
Di tempat jasa pencucian pakaian di kota Axel. Tempat dimana orang-orang mengirimkan pakaian mereka untuk di bersihkan.
Dan awal dari masalah baru dimulai...
"Yang benar saja!?"
"Kami sangat minta maaf, Milia. Kami tidak bisa membersihkan pakaian anda..."
"Tapi kenapa? Padahal itu cuman lendir slime kan?"
"Ya Karena itu... Lendir slime benar-benar noda yang sangat sulit di bersihkan. Untuk pakaian biasa kami bisa membersihkan nya dengan cara khusus. Tapi... Untuk pakaian sihir seperti pakaian mu sangat beresiko jika pakai cara khusus... Bisa-bisa pakaian mu akan rusak atau kehilangan kemampuan sihirnya...."
"Kau pasti bercanda kan...."
"Sekali lagi kami minta maaf ya..."
Aku berjalan wajah murung hingga ke Guild.
Pasti kalian bertanya apa yang terjadi?
Akan ku jelaskan sesingkat mungkin.
Jadi, Aku dan Si bodoh Alfred baru menyelesaikan Quest agak pagi. saat kami ingin pulang ke kota, Kami melihat slime besar yang menghalangi jalan kami.
Aku awalnya berencana untuk tidak melawannya dan berjalan menjauh dari slime itu.
Tapi, Si bodoh itu malah menantangnya.
Aku sudah bilang untuk tidak melawannya. Tapi tetap saja dia ingin melawannya.
Jika dia saja yang terkena serangan slime itu sih tidak masalah.... Tapi aku kena getahnya juga.
Aku tidak tahu apa isi pikiran manusia satu ini...
Dia sama sekali tidak merasa bersalah setelah kejadian itu.
Untung saja aku punya baju ganti.... Tapi tidak dengan jubah sihir ku... Itu memang hanya ada satu. Tanpa itu aku tidak bisa apa-apa, malah aku tidak terlihat seperti petualang tanpa jubah itu. Itulah yang ku pikirkan sejak berada di Guild.
Aku sama sekali tidak punya nafsu makan sedikit pun semenjak kejadian itu. Sedangkan Alfred....
Sudahlah.... Tidak perlu di pertanyakan....
"Kau tidak makan, Milia?"
"Tidak.... Aku sedang tidak mau makan.... Aku ingin jubah ku kembali...."
"Jubah ya.... Itu hanya jubah saja.... Lagian kita bisa membeli-"
Aku langsung berdiri dan berjalan ke belakangnya lalu mencekiknya dengan lengan ku saat dia berbicara seperti itu. Dia hampir kehabisan nafas.
"Oi! Lepaskan aku! Aku tidak bisa nafas lho!"
"Kau.... Kau pikir jubah seperti itu didapatkan dengan hanya membelinya di toko ya? Kau juga belum minta maaf soal yang tadi lho...."
"Soal apa?!"
Aku semakin mengencangkan Lengan ku dan membuatnya semakin kesulitan untuk bernapas.
"Sakit!! Ya aku ingat!! Aku ingat!! Aku minta maaf soal jubah mu!! Sekarang lepaskan aku!! Aku sulit bernapas lho!! Oi!! Kau dengar kan?!!"
"Aku dengar kok.... Tapi sayang sekali.... Aku akan mengantarkan mu ke Dewa kematian secepatnya."
Bukannya aku kejam atau apa....
Tapi, siapa yang tidak akan emosi jika berteman mahluk tak tahu dosa ini. Dengan senangnya dia makan tanpa minta maaf dulu atas kesalahan yang ia perbuat.
Jadi tidak salah sih mencekiknya sampai mati seperti ini... Biar dia jera....
Beruntung bagi orang ini karena aku tidak mencekiknya lebih lama. Karena....
"Halo... Milia."
Noir datang menyapa ku. Seketika aku melepaskan cekikan ku. Dan karena Aku mencekiknya terlalu lama, dia tumbang dan pingsan. Tapi aku tidak peduli.... Paling dia siuman lagi...
Jadi, aku menyapa Noir...
"Halo, Noir!"
