ulang. Aku tidak tahu berapa banyak buku yang sudah diganti, dan apa buku yang datang adalah buku yang sama? Aku tidak tahu, aku hanya seekor kucing.


Saat semua buku melakukan hal sama, tiba-tiba salah satu buku berhenti membalik halaman. Dewa yang langsung menyadarinya mulai mengambil buku yang berhenti membalik. Saat dewa itu mengambil buku tersebut, buku-buku lain kembali menutup dan kembali ke tempat asal mereka.


"Baiklah... Aku menemukan data mu...."


"Jadi buku-buku tadi?"


"Itu adalah buku data makhluk hidup... Dengan buku ini, aku bisa melihat data Mahluk hidup yang sudah mati dan kenapa mereka mati."


"Tapi, kenapa kau tidak membuatnya dalam satu buku saja? Atau tidak membuat nya jadi selembaran saja?"


"2 kata. Itu merepotkan. Jika aku membuatnya dalam satu buku itu terlalu tebal dan tinggi. Terlalu sulit untuk membacanya. Dan jika aku ubah jadi selembaran malah akan terlihat terlalu berantakan. Makanya, membuatnya dalam bentuk buku Seperti ini lebih mudah. Meski akan menumpuk tapi ini lebih nyaman. Baiklah.... Apa ada lagi yang kau ingin tanyakan?"


"Aaah.... Tidak ada lagi sih.... Untuk saat ini..."


"Begitu ya. Baiklah... Aku akan memeriksa data kematian mu dulu..."


Dewa itu mulai membaca data kematian ku dengan sangat teliti.


"Nama mu Maru... Usiamu juga baru satu tahun ya... Menurut data yang yang ada kau diasuh oleh gadis Bernama Hatsune... Dan kau mati karena... Sudah ku duga, kau mati tertabrak mobil saat pulang... Kematian yang biasa menurut ku... Sudah lebih dari jutaan mahkluk hidup yang mati tertabrak mobil... Aku khawatir jika tugas Dewa kematian bakal di ganti ama Kendaraan roda empat"


"Apa aku boleh bertanya lagi?"


"Silahkan, aku akan mendengarkan nya..."


"Apa yang terjadi pada Hatsune-san setelah aku mati"


"Aku tidak tahu pasti apa yang terjadi karena aku hanya diam disini menanti roh baru yang datang. Namun jika aku boleh berasumsi, dia mungkin sangat terpukul atas kematian mu."


"Tentu saja.... Seharusnya aku tidak keluar rumah saat itu. Pasti aku akan tetap hidup."


"Itu bukan salah mu. Takdir mu memang seperti itu. Tidak ada makhluk hidup yang tahu kapan mereka mati, bahkan menghindari takdir mereka. Itu hal mustahil bagi Mahkluk hidup."


"Berarti aku tidak bisa bertemu Hatsune-san lagi ya?"


"Mungkin saja iya.... Mungkin saja tidak... Karena kita masuk tahap berikutnya..."


"Tahap berikutnya?"


"Ya, saatnya tugas ku sebagai dewa reinkarnasi dimulai!"


Dewa tersebut menjentikkan jarinya dan bola-bola cahaya mulai mendekatinya dan membentuk 3 bola berukuran sedang dengan 3 warna berbeda.


"Baiklah... Inilah saatnya kau memilih untuk kehidupan mu selanjutnya..."


"Kehidupan selanjutnya?"


"Kau akan terlahir kembali... Tapi kau harus memilih antara 3 dunia ini... "


Dewa itu mulai mengambil bola berwana putih dan seketika bola itu berubah membentuk dua warna merah dan biru.


"... Ini adalah Akhirat, tempat peristirahatan Abadi... Roh yang biasanya memilih ini adalah roh yang sudah tidak memiliki penyesalan apapun di dunia Sebelum nya... Jadi mereka akan beristirahat disini selamanya. Namun, para roh harus di sidang terlebih dahulu oleh dewa keadilan untuk mencari tempat yang pantas untuk roh tersebut. Baik itu neraka atau surga..."


Bola itu pun di letakkan kembali ke tempat asalnya lalu dewa itu mengambil bola berwarna kuning.


"... Ini adalah dunia Sebelum nya yang kau tinggali. Jika kau memilih ini. Kau akan terlahir kembali ke dunia lama mu sebagai mahluk hidup baru."


