Cat Go To Isekai!!

Cat Go To Isekai!!
06. Dia..... TERLALU BERUNTUNG!!!



Setelah beberapa hari berlalu, Kami menjadi lebih akrab dengan Zeird. Ya bisa dibilang kami menjadi teman sekarang.


Disaat luang, aku dan Alfred menghabiskan waktu di butiknya untuk mengobrol dan bersantai. Zeird juga tidak keberatan sama sekali. Malah dia tidak merasa kesepian lagi saat kami berkunjung.


Dan hari ini...


Zeird menunjukkan sesuatu yang menarik pada kami berdua.


"Woah! Keren!"


Ia Membuat sebuah pakaian sihir khusus untuk Alfred. Namun pakaian itu belum sepenuhnya selesai.


Alfred tentu saja sangat senang....


Dia bahkan tak henti-hentinya mengelilingi pakaian itu dan tidak sabar mencobanya.


"Hei Apa aku boleh mencobanya?"


"Seperti nya belum bisa.... Habisnya, pakaian itu belum rampung sepenuhnya. Karena kau adalah Ahli pedang, jadi aku perlu menambahkan Beberapa pelat besi di pakaian itu"


"Hee.... Begitu ya.... Baik-baik.... Aku akan menunggu hingga selesai.... Untuk sementara.... Biarkan aku melihatnya"


"Ya, Terserah mu saja"


Alfred terus mengagumi pakaian itu dengan terus mengitarinya dan menyentuh tekstur pakaian itu.


Sementara itu, Zeird mulai menanyakan sesuatu padaku.


"Oh ya, Milia. Apa aku boleh menanyakan sesuatu?"


"Ya, apa itu?"


"Apa kalian akan Berdua saja terus seperti ini? Apa kalian tidak berencana menambah anggota?"


Sudah kuduga....


Siapapun pasti akan bertanya hal yang sama tentang party ku....


"Ummm..... Kalau itu sih..... Seperti nya mustahil sekali....."


"Mustahil?"


"Ya, kami kesulitan mencari anggota baru.... Padahal petualang baru selalu ada setiap hari dan Undangan Party di Papan Quest juga tidak banyak...."


"Begitu ya.... Lalu, bagaimana caranya Alfred masuk ke party mu?"


"Aku memungutnya karena kasihan saja."


"Begitu ya.... Aku tahu kenapa kau membenci dia"


"Meski begitu, Setelah Alfred masuk kedalam party ku. Tetap saja aku sulit mencari anggota berikutnya. Rasanya itu mustahil...."


"Aku rasa mungkin karena Para Petualang baru akan langsung membuat Party mereka sendiri. Ya, mungkin mereka tidak ingin jadi beban bagi anggota Party lain yang levelnya sudah jauh dibandingkan dirinya yang baru level 1"


"Jadi, aku harus bagaimana? Tidak mungkin aku minta Astridia untuk mencari petualang tanpa Party. Aku rasa itu ilegal lho"


"Kau perlu bersabar. Aku yakin pasti ada yang mau masuk ke party mu. Tentu saja karena kau imut"


"Berhentilah mengatakan itu, saat aku mendengar aku ingin muntah lho"


Setelah itu. Kami berpamitan dengannya dan kembali ke Guild untuk mengambil Quest.


Di perjalanan menuju Guild, aku masih memikirkan cara mendapatkan Anggota party.


"Aaaaaahhhh..... Bagaimana ini. Tidak mungkin party kita hanya kita berdua saja bukan?"


"Benar juga, sudah kubilang untuk mencari awal-awal."


"Aku sudah berusaha awal-awal. Tapi hasilnya sama saja.... Hah.... Andai saja ada sebuah keajaiba-"


Sesuatu menabrak ku dari belakang. Entahlah yang menabrak ku itu sebuah benda atau Manusia. Yang jelas, Tabrakannya cukup keras hingga aku Terjatuh.


"Oi Milia kau tidak apa-apa?"