Noir melihat Alfred yang sudah pingsan di lantai. Ia hanya bisa tersenyum kecil dengan wajah sedikit cemas...
"Nampaknya... Kalian sedang bertengkar ya...."
"Tenang... Sudah biasa terjadi kok...."
"Begitu... Ya...."
Saat berbincang sebentar. Dia merasa ada sesuatu yang hilang dari ku.... Ya sudah pasti jubah ku...
"Ngomong-ngomong, Milia.... Jubah mu kemana?"
"Kalau itu...."
Aku ragu menceritakan nya sih...
Tapi, tidak apa-apa... Karena dia teman sesama petualang yang sudah kukenal cukup lama...
Jadi aku menceritakan kejadian aku kehilangan jubah ku selama beberapa menit dan Noir mendengar sambil meminum secangkir teh.
"Begitu ya.... Karena noda slime, kau kehilangan jubahmu ya.... Aku dulu juga pernah sih... Tapi tidak separah mu...."
"Jadi, aku harus bagaimana? Itu jubah satu-satunya yang ku punya... Kalau tidak ada itu, Kemampuan ku jadi lemah dan aku sama sekali bukan kayak petualang lho"
"Kalau soal itu.... Kemungkinan kau harus membeli yang baru sih... Tapi ada satu masalah...."
"Apa itu..."
"Disini tidak ada toko pakaian sihir.... Dan rata-rata petualang membelinya di Kota lain."
"Haaah~ yang benar saja.... Itu merepotkan lho..."
"Iya sih... Sebentar.... Sepertinya aku tahu sesuatu...."
"Apa itu..."
"Sepertinya kau bisa mendapatkan jubah baru di kota ini..."
Aku langsung berdiri dan menatap wajah Noir Cukup dekat dengan mata yang berbinar-binar
"Benarkah?!"
"Ahh.... Ya.... Tentu saja.... Wajah mu kedekatan lho...."
"Owh! Maaf.... Tadi aku terlalu bersemangat..."
"Tidak apa-apa..."
"Jadi aku masih bisa mendapatkan nya ya?"
"Ya... Kalau tidak salah, ada seorang penjahit yang ahli membuat pakaian sihir. Dia lumayan hebat, tapi entah kenapa tempatnya jarang di kunjungi oleh petualang... tapi lupakan saja soal itu, apa kau mau ke sana?"
"Ya! Aku mau!"
"Baiklah, kalau begitu aku tulis dulu nama tempatnya."
Noir mengambil sebuah buku dan sebuah Pensil lalu menulis kan nama butik tersebut. Lalu ia menyerahkan nya pada ku
"Baik, ini dia... Kalau tidak salah itu lah nama tokonya..."
"Baiklah... "
"Kalau begitu aku permisi dulu... Aku harus bertemu teman Se-party ku dulu ya..."
Noir langsung beranjak dari tempat duduknya dan segera berpamitan.
"Sampai bertemu lagi ya, Milia."
"Ya! Terimakasih banyak atas bantuannya!"
Setelah aku berpamitan dengan Noir, tak lama Alfred siuman. Ia bangun dengan memegang kepalanya.
"Berapa lama aku pingsan... Kepala ku masih pusing gara-gara kehabisan nafas.... Oi, Milia Sepertinya kau berlebihan"
"Yosh! Ayo kita Pergi!"
"Pergi keman-
Tanpa pikir panjang aku langsung memegang tangan Alfred lalu mengajaknya keluar Guild. Alfred tidak tahun situasinya langsung menahan ku dengan tubuh yang baru sadar.
"Sebentar! Kita mau kemana Oi!"
"Ke suatu tempat! Pokoknya kau harus ikut dengan ku!"
"Aku tahu! Tapi..."
Karena tubuhnya belum sepenuhnya pulih, ia tidak bisa menahannya dan aku bisa menyeret nya keluar dengan mudah.
Dan saat kami keluar Guild, dia mengatakan satu hal yaitu...
"AKU BELUM BAYAR MAKANANNYA!!!"
Dan kami segera mencari Tempat butik itu berada...
...XxX...
Aku dan Alfred menyusuri seisi kota untuk bertanya alamat butik yang ingin kami kunjungi.