Mendengar perkataan dewa tersebut. Aku mungkin saja bertemu dengan Hatsune-san. Namun aku merasa sedikit ragu hingga aku bertanya padanya


"Berarti, apa aku bisa bertemu dengan Hatsune-san lagi?"


"Sayangnya aku kurang yakin dengan itu. Karena Kau akan terlahir sebagai makhluk baru. Mungkin saja Kau akan Jadi manusia, atau tumbuhan atau Hewan kecil. Maaf jika mengecewakan mu, tapi Kemungkinan kau bertemu dengan Hatsune-san cukup kecil...."


"Begitu ya...."


Mendengar jawaban itu aku langsung murung. Dewa itu juga merasa tidak nyaman mengatakan itu.


"Baiklah.... Maaf membuatmu kecewa.... Aku akan lanjutkan...."


Sang dewa kembali meletakkan bola Kuning tersebut ketempat semula. Lalu mengambil bola bewarna hijau.


".... Baiklah ini adalah pilihan terakhir.... Ini adalah dunia baru jika kau memilih ini.... Kau bisa melanjutkan kehidupan mu di dunia yang berbeda.... Mungkin kau akan menghabiskan waktumu untuk mempelajari dunia baru mu..."


Apa yang dia maksud adalah dunia lain? Aku sering mendengar nya di novel dan manga. Apakah dunia seperti itu benar-benar ada?


"Sampai disini kau sudah paham kan?"


"Tentu saja aku mengerti!"


"Baik... Saatnya kau memilih 3 pilihan ini. Akhirat, Dunia lama, Atau dunia Baru... Pilihan mu tidak bisa di ubah. Ingatlah itu"


Aku harus memikirkan nya dengan hati-hati. Jika aku salah memilih maka hanya Penyesalan yang ada.


Pertama, Akhirat...


Dunia Itu hanya diisi roh-roh yang sepenuhnya tenang dan tidak memiliki beban pikiran apapun. Tempat itu kurasa kurang cocok dengan ku yang masih merasa belum tenang.


Kedua, dunia Lama ku...


Seperti kata dewa Sebelum nya... Di dunia lama aku akan lahir dengan identitas baru. Entah itu jadi manusia, Hewan lain, ataupun tumbuhan. Kemungkinan ku bertemu dengan Hatsune-san juga benar-benar tipis. Mungkin saja aku lahir sebagai manusia yang usianya terpaut berpuluh-puluh tahun. Atau jadi tanaman yang tidak bisa berjalan kemana pun.


Yang terakhir, Dunia lain....


Yang hanya ada di pikiran ku saat dia mengatakan dunia lain adalah keinginan Hatsune-san yang selalu ia bicarakan padaku.


Yaitu keinginan ia terlahir kembali ke dunia fantasy dan menjadi petualang. Aku mungkin juga akan memilih pilihan yang sama dengan Hatsune-san.


Aku membulatkan tekad ku dan mulai mengatakan pilihanku untuk kehidupan selanjutnya.


"Baiklah.... Sudah ku putuskan!"


"Biar ku tebak pilihanmu pasti Akhir-"


"Dunia lain!"


"Eh?"


Dewa terkejut dengan Keputusan yang ku buat. Sepertinya dia berpikir aku akan memilih Akhirat... Padahal aku masih banyak hal yang belum ku lakukan di kehidupan mu.


"Dunia lain ya.... Kau ingin dunia seperti apa? Seperti dunia lama mu kah?"


"Tidak... Aku ingin dunia Seperti di novel dan manga yang ku pernah baca bersama Hatsune-san."


"Sepertinya aku pernah mendengarnya... Apa yang kau maksud itu adalah dunia Fantasy?"


"Ya!"


"Luar biasa.... Ini...."


Seketika wajah sang dewa menjadi sangat bahagia. Bahkan dia sempat menangis haru.


"....Ini sangat LUAR BIASA!!!"


"apa kau tidak apa-apa?"


"Tentu saja, sudah lama aku tidak sebahagia ini. Pekerjaan ku mulai terasa tidak membosankan."


"Bosan?"


"Maru, Perlu kau tahu.... Kau adalah Roh Hewan pertama yang memilih Dunia lain. Biasanya roh hewan akan memilih Akhirat. Tapi kau itu berbeda."


"Berbeda?"


"Kenapa kau tanpa ragu memilih dunia lain?"


"Sebenarnya, aku ingin menjadi petualang di dunia lain dan mengalahkan raja iblis Seperti di Novel dan Manga."


