
Hari ini adalah hari pertama ku menjadi petualang.
Namun pertama, aku harus melewati perjalanan panjang ke kota Axel. Kota dimana ayah menjadi Petualang hebat disana.
Dalam perjalanan aku melihat berbagai macam hal disana.
Binatang-binatang yang tidak pernah ada di dunia lama ku.
Desa-desa kecil yang di huni manusia dari Ras berbeda. Dan kadang kami singgah ke salah satu desa untuk beristirahat sebentar. Karena kuda yang menarik kereta tidak selamanya bisa berjalan jauh. Jadi kami singgah untuk membiarkan kuda tersebut makan untuk mengisi tenaganya kembali.
Perjalanannya kadang tidak selalu mulus.
Tak jarang kami terpaksa berhadapan monster-monster yang menghalangi jalan. Jadi aku terpaksa memakai sihir ku untuk menghalau mereka.
Kata sang kusir Monster-monster memang sering muncul di setiap jalan. Jadi kadang mereka harus mundur untuk sementara waktu. Namun jika mereka bisa bertarung atau memakai sihir, perjalanan mereka bisa saja lebih mudah.
Setelah perjalanan panjang yang berhari-hari aku tidur di dalam kereta kuda karena kelelahan setelah memakai sihir.
"Kita sudah hampir sampai...."
Kepala sedikit tersentak. Aku membuka mataku dan melihat keluar jendela. Dan rasa kantukku seketika hilang melihat pemandangan kota dari luar.
Kota tersebut dilindungi oleh tembok dari batu yang sangat besar dan Kokoh. Dan di pintu depan tidak ada penjaga yang menjaga pintu, Hanya sebuah pintu yang terbuat dari baja.
Saat kami masuk, banyak sekali rumah-rumah yang bentuknya berbeda-beda. Namun tetap tersusun rapi dan indah. Dan juga jalanan di sini terbuat dari beton. Bahkan Banyak kereta kuda yang lalu lalang dan juga Para pemuda Dengan membawa berbagai macam Senjata dan membawa armor yang sudah pasti itu adalah petualang. Ini Benar-benar mirip seperti di Manga dan Novel.
Kereta Berhenti dan aku membuka pintu kereta tersebut. Lalu aku turun perlahan dan mengucapkan terimakasih kepada sang kusir.
"Terimakasih banyak sudah mau mengantarkan ku sampai kesini."
"Bukan apa-apa. Aku juga sudah biasa bolak-balik kota ini untuk mengantar barang. Jika kau ingin pergi ke suatu tempat. Kau bisa mengandalkan ku. Kalau begitu aku permisi dulu"
"Ya, sampai nanti tuan kusir!"
Kereta kudanya kembali berjalan dan kami saling melambaikan tangan sebentar.
Setelah mengucapkan salam perpisahan ke tuan kurir. Aku lanjut melihat pemandangan dalam kota yang indah. Dan langit benar-benar cerah dan sedikit awan di langit.
"Wah.... Seperti di novel saja... Pantas saja banyak ingin jadi petualang disini.... Baiklah selanjutnya aku mencari guild petualang disini dan tentunya aku akan jalan sebentar...."
Aku mulai melangkahkan kaki ku dan mulai melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki.
Kota ini benar-benar ramai.
Banyak makhluk-makhluk dari ras berbeda tinggal disini dengan rukun.
Manusia Ras Anjing, Manusia Ras kelinci, dan juga manusia Ras lainnya yang saling berkomunikasi meski mereka berbeda jenis.
Bahkan anak-anak Disini juga bermain dengan riang di sekitar ku.
Aku berjalan ketempat yang lebih ramai dari sebelumnya, dan mungkin saja ini adalah pusat kota.
Aku bisa melihat para seniman jalanan menunjukkan bakat mereka untuk mencari uang. Salah satunya adalah pemain juggling yang menunjukkan bakatnya dengan melempar beberapa botol di udara. Banyak penonton yang kagum dengan atraksi nya termasuk anak-anak. Saat ia mengakhiri aksinya, orang-orang langsung memberi dia uang karena puas.
Tak hanya itu, di sekitar pusat kota terdapat juga beberapa tenda jualan dengan menjual bermacam-macam barang. Para penjual terus berteriak memamerkan barang yang mereka jual untuk menarik pelanggan.
Aku menyempatkan waktu untuk membeli beberapa apel di salah satu penjual buah. Dan penjual buah tersebut adalah pria tua dari ras manusia murni.
