Cat Go To Isekai!!

Cat Go To Isekai!!
10. Festival pantai telah tiba!



Musim panas sudah tiba. Tidak ada masalah soal itu. Hanya saja, aku menghabiskan waktu di kamar saja. Duduk sambil mempelajari skill Buff.


Setelah melihat skill buff milik Harold, aku penasaran dan mempelajari nya. Untung saja ada banyak buku sihir yang menjelaskan skill ini. Aku jadi paham kenapa ayah tidak mengajarkan skill ini padaku, mungkin karena efek samping jika salah memakainya maka skill buff akan bisa saja membunuh pengguna nya sendiri.


Bagaimana bisa?


Karena skill buff bukan hanya menguras Mana saja, tapi HP dan SP juga di serap tergantung skill model apa yang di pakai. Jika Ingin melakukan self Healing, Maka yang di kuras adalah SP. Jika ingin mengisi mana, maka yang di kuras adalah HP, dan jika ingin mengisi SP maka yang akan terkuras adalah HP ataupun MP.


Ya itu dasar penggunaan skill nya. Untuk hal lainnya aku masih belum mengerti. Terlalu banyak hal perlu di pelajari tentang skill ini. Sampai-sampai aku ingin segera menutup buku ini dan langsung mempraktekkan nya.


"Aaaahh~ Skill sesimpel ini benar-benar memusingkan..... Baiklah! Saatnya aku mencobanya"


Aku langsung menutup buku dan meletakkan nya di sebelah tumpukan buku sihir yang memiliki pengetahuan tentang skill itu. Lalu, aku mengambil sebuah pisau kecil yang sudah ku siapkan untuk belajar skill buff yang paling sering di gunakan yaitu heal.


aku agak ragu untuk menyayat telapak tangan ku sendiri. tapi mau bagaimana lagi, jika gagal aku hanya perlu menutupi nya dengan kain perban lalu meminta Sylvia ataupun Eva untuk menyembuhkannya.


aku langsung menyayat telapak tangan ku sendiri dengan pisau itu. luka terbuka mulai muncul di telapak tangan ku, rasanya sudah pasti sangat pedih apalagi melihat darah yang keluar dari luka itu, membuat pedihnya seperti bertambah.


tapi aku tidak ingin memikirkan luka itu. yang ingin ku lakukan adalah menyembuhkannya dengan skill Buff.


"Baiklah.... Konsentrasi...."


aku mulai berkonsentrasi pada sihir ku. aku bisa merasakan mana ku yang mengalir. dan setelah dirasa cukup, aku langsung mengeluarkan skill buff itu.


"Heal!!"


Sebuah gelang sihir Hijau yang sama seperti milik Harold sebelumnya muncul dan mulai menyusut lalu menyatu dengan tanganku. aura Hijau muncul saat itu. dan yang ku harapkan terjadi, luka yang ku buat perlahan memudar dan seketika Menghilang.


aku mencoba menggerakkan tangan ku untuk memastikan apakah sihirnya benar-benar bekerja. dan ternyata benar, aku berhasil menguasai tehnik dasarnya.


"Berhasil!!!"


aku melompat kegirangan lalu jatuh diatas kasur sambil melihat telapak tangan ku yang seperti tidak pernah mengalami luka sedikitpun padahal tadi aku menyayat nya tadi.


"oh ya! aku ingin melihat Status ku sekarang...."


aku segera mengambil kartu status ku dan memeriksanya. dan Ada daftar baru muncul di kartu yang sebelumnya belum ada yaitu "Skill Buff" dan ada satu skill yang muncul disitu dan itu adalah "Self-Heal Lv.4"


aku tidak bisa berhenti tersenyum sendiri saat melihat skill itu sudah setinggi itu, padahal aku baru mempelajari nya barusan.


sepertinya Dewa itu benar-benar tidak bohong tentang itu. itu semakin membuat ku senang.


