
Di suatu malam, Di jalan di tengah hutan. tujuh Bandit yang menaiki sebuah kereta kuda merayakan keberhasilan merampok mereka dengan Bersenang-senang diatas Kereta kuda mereka.
"Kita akan kaya!!"
"ini pencapaian luar biasa!!"
mereka meneguk minuman alkohol di dalam botol kaca sepuasnya hingga. bahkan ada yang yang terus memandangi koin dan perhiasan yang telah mereka rampas.
"tidak ku sangka.... jika kita bakal dapat Rampasan sebanyak ini dengan mudah...."
"benar sekali.... Jika setiap hari begini kita pasti akan sekaya bangsawan lho...."
"jika aku kaya, Akan ku buat Harem ku sendiri....."
"oi oi..... mimpi mu itu kegedean lho untuk wajah seperti itu"
semuanya Bersenang-senang kecuali Salah satu Bandit yang menjadi kusir. ia harus menjalankan kereta kuda itu dan merelakan dirinya untuk bersenang-senang.
"haah~ kenapa saat mereka bersenang-senang, hanya aku yang duduk sambil memegang tali kuda disini..... tak adil sekali, padahal aku juga ingin bersenang-senang lho....."
ketika ia sedang mengeluh, perhatiannya mulai teralihkan oleh sosok samar-samar berjalan di depan mereka. saat ia memfokuskan diri pada sosok itu. ia menyadari jika itu adalah seorang wanita berambut putih berjalan dengan pakaian wanita desa pada umumnya.
si kusir itu langsung menyadarinya dan memanggil bosnya. seorang pria dengan bekas goresan di wajahnya.
"Bos...."
"apa?"
"lihatlah di depan kita...."
bos bandit itu mulai melihat gadis itu.
"Ngapain Gadis itu berjalan sendirian di hutan di waktu seperti ini?"
"aku juga tidak tahu"
"sudahlah.... mari jadikan dia 'mainan' kita malam ini...."
"Mainan?"
"Berhentikan lah kereta ini di depannya...."
"b-baik!"
kusir mulai memerintahkan kudanya untuk maju hingga mendahului Wanita itu. lalu mereka mulai berhenti dan turun menghampiri Wanita itu.
gadis itu hanya diam saat para bandit itu menghampiri nya. hanya ada tatapan dingin dan kosong di matanya yang bewarna biru.
para bandit itu mulai mengelilinginya dengan tatapan nafsu. lalu sang pemimpin bandit itu mulai berbicara padanya.
"hei nona. sedang apa gadis secantik mu berjalan sendirian di tengah malam begini?"
gadis itu hanya diam. dan pemimpin bandit itu mengeluarkan pedangnya dan mulai memainkan pedangnya di tubuh gadis itu.
"Bentuk tubuhmu juga bagus, apalagi ukuran payudara mu yang besar ini. pastinya kau ini wanita malam bukan."
gadis itu sama sekali tidak melawan saat pemimpin bandit itu menggodanya. namun ia malah melontarkan pertanyaan aneh ke pemimpin bandit.
"Apa kau yang terkuat?"
"hah? Pertanyaan apa itu?"
"sekali lagi... apa kau yang terkuat?"
"tentu saja.... apa jawaban itu membuatmu puas?"
lalu tangan bandit itu pelan-pelan mulai ingin menyentuh payudara gadis itu.
"sekarang.... mari kita lihat.... seberapa cantiknya gadi-",
Tiba-tiba, Gadis itu meninju wajahnya hingga ia terpental ke kereta kuda milik para bandit itu. membuat kereta kuda itu hancur dan kuda nya terlepas lalu kabur karena panik.
bandit lain hanya bisa kaget saat bosnya yang tiba-tiba saja terhempas dengan cukup keras.
"Bos!! kau tidak apa-apa!!?"
"Apa yang kalian lakukan, Brengsek!! Habisi gadis itu!!"
Mendengar perintah dari bosnya, Para bandit lain Segera menarik pedangnya dan bersiap menyerang gadis itu.
gadis itu mulai mengulang pertanyaan yang sama.
"diantara kalian, siapa yang terkuat.....?"
"Banyak Omong!!"
salah satu bandit mulai menyerang nya dari belakang di susul yang lain. namun gadis itu berhasil menghabisi mereka semuanya satu persatu tanpa luka sedikitpun.