"Aduh-duh.... Punggung rasanya mau patah saja. Benda apa yang menabrak ku ta-"


Saat aku menoleh aku melihat seorang gadis muda dengan Jubah menutupi kepalanya tak sadarkan diri setelah tabrakan tadi.


"Hei Apa dia pingsan?!"


"Gawat! Kita harus membawanya ke tempat yang aman!"


Alfred dan aku yang masih sulit berjalan karena tabrakan tadi segera membawanya ke tempat yang aman.


...***...


Kami membawanya di Guild karena jaraknya tidak terlalu jauh.


Ya, beruntung dia sudah Siuman dan dia baik-baik saja.


Dan hal yang kusadari adalah Bahwa dia adalah Elf dengan Rambut panjang bewarna Putih dan Mata Hijau terang.


Karena dia sudah siuman, aku segera memesan teh hangat untuk membuatnya merasa lebih baik dan mengajaknya bicara.


Dengan gugup dia meminta maaf atas kejadian yang barusan aku alami.


"Ma-maafkan aku! Aku tidak bermaksud melukaimu sedikit pun! Aku bersumpah!"


"Ahaha.... Tidak perlu Seperti itu maafnya. Lagian aku baik-baik saja kok, tenang saja. Aku tidak akan marah jika itu tidak sengaja"


"Be... Begitu ya."


"Ngomong-ngomong, apa aku boleh tahu namamu?"


"Sylvia Zierda..... itu nama ku...."


"Sylvia ya..... Nama yang bagus menurutku. Jika boleh tahu.... Bagaimana cara-cara kau menabrak ku dari belakang dengan cukup keras?"


"Sebenarnya.... Aku sudah lama ingin bertemu dengan mu. Tapi, Setiap kali aku ingin bertemu mu di Guild, kau tidak disini. Sebab itu, aku mulai ingin bertemu dengan mu di luar daripada menunggu di guild. Saat aku berjalan, Banyak kejadian aneh terjadi padaku...."


"Kejadian aneh? Apa kau dihantui?"


"Bu-bukan itu.... Kejadian yang ku maksud ialah, saat aku memasuki kerumunan yang bermain undian, aku di suruh mencobanya dengan 5 Reis sekali putaran. Karena mengincar hadiah kecil yaitu sebuah pin. Tapi yang ku dapatkan malah Hadiah utamanya. Dan saat aku menemui mu, aku berlari dan tidak sengaja terguling dan jatuh mengenai mu"


Sebentar....


Dia bilang itu kejadian aneh.....


Aku rasa itu keberuntungan....


Ya.... Keberuntungan.....


"Ah.... Ngomong-ngomong, Sylvia. Kenapa kau sangat ingin bertemu dengan ku?"


"Itu.... Soal itu.... Aku ingin masuk ke party kak Milia."


"Owh soal party ya.... Tentu saja kau boleh bergabung"


"Be-benarkah!?"


"Ya... Tentu saja. Ngomong-ngomong kenapa kau mau masuk ke party ku?"


"Habisnya.... Aku terlalu takut untuk menjalankan Quest sendirian, jadi aku mencari party yang mau menerima ku. Tapi, karena levelku sangat rendah dan usia ku yang terbilang masih muda untuk seukuran Elf, aku kesulitan mencari Party. Sebab itu.... Aku ingin bergabung dengan Party ini karena ini satu-satunya kesempatan ku"


Ya..... Menurutku Seperti nya penampilannya memang terlihat masih muda.


Aku tahu Elf adalah Ras yang punya umur panjang, bahkan ibu bilang mereka akan menua saat usia 150 tahun.


Alfred kemudian mulai membisikkan sesuatu ke telinga ku.


"Oi.... Milia.... Apa kau yakin merekrut dia?"


"Tentu saja.... Lagian dia juga kesulitan mendapatkan party...."


"Aku kurang yakin jika dia berguna.... Apa kita perlu memeriksa kartu Petualang nya?"