"Selamat datang, Nyonya ras Kucing. Silahkan pilih buah yang ingin kau beli. Jangan ragu-ragu karena ini masih baru dan segar"
"Aku mau membeli apelnya 3."
"Baiklah. Harganya 6 Reis saja"
Mata uang di kota ini adalah Reis. Dan uang disini berupa 4 koin dengan jenis yang berbeda.
Koin paling kecil dengan aluminium tebal adalah koin untuk nominal 1 Reis
Koin dengan ukuran sedikit besar dengan perunggu adalah koin untuk nominal 10 Reis
Koin dengan Ukuran 2x koin alumunium terbuat dari perak adalah koin untuk nominal 50 Reis
Dan Koin emas adalah koin untuk nominal 100 Reis.
Dan karena aku belum menjadi petualang, jadi orang tua ku memberi sekantung uang Reis senilai 2000 Reis dalam pecahan berbeda-beda.
Karena harganya 6 Reis. Aku hanya perlu mengeluarkan 6 koin alumunium saja.
"Ini uangnya."
Setelah aku memberikan 6 Reis kepadanya. Penjual itu langsung memberikan 3 apel itu padaku.
"Baiklah. Ini apel mu."
"Ah.... Terimakasih...."
"Ngomong-ngomong, apa kau baru datang kesini? Soalnya wajah mu sedikit asing bagi ku"
"Ya, aku baru pertama kali datang kesini dan aku juga tidak lama sampai disini"
"Begitu ya.... Kau berasal darimana?"
"Desa Fitoa"
"Desa Fitoa ya.... Jadi kau tinggal di desa itu ya..."
"Ada apa?"
"Oh.... Bukan apa-apa. Aku hanya teringat seorang petualang muda yang berasal dari sana juga..."
"Petualang muda?"
"Ya... Itu Sudah lama sekali dia tidak terlihat disini... Aku dengar dia sudah menikah dan punya anak..."
Sebentar...
Sepertinya petualang ini tidak asing bagiku....
Apa jangan-jangan yang dia bicarakan...
"Ngomong-ngomong apa kau kenal pria Bernama William Vinryl. Dia juga manusia ras kucing Seperti mu."
Ya.....
Ternyata benar....
Dia membicarakan ayah....
"Eh.... Tentu saja.... Habisnya dia ayah ku sendiri...."
"He? Jadi anaknya? Beneran kah?"
"Ya...."
Penjual itu terdiam sejenak dan tiba-tiba saja dia tertawa.
"Jadi kau anaknya William ya?! Pantas saja kau sedikit mirip dengannya. Bukan hanya wajah mu bahkan Pakaian mu juga sedikit mirip dengannya."
"Apa kau mengenal ayah ku?"
"Ya... Waktu itu dia juga datang dari Desa Fitoa ke kota Axel hanya dengan jalan kaki. Dan setelah dia sampai kesini, tubuhnya sangat kotor dan penuh debu... Awalnya banyak yang meragukan dia karena dia terlihat seperti orang lemah. Namun, setelah ia menjadi petualang. Dia mulai di akui karena kehebatan nya.... Dia juga pernah menolong ku saat ada monster yang menghalangi jalan saat aku mengantarkan beberapa buah ke luar Kota Axel meski tidak ada quest untuk itu. Jadi aku merasa punya hutang budi padanya. "
"Begitu ya... "
"Apa kau kesini ingin menjadi petualang juga?"
"Iya, tapi aku tidak punya niatan mengikuti ayahku. Aku punya tujuan sendiri untuk menjadi petualang"
"Begitu ya..."
"Apa aku boleh bertanya?"
"Apa itu?"
"Apa kau tahu Guild petualang ada dimana?"
"Tentu saja aku tahu. Semua orang di kota Axel tahu dimana letaknya. Tapi sebelum itu... Tunggu sebentar...."
Penjual itu seperti menyiapkan sesuatu di belakang rak jualannya. Dan saat dia keluar, ia memegang sebuah kantong berisi makanan.
"Terimalah ini..."
"Eh? Tu-tunggu dulu... Bukan kah ini tidak perlu?"
"Tidak apa-apa... Anggap saja ini rasa terimakasih kepada ayahmu."
Meski aku bersikeras menolaknya. Tetap saja akhirnya aku menerima kantong makanan itu.