Pemimpin bandit itu hanya bisa menatap ngeri pada gadis itu. saat gadis itu menatap nya, seketika pria itu langsung bersujud dan memohon.
"Maafkan kami!! kami hanya bandit biasa!! kami akan memberikan apapun!! jadi kumohon ampuni kami!!"
Saat gadis itu berjalan, pemimpin bandit itu langsung menutup matanya karena takut jika sesuatu yang buruk akan terjadi padanya.
namun hal sebaliknya malah terjadi....
Gadis itu berjalan meninggalkan para bandit yang sudah tak berdaya akibat ulah nya. dan ia melanjutkan perjalanan nya menuju jalan yang terhubung ke Kota Axel.
...****************...
hari-hari biasanya di Guild....
apa yang menarik hari ini?
entahlah.... aku rasanya agak malas melakukan sesuatu selain mengunyah makanan ku.
lalu, bagaimana dengan Anggota party ku yang lain?
ya.... kali ini.....
"Baiklah, Yuki! Lawanlah aku dalam adu Panco!!"
Alfred Menantang Yuki berduel lagi.... ya lagi....
Semenjak Hari itu, Alfred terus-menerus mengajak Yuki untuk Berduel. bisa dibilang mereka adalah Rival sekarang.
tapi Rivalitas mereka terlalu Berlebihan menurutku. Setiap Yuki ingin melakukan sesuatu, Pasti saja Alfred akan Menantangnya.
"Adu Panco ya? Baiklah... aku terima saja tantangan mu kali ini"
tentu saja dia menerima nya. selama ini dia selalu menang melawan Alfred... sejak awal duel itu berat sebelah....
"Baiklah! Milia! kau yang jadi wasitnya!"
"Aku? Ogah...."
tentu saja, Tanpa aku jadi wasit saja aku sudah tahu siapa yang akan menang....
"hah, sepertinya kau sedang malas ya.... kalau begitu.... Silvya!!"
"y-ya!"
"Aku ingin kau jadi wasit nya kali ini!"
"b-baiklah...."
Alfred dan Yuki duduk saling berhadapan dengan salah satu tangan mereka saling menggenggam kuat di meja. Silvya yang memegang tangan keduanya mulai memberi aba-aba....
"Ready..... Go!"
ia mengangkat tangannya ke atas dan adu panco itu pun dimulai. dan aku tidak ingin melihatnya lebih jauh karena aku sudah tahu siapa yang akan menang.
aku hanya menghela nafas....
entah kenapa aku tidak bersemangat untuk melakukan sesuatu hari ini. jangankan Quest.... Jalan-jalan keluar saja rasanya Malas banget....
"halo, Milia...."
Noir datang dan menyapa ku seperti biasanya.
"Halo, Noir.... Sudah lama kita tidak bertemu ya....."
"Karena kami menjalani Quest Ekspedisi, jadi kami harus keluar kota untuk beberapa hari.... ngomong-ngomong, Party mu sudah lengkap ya, Milia"
"Ya.... Begitulah.... awalnya cukup sulit untuk mencari anggota baru...."
"kau benar.... mencari anggota party seperti saat ini cukup sulit ya...."
saat aku sedang mengobrol dengan Noir. perhatian ku teralihkan oleh Pria Berseragam polisi Kota yang berjalan dan menghampiri Astridia di Administrasi.
"Sedang apa polisi kota datang kesini?"
"mungkin mereka ingin membatalkan Quest mereka"
"Quest apa?"
"Quest penangkapan Bandit. baru-baru ini aku mendengar kabar kalau kelompok bandit yang mereka cari di temukan di hutan"
"di hutan?"
"ya. saat ditemukan, kondisi mereka seperti habis dihajar oleh seseorang yang sangat kuat. tapi saat mereka ditanya siapa pelakunya, mereka tidak mengingatnya."
"apa jangan-jangan itu seekor monster?"
"entahlah.... tapi Quest penangkapan itu tidak jadi di berikan karena mereka semua di tahan"
aku kembali memperhatikan polisi kota itu. kali ini ia berbicara dengan harold di dekat papan Quest.
Kali ini rasa penasaran ku tertuju pada Harold.