"ahhh!! senangnya!! ternyata semudah itu skill dasarnya. kenapa aku tidak mencobanya dari dulu ya?.... sudahlah.... aku mau ke Guild dulu untuk menyapa yang lain"


aku langsung bangun dari kasur dan berjalan keluar ke kamar. setelah menutup pintu Rumah party ku. aku langsung berjalan menuju Guild dengan suasana hati yang sedang baik.


ngomong-ngomong soal kejadian kemarin, para petualang di guild agak kurang percaya dengan siapa Eva sebenarnya. untung saja Harold bisa bekerjasama dan meyakinkan petualang lain kalau Eva itu adalah Machina, Ras kuno dari ratusan tahun lalu.


demi merahasiakan identitas Eva Sebenarnya. Lilith, Prisyla dan Harold sengaja membuat berita palsu kalau Eva sudah mati, jadi tidak ada yang tahu jika Eva yang sekarang di Guild adalah Machina sebelum nya. jadi yang mengetahui nya hanya aku, Noir , Harold, Astridia, Prisyla, Lilith, dan Anggota Party ku saja yang tahu soal dia.


oh ya! Eva sekarang telah menjadi Petualang dengan Job Priest. dan nama samaran nya adalah Evelyn Dhiorty. dan penampilan nya tidak ada yang terlalu berubah, hanya aku meminta Zeird membuatkan ia pakaian baru dan juga aku memberi dia kacamata.


tenang saja, ia sama sekali tidak di curigai karena sifatnya yang benar-benar ramah dan polos Kepada siapa saja.


Sepanjang jalan aku melihat orang-orang yang melakukan aktivitas yang mereka sukai. Tidak ada hal yang menarik kecuali pembicaraan 2 wanita yang tidak sengaja aku dengar.


"Hei.... Apa kau tahu? 3 hari lagi Festival Pantai lho"


"Benarkah? Wah aku tidak sabar."


Festival Pantai?


Apa itu Festival musim panas di kota ini?


Aku tidak terlalu memikirkannya, jadi aku tidak memperdulikannya. Jadi, aku melanjutkan perjalanan ku ke Guild.


Aku masuk Ke guild,


Lagi-lagi dan lagi....


Tidak ada hal berubah di sini. Semuanya tampak normal saja.


Setelah menemukan tempat dimana party ku berkumpul. aku langsung berjalan ke tempat itu. hanya ada Silvya dan Eva saja yang duduk sambil mengobrol.


lalu aku menyapa mereka


"Selamat pagi semuanya!"


"selamat pagi juga, Milia"


"Selamat pagi juga.... Milia-san. Bagaimana dengan latihan skill buff mu?"


"Ya aku baru berhasil mempelajari 1 skill dasar. Karena kepalaku agak panas untuk memahaminya, jadi aku kesini untuk mendinginkannya...."


aku memperhatikan mereka dari tadi sedang membicarakan sesuatu. jadi karena penasaran, aku bertanya pada mereka apa yang mereka bicarakan.


"..... Ngomong-ngomong, kalian sedang membicarakan apa?"


"kami hanya membahas tentang Festival pantai tahun ini."


"Festival Pantai?"


"Lho? Milia-san tidak tahu soal festival itu?"


"sama sekali belum pernah mendengarnya. apa itu menyenangkan?"


"tentu saja.... orang-orang di kota akan berkumpul di pantai Warl untuk bersenang-senang selama sehari penuh... banyak acara perlombaan dan Acara menarik selama Festival berlangsung...."


"Terdengarnya sangat menarik..."


"benar, Apalagi tahun ini diadakan Lomba berburu Cumi-cumi Gurando."


"Cumi-cumi Gurando?"


"Cumi-cumi Raksasa yang muncul di Pantai Warl 3 tahun sekali di awal Musim panas. kalau tidak salah, dagingnya benar-benar enak dan empuk. makanya banyak Orang memburunya. mendapatkan tentakelnya saja itu sudah suatu hal yang bagus."


"begitu ya.... ngomong-ngomong, Sylvia.... Kau tampak bersemangat dari biasanya..."


"benarkah.... mungkin karena aku sering bersemangat jika bicara soal Acara Besar"


aku melihat sekitar. aku menyadari jika Alfred dan Yuki tidak ada di sini.


"Alfred dan Yuki kemana?"


"owh... mereka pergi mendaftar untuk ikut lomba berburu Cumi-cumi Gurando"


"tumben sekali mereka akrab...."


"tidak.... kau salah paham, Milia. Alfred mendaftar ke tim yang berbeda dengan Yuki. mereka akan bersaing hebat di Lomba nanti"


"begitu ya.... sudah wajar jika mereka itu Rival ya...."


"Oh ya Milia-San...."


"Ada apa, Silvya?"