Dan setelah bertanya ke beberapa penduduk, akhirnya aku menemukan nya. Butik yang ku cari!
"Pasti ini tempatnya... Tidak salah lagi!"
Aku memeriksa tulisan kertas pemberian Noir dengan papan nama butik tersebut.
'Butik Khusus pakaian sihir, Zeird'
Ya! Namanya sudah cocok dengan yang di berikan oleh Noir Sebelum nya.
Alfred yang masih bingung dengan tujuan ku mulai bertanya.
"Sebenarnya kita mau ngapain disini?"
"Tentu saja kita akan mendapatkan Jubah baru! Cuman ini satu-satunya cara untuk mendapatkan jubah sihir baru..."
"Begitu ya.... Tapi...."
Alfred melihat sekeliling. Dan sekitar butik itu sangat sepi.
Saat orang-orang melintasi jalan di depan butik tersebut, mereka sedikit menjauh bahkan mengambil rute lain.
"... Kenapa orang-orang berusaha menghindar dari tempat ini?"
"Entahlah... Sepertinya pemiliknya tidak suka di ganggu oleh siapapun... Kalau begitu ayo kita masuk!"
Tanpa pikir panjang, aku langsung masuk kedalam butik itu. Alfred juga mengikuti ku...
Bel pintu mulai Berbunyi saat pintu dibuka.
Aku dan Alfred bisa melihat banyaknya manekin-manekin yang berpose indah dengan pakaian indah di badan mereka.
Alfred sedikit merasa disini cukup mencekam karena banyaknya Manekin di dalam tempat tersebut...
"Menyeramkan sekali.... Apa kau yakin, Mil-"
"Wah.... Indahnya!!"
Dibandingkan dengan Alfred, aku malah kagum dengan pakaian-pakaian yang ada pada manekin itu. Bahkan aku berjalan sambil memperhatikan setiap pakaian disana. Alfred yang tidak ingin sendirian di tempat seperti itu menyusul ku.
Aku dan Alfred berjalan hingga mendengar suara mesin jahit. Dan benar saja, ada seorang pria berambut biru terang yang sedang menjahit dengan pandangan nya membelakangi kami. Dia tampak menikmati pekerjaannya hingga tidak menyadari kami datang ke butiknya. Aku dengan pelan-pelan menyapa...
"Permisi... Apa kau-"
"Owh... Ada pelanggan ya.... Selamat datang.... Ada perlu apa?"
Dia sama sekali tidak menoleh saat berbicara. Dia masih fokus menjahit.
Meski agak canggung... Aku punya tujuan kesini.... Yaitu jubah baru...
"Aku ingin memesan jubah sihir... Aku dengar kau bisa membuat nya...."
"Jubah ya... Tentu saja aku bisa..."
"Benarkah?!"
Ia mulai berbalik menghadap kami.
"Pertama aku harus...."
Saat dia melihat kami, seketika ia terdiam membatu.
"Anu.... Ada apa??"
Tiba-tiba...
Spontan Dia langsung mimisan hebat lalu seketika langsung tumbang ke lantai...
Seketika kami panik...
"Apa kau baik-baik saja?!"
"Apanya Baik-baik saja! Dia pingsan lho! Cepat periksa dia!"
Alfred langsung memeriksa tubuhnya. Namun, Wajah Alfred yang panik seketika menjadi keheranan karena...
"Hei, Milia..."
"Apa?! Apa dia Mati?!"
"Bukan itu... Apa dia pingsan sambil tersenyum?"
"Ha?"
Aku yang tidak percaya langsung melihatnya dari dekat. Dan Alferd benar, dia Pingsan dengan senyuman bahagia meski hidungnya masih ada darah.
Sebenarnya apa yang terjadi pada pria ini?
Beberapa saat kemudian...
Pria itu siuman dan mengajak kami duduk di ruang makan miliknya.
Kami duduk saling berhadapan dan pria tadi menutupi kedua lubang hidungnya dengan kapas.
"Maaf membuat kalian cemas ya.... Sebenarnya aku tidak tahu ini bakal terjadi seperti ini...."
"Apa kau punya penyakit yang membuatmu mimisan?"