"Kau seperti nya kurang percaya dengannya.... Tapi ya sudahlah..... Oh ya Sylvia."


"Ya?"


"Apa aku boleh melihat Kartu Petualang mu?"


"Umu.... Tentu saja...."


Ia kemudian mulai mengambil kartu Petualang miliknya dan segera menyerahkan nya pada ku.


"Ini.... Silahkan...."


"Terimakasih...."


Baiklah. Saatnya melihat Statusnya di kartunya...


sebentar.... apa ini.... benar-benar.... skill nya?


...***...


Silvya Zierda


Pemanah


Status :


Lv.1


HP : 13


MP : 23


SP : 21


Skill yang telah di kuasai :


Sihir Angin Lv.2


Kemahiran Panah Lv.4


Skill special :


Keberuntungan Lv.78


Healing lv.2


...***...


SKILL KEBERUNTUNGAN NYA TERLALU TINGGI!!!


apa dia serius?!


Aku saja yang sudah di beri kekuatan sihir hebat oleh dewa itu saja tidak pernah mendapatkan Level skill setinggi ini.


Dia.... TERLALU BERUNTUNG!!!


aku memegang kartu Statusnya dengan gemetaran dan mulut yang menganga. sampai-sampai Silvya Sedikit cemas dengan apa yang terjadi dengan ku.


"Mi... Milia-san.... apa kau baik-baik saja?"


"eh?! ah... ya.... aku baik-baik saja... haha..."


"kenapa sih, Milia? aku ingin melihat status nya juga..."


Alfred mengambil paksa Kartu itu dari tangan ku. dan ia cukup heran dengan tingkah ku setelah melihat Statusnya.


"ya ampun... kenapa tingkah mu jadi seperti melihat hantu saja.... Padahal statusnya paling statu-"


saat ia mulai membaca status Silvya....


"APA-APA SKILL IN-"


"Jangan Keras-keras, Dasar Goblok!!!"


aku langsung Menusuk kedua matanya dengan kedua jari ku untuk menyuruh nya diam karena itu membuat Silvya semakin Ketakutan.


Karena Itu dia....


"AAAARRRRRGGGGHHHHH!!!! MATAKU!!!"


.... Berguling-guling di lantai sambil memegang kedua matanya.


Silvya semakin takut dan bingung dengan tingkah kami berdua setelah melihat kartu miliknya.


"Milia-san.... apa yang terjadi?"


"ah.... bukan apa-apa.... kami sering seperti ini kok tenang saja...."


"jadi.... apa aku bisa masuk ke party mu?"


"tentu saja..... dengan skil-... ah lupakan soal itu. intinya kau di terima di party ku"


"be-benarkah?!"


"umu... aku tidak bercanda"


"Terimakasih banyak!"


dan dengan Begitu Anggota party "Vinryl" telah bertambah.


...****************...


setelah Merekrut Silvya, kami mulai mencari Quest di papan Quest. Tapi....


"Ugh.... apa-apa ini..... Quest Petualang Level rendah cuman ada Quest si Pandai besi pelit itu "


hampir semua Quest yang ada adalah milik si Pandai Besi Joe. aku tidak suka dengan cara ia memberi Quest dan memberi Imbalan nya. di tambah lagi.... kami punya hubungan yang buruk dengan dia....


"apa ini.... semuanya si tukang besi pelit itu.... sepertinya dia ingin balas dendam dengan kita atau apa.... tapi tetap saja itu tidak mempan lho...."


"AAAhhh!!! lagi-lagi begini! kenapa selalu begini dah!!"


"Milia-san, tenang dulu.... pasti ada Quest lain...."


saat aku sedang Frustasi karena tidak menemukan Quest. seseorang yang kami kenal mulai datang.


"Milia!"


dan kami melihat nya dan dia Adalah Zeird.


ia berlari sambil melambaikan tangan dengan wajah senang ke arah Kami.


"Ini Keajaiban!!"


tidak menurut ku ini Kutukan.