Bukan aku menyukainya. Tapi aku berpikir.... Apa dia tidak pernah mengerjakan Quest dan bersandar di samping papan Quest setiap hari?
"Hei , Noir. Ngomong-ngomong soal Quest.... Apa kau pernah melihat Harold menjalankan suatu Quest?"
"Harold? Tidak.... Aku sama sekali tidak pernah melihatnya menjalankan Quest selama aku jadi petualang. Yang hanya dia lakukan cuman bersandar saja di sebelah papan...."
"begitu ya.... kau juga tidak tahu ya.... "
"kenapa kau tiba-tiba menanyakan itu?"
"bukan apa-apa kok.... aku hanya penasaran dengannya saja. jika dia memang pernah menjalani Quest, aku penasaran seberapa kuatnya dia.... itu saja...."
"begitu ya.... kalau cuman itu aku juga penasaran soal dia...."
saat semuanya sedang asyik melakukan kegiatan mereka. tiba-tiba saja, pintu Guild terbuka cukup lebar. suara decitan engselnya lumayan menggema dan membuat semua terdiam dan mulai fokus pada pintu itu termasuk aku dan Noir.
Sesosok gadis dengan rambut putih panjang dan mata biru dengan tatapan dingin.
Siapa gadis itu?
Itulah yang aku pertanyakan.
Pakaiannya seperti pakaian wanita desa pada umumnya jadi tidak mungkin jika dia adalah seorang petualang. Dan jika dia ingin membuat Quest, kurasa dia tidak perlu seheboh itu membuka lebar pintu Guild seperti itu. Dan dia sama sekali tidak berpindah tempat setelah membuka pintu. Hanya berdiri dan menatap seisi Guild.
"Siapa dia?"
"Aku juga tidak tahu.... Tapi yang jelas dia agak aneh...."
Seketika gadis itu mulai berbicara.
"Diantara kalian, Siapa yang terkuat?"
Semuanya kembali hening dalam kebingungan. Beberapa orang mulai saling bergumam tentang apa tujuan gadis tersebut.
Saat semuanya berbisik dan bergumam. Tiba-tiba Alfred langsung naik ke atas Meja dan mulai berbicara...
"Jika kau mencarinya disini, Keputusan mu benar-benar sangat tepat. Akulah yang terk-"
Aku dan Yuki langsung menyumpal Mulutnya untuk diam.
"Ahahaha~ maaf jika temanku mengganggu ya!"
Aku dan yuki sesegera menurunkannya. Dan aku mulai menegurnya sambil berbisik.
"Apa yang kau lakukan bodoh...?! Kenapa kau Berteriak seperti itu tadi?!"
"Benar... Kita tidak tahu apa tujuan gadis itu mencari yang terkuat...."
Saat kami sedang berusaha membungkam mulut Alfred. salah satu petualang berbadan besar mulai menghampiri gadis itu.
"ada apa, nona? kenapa kau mencari orang kuat?"
"Apa kau yang terkuat disini?"
"jika iya memangnya kenapa? apa yang kau inginkan, nona? apa kau butuh pengawal?"
"jika begitu berduel dengan ku...."
pria itu sempat terkejut dan terheran. namun ia hanya menolaknya dengan halus.
"Mohon Maaf, Nona. aku tidak akan menyakitimu meski ka-"
tiba-tiba pria itu terlempar hingga menghantam meja hingga meja itu hancur. dan itu adalah ulah gadis itu. ia baru saja memakai sihir angin yang sangat kuat.
semuanya terkejut dan mulai merasa gadis sangat berbahaya.
setelah melempar pria itu dengan sihir. gadis itu kembali mengulangi pertanyaannya
"apa ada orang yang lebih kuat dari pria itu?"
semuanya hanya terdiam dan menatap gadis itu dengan penuh waspada. bahkan mereka diam-diam menyiapkan senjata mereka bila gadis itu tiba-tiba menyerang, atau mereka yang akan menyerang duluan.
suasananya semakin tegang....
aku dan yang lainnya tidak bisa berkata-kata. hanya duduk diam sambil memperhatikan situasi tegang ini...
di saat suasana tegang, tiba-tiba salah satu petualang mulai berbicara.
"Kalian tidak perlu se-Waspada itu padanya. simpan senjata kalian, dan semua akan baik-baik saja."
suara itu berasal dari belakang. dan suara ini cukup familiar di telinga kami semua.
ya.... saat aku menoleh, dia adalah Harold.