"Begitu ya.... Alasan mu sama seperti anak remaja ya. Baiklah.... Karena itu permintaan mu, aku akan mengirimkan mu ke dunia yang kau mau dan aku akan memberi mu sebuah hadiah pada mu."


"Hadiah? Apa itu...?"


"Baiklah... Kau harus bersiap untuk di kirimkan"


"Eh? Setidaknya kasih tahu dong Hadiahnya"


"Kau akan tahu hadiahnya apa... Aku akan mulai merapalkan mantra.... Bersiaplah"


Aku mulai duduk dengan tenang meski masih penasaran Hadiah apa yang akan di berikan padaku. Sementara itu sang dewa mulai merapal mantra. Buku-buku perlahan-lahan Terbang dan Mengelilingi ku. Dan tubuh ku mulai bercahaya dan perlahan terangkat.


"Atas Nama Seluruh Dewa yang ada. Aku Feirn, Sang Dewa Reinkarnasi. Akan mengirimkan mu ke kehidupan selanjutnya ke dunia baru dengan Wujud manusia ras Kucing. Dan hal yang ku berikan pada mu ialah kekuatan sihir luar biasa."


Tubuhku semakin terangkat tinggi... Hingga aku mencapai cahaya terang benderang. Saat aku melihat bawah. Dewa itu tersenyum padaku dan mengatakan...


"Selamat berpetualang.... Maru!!"


Kata itulah yang terakhir ia ucapkan Sebelum kami berpisah. Aku masuk ke cahaya terang tersebut. Dan....


...XxX...


Semua jadi gelap...


Sebentar.... KOK GELAP?!


Apa aku gagal terkirim kah?


Aku tidak mendengar apapun...


Karena aku ketakutan aku langsung menangis sejadi-jadinya. Namun tangisan ku cukup berbeda. Ini seperti tangisan bayi manusia....


"Dia telah lahir!! Dia perempuan!!"


Seseorang samar-samar berteriak... Aku mulai membuka mataku dan melihat seseorang wanita dengan rambut hitam dan mata biru dan juga sepasang telinga kucing di kepalanya yang terduduk lemas di atas ranjangnya. Tampak wajah bahagia muncul pada dirinya. Perlahan aku mendekat padanya. Sepertinya aku di gendong seseorang.


"Selamat... Anak mu benar-benar sehat... Kau boleh menggendongnya"


Seorang wanita memberikan diriku pada wanita itu. Aku bisa menatap wajah bahagia nya. Sepertinya dia ibu ku.


"Selamat datang ke dunia ini, Anakku"


Setelah ia mengucap itu ia langsung mencium kening ku. Ciumannya benar-benar membuatku bahagia.


Tak lama Seseorang mulai datang.


"Apa anakku telah lahir?"


"Ya, suami ku. Dan dia benar-benar cantik"


Seorang pria mulai menghampiri kami. Dan ia mulai melihat ku dengan ekspresi yang sama.


Seorang pria dengan rambut putih panjang dan mata biru. Dan ia juga manusia ras kucing. Sepertinya dia adalah ayahku.


Namun tiba-tiba saja ayahku memencet-mencet pipi ku. Ia sepertinya senang melakukan itu.


Tapi aku merasa kurang nyaman dengan itu.


"Aaahhh.... Pipi nya benar-benar kenyal"


Karena kesal aku langsung menggigit jarinya. Bukti jika aku tidak menyukai nya.


"*Aduh...! Ternyata kau tidak menyukainya ya.... Sifat mu seperti ibu mu saja"


"Suamiku..."


"Ya..."


"Sudah waktunya...."


"Benar juga... Kita akan memberikan namanya siapa?"


"Bagaimana dengan Milia saja?"


"Milia ya.... Nama yang bagus"


Milia ya....


Menurutku itu nama yang bagus....


Aku menerima nama itu....


Karena aku tidak bisa menjawab dengan cara apapun. Aku hanya bisa sedikit tertawa. Dan orang tua ku juga paham kalau aku menyetujui nya.


"Sepertinya dia menyukai nama itu, suami ku"


"Ya.... Milia, Selamat datang di Keluarga Kami"


Dan Seperti itu lah Awal dari kehidupan baruku. Sebagai manusia ras Kucing bernama Milia.


Dan petualang yang Sebenarnya akan Sebentar lagi Tiba!!


...Bersambung.......