"apa kau sudah punya pakaian Renang untuk Festival pantai nanti?"


"heh? harus ada ya?"


"tentu saja, soalnya pantai di musim panas benar-benar terik lho..."


"Kalau soal itu...."


aku tidak punya sih....


jadi aku memutuskan untuk pergi mengunjungi Zeird untuk membuat pakaian renang. Sylvia dan Eva juga ikut dengan ku untuk mendapatkan pakaian renang.


di Butik milik Zeird....


"Owh? Festival Pantai ya?! Sudah dekat ternyata ya.... semoga saja tahun ini aku bisa menikmati nya"


"memangnya kau tidak ikut tahun lalu?"


"aku terkena demam musim panas waktu itu karena kelelahan Bekerja. jadi aku menghabiskan seharian di dalam kamar. dan kota waktu itu benar-benar sangat sepi selama Festival berlangsung."


"begitu ya.... aku prihatin dengan itu"


"terimakasih atas simpatinya.... kali ini aku sudah bertekad untuk pergi Ke Festival tahun ini... apapun yang terjadi"


"sebaiknya jangan terlalu memaksa diri"


setelah itu, Zeird langsung menyelesaikan pakaian renang kami bertiga dalam Waktu yang terbilang singkat.


"baiklah! sudah selesai semua."


"cepat sekali."


"tenang saja. pakaian renang itu bahannya jauh lebih sedikit di banding pakaian biasa. apalagi aku sudah tahu ukuran tubuh kalian bertiga, jadi aku bisa menyelesaikannya secepat ini"


"begitu ya.... Terimakasih banyak, zeird. kira-kira aku harus membayar nya berapa?"


"30 Ribu Reis saja...."


aku mengambil Kantong uang dan memberikan 30 Ribu Reis padanya. setelah itu kami pamit untuk pergi.


"Terimakasih banyak, Zeird. Maaf jika merepotkan..."


"Bukan masalah buat ku. Semoga kalian menyukainya"


Kami berjalan untuk kembali ke Guild. Dan saat kami lewat ke Toko nelayan, kami melihat Alfred sedang berdiri sambil menatap beberapa tombak.


"Alfred? Sedang apa dia disitu?"


"Mungkin dia mencari senjata untuk melawan Cumi-cumi Gurando nanti.... Soalnya, Senjata apapun boleh di pakai untuk melawannya kecuali benda yang mengandung Racun"


"Begitu ya.... Tapi kenapa dia memilih tombak?"


Sadar jika kami ada di luar toko, Alfred kemudian menoleh dan Menyapa. Dan juga, ia meminta kami masuk


"Owh?! Milia dan Yang lain ya?! Masuklah dan bantu aku memilih tombak mana yang bagus!"


Karena dia sudah mengajak kami masuk. Jadi kami langsung masuk.


"Kenapa kau ingin membeli tombak? Bukannya kau itu selalu memakai pedang meski tidak berguna"


"Kata-kata mu selalu menusuk hati, Milia.... begini, Sejujurnya jika di bandingkan dengan pedang, aku jauh lebih mahir memakai Tombak. Jadi, karena nanti lawan ku adalah cumi besar yang katanya benar-benar kuat. Aku memutuskan untuk membeli tombak."


"Begitu ya.... Lantas kenapa kau tidak memakai tombak sedari awal saja?"


"Tombak itu bukan hal yang keren lho.... Jadi aku memakai pedang supaya terlihat keren."


malahan aku najis melihatnya.


saking gengsinya, dia sampai jadi beban Party seperti ini. dia pria yang bodoh.... benar-benar bodoh.


"kali ini aku tidak akan kalah dengannya lagi! akan ku perlihatkan kekuatan ku sebenarnya di Perlombaan nanti!!"


"owh.... mengalahkan ku di festival nanti ya.... terdengar lucu bagiku...."


Yuki tiba-tiba saja muncul sambil menyandar di pintu masuk Toko.


"... mau memakai senjata apapun untuk melawanku tidak ada gunanya lho. tentu saja aku akan memenangkan lomba itu."


"hoo~ jangan terlalu percaya diri hanya karena kau selalu menang duel dengan ku. karena aku yakin aku yang akan memenangkan duel itu nanti"


mereka saling menatap tajam satu sama lain. aku bisa merasakan Aura Rivalitas mereka yang kuat. mereka benar-benar serius dan berduel.