"kebetulan sekali kita bertemu ya, Milia"


"Yo Zeird... apa kau lakukan disini?"


"tentu saja.... aku ingin memasang Quest....."


"Quest? tumben sekali kau membuatnya"


"sebenarnya aku tidak ingin melakukan nya. tapi karena aku mendapatkan pesanan Mendadak dan bahannya juga sedang berkurang, jadi aku meminta bantuan. benar juga.... karena kalian disini, lebih baik aku memberikan Quest ini pada kalian"


Zeird mengeluarkan selembar kertas Quest dan Menyerahkan nya pada Kami. aku mengambilnya dan melihat Questnya.


......***......


...Quest Perlindungan (1-4) :...


...BUTUH CEPAT!!!...


...(Butuh petualang Minimal Lv. 1)...


...temani Aku dalam mencari Sarang laba-laba Orchiald di sebuah Dungeon. karena aku butuh benangnya untuk membuat jubah Sihir...


...Imbalan : 40,000 Reis/Orang...


...Pemberi Quest : Si penjahit, Zeird...


......***......


"bagaimana? apa kalian mau menjalankan nya?"


"tentu saja kami mau menjalankan nya!"


"baguslah dengan begini aku tidak perlu menunggu lama... ngomong-ngomong.... apa gadis elf itu teman kalian?"


Silvya dengan sedikit gugup langsung memperkenalkan dirinya.


"y-ya! nama ku Silvya Zierda. s-salam kenal..."


Zeird mulai mendekati nya dan memegang kedua tangannya dengan begitu senang sampai-sampai itu membuatnya takut.


"owh beneran elf ternyata.... di tambah lagi dia sangat muda lho... ngomong-ngomong berapa usia mu?"


"a-anu..... kau terlalu.... dekat......"


"sudah berhentilah Zeird, kau bilang ingin pergi mencari sarang laba-laba bukan?"


"owh... maaf membuat kalian menunggu... kalau begitu ayo kita pergi ke Dungeon nya"


dan kami dengan bersemangat pergi menuju Dungeon.


...****************...


kami telah sampai di Dungeon dan masuk kedalam. Zeird yang memimpin jalan sambil menenteng lentera di tangannya. disini sangatlah gelap. tidak cahaya lain selain cahaya kekuningan dari lentera milik Zeird.


agar suasananya tidak begitu hening, aku sedikit berbicara dengan Zeird tentang Questnya.


"hei, Zeird.... kenapa kau tumben sekali membuat Quest hari ini? aku tidak pernah melihat Quest buatan mu di papan Sebelum nya"


"soal itu ya. bisa di bilang aku lebih sering melakukan semua nya sendiri. seperti mengumpulkan bahan untuk membuat pakaian sihir. semuanya aku lakukan sendiri tanpa meminta bantuan orang lain."


"lalu.... kenapa kali ini kau meminta bantuan Petualang?"


"sebenarnya.... sarang laba-laba tempat biasa ku mengambil benang itu hancur secara misterius... hal yang tersisa hanyalah sebuah pesan kalau dia pindah di Dungeon ini"


"tidak.... dia tidak tahu sama sekali...."


"lalu bagaimana bisa kau tahu pesan darinya?"


"itu..... agak sulit jika aku menjelaskannya.... takutnya kau tidak akan percaya....."


"begitu ya.... baiklah jika kau tidak menjelaskannya, aku juga tidak memaksa kok"


saat kami mengobrol, cahaya biru mulai muncul di hadapan kami.


"owh.... kita hampir sampai ternyata...."


kami mulai mendekati cahaya tersebut dan sampai di sebuah tempat yang indah.


sebuah tempat luas dengan kristal biru yang menempel di setiap dinding tempat tersebut, dan beberapa lubang-lubang besar di sekitar lubang.


kami cukup terpukau dengan dengan keindahan tempat itu.


"indah sekali...."