Dan penjual itu juga memberi arah ke tempat guild itu berada. Karena aku sudah paham atas arahannya jadi aku langsung pamit dan bergegas ke arah yang ia katakan.
"Jangan lupa Mampir kesini ya!"
"Ya! Terimakasih Makanannya!"
membawa tongkat sihir dan kantong berisi makan secara bersamaan benar-benar merepotkan.
Tapi mau bagaimana lagi. Mungkin aku akan makan beberapa nanti. Yang jelas, tujuan selanjutnya adalah guild petualang.
Setelah melewati beberapa rute panjang.
Akhirnya aku sampai di guild petualang yang di maksud.
Bangunan nya cukup besar dari luar. Sepasang Pintu depannya juga sangat besar. Dan diatasnya terdapat lambang guild dengan perisai dan palu dan gelas bir kayu saling menyilang.
Aku hanya terdiam karena kagum.
"Luar biasa.... Jadi ini guildnya ya...."
Aku berjalan mendekati pintu guild. Dan aku sempat beberapa kali menepuk kedua pipi ku untuk meyakinkan diri untuk masuk.
"Baiklah! Aku harus siap untuk ini... Ini kesempatan yang tidak boleh dilewatkan... Baiklah! Ayo kita mulai!!"
Aku mulai membuka pintu guild yang besar dan agak berat. Perlahan bagian dalam guild terlihat dan....
"YEEEEEAAAAAAAHHHHHHHHH!!!!!!!!!!"
Sorak para petualang pria dengan Bir di tangan mereka.
Mereka Berpesta Bir dengan meriah dan penuh kegembiraan...
Ya tentu saja.... Mereka sedang mabuk....
Mereka Menari dan Bernyanyi
Meminum bir sebanyak-banyaknya
Bahkan ada dua orang petualang bongsor saling bergulat di atas Meja dan di tonton oleh banyak orang disana.
Mereka sorak memberi dukungan dan saling bertaruh.
"AKU BERTARUH 10,000 REIS JIKA DIA MENANG!!!!!"
"AKU BERTARUH 20,000 REIS JIKA DIA MENANG!!!"
Suasana nya benar-benar riuh oleh petualang mabuk.
Aku hanya terdiam dan membatu di depan pintu guild.
Apa yang terjadi...?
Perasaan di luar tenang saja....
Kok bisa suara seribut ini tidak terdengar di luar ya....?
Hanya itu yang ku pikirkan.
Aku terpaksa berjalan ke tepi dan menghindari para petualang yang sedang mabuk. Aku terus berjalan hingga aku berada di area yang sedikit tenang.
"Haah~ ternyata disana ributnya bukan main...."
"Oh?! Ada orang baru ya."
Seorang wanita dengan pakaian dengan pakaian jas panjang dengan dasi pita bewarna kuning dan rompi hijau dan memakai rok panjang bewarna hitam datang menghampiri ku.
Rambutnya agak pendek dengan bewarna merah
Dan matanya Bewarna hijau dan memakai kacamata.
Dari wajahnya tampaknya dia masih cukup muda.
"Selamat datang di Guild petualang kota Axel. Nama saya Astridia, Resepsionis Guild ini."
"Ah ya... Salam kenal.... Namaku Milia Vinryl..."
"Milia ya... Apa kau datang untuk mendaftar jadi petualang? Atau menyewa penginapan?"
"Aku datang kesini untuk mendaftar jadi petualang..."
"Begitu ya. Kalau begitu ikut saya."
Aku berjalan mengikuti Astridia ke sebuah tempat seperti sebuah loket dan dia menyuruhku untuk tunggu di luar dan sementara dia masuk kedalam loket tersebut.
Ia mengambil sebuah kartu bewarna agak kekuningan. Dan di tengah kartu tersebut ada Simbol aneh.
"Milia... Silahkan letakkan tangan di atas kartu ini untuk mendaftar..."
Aku mulai meletakkan tangan ku di atas kartu.
"Sepertinya ini?"
"Baik. Mohon jangan menggerakkan tangan anda. Selama pendaftaran dimulai, tolong sebutkan nama anda dan job class anda. Mengerti?"
"Ya... Saya mengerti"
"Kalau begitu saya akan memulai pendaftaran anda."
Kartu tersebut mulai bersinar. Aku juga merasa kartu ditangan ku agak bergetar.
"Baiklah, silahkan sebutkan nama anda dan job class yang anda mau."