"Harold-san?"
"Kau tampak nya Tertarik kepada orang yang kuat ya, Nona. aku tidak tahu apa tujuan mu mencarinya."
"apa kau adalah orang yang paling kuat disini?"
"Ya.... bisa dibilang begitu....."
Harold Berjalan dan Menghampiri Pria yang baru saja di lempar gadis itu. ia mulai mengulurkan tangannya untuk membantunya bangun.
"Apa luka mu parah, Griz?"
"Ugh.... meski ini sangat sakit, tampaknya ini tidak parah...."
"begitu ya.... baguslah...."
ia mulai membantunya berdiri. setelah itu, Harold melanjutkan pembicaraannya dengan Gadis itu.
"Hei nona. Keinginan mu itu adalah Berduel dengan Orang terkuat yang ada disini bukan?"
"ya"
"kalau begitu. akan ku kabulkan permintaan mu..... tapi dengan Satu syarat...."
"apa itu?"
"katakan dirimu siapa, dan pergilah dari sini tanpa menyakiti siapapun. paham?"
"baiklah.... kita akan bertarung di padang rumput luar kota. persiapkan dirimu"
"tentu saja...."
gadis itu pergi meninggalkan Guild.
dan semuanya kembali bergumam tentang duel itu.
aku tidak begitu jelas mendengarnya, tapi yang jelas. mereka mengatakan jika Harold akan menang.
dan Harold tampak santai setelah menerima tantangan itu. ia segera melakukan beberapa peregangan otot lengannya.
"baiklah.... sudah lama aku tidak melakukan nya.... oh ya.... aku hampir lupa...."
ia mulai berbicara kepada semua petualang yang ada di Guild.
"Kalian pasti ingin menonton ku berduel bukan?"
Semuanya mulai memberi jawaban yang sama.
"Ya tentu saja!"
"kami ingin melihat mu mengalah kan gadis itu!"
Harold sedikit tersenyum mendengar semua jawaban itu.
"Baiklah! Ayo kita Pergi sekarang! mari kita lihat siapa yang terkuat disini!"
"YA!!!"
Semuanya bersorak dengan penuh semangat. hanya aku, Noir dan anggota party ku saja yang sedikit kebingungan.
"Semangat sekali...."
aku tidak bisa mengatakan apapun selain itu saking bingungnya.
"Baiklah! ayo Ikut aku sekarang! Para Petualang!"
Harold Mulai berjalan keluar Guild, disusul dengan Para petualang yang ingin menonton duel itu.
Yuki mulai berdiri dan berjalan Menyusul para petualang lain.
di susul Alfred
"Tentu saja! aku ingin melihat seberapa kuat pria itu!"
lalu Silvya
"A-aku juga ingin melihatnya..."
kemudian Noir.
"aku juga, Bagaimana dengan mu Milia?"
tentu saja Aku menjawabnya dengan.....
"Tentu saja! ayo kita melihatnya."
dan kami mulai berjalan keluar Guild menyusul para petualang lain.
Sepanjang jalan, Para petualang lain di depan tidak henti-hentinya bersorak-sorai mendukung Harold yang berjalan memimpin mereka.
aku cukup kagum melihat mereka bersorak seperti itu. aku dan Noir hanya bisa berbicara di barisan terbelakang.
"Meriah sekali ya...."
"kau benar.... sepertinya Pawai saja"
tak lama Aku mulai mendengar Seseorang yang memanggil ku dari belakang.
"Milia!"
aku menoleh kebelakang. dan yang memanggil ku adalah Lilith dan Prisyla yang berlari terengah-engah. aku dan Noir berhenti dan menghampiri mereka berdua.
"Lilith, Prisyla? kenapa kalian panik begitu."
"Ini gawat Milia.... sangat gawat...."
"gawat kenapa?"
"Aku baru saja mendapatkan kabar dari Kenalan Prisyla yang bekerja sebagai Arkeolog.... mereka bilang kalau salah satu Machina Lolos dari segelnya dan bisa saja berbahaya jika tidak di hentikan"
"Machina?"