"indah bukan.... ini adalah sarang laba-laba Orchiald.... aku belum mengerti bagaimana para laba-laba itu membuat kristal biru itu. yang jelas selama ada kristal itu bukti mereka membuat sarang disini."


"ngomong-ngomong.... apa kristal ini bisa dijual?"


"sayangnya tidak.... meski cantik, kualitas sangat jelek dan tidak bernilai sama sekali. jadi tidak ada yang mau membeli kristal ini"


"begitu ya.... sayang sekali"


saat aku dan Zeird mengobrol beberapa hal. Alfred yang penasaran dengan lubang yang ada di tempat itu mulai masuk ke salah satu lubang yang cukup gelap.


"lubang apa ini? Permisi! apa ada seseorang di dalam sini.... pastinya tidak ada.... siapa juga yang tinggal disini selain se-"


saat ia berjalan, sebuah tetesan jatuh di kepalanya, membuat ia mulai menyadari sesuatu yang menakutkan. saat ia Melihat ke atas, 8 mata biru besar melihatnya membuat Alfred semakin Ketakutan.


Silvya melihat sekitar tempat itu. ia sama sekali tidak melihat seekor laba-laba yang ada disini. selain bola jaring padat dan sarang laba-laba.


"kita benar-benar berada di sarangnya kan? tapi kenapa tidak ada satupun laba-laba disini?"


"seharusnya dia ada disini sih untuk menyempurnakan sarangnya. tapi entah kenapa dia tidak ada disini. mungkin saja dia se-"


"TOLONG AKU!!!!"


tiba-tiba Alfred datang berlari ketakutan seperti sudah sesuatu mengerikan.


"Alfred, ada apa!?"


"Laba-laba nya Datang! dan dia akan datang ke sin-"


tiba-tiba saja Ia ditarik sesuatu dari belakang. sebuah benang laba-laba besar menempel dan menyeretnya ke atas langit-langit.


terlihat laba-laba raksasa dengan kulit kehitaman dan 8 mata biru menyala serta 8 kakinya yang panjang dan Bergerigi terus menarik benangnya berusaha mengincar Alfred.


"TIDAK!! LABA-LABA INI MAU MEMAKANKU!! Kumohon jangan memakan ku!! aku terlalu muda untuk Dimakan!!"


laba-laba itu berhasil menggenggam Alfred yang terjerat oleh benang laba-laba. laba-laba itu mulai mendesis di hadapan Alfred membuatnya semakin Ketakutan.


"DIA SUNGGUH-SUNGGUH INGIN MEMAKAN KU!!!"


aku bingung dan kesal karena kenapa orang Payah itu selalu bertindak seenaknya saja yang membuat kami kena getah. tapi dia itu teman separty ku, jadi mau bagaimana pun tingkahnya. aku harus menyelamatkan dia dari bahaya apapun.


aku mulai memegang erat tongkat sihir ku, dan bersiap menyerang laba-laba itu.


"Aaaaahhhhh..... Ya Ampun!! Kenapa kau selalu Menyusahkan sih!!"


saat Aku mempersiapkan sihir jarak jauh.... tapi..... tiba-tiba....


"DIA ITU TEMAN KU!!! MOKUUU!!!"


Zeird Berteriak dengan sangat lantang ke laba-laba itu. semuanya terdiam termasuk laba-laba itu.


lalu laba-laba itu mulai kembali mendesis.


(ctt Author : Gua translate aja apa yang laba-laba ini bicarakan)


"Sssssshhhh" (Teman? Siapa kau ini?)


"INI AKU!!! ZEIRD!!! CEPAT SEKALI KAU TIDAK INGAT AKU!!"


"Ssssshhhhh" (Zeird ya.... sebentar bagaimana kau tahu kalau aku pindah?)


"JANGAN BODOH!!! KAU YANG MEMBUAT SURAT KALAU KAU PINDAH!!!.... Ughhh Suara ku Hampir serak....."