****************


Hari ini, Suasana kota tampak sepi. tapi berbeda dengan Suasana Pantai Warl.


Pantai ini di penuhi banyak Orang!


benar! hari ini adalah Festival Pantai!!


"Wah!! Banyak sekali Orang-orang disini!! Festival ini benar-benar meriah!!"


semua orang memakai pakaian renang yang berbeda-beda jenis. seperti yang di katakan Sylvia, Orang-orang bersenang-senang di pantai hari ini. mereka bermain, Makan berbagai macam makanan di stan makanan tersedia, dan bahkan berjemur di bawah terik matahari.


"Oi Milia!!"


Noir menyapa ku seperti biasanya. namun dengan pakaian renang yang terbuka, berbeda dengan penampilan nya yang biasanya tertutup. Dia benar-benar terlihat imut dengan pakaian terbuka.


"agak sulit sekali ya.... mencari orang yang kita kenal di keramaian seperti ini ya, Noir"


"ya, kau benar...."


"ngomong-ngomong, baru kali ini aku melihat mu dengan pakaian terbuka seperti ini... kau terlihat berbeda dari biasa"


"begitu ya.... aku memang jarang pakai pakaian yang terbuka setiap hari soalnya... wajar sih jika kelihatan berbeda dari biasanya"


"meski begitu kau tetap cantik kok...."


"terimakasih.... kau juga kelihatan cantik dengan pakaian renang seperti itu."


"ah~ jangan bilang seperti itu dong.... aku jadi malu lho"


ya seperti itulah kebiasaan kami berdua jika sudah bertemu.


"benar juga.... dimana Eva dan teman separty mu, Milia?"


"owh.... Kalau Alfred dan Yuuki mengikuti lomba berburu Cumi-cumi Gurando. Sylvia dan Eva bermain bola Voli pantai bersama yang lain...."


"begitu.... lalu kenapa kau tidak ikut bermain juga?"


"karena aku tidak suka voli sih.... jadi aku tidak ikut bermain"


"begitu ya.... berarti kita sama ya"


"Owh, Milia! pas sekali kita ketemu di tempat seramai ini!"


Zeird datang dan menyapa ku.


"Zeird, tahun ini kau berhasil datang ke festival ya."


"Karena aku tidak ada pesanan dan Demam musim panas juga tidak menyerang ku, jadi aku bisa ke festival kali ini. tidak aku sangka jika akan seramai ini dibanding tahun sebelumnya."


"mungkin karena banyak pendatang dari luar. makanya bisa seramai ini"


"benar juga. oh ya, Perlombaan nya sebentar lagi akan dimulai lho. apa kita bisa melihat nya bersama? apa kau mau, Milia?"


"wajah mu terlalu dekat, Zeird. karena tidak punya teman nonton apa boleh buat sih...."


Mendengar itu Zeird merasa sangat senang dan bersemangat.


"YOOSSSSHHAAA!!! AKHIRNYA AKU BISA MENONTON DENGAN MALAIKAT MANIS KU!!!!"


"Malaikat?.... owh ya! apa juga Ingin Menonton nya bersama kami, Noir?"


"ya tentu saja! semakin ramai semakin bagus bukan?"


"Baiklah! ayo kita menontonnya!!"


di panggung yang besar, seorang Wanita cantik yang menjadi pembawa acara mulai Menyambut para penonton yang ada di di depan panggung.


"Semuanya! apa kalian Menikmati festival Tahun ini!!!"


serentak semua orang yang menonton Bersorak dengan begitu keras.


"YAAAA!!!!"


"Meriah sekali ya! semua orang pasti tahu jika Festival tahun ini jauh lebih ramai dari tahun lalu kan? kalau begitu.... tanpa berlama-lama, saatnya kita memulai lomba Berburu cumi-cumi Gurando!!!"


Semuanya kembali bersorak-sorai. lalu sang pembawa acara memberi kode tangan untuk menyuruh para penonton untuk tenang.


"Kalau begitu kita sambut, kedua tim yang akan bersaing dalam Lomba Perburuan ini. tim Merah dan Tim Biru!!!"


masing-masing tim yang beranggotakan sekitar 10 orang mulai naik ke atas panggung di sisi yang berlawanan. Tim merah yang di pimpin Alfred berada di sisi kiri dan tim biru yang di pimpin oleh Yuuki berada di Sisi kanan panggung.