"Kalau tidak salah, itu adalah Golem kuno yang fisiknya benar-benar mirip dengan Manusia. biasanya mereka bekerja untuk membantu manusia"
"benar, Tapi kata teman ku, Machina ini benar-benar lepas kendali. dia terus-menerus menyerang orang-orang yang dirasanya adalah orang terkuat"
"dan ngomong-ngomong.... kenapa para petualang berbondong-bondong keluar Kota? ada apa sebenarnya"
"Semuanya ingin Menonton Harold berduel. Dan yang menantang berduel adalah seorang gadis"
"gadis?"
"ya.... saat dia datang ke guild, yang dia cari hanya siapa yang terkuat di.... Sebentar....."
aku merasa gadis itu punya kemiripan dengan Machina lepas yang di ceritakan Prisyla.
"jangan-jangan....."
"ada apa Milia? apa kau tahu sesuatu?"
"Yang menantang Harold Adalah.... Machina Yang kalian cari...."
Seketika mereka Semakin Khawatir tentang Machina itu.
"Ini lebih buruk dari dugaanku, Jika dia sampai bertarung..."
"AAAARRRRRGGGGHHHHH!!! jika dia sampai Rusak parah, itu bakal merepotkan lho!"
"Bagaimana ini, Milia. Harold sebentar lagi akan memulai duelnya"
"Aku juga bingung, Noir. Seandainya kita tahu lebih Cepat tentang ini"
"Masih sempat. kita tidak bisa menghentikan duelnya, tapi kita bisa menyelamatkan nya sebelum Machina itu rusak parah karena bertarung."
"Kalau begitu jangan hanya Mengobrol disini! kita harus bergegas!"
Lilith kembali berlari menuju gerbang luar Kota dengan tergesa-gesa. kami pun menyusul nya.
****************
Padang rumput luar kota yang Hijau. kini menjadi arena pertempuran antara Harold dan Gadis Machina itu.
para petualang lain Melihat nya dari kejauhan. aku, Noir, Prisyla dan Lilith hanya bisa Melihat di tempat lain yang tidak jauh dari tempat para petualang lain menonton.
kenapa kami berada di tempat terpisah?
karena kami tidak bisa melihat nya jika menonton di tempat yang sama dengan petualang lain dan itu akan menghambat tujuan kami untuk menyelamatkan Machina itu.
"Sudah mau mulai ya...."
"Sepertinya begitu. Aku agak khawatir jika rencana kita akan berhasil."
"Aku juga.... Hei, Prisyla.... apa kau yakin kita bisa melakukannya"
"kemungkinan 10% rencana penyelamatan ini berhasil"
"10%? bukannya itu terlalu sedikit?"
"jika ini berhubungan dengan waktu. maka kemungkinannya memang seperti itu. jadi kita harus mencari waktu yang sangat pas untuk menyelamatkan nya"
"begitu ya.... memang sulit sih....."
Saat aku melihat sekeliling ku. aku menyadari jika Lilith Menghilang.
"Lilith kemana, Prisyla?"
"dia kembali ke Labnya untuk mempersiapkan alat perbaikan Machina itu. Mungkin saja dia akan kembali sebentar lagi."
Pertarungan itu sebentar lagi akan Dimulai. Harold beberapa kali melakukan pemanasan untuk bertarung sembari berbicara dengan gadis itu.
"Apa kau yakin memakai itu, nona? Apa kau tidak kesulitan jika bertarung dengan pakaian seperti itu?"
"Sama sekali tidak...."
"Sikap mu benar-benar dingin ya, Nona. Kalau boleh jujur, Bertarung dengan wanita itu benar-benar hal yang kurang sopan bagi pria. Jadi, sebenarnya aku tidak ingin melukai mu lho..."
"Begitu ya.... Kalau begitu...."
Gadis itu mulai merentangkan tangan kanannya kedepan lalu sebuah lingkaran sihir merah muncul. Sebuah Api berbentuk runcing muncul di lingkaran sihir itu.
".... Aku yang akan melukai mu lebih dulu"
Ia menembakkan nya dengan kekuatan yang sangat besar ke arah Harold. Harold sama sekali tidak menghindar, dan Ledakan besar muncul.
Aku pikir Harold sudah kalah oleh gadis itu tapi nyatanya tidak. Ia masih berdiri dengan wajah yang bersemangat.
"Sudah kuduga sebelumnya bakal ada serangan kejutan di awal. Jadi, Aku sudah mempersiapkan pertahanan ku dari awal. Baiklah! Sekarang giliran ku!"
