
Aku sangat senang meski ini sesaat....
Aku masih mengingatnya....
Tentang kehidupan sebelumnya, Ketika Hatsune-san membawa ku kedalam rumahnya saat itu.
Ia masih sanggup membawaku meski tangannya sendiri harus memegang payung dan tas secara bersamaan. Dia masih bisa tersenyum seakan-akan itu hal yang biasa ia lakukan.
Ia sampai di pintu rumahnya, dengan susah payah ia membuka pintu karena tangannya benar-benar penuh. Dan ia berhasil membukanya dan masuk.
Dan ia Mulai memberi salam
"Aku pulang!!"
"Selamat datang kembali, Hatsune...."
Seorang wanita yang agak tua menghampiri nya dan penasaran apa yang ia bawa. Seperti nya dia adalah ibunya.
".... Apa yang ada di tangan mu?"
"Owh! Lihatlah, ibu! Bukankah dia imut?"
Hatsune-san menunjukkan ku pada ibunya dengan wajah yang berseri-seri. Ibunya sedikit memperhatikan ku sebentar lalu berbicara lagi dengannya.
"Kau benar.... Tapi kenapa kau membawanya kesini?"
"Habisnya dia benar-benar kedinginan di luar. Karena itu aku membawanya... Apa aku boleh merawatnya?"
"Aku tidak melarang mu memelihara hewan.... Termasuk kucing"
"Benarkah?"
"... Tapi asal kan kau bisa bertanggung jawab.... Aku akan mengizinkan nya..."
Ia benar-benar senang mendengarnya.
"Terimakasih ibu. Kalau begitu aku permisi ke kamar dulu."
Dengan perasaan senang ia membawa ku ke lantai atas tempat kamarnya berada.
"Jangan lupa keluar untuk makan malam ya!"
"Ya!"
Ia mulai membukakan pintu kamarnya. Dan ia menunjukkan isi kamarnya yang benar-benar rapi. Baru pertama kalinya aku melihat kamar manusia sebelum nya.
"Mulai sekarang... Tempat ini adalah kamar kita berdua..."
Setelah itu ia membawa ku ke ranjangnya. Dengan perlahan ia meletakkan ku di atas kasurnya. Kasur begitu empuk. Ini jauh lebih nyaman dibandingkan tidur di sehelai kain.
"Kau menyukainya ya... Oh ya, aku lupa memberi mu nama.... Aku akan kasih nama yang cocok... Tapi apa ya?"
Ia berpikir sejenak sebelum akhirnya ia mulai menemukan nama yang cocok.
"Benar!... Akan ku namai kau Maru saja. Bagaimana?"
Aku tidak begitu protes dengan masalah nama, karena aku juga belum punya nama. Jadi aku menerimanya dengan mengeong.
"Kau menyukainya ya... Baiklah, Maru. Semoga betah di sini ya!"
...XxX...
Aku perlahan-lahan terbangun dari mimpi ku.... Dan aku menyadari jika tubuhku yang lemas terbaring di atas kasur dengan selimut putih menutupinya. Sudah pasti ini kamar ku.
Tampaknya, aku benar-benar pingsan waktu itu setelah menggunakan sihir Adamtier Bless pada Bawahan raja iblis itu.
Tidak ada yang bisa ku lakukan selain menatap langit-langit, partikel-partikel debu yang berterbangan secara perlahan, dan kicauan burung diluar. Tubuhku benar-benar masih lemas dan sulit untuk ku bergerak.
"Tampaknya kau sudah bangun ya, Milia...."
Aku berusaha menoleh ke arah orang itu. Dan yang berbicara tadi adalah Yuuki yang sedang duduk sambil membaca sebuah buku.
"Akhirnya aku tidak perlu menunggu mu bangun lagi ya"
"Sudah.... Berapa lama aku pingsan...."
"Kalau itu.... Hampir mau seminggu sih.... Menurutku...."
"Begitu ya... Dimana yang lain?"
"Mereka berkumpul di Guild.... Semua orang khawatir dengan kondisimu saat itu...."
"Lalu kau...."
"Apa kau bodoh? Aku tentu saja menunggu mu siuman lho.... Aku bahkan merelakan kasur empuk dikamar ku untuk tidur di Meja ini...."