"Baiklah, karena kedua tim sudah berada diatas panggung. Saatnya sesi wawancara singkat. Baiklah pertama-tama aku ingin bertanya pada pemimpin tim Merah, Alfred Eryla."


Pembawa acara kemudian mendekati Alfred dan mengajukan sebuah pertanyaan kepadanya.


"Alfred, kalau aku tidak salah dengar, kalian berdua itu satu party bukan? Tapi kenapa kalian malah berada di tim yang berlawanan?"


"Tentu saja, aku dan Yuuki adalah teman satu party.... Bukan teman sih, hanya sebatas Satu party saja! Dan aku menganggap dirinya sebagai saingan ku!"


"Begitu ya.... Berarti kalian punya Rivalitas yang kuat ya...."


"Meski begitu.... Dia itu selalu kalah melawan ku...."


Yuuki memotong wawancara mereka. Dan Alfred sedikit kesal. Lalu pembawa acara itu memberi Yuuki pertanyaan.


"Apa Alfred belum pernah menang selama kalian berduel?"


"Ya, sama sekali belum pernah.... Dia itu payah sekali...."


Ya, seperti itulah Yuuki, Ucapannya terlalu menusuk hati. Aku juga tidak tahu darimana dia bisa menjadi se menyebalkan itu.


"Kali ini aku Akan Mengalahkan mu, Yuuki!! kali ini akulah yang akan menang!! lihat saja nanti!"


"benarkah?.... kurang meyakinkan banget... aku takut ini adalah kemenangan ku yang kesekian kalinya lho...."


suasana jadi semakin memanas, para penonton juga sepertinya jadi semakin penasaran dengan duel mereka nanti. karena mereka semakin memanas, Pembawa Acara langsung meleraikannya dan memulai pertandingan.


"Baiklah! sudah cukup wawancaranya! sepertinya para pemimpin tim sangat serius! baiklah saatnya pertandingan kita mulai! masing-masing tim Silahkan berada di Kapal ikan kalian masing-masing!"


tanpa berpikir panjang mereka langsung bergegas naik ke kapal ikan masing-masing. mereka mulai menarik layar dan menarik jangkar.


"Baiklah kalian siap?!"


Serentak para Peserta bersorak


"Ya!!"


"Mulia!!"


seluruh kapal ikan mulai melesat menuju lautan yang lebih dalam. beberapa peserta mulai mengambil pancingan mereka dan mulai memancing.


"baiklah! karena para penonton sulit melihat aksi peserta, kami sudah menyiapkan sihir proyeksi di setiap titik yang ada disini. jadi jangan takut kelewatan acaranya ya!"


aku dan yang lainnya menyaksikan acara. karena matahari cukup terik, jadi kami berteduh di bawah payung sambil menonton acara.


pertandingan di mulai, Alfred mulai melempar tali pancingnya dengan pancingannya. dan beberapa saat, umpannya berhasil dimakan.


"Bagus! ini dia!!"


ia langsung menarik pancingan nya dan seekor ikan besar mirip seperti ikan Kakap berhasil ia dapatkan.


"Alfred dari tim merah mendapatkan ikan Selrd!! 30 poin untuk tim Merah!!"


Alfred melihat ikan yang berhasil ia tangkap dan memamerkan ikannya ke Yuuki.


"Lihat lah, Yuuki.... siapa yang ahli di lautan ini!"


"Owh begitu?...."


Alfred langsung melihat Yuuki yang mendapat ikan Hiu.


".... aku rasa sama saja...."


"Yuuki dari tim Biru berhasil mendapatkan ikan Hiu Herlos!! 50 Poin untuk tim Biru!"


"Cih! Aku tidak akan kalah dengan mu! lihat saja siapa yang akan menang!!"


perlombaan terus berlanjut, Yuuki dan Alfred bersaing dengan sengit. mereka terus-menerus mendapatkan berbagai macam ikan di perahu mereka masing-masing.


satu hal ku bingung kan, bagaimana memberi poin setiap ikan?


pasalnya, aku melihat ada yang mendapatkan ikan kecil namun mendapatkan poin yang banyak, sedangkan ada yang mendapatkan ikan yang besar namun mendapatkan poin yang sedikit.


aku cukup bingung, mereka menghitung poinnya berdasarkan apa?