"Ssssshhhhh" (makanya Jangan teriak)


"KAU YANG MEMBUATKU BERTERIAK BODOH!!! AYO TURUN DAN KITA BICARA DISINI!!!"


"ssssshhhhh" (hah.... menyebalkan.... padahal sudah lama tidak makan manusia)


aku tidak tahu apa mereka Perdebatan kan sampai seribut itu. tapi yang jelas, laba-laba itu menurut dan segera turun membawa Alfred di tangannya.


"baiklah.... segera lepaskan teman ku..."


"ssssshhhhh" (baiklah-baiklah.... ya ampun apa-apaan ini. aku kira bisa makan enak hari ini....)


laba-laba itu lalu melepaskan Alfred dengan melemparnya seperti melempar sampah. Alfred yang tak terima langsung protes.


"OI! bisakah kau menurun kan ku dengan cara yang lebih baik?!"


laba-laba itu langsung menatap tajam kearah Alfred karena ia tidak terima jika ia dilempar seperti itu. hal itu membuat Alfred langsung kembali tegang.


"Baiklah.... baiklah.... aku menarik kata-kata ku....."


"ngomong-ngomong, Moku. kenapa tiba-tiba pindah kesini? dan apa yang terjadi dengan sarang lamamu?"


"Ssssshhhhh" (Itu karena Sarang ku tiba-tiba saja diserang laba-laba lain)


"laba-laba lain? itu cukup aneh lho. tidak biasanya laba-laba mengganggu sarang laba-laba lain meski mereka beda jenis."


"Ssssshhhhh" (aku juga tidak mengerti.... tiba-tiba saja laba-laba itu datang dan menyerang. karena aku tidak ingin terluka gara-gara bertarung, Lebih baik aku mundur saja)


"apa kau tahu ciri-cirinya?"


"Ssssshhhhh" (cirinya ya..... kurang lebih, dia hitam dan punya mata Merah, selain itu dia punya bentuk tubuh yang lebih besar.)


"begitu ya.... ciri-ciri itu cukup asing bagiku..."


Alfred yang Merasa jengkel dengan pembicaraan aneh. langsung memotong pembicaraan.


"maaf memotong.... tapi kita harus bergegas.... jika tidak laba-laba la-"


tiba-tiba saja sebuah benang laba-laba mulai menyeretnya kembali keatas dan menjeratnya di jaring raksasa.


"Alfred!!"


dari kejauhan tampak Seekor laba-laba hitam dengan Mata merah berada di tepi Jaring tersebut.


"Ssssshhhhh" (Itu dia! Laba-laba yang ku maksud!)


"Dia?!"


"HUAA!! Selamatkan aku!!"


dan Alfred pingsan seketika....


lalu...


laba-laba itu mulai menyemprotkan benangnya ke arah Zeird. untung saja aku sigap dan melindungi dia dengan pelindung sihir.


"Kau tidak apa-apa, Zeird"


"tentu saja. terimakasih banyak.... Moku! apa kau tah-"


tiba-tiba saja laba-laba pemilik sarang itu lari masuk kedalam lubang persembunyian.


"Ssssshhhhh" (Aku Tidak pandai dalam bertarung!! ku serahkan laba-laba itu Pada kalian ya!)


"oi! jangan lari, Laba-laba sialan!"


tiba-tiba saja Zeird di tarik oleh laba-laba jahat itu keatas.


"ZEIRD!"


"KU SERAHKAN PADA KALIAN!!!"


lalu Zeird terjerat di jaring laba-laba yang sama namun ia menggantung dengan posisi terbalik.


gawat.... benar-benar gawat!


sekarang hanya aku dan Silvya yang masih belum terjerat. aku harus memutar otak sedikit untuk situasi seperti ini.


"Silvya.... apa kau punya re- eh?"


Silvya tidak ada bersama ku.


sebentar.... apa dia terjerat jaring juga?


saat aku melihat keatas Silvya tidak ada di Jaring itu.


lalu... dia kemana?


saat aku memikirkan itu tiba-tiba saja laba-laba itu mulai menembak jaring ke arah ku dan untuk saja aku menyadarinya. dengan sigap aku mengeluarkan sihir pelindung.