"Maaf jika merepotkan mu...."
"Tidak apa-apa. Sebenarnya Aku juga tidak keberatan menunggu disini"
Aku mulai berusaha bangun dan berusaha berjalan perlahan. Namun tubuh ku masih belum siap untuk berjalan sehingga aku hampir terjatuh. Untung saja Yuuki menangkap ku.
"Ya ampun kau ini... Jangan memaksakan diri untuk berjalan, kau tahu kan kau baru siuman?"
"Ya.... Maaf sudah merepotkan...."
"Baiklah... Apa setelah ini kau akan ke Guild?"
"Tentu saja... Bukankah mereka sedang menunggu ku disana?"
"Iya, kalau begitu segeralah ganti pakaian mu dan kita kesana. Kau sudah bisa berdiri sendiri kan?"
Dengan perlahan, Yuuki melepaskan pegangannya. Meski masih sulit untuk seimbang, tapi lama kelamaan stamina ku perlahan pulih membuat ku bisa bergerak sendiri.
Karena aku bisa berjalan tanpa bantuannya, ia berjalan keluar kamar ku dan mulai menutup pintu. Membiarkan ku untuk mengganti pakaian.
"Aku akan menunggu diluar. Jika perlu apa-apa panggil aku ya..."
"Ya... Terimakasih ya..."
Ia mulai menutup pintu, dan aku bisa mengganti pakaian sekarang.
Aku mulai memakai pakaian petualang ku seperti biasa, termasuk jubah sihir putih dengan beberapa ornamen benang biru.
Aku mulai menatap di cermin, melihat pantulan diriku.
Aku bukan seekor kucing kecil lagi, dan juga bukan Maru lagi.
Aku sekarang adalah Milia Vinryl, seorang gadis kucing petualang.
Dengan penuh kesiapan, aku mengambil tongkat sihir ku dan membuka pintu. Yuuki tersenyum kecil melihat ku yang sudah siap.
"Baiklah... Ayo kita ke Guild...."
"Ya...."
Di sepanjang jalan kota, anak-anak bermain seperti biasanya, beberapa kereta kuda lalu lalang di jalanan, beberapa orang berbincang akrab, dan masih banyak lagi.
Sebenarnya tidak ada yang berubah dari kota ini. Mungkin karena aku pingsan selama seminggu membuat pemandangan kota ini menjadi sedikit terasa baru bagiku.
Tidak lama, kami sudah sampai di depan pintu Guild. Pintu itu benar-benar tertutup rapat membuat ia mampu meredam kebisingan didalamnya.
Aku sedikit gugup meski aku baru menatapnya.
"Kau sedikit gugup ya, Milia..."
"Mungkin karena sudah seminggu tidak kesini."
"Begitu ya...."
Yuuki mendekati ku lalu menepuk sebelah pundak ku.
"Tenang saja... Semuanya akan baik-baik saja. Sekarang tenangkan dirimu dan bukalah pintu itu"
Aku mengangguk kecil. Aku menghela nafas, berjalan perlahan mendekati pintu, dan memegang kedua gagang pintu itu.
Aku meyakinkan diriku dan mulai mendorong pintu itu dan.....
"SELAMAT DATANG KEMBALI LAGI, MILIA!!"
Semua orang didalam Guild menyambut ku dengan meriah membuat ku terkejut dan tidak percaya. Seisi guild di hiasi dekorasi pesta, meja-meja dipenuhi oleh makanan dan minuman. Aku cukup terkesan dengan ini.
"Karena kau pingsan waktu itu, kami memutuskan untuk menunggu mu siuman untuk merayakan kemenangan. Soalnya... Cukup tidak enak jika orang yang berperan besar mengalahkan pasukan raja iblis tidak ikut merayakannya bersama..."
"MILIA!!"
Zeird tiba-tiba saja berlari dan memeluk ku dengan erat sambil menangis. Jujur saja itu tidak nyaman.
"Milia!! Syukurlah kau masih hidup!! Kupikir kau akan mati!! Kalau kau mati, siapa yang akan menjadi penyemangat ku nanti!!"
"Hei zeird!! Hentikan!!.... Intinya!! Karena aku sudah disini, Mari kita mulai pestanya!! Dan Zeird tolong lepaskan aku!!!"