"eeee..... bagaimana cara menghitung poinnya? aku cukup bingung...."


Noir langsung menjawabnya.


"Gampang saja, Poinnya dihitung berdasarkan Seberapa enak daging ikan itu."


kemudian Zeird melanjutkannya...


"benar, Karena nanti semua tangkapan itu di nikmati bersama-sama. makanya memberi poin pada Seberapa enak daging nya adalah ide yang bagus."


"Contohnya saja ikan Vir yang cuman di kasih 1 poin karena rasa dagingnya yang tawar dan bakal mengeras jika di masak dengan cara apapun..."


"lalu ikan Yomn di beri 70 Point karena ikan itu benar-benar nikmat, Bahkan tulangnya juga enak jika dimakan."


"dan Ikan Serf di beri 80 poin karena dagingnya sangat Berkelas"


"dan Ikan Serf di beri 80 poin karena dagingnya sangat Berkelas"


"Be... begitu ya...."


mereka kompak sekali....


beberapa jam berlalu, Matahari benar-benar sudah diatas kepala. pasir di pantai menjadi agak panas untuk di injak.


"Waktu sudah memasuki Fase siang!! pertarungan antar kedua tim sangatlah sengit!! dan mereka sama-sama mendapatkan poin yang sama yaitu 670 poin!! dan waktunya sudah tiba! cumi-cumi raksasa Gurando akan muncul ke permukaan! seluruh peserta harap bersiap di kapal masing-masing ya!"


para peserta dan penonton mulai sunyi. sepertinya mereka menunggu cumi-cumi raksasa itu datang.


tak lama suara gemuruh mulai terdengar, gelombang mulai meninggi, gelembung udara mulai keluar dari air laut.


"sudah tiba ya.... OI! Berikan tombakku sekarang!!"


Salah satu peserta tim merah mulai mengambil tombak dan memberikan nya pada Alfred.


"Yosh! mari kita mulai!"


Yuuki juga mulai bersiap. ia segera menyiapkan Mode Nekomata nya.


"Baiklah, Killis.... Mari kita lakukan bersama seperti biasa...."


dan tak lama kemudian, Beberapa tentakel Cumi-cumi Raksasa mulai keluar dan membuat gelombang yang sangat besar yang hampir menumbangkan kapal ikan peserta.


"Sebuah Gertakan yang bagus, dasar cumi-cumi! Tapi itu belum cukup untuk si Hebat ini!"


Dan Cumi-cumi Gurando Menampakkan wujudnya ke permukaan. Seekor cumi-cumi raksasa dengan warna biru bercampur putih di tubuhnya. Tentakelnya benar-benar sangat panjang dan besar, dan lagi ia mempunyai beberapa tanduk yang besar.


"Itu dia!!! Cumi-cumi Gurando telah naik Permukaan!!! Mari kita lihat, tim mana yang akan jadi Pemenangnya!!!"


Tentakel Cumi-cumi itu menggeliat dan siap menghempaskan apa saja yang berada di jangkauannya. Salah satunya kapal ikan para peserta. Banyak kapal ikan yang tenggelam akibat amukan sang Cumi-cumi.


"Satu per satu kapal ikan milik para peserta dihancurkan oleh sang Cumi-cumi. Mampukah para tim perlombaan kali ini bisa menaklukkan nya!!"


Salah satu tentakel Cumi-cumi itu bersiap menghempas kapal milik Alfred. Seluruh peserta lain berlari menghindar sedangkan Alfred tidak. Ia malah bersemangat.


"Datanglah padaku, akan ku tunjukkan kemampuan ku sekarang!!"


Alfred mulai memutar tombaknya, lalu ia mengayunkan keatas sebelum tentakel itu mengenai kapal.


"Shock Wave!! VERSI TOMBAK!!!"


Serangan kejut itu berhasil membuat tentakel Cumi-cumi Raksasa itu tersentak.


" Ini Belum apa-apa!! Saatnya aku menunjukkan serangan terbaikku!! Semuanya!! Fokus menyerangnya juga!!"


"Ya!!"


Alfred mengeluarkan sihir angin di permukaan kapal dan mulai meluncur. Yuuki melihat aksi Alfred juga tidak ingin kalah dan bersiap untuk menuju Cumi-cumi itu.


"memulai duluan ya.... bukan berarti kau akan menang kali ini!"