"sepertinya kau suka mengambil kesempatan saat lawan mu lengah ya.... kalau begitu aku akan melayani mu!"


aku mengangkat tongkat ku dan Mulai memunculkan sihir Api. namun tiba-tiba saja Zeird Berteriak.


"Jangan pakai Sihir Api disini Milia!"


"a-apa?!"


seketika itu langsung menghentikan sihir ku.


namun itu malah membuat ku lengah dan laba-laba itu berhasil menangkap ku dan menarik ku ke Jaringnya.


tongkat ku tergeletak di tanah dan sulit untuk ku raih.


di tambah lagi.... kenapa aku di jebak dengan benang laba-laba terlilit di di seluruh tubuhku.... ini semakin sulit buat ku untuk bergerak.


"apa-apaan ini?! kenapa aku dijerat seperti ini! kenapa aku terlalu lengah tadi!!"


"Aaaaaahhhh...... Heaven~"


"Bukan Waktunya kau berbicara hal aneh dengan kondisimu yang seperti itu, Zeird!!"


keadaan semakin memburuk, bukan hanya aku terjerat hingga tidak bisa bergerak. tapi, Laba-laba itu bersiap menghampiri mangsanya dan memakannya.


dan target pertamanya adalah aku


laba-laba itu mulai menatap ku membuat ku semakin panik. tidak ada yang bisa kulakukan selain menunggu aku kembali ke tempat dewa itu.


namun.... sesuatu datang dan mengenai punggung laba-laba itu. sepertinya itu tidak menimbulkan luka sedikitpun. tapi, itu bisa membuat perhatiannya teralihkan.


dan orang yang melakukan nya tidak lain dan tidak bukan adalah Silvya.


ia cukup berani mengalihkan perhatian laba-laba itu. namun ia masih sedikit gugup melakukannya.


"Silvya!!"


"Tuan Laba-laba.... to- tolong jangan makan teman baik ku!! la-lawan lah aku!!"


dia masih gugup mengatakannya....


tak lama Laba-laba itu menembakkan beberapa Jaring ke arah silvya. namun Silvya bisa menghindari nya dengan cepat.


aku pikir dia bisa membaca gerakan serangan laba-laba itu. tapi itu sebenarnya hanya Gerakan acak yang dia buat karena panik.


karena tidak ada satupun serangan yang mengenainya. laba-laba itu langsung melompat turun dan mencoba menyerangnya dari dekat.


"Ga... Gawat....."


laba-laba itu langsung menyerang dengan lengannya namun masih bisa di hindari oleh Silvya. lalu Silvya mencoba menembakkan panah sihir namun panah itu sama sekali tidak membuat laba-laba itu terluka sedikitpun. mungkin karena Level Silvya dan Laba-laba itu cukup jauh.


"Ta-Tangkap aku Jika kau Bisa!"


karena tidak bisa menyerangnya, Ia terpaksa Memakai cara lain yaitu lari darinya sambil menghindari semua serangannya.


Silvya Terus berlari dan Laba-laba di belakang yang terus mengejar sambil menyerangnya. namun seperti kataku tidak ada satupun serangan yang kena.


aku tidak tahu apa yang di rencanakan olehnya. hingga aku mulai mengerti setelah laba-laba sebelumnya datang menghampiri kami.


...****************...


Silvya mulai tidak sanggup untuk berlari dan mulai terpojok oleh laba-laba itu. ia sudah mencoba memanahnya namun tetap saja itu sia-sia.


"Ba.... bagaimana ini...."


laba-laba itu mulai mendekatinya dan segera menyerangnya. namun...


"Ice Spike!!"


sebuah Duri Es Raksasa mulai muncul dari atas dan mulai menusuk bagian punggung laba-laba itu. membuat laba-laba itu merintih kesakitan dan Akhirnya mati.