"Baik...."
Aku mulai konsentrasi dan mulai melakukan hal yang di perintahkan.
"Namaku Milia Vinryl, Job ku adalah Mage. "
Setelah menyebutkan nama dan job class ku. Kartu itu terus bergetar dan perlahan mereda bersamaan dengan cahaya yang semakin meredup dan hilang.
"Baik. Pendaftaran nya telah selesai. Anda sudah resmi terdaftar Sebagai petualang. Silahkan lihat status anda pada kartu anda. "
Aku mulai mengambil kartu ku dan melihat status dan skill yang ku miliki.
Milia Vinryl (Mage)
Petualang Axel
Lv.1
HP : 145
MP : 167
SP : 234
Skill yang telah ku kuasai
Sihir dasar Lv.4 :
Sihir Api > ???
Lv.3
Sihir Air > ???
Lv.3
Sihir Angin > ???
Lv.3
Sihir tanah > ???
Lv.3
Sihir support lv.2 :
Sihir Penyembuhan Lv.4 > ???
Sihir Penguat Fisik Lv.3 > ???
Meski baru level 1, tapi status ku sudah memasuki 3 digit dan level skill ku sudah berada di Level 3-4.
Apa ini karena latihan ku?
Atau bantuan dewa itu?
Entalah...
Menurut status ku terlalu besar untuk pemula lho...
"Jika anda ingin mengerjakan Quest, silahkan pergi ke papan Quest disana."
Astridia menunjuk sebuah papan kayu dengan kertas menempel di papan tersebut. Tanpa berlama-lama aku langsung ke sana.
"Baiklah... Terimakasih...."
"Ya sama-sama"
Di papan Quest banyak sekali pilihan Quest yang ada.
Aku bahkan bingung memilih nya.
Jadi aku harus meneliti semua Quest yang ada Mulai dari Tugas hingga imbalannya
...***...
...Quest Perburuan (1) :...
...Buru 10 kadal milurd (sejenis kadal raksasa dengan kulit keras) untuk mengambil kulitnya dan memberikan nya pada black smite joe....
...Imbalan : 20,000 Reis...
...Pemberi Quest : Sang tukang Besi Joe...
...***...
Quest yang menjanjikan tapi ada beberapa hal aku sulit menerima Quest ini.
Kadal Milurd adalah Kadal yang sulit di bunuh Oleh petualang pemula. Butuh petualang di atas level 5 untuk bisa membunuh Kadal tersebut dalam 1 jam. Bahkan ayah baru bisa membunuh Kadal tersebut di Level 8.
Aku tidak tahu bagaimana menerima Quest ini.
Orang yang memberi Quest Sepertinya sangat Pelit. Masa 1 kulit kadal Milurd hanya dijual 2,000 Reis. Di desa ku di jual Dengan harga 5,000 Reis dan itu sepadan dengan usaha para pemburu yang memburu Mahluk itu
Selanjutnya aku melirik Kertas Quest selanjutnya
...***...
...Quest Pembasmian (1-4) :...
...(Butuh Petualang Minimal Lv.35)...
...Bersihkan Danau Dari Ular Meries (Itu adalah Ular muara dengan ukuran super besar. Dan Dia termasuk Mahkluk Berbahaya) Agar danau Menjadi Tempat aman bagi Warga Desa Hayas. Dan penduduk tidak perlu jauh-jauh mencari sumber air yang aman....
...Imbalan : 500,000 Reis...
...Pemberi Quest : Kepala Desa Hayas, Marzel....
...***...
Sepertinya Quest yang satu ini kelihatannya menakutkan. Wajar Warga desa tidak berani mendekati danau. Pasalnya ular Meries akan memakan Manusia. Ayah bilang jika lengah sedikit saja melawan ular ini. Bisa-bisa saja tubuh mu sudah berada di lambung ular itu dan senjata apapun tidak akan Melukai bagian dalam perutnya. Bahkan ia buang air selama sebulan sekali.
Untung saja Quest ini Hanya untuk Petualang di atas Level 35 saja
Kemudian aku melirik Quest berikutnya.
...***...
...Quest Penjaga (1-4) :...
...(Butuh petualang Minimal Lv.1)...