Yuuki langsung melompat menuju ke tentakel lain dari cumi-cumi itu.


di atas badan Cumi-cumi itu, Alfred terus berlari menuju ke bagian kepala Cumi-cumi itu begitu dengan Yuuki. mereka terus Menghindar dan memotong beberapa tentakel Cumi-cumi itu dengan sangat gesit. para penonton semakin takjub melihat aksi mereka.


"Luar biasa!!! Pertarungan mereka semakin sengit!!! siapa yang akan berhasil mengalahkan Cumi-cumi Gurando kali ini!!! tim merah atau tim biru?!!!"


Para penonton terus bersorak mendukung tim yang mereka dukung dengan sangat meriah. suasananya semakin heboh disini.


"Sengit sekali...."


"benar juga.... untung saja aku bisa melihatnya secara langsung."


keduanya hampir sampai pada bagian kepala Cumi-cumi itu. keduanya mulai melompat di waktu yang sama dan mereka bersiap-siap mengeluarkan serangan terakhir mereka.


"aku lah yang akan Menang kali ini!!"


"Jangan terlalu Percaya diri, karena akulah akan tetap menang!!"


"Thunder spear!!"


"Destroyer Claw!!"


mereka menciptakan serangan yang cukup besar. Cumi-cumi itu berhasil di kalahkan, tapi siapa yang berhasil mengalahkannya?


...****************...


Hari menjelang Sore, Seluruh peserta kelelahan setelah bertarung. para Juri mulai memutuskan hasilnya. dan cukup mengejutkan karena....


"P-point mereka sama?!...."


mereka sama-sama 12560. dan disini tidak ada yang menang apapun kalah.


"... Dengan Ini.... Kedua tim menjadi Pemenang Perlombaan Tahun ini!!!"


Semuanya terdiam, namun tiba-tiba mereka bersorak dengan gembira. ini cukup membingungkan bagiku...


"mereka berdua menang ya...."


"Itu sering terjadi kok di perlombaan seperti ini...."


"Benarkah?"


"ya, malah jika Seri begini, Para tim bisa menikmati hasil mereka bersama-sama...."


"begitu ya..."


Alfred duduk bersandar sambil beristirahat Mendengar jika hasilnya seri, ia merasa agak lega dan sedikit kecewa.


"Seri ya...."


lalu Yuuki datang dan mengulurkan tangan kepadanya. membuat Alfred sedikit heran


"Kerja bagus, Alfred. Sepertinya kita seri kali ini ya. selanjutnya aku tidak akan membiarkan mu menang"


Alfred kemudian tersenyum, lalu memegang tangannya.


"Terserah kau saja. aku tidak akan kalah semudah itu"


Alfred Mulai berdiri, dan mulai memanggil semua orang.


"BAIKLAH SEMUANYA!!! MARI KITA NIKMATI MALAM FESTIVAL INI!!!"


Semuanya bersorak Setuju. dan singkatnya, Semua Menikmati semua hasil perlombaan itu dengan penuh kegembiraan.


begitu juga dengan ku, aku sendiri tidak tahu berapa banyak hidangan yang ku habiskan malam itu.


Malam itu benar-benar Menyenangkan, aku tidak sabar menanti tahun berikutnya.


ini hal sangat membahagiakan.


...****************...


Seminggu berlalu,


langit hari ini benar-benar mendung, di tambah lagi dengan suasana kota yang tiba-tiba mencekam. karena ada sebuah Quest Darurat yang tiba-tiba saja muncul di seluruh penjuru Kota melalui pengeras suara.


"Quest darurat!! pasukan monster level tinggi telah mendekati kota.... seluruh petualang harap Bersiap di depan Gerbang Kota Sekarang!!!"


semua petualang mulai berbondong bondong berkumpul di luar Gerbang kota Axel bersiap menyambut para segerombolan Monster-monster yang mengerikan yang berjalan beriringan.


monster-monster itu tidak datang dengan sendirinya. seseorang memimpin mereka di depan. seorang pria dengan rambut putih yang panjang serta dengan tanduk panjang diatas kepalanya.


ia melihat para petualang yang memandang ngeri padanya. lalu ia mulai berbicara dengan nada bicara yang dingin.


"Kota Axel, Kota para petualang.... sebentar lagi kota ini akan menyisakan namanya saja... begitu juga dengan kalian.... bersiaplah...."


Bersambung.....