Semuanya kembali bersorak, dan pesta perayaan pun dimulai.
Semuanya menikmati pestanya. Makan makanan dengan lahap, Minum-minum sepuasnya, bahkan Saling tertawa ria.
Tidak lupa dengan Yuuki dan Alfred yang sejatinya Rival. Mereka kembali berlomba minum bir sebanyak-banyaknya.
Meski begitu, ini adalah pesta yang meriah.
"Yo, Milia. Akhirnya kau sudah siuman ya."
Harold menyapa ku dengan sebelah lengannya masih di perban.
"Syukurlah kau baik-baik saja."
"Terimakasih banyak, Harold"
"Ngomong-ngomong soal ayahmu, aku sudah Mengabari ayahmu tentang aksi mu dalam melindungi kota."
"Begitu ya? Lalu bagaimana reaksi nya?"
"Soal itu..."
Tiba-tiba saja ada seseorang datang dan mulai memencet pipi ku.
"... Tentu saja aku bangga!!"
"Ayah?! Sejak kapan ayah Kesini?!"
"Sejak kau pingsan, ayah dan ibu sengaja berkunjung kesini untuk menjenguk mu... Ngomong-ngomong, aku dengar kau yang memimpin perapalan mantranya ya? Kau benar-benar hebat ya!"
"Terimakasih, ayah."
"Tapi bukan berarti ini berakhir kan, will. Mengingat yang kami kalahkan itu adalah bawahannya."
"Kau benar. Sepertinya raja iblis yang baru sudah mulai bergerak.... Tapi tetap saja Putriku berhasil mengalahkannya... Aku yakin dia akan mengalahkan raja iblis"
"Ya ya... Ngomong-ngomong, Will. Karena kita ketemu lagi, bagaimana jika adu panco seperti biasa kita lakukan."
"Hee~ serius. Tangan mu itu belum sembuh lho... Baiklah, aku terima. Tapi jangan pakai buff ya!"
Ayah mulai berjalan menuju Harold untuk adu panco dengan nya.
"Ayah! Jangan sampai kalah ya!"
"Ya! Tentu saja!"
Harold dan Ayah benar, Ini belum berakhir. Meski begitu, tidak ada salahnya kami merayakan kemenangan kami. Perjalanan kami belum usai, perjalanan yang lebih menantang menanti kami di depan sana.
Dan kami akan mempersiapkan nya. Kapan pun itu!!
...XxX...
Di sebuah mimpi, aku berada di Padang Bunga yang indah. Semilir angin datang menerbangkan beberapa kelopak bunga ke langit.
Dan aku tidak sendirian di sini. Seseorang menghampiri ku dari belakang.
"Sudah lama kita bertemu..."
Suara yang kukenal, benar-benar sangat ku kenali. Aku langsung membalikkan tubuhku dan tidak percaya apa yang aku lihat.
"Kau tampak berbeda ya, Maru"
"Hatsune... San"
Tidak salah lagi, itu adalah dia. Melihat ia, membuatku tidak bisa menahan air mata kerinduanku. Dengan rasa rindu yang sangat dalam. Aku langsung memeluknya erat.
"Hatsune-san!!"
Tangisan ku benar-benar pecah, aku benar-benar merindukannya. Aku tahu ini hanyalah mimpi, tapi ini cukup mengobati rinduku padanya.
Aku menangis dalam pelukannya mengungkapkan betapa rinduku padanya. Namun ia tetap memberikan senyum hangat dan belaian lembutnya.
"Baik... Baik... Tenangkan diri mu, maru... Aku juga merindukan mu..."
Aku melepaskan pelukan ku dan menatap wajahnya yang penuh kehangatan itu. Aku sama sekali tidak bisa menahan air mata kerinduanku.
"Kau sudah tumbuh besar ya, Maru. Apa kau benar-benar menikmati kehidupan baru mu?"
"Ya! Tentu saja! Ini kehidupan yang menyenangkan!"
"Benarkah? Apa kau mau menceritakannya padaku?"
"Ya! Dengan senang hati!"
Dengan senang hati, Aku menceritakan Petualangan ku yang belum usai kepadanya.
...Cat go to ISEKAI...
...Season 1 ...
...END...