...Lindungi kawanan Ortilus (sejenis Burung yang mirip seperti burung unta, namun dengan lengan pendek dan tanduk di paruhnya) yang sedang bermigrasi di sekitar padang rumput bagian utara di luar kota. Lindungilah dari serangan Hursto (semacam Serangga raksasa yang makanan favoritnya adalah Ortilus) agar Populasinya tetap Terjaga....
...Imbalan : 250,000 Reis...
...Pemberi Quest : Kepala Organisasi Pelindung Hewan Kota Axel, Aries....
...***...
Sepertinya Quest ini cocok dengan ku. Serangga Hursto juga bukan serangga yang kuat juga.
Dan Imbalannya juga sangat menguntungkan. Jadi aku memutuskan untuk mengambil Quest ini saja.
namun aku bingung bagaimana cara memilih nya.
Saat aku kebingungan, seseorang mulai menyapa ku.
"Yo, nyonya ras Kucing. Apa kau petualang baru?"
Seorang pria dengan pakaian seperti petualang job thief menghampiri ku.
Dia memiliki rambut berwarna putih
Dan mata bewarna ungu.
"Sepertinya kau punya masalah dengan cara mengambil Quest ya?"
"Ah.... Ya...."
"Sudah kuduga.... Tenang saja, aku bukan orang jahat kok. Namaku Harold, dan job ku disini adalah thief. Aku akan menjelaskan cara sistem Quest disini... Dan tentu saja ini gratis..."
Harold mengambil semacam pin di dekat Papan Quest. Saat ia mengambil satu. Seketika pin baru muncul di tempat yang sama.
".... Pertama akan ku jelaskan tentang pin ini. Ini adalah pin pengecap Quest. Gunanya untuk menerima Quest yang di pilih. Caranya cukup mudah..."
Harold Mengambil kartu petualang nya lalu ia meletakkan pin itu diatasnya. Lalu dia mengangkat pin tersebut. Pin yang awalnya hanya pin kosong kini mengeluarkan tulisan "Petualang Harold Mengambil Quest ini"
"Jadi... Kau harus menempelkan pin ini ke kartu mu dulu barulah kau bisa menempelkannya di Kertas Quest yang kau pilih."
Dia kemudian menempelkan pin nya ke sebuah kertas kosong.
Sepertinya itu kertas contoh untuk memberitahukan cara mengambil Quest.
"Jadi kau cukup meletakkan nya di bagian bawah kertasnya saja. Dan jika sudah di beri pin mu. Kau boleh mengambil kertas ini lalu pergi ke Tempat Quest. Jika tidak jadi mengambilnya, Kau bisa mencabutnya"
"Begitu ya. Aku paham Sekarang."
"Sekarang cobalah..."
"Oke."
Aku mulai melakukan hal yang sama dengan Harold lakukan.
Pertama, aku harus mengambil pin di Papan Quest.
Kedua, meletakkan pin di Kartu Petulangan ku hingga tulisannya muncul.
Ketiga, setelah tulisan "Petualang Milia Mengambil Quest ini". Saatnya aku menempelkan pin nya di Quest yang ku inginkan.
Dan Quest berhasil Ku ambil. Saatnya aku menarik Quest nya dari Papan.
"Kerja Bagus, Petualang Baru. Kau melakukannya Dengan sempurna."
"Terimakasih banyak sudah mengajarkan ku caranya, Harold."
"Ya, Sekarang Jalankan Quest nya segera."
"Baik terimakasih banyak! Sampai bertemu lagi ya"
Setelah aku pamit dengan Harold aku Bergegas keluar dan Pergi ke tempat Quest nya berada. Dan karena ada peta khusus di belakang kertas Quest, aku tidak perlu repot-repot menanyakan arah ke penduduk setempat.
Baiklah! Saatnya aku memulai Quest Pertama Ku!!!
...XxX...
"Permisi!! Tuan Aries!!"
Aku mengetuk pintu sebuah Rumah, dan dari dalam terdengar suara langkah kaki berjalan menuju pintu.
Pintu terbuka dan Seorang Wanita Ras murni dengan Rambut pirang panjang dan mata merah muncul di balik pintu. Tampangnya lumayan dingin.
"Ada Perlu apa, gadis kucing."
"Aku sedang mencari Tuan Aries. Apa dia ada disini?"
"Ya, itu aku... Ada perlu apa dengan ku?"
"Hee?! Kau adalah Aries. Aku pikir dia laki-laki..."
"Ya... Ya... Semuanya sering menduga begitu... Jadi aku anggap hal yang lumrah..."