Silvya sempat bingung dengan apa yang terjadi, tapi ia mulai tahu siapa yang berhasil membunuhnya.


"Silvya!!"


"Milia-san?!"


Aku menghampiri nya dan memeluknya dengan perasaan cemas. ia sempat merasa agak gugup ketika aku tiba-tiba memeluknya


"Mi-Milia-san?"


"Aaahhh kau membuatku cemas saja... aku pikir kau lari karena takut...."


"ma-maafkan aku...."


"tapi tidak apa-apa, yang penting kau berhasil menyelamatkan semuanya lho.... dan berkat mu Quest kita berhasil...."


"Benarkah?!"


"Oi! apa semuanya baik-baik saja?!"


Zeird datang bersama laba-laba biru yang membawa tubuh Alfred yang masih lemas.


"Tuan.... laba-laba....."


Silvya langsung berlari kearah laba-laba biru dan mulai membungkuk.


"Terimakasih banyak sudah mau membantu ku....."


"Ssssshhhhh" (santai saja.... jika yang kau minta bukan bertarung dengannya, aku siap membantu mu)


"Sebentar, Silvya.... apa kau bisa Bahasa laba-laba?"


"iya.... meski sedikit....."


"Wow.... itu Hebat sekali!! Akhirnya ada yang punya bakat yang sama seperti ku..... aku sangat terharu...."


"Ssssshhhhh" (apa kalian tidak kembali ke kota? hari sudah mau gelap lho)


"benar juga.... baiklah, Karena benangnya sudah kudapat kan. saatnya kita keluar dari Dungeon ini"


"umu.... aku juga sudah lelah....."


"baiklah.... ayo kita keluar!"


dan kami berpamitan dengan laba-laba biru dan segera Keluar Dungeon.


di luar Dungeon langit sudah menguning.


Alfred yang sudah siuman tampaknya sedikit trauma dengan kejadian sebelumnya. sehingga ia hanya duduk sambil memeluk lututnya dengan wajah penuh ketakutan.


"aku tidak mau melihat laba-laba lagi.... aku tidak mau melihat laba-laba lagi..... sungguh aku tidak ingin melihatnya lagi....."


itulah yang dia ucapkan terus-menerus setelah keluar Dungeon.


dan tidak lama Zeird mulai Memberikan kami masing-masing kantung uang berjumlah 40.000 Reis yang ia janjikan.


"Ini.... sesuai dengan perjanjian Questnya"


"Terimakasih Zeird."


"oh ya.... Silvya kau boleh berkunjung ke Butik ku kapanpun kau mau."


"umu.... tentu saja"


"baiklah aku permisi dulu... karena bahannya sudah ada aku harus bergegas membuat nya..... terimakasih banyak sudah mau menemani ku ya!!"


Zeird mulai menenteng tas nya yang berisi gumpalan benang laba-laba dan mulai berjalan meninggalkan kami.


"Sampai jumpa semuanya!!"


"sampai jumpa lagi, Zeird!!.... haaahhh..... akhirnya selesai juga.... ya ampun, tubuhku terlalu bau..... oh ya,Silvya. apa kau mau mandi di pemandian?"


"pemandian? ya, aku mau!"


"baiklah! setelah mandi kita makan-makan di Guild!"


"aku tak ingin melihat laba-laba lagi....."


...****************...


di kastil terbengkalai dengan awan Hitam menutupi atas langit kastil itu. Seseorang duduk di singgasana batu yang rusak dan usang. ia mulai membuka matanya yang dingin dan Menghela nafas.


"haahh..... lagi-lagi hewan kesayangan ku di bunuh..... ini tidak bisa dimaafkan...."


ia mulai bangkit dan berjalan menuju keluar kastil disusul oleh hewan-hewan yang mengeluarkan Aura gelap di tubuhnya.


"Akan ku cabik-cabik mahluk yang berani membunuh hewan peliharaan ku......"


Bersambung....