"Sejujurnya... Tidak ada... Aku mimisan karena kaget melihat hal indah...."
"Hal indah?"
"Ya... Ngomong-ngomong... Namaku Zeird, penjahit sekaligus pemilik butik ini. Dan kalau boleh tahu... Nama kalian siapa?"
"Namaku Milia, dan ini teman Se-party ku, Alfred."
"Begitu ya... Ngomong-ngomong, Milia. Apa kau benar-benar Manusia Ras Kucing?"
"Pertanyaan apa itu? Tentu saja aku Manusia Ras Kucing lho..."
"Sudah kuduga... Pantas saja aku mimisan tadi...."
"Maksudnya?"
"Sebenarnya aku punya Ketertarikan terhadap manusia ras Hewan, terutama Ras kucing. Bisa di bilang, Ras Kucing benar-benar Sempurna! Dari Ekor mereka, telinga mereka, bahkan saat mereka mengatakan "Nyan~" itu sangat sempurna Parah! Mereka sungguh tidak ada duanya!"
Dia mengatakan itu dengan penuh semangat, dan dia menunjukkan Ekspresi yang menurut ku itu menjijikkan...
Aku sudah mengetahui kenapa orang-orang menghindari tempat ini... Karena dia Aneh...
Benar-benar orang aneh...
Alfred yang merasakan hal yang sama dan mulai berbisik.
"Hei, Milia.... Tampak nya orang ini sedikit geser otaknya..."
"Kau tidak mengatakan itu aku sudah tahu kok...."
"Baiklah. Kau bilang kau ingin jubah bukan... Aku akan membuatnya... Tapi pertama, Aku perlu mengukur tubuh mu dulu"
"Sepertinya itu tidak perlu.... Bukan?"
"Hee~ malah ini yang penting lho.... Tenang saja aku tidak akan melakukan hal aneh-aneh kok..."
Aku sedikit kurang percaya dengan orang aneh ini... Dia hanya penjahit Cabul. Tapi mau bagaimana lagi... Aku anggap ini Quest yang siap ku terima kapan saja...
Di ruang yang berbeda... Aku mulai melakukan pengukuran... bersama Zeird pastinya
"Baiklah aku akan mulai..."
"Baik... Mohon kerjasama nya..."
Ia mulai mengukur beberapa bagian tubuh ku mulai dari lengan, Kaki, Dada, dan bagian tubuh lainnya dengan teliti...
Awalnya tampak baik-baik saja... Hingga....
Nafas cabulnya keluar membuat ku tidak nyaman hingga proses pengukuran Selesai.
"Baik sudah selesai..."
"Bukannya tidak perlu sedetail itu? Aku hanya ingin di buatkan jubah saja..."
"Tidak apa-apa. Anggap saja ini kado spesial ku saja"
"Kado spesial? Kalau boleh tahu, kapan jubah itu jadi?"
"Hmmmm, karena kau istimewa... Aku akan menyelesaikannya dalam waktu 5 hari saja!"
"Bukannya itu terlalu singkat?! Apa kau baik-baik saja membuat itu seharian?"
"Tenang saja, aku sudah biasa membuat nya dalam waktu singkat..."
"Begitu ya...."
Setelah itu, aku dan Alfred keluar dari Butik tersebut dan berpamitan dengan Zeird.
"Kalau begitu, Kami permisi dulu."
"Ya, soal Pakaian mu, kau boleh memeriksa nya kapan-kapan. Dan karena kau sulit menjalankan Quest tanpa Jubah sihir. Aku punya Jubah tak terpakai untuk mu di pakai sementara..."
Zeird menunjukkan sebuah jubah hitam dan memberikan nya pada ku.
"Ini, jika kau merasa tidak nyaman memakainya kau boleh mengembalikan nya kok."
"Aku mengerti, terimakasih banyak, Zeird... Kalau begitu kami pamit dulu."
"Ya, sampai bertemu 5 hari lagi ya!"
"Ya!"
Setelah itu, kami berpamitan dengan Zeird. Dan aku harap semoga Jubah ku benar-benar indah...
Beberapa hari Berlalu...
Aku dan Alfred menjalankan Quest bersama...