"Begitu ya.... Kalau begitu..."
Aku segera mengambil kertas Quest dan menunjukkan padanya.
"... Aku ingin mengerjakan Quest yang anda Buat di Guild."
"Owh.... Petualang ternyata.... Dan Sepertinya kau masih baru ya...."
"Ya, aku baru mendaftar hari ini."
"Begitu ya.... Kalau begitu.... Akan tunjukkan tempat nya. Dan Siapa namamu?"
"Milia Vinryl"
"Baiklah... Milia... Ikut aku ketempat nya"
"Baik!"
Aku berjalan mengikuti nyonya Aries ke sebuah bukit yang tidak jauh dari rumahnya. Bukit itu cukup luas dan tenang seperti bukit biasa.
"Disinilah tempat nya..."
"Disini ya.... lalu dimana Ortilus nya?"
"Sebentar lagi mereka akan datang..."
"Sebentar lagi...."
Tanah kemudian bergetar, dan dari kejauhan tampak segelebat debu yang semakin mendekat.
Dan itu adalah Ortilus yang berlari secara bergerombol dalam jumlah banyak.
"Banyak sekali...."
"Ini belum seberapa.... Malah ini lebih sedikit yang datang... Biasanya Sampai 100,000 Ortilus yang lewat disini..."
"100,000?!!"
"Dengar lah... Lakukan Quest ini dengan baik... Jangan sampai banyak Ortilus yang tewas. Mahkluk ini semakin lama semakin langka lho..."
"Baik... Aku akan berjuang semampuku..."
"Baiklah... Aku mengandalkan mu ya..."
Nyonya Aries mulai pergi dan tak lama beberapa kumbang Hursto telah datang dari atas dan siap menangkap beberapa Ortilus.
"Tidak akan ku biarkan Kau menyentuh Burung itu sedikit pun serangga jelek!!"
Aku mengayunkan tongkat ku lalu memunculkan beberapa panah api. Dan aku menembaknya ke arah serangga Hursto yang coba menerkam Ortilus. Dan akhirnya serangga itu tumbang Sebelum berhasil menyerang Ortilus.
"Berhasil!"
Tak lama Beberapa serangga lain mulai berdatangan. Dan mulai mengincar Ortilus juga.
"Baiklah... Saatnya kita bermain serius!!"
Aku mengeluarkan beberapa sihir milik ku untuk membunuh Hursto sebanyak mungkin. Dan membiarkan Ortilus itu terus berada di kawanannya.
Aku tidak tahu berapa jumlahnya Ortilus yang bermigrasi dan berapa banyak Hursto yang ku bunuh.
Namun Kawanan Ortilus sudah semakin sedikit dan Hursto juga semakin lama semakin sedikit berdatangan.
Hingga sore hari aku membunuh Hursto terakhir. Dan kawanan Ortilus juga berhasil melewati serangan Hursto nya dengan selamat.
"Haa~ akhirnya selesai juga..."
"Milia!!"
Nyonya Aries datang dari atas bukit dan ia membawa sebuah kantung Kain.
"Nyonya Aries!! Aku sudah menyelesaikannya!!"
"Ya!! Kerja yang bagus, Milia! Aku juga tidak melihat mayat Ortilus sedikit pun disini!"
Kemudian Nyonya Aries menuruni bukit dan menghampiri ku. Dia segera menyerahkan kantong kain yang ia bawa.
"Ini, Sesuai imbalan yang ku sebutkan di Quest nya. 250,000 Reis"
"Terimakasih banyak..."
"Ngomong-ngomong apa kau masih memegang kertas Quest nya?"
"Ya tentu saja..."
Aku memperlihatkan kembali kertas Quest nya. Dan Aries mengambil sebuah Stempel lalu mengecapnya di kertas Quest. Dan sebuah cap bertuliskan "Quest Telah di selesaikan" tertempel di di kertas Quest. Tak lama kertas Quest itu perlahan menjadi debu dan menghilang.
"Baiklah... Dengan ini tugas mu selesai. Kerja yang bagus Milia."
"Terimakasih banyak, Nyonya Aries!"
"Ya, mungkin aku akan memerlukan bantuan mu lagi. Tapi tidak sekarang. Sering-sering lah memantau Quest ku ya..."
"Ya tentu saja... Terimakasih banyak! Kalau begit sampai nanti."
"Ya! Kapan-kapan mampir kesini ya!"