Untuk sementara waktu, aku meminjam Jubah milik Zeird sampai jubah ku jadi.
Dan setelah sekian lama, Akhirnya Hari itu tiba.
Kami kembali berkunjung ke Butik Zeird kembali untuk bertemu dengannya. Dan Zeird keluar menyambut kami.
"Sepertinya kalian datang tepat waktu ya... Kalau begitu silahkan masuk dan lihatlah hasilnya..."
Aku dan Alfred diajak masuk dan dituntun ke sebuah ruangan dimana jubah ku.... Tidak.... Ini bahkan lebih baik lagi.... Bahkan aku kagum melihat nya
"Wah! Apa kau benar-benar membuat ini untuk ku?!"
"Ya! Bagaimana?"
Zeird bukan hanya membuat jubah saja. Bahkan ia membuat 1 set pakaian petualang kelas penyihir dengan Warna Dominan putih dan beberapa dihiasi warna biru. Membuat ini semakin terlihat indah...
"Sekarang kau boleh mencoba nya sekarang..."
"Ya! Akan ku coba!"
Kemudian aku mengambil pakaian itu dan segera mencoba nya ruang ganti.
Aku keluar dari ruang ganti sambil memperlihatkan pakaian yang baru ku kenakan.
"Bagaimana? Apa ini cocok?"
"Ya! Kau sangat Cocok sekali Milia!"
Perlahan hidung Zeird sedikit mengeluarkan darah. Namun ia seperti baik-baik saja
"Ya, memang cocok. Ras Kucing Seperti mu benar-benar cocok memakainya"
"Sebentar, Zeird. Hidung mu mimisan lagi lho..."
Bisa ku bilang pakaian ini benar-benar indah dan Nyaman di pakai. Dan aku juga merasakan energi sihir pakaian ini menyatu dengan tubuh ku.
"Oh ya, Milia. Kau tidak perlu khawatir jika pakaian mu terkena Slime, Karena Selain Pakaian mu punya energi yang kuat, bahan yang ku pakai bisa menangkal lendir slime lho."
"Kerennya... Ngomong-ngomong, berapa Reis untuk ini?"
"Tidak perlu bayar, aku membuatnya Khusus untukmu. Tidak perlu repot-repot membayarnya..."
"Begitu ya..."
"Oh ya... Alfred... Bisa ikut dengan ku Sebentar.... Ada hal yang perlu ku bicarakan."
"Apa itu?"
"Ikut saja dengan ku. Dan Milia tunggu sebentar ya..."
"Ya..."
Alfred kemudian keluar ruangan bersama Zeird. Aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan dan aku juga tidak peduli dengan itu.
Tak lama setelah itu, kami berpamitan dan mengucapkan terimakasih pada Zeird.
Sepanjang perjalanan pulang, aku merasa sangat senang pada hari itu.
"Kau hari ini benar-benar bahagia ya... "
"Tentu saja... Habisnya bukan hanya mendapatkan jubah baru... Aku bahkan mendapat pakaian baru... Dan ngomong-ngomong..."
Aku menyadari jika Alfred membawa sebuah tas aneh di bahunya. Perasaan tas itu tidak pernah ada saat kami datang ke butik zeird.
"... Apa isi tas itu?"
"Bukan apa-apa, kau tidak perlu tahu... Ngomong-ngomong, Apa kau tidak ingin menambah anggota party lagi kah?"
"Tentu saja, saat ini aku sedang mencarinya lho..."
"Begitu ya, Aku harap dia berguna seperti ku."
"Berhentilah membuat lelucon dasar pria modal Tampan"
"Oi! Jangan panggil aku dengan sebutan itu dong!!"
Dan begitulah pengalaman baru dari petualang ku.
Dan ngomong-ngomong soal isi tas di bawa Alfred...
Aku sempat diam-diam melihat isi tas itu karena Alfred selalu menjauhkan tas itu dari ku dan itu membuat ku semakin penasaran.
Dan saat aku membukanya.... Kalian tahu isinya apa....
Itu adalah pakaian Maid yang saat ku coba ternyata itu pas dengan ku...
Sudah pasti aku tahu siapa yang membuatnya....
Bersambung....