Aku berpamitan dengan Aries. Dan akan kembali ke kota lagi.
Ah rasanya menyenangkan ternyata menjalani hidup sebagai petualang.
Pilihan ku juga tidak salah. Dunia ini sangat pas untuk ku huni.
Baiklah saatnya aku ingin mengambil Quest apa lagi ya...
Saat aku memikirkan Quest apa yang ku ingin ambil. Tiba-tiba aku mendengar suara ledakan di sebelah kiri.
"Ledakan apa tadi?"
Aku melihat sebuah segelebat asap yang tinggi di hutan yang tak jauh dari jalan raya yang ku lalui.
Tanpa pikir panjang aku segera ke sana.
...XxX...
3 orang mengalami luka yang cukup parah dan tidak bisa bertarung lagi. Dan hanya seorang gadis ras murni yang masih sanggup berdiri meski ia juga terluka.
Sesosok Monster mirip seperti kera memandang gadis itu dengan penuh amarah.
Gadis itu mulai membuka buku sihirnya lalu merapalkan mantra.
"Atas nama dewa... Berikanlah aku kekuatan untuk Melenyapkan mahluk jahat ini!!"
Sebuah bola sihir muncul di tangannya lalu ia menembaknya tepat di dada mahluk itu. Namun Mahluk itu masih bisa bertahan dari Serangannya. Lalu ia mulai Segera menyerang balik. Dan gadis itu tidak sempat menghindar.
Sesaat sebelum monster itu berhasil menyentuh tubuh gadis itu. Sebuah batu muncul lalu berhasil melindungi gadis itu.
Dan aku juga datang dengan sihir api yang ku miliki dan menembakkan nya ke kepala monster itu.
"Hentikan sekarang! Atau terima akibatnya"
Aku mengarahkan tongkat ku ke monster itu. Monster itu masih menunjukkan wajah sangarnya. Dan akhirnya dia memilih meninggalkan tempat tersebut.
Dan gadis itu seketika jatuh lemas karena ia telah menghabiskan mananya.
"Kau tidak apa-apa!!"
Aku yang khawatir langsung menghampiri gadis itu.
Gadis itu memiliki rambut pendek berwarna coklat agak keputihan dan matanya bewarna Coklat dan memakai kacamata.
Ia memakai Jubah hingga bagian mata kaki.
Dam memakai topi baret lebar.
Tubuhnya penuh luka, dan aku dengan segera menyembuhkan dengan sihir Penyembuhan.
"Terimakasih.... Sudah menolong ku...."
"Ya... Ngomong-ngomong bagaimana bisa kalian berhadapan dengan monster tadi? Apa itu sebuah Quest?"
"Bukan... Itu bukan Quest.... Kami baru saja kembali setelah menyelesaikan Quest... Dan makhluk itu tiba-tiba muncul dan menyerang kami. Teman-teman ku berusaha melawan nya namun kalah dan berkahir seperti ini.... Dan kami pertama kali melihat mahkluk itu disini"
"Berarti itu mahluk luar ya..."
"Namamu siapa? Kau tampak asing bagi ku..."
"Aku Milia Vinryl, aku baru menjadi petualang disini..."
"Begitu ya.... Nama ku Noir..."
"Ya.... Senang bertemu dengan mu..."
Setelah aku menyembuhkannya lukanya aku lanjut menyembuhkan teman-teman nya. Dan kemudian membawa mereka kembali pulang dan sementara waktu mereka harus beristirahat di guild dan tidak mengambil Quest untuk sementara hingga kondisi mereka membaik.
Aku sempat bertanya kepada Astridia tentang monster yang menyerang mereka. Namun Astridia menjawab jika monster Seperti itu mustahil berada di tempat seperti itu. Kemungkinan ada yang membawanya.
Jadi aku hanya memikirkan satu hal
Siapa yang membawa mahluk mengerikan itu ke tempat yang tidak seharusnya?
...XxX...
Di pagi hari dimana fajar masih belum menunjukkan dirinya.
Seorang pria berjubah dengan tudung menutupi kepalanya dan sebuah pedang di punggungnya.
Ia terus menatap Gerbang depan Kota Sebelum ia masuk.
"Hoo~ jadi ini kota Axel ya... kota yang cocok untuk petualang Seperti ku..."
Ia mulai berjalan memasuki Kota dengan penuh semangat.
"Saatnya Petualang hebat ku dimulai!!"
-Bersambung-