Harold Mulai melakukan Kuda-kuda bertarung. Di lengannya muncul semacam cahaya aneh yang mirip seperti lingkaran sihir namun bentuknya lebih seperti gelang yang besar. Dan ia tidak memunculkan nya 1 pasang saja, namun tiga pasang.
"Itu apa?"
Prisyla menjawab pertanyaan ku dengan 1 kata
"Buff."
"Buff? Apa itu juga semacam sihir?"
"Ya, Itu lebih ke sihir yang meningkatkan status secara mandiri."
"begitu ya.... aku belum pernah diajari ayahku soal sihir ini soalnya...."
"tentu saja, Buff adalah skill yang rumit untuk di pelajari oleh pemula. Karena kalau salah pakai saja bisa bahaya. Sepertinya dia sudah terbiasa menggunakan skill itu. Cukup mengesankan bagi seorang petualang Seperti nya"
3 pasang gelang magis itu kemudian mulai mengecil dan terlihat seperti masuk ke tubuh harold. Harold mulai merasakan efek skill itu pada tubuhnya.
"Yosha!! Saatnya aku mulai!!"
Ia mengepalkan tangannya dan mulai menghentakkan kakinya ketanah. Lalu ia mulai meluncur dengan cepat ke arah gadis itu. Dan ia bersiap melakukan tendangan tepat di bagian samping gadis itu. Dan sesuai dugaan, Gadis itu menahannya dan membalas serangan Harold dengan pukulan yang berhasil di tangkis Harold. Dan pertarungan yang sengit terjadi.
Para petualang lain menyaksikan dengan decak kagum. Mereka tak hentinya memberi semangat kepada nya. Begitu pula dengan ku dan Noir. Namun, kami hanya diam dalam kekaguman kami.
Pertarungan itu terus berlangsung sampai Harold berhasil menendang bagian Pelipis kiri gadis itu. Gadis itu bereaksi dan langsung mengeluarkan sihir yang membuat Harold terpental cukup jauh darinya.
Harold berhasil terpental jauh, namun ia masih bisa bangkit. Tapi, hal sebaliknya terjadi pada gadis itu. Ia tampak melemah serta tangan kanannya yang terus memegang pelipis kirinya yang beberapa saat memunculkan percikan listrik.
Prisyla langsung menyadarinya,
"Gawat! Dia sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan."
"Apa?!"
"Serangan tadi mengenai bagian kepalanya. Ini benar-benar bahaya..... Jika begini maka...."
Harold seperti tidak melihat jika gadis itu mulai melemah. Lalu ia mulai mengeluarkan buff lagi untuk serangan terakhir.
"Baiklah! Saatnya serangan terakhir!!"
3 Pasang gelang sihir muncul. Kali ini 3 sihir itu memberikan Harold kekuatan yang cukup besar di banding sebelumnya. Semua orang bisa merasakan Aura sihirnya yang amat sangat kuat.
".... Sudah kuduga! Dia akan mengakhiri pertarungan dengan kekuatan sebesar itu... Milia, sudah saatnya kau melindungi machina itu!"
"Baik- Tunggu.... Hah?!"
tunggu! kenapa di saat seperti ini aku menyelamatkan machina itu?
kenapa tidak dari tadi?
Noir bahkan tidak setuju dengan keputusan itu
"Tunggu, Prisyla.... bukankah terlalu bahaya jika Milia melakukannya di saat seperti ini..."
"Aku tahu..... tapi kita punya waktu lain lagi untuk menyelamatkan Machina itu.... dan orang satu-satunya yang bisa melakukannya hanya Milia seorang..... apa kau sanggup melakukannya, Milia?"
ya.... jika dibilang seperti itu, mau bagaimana lagi....
lagian.... yang tahu masalah ini hanya aku dan Noir saja.
jadi, mau tidak mau aku harus melakukan nya
"Tentu saja! aku akan berjuang semampu ku!"
aku bergegas berlari menuju ke arah machina itu.
"Sisanya Aku serahkan pada Kalian ya!! Prisyla!! Noir!!"
"Ya!"
aku berusaha sekuat tenaga untuk berlari agar sampai tepat waktu. namun aku menyadari jika Harold akan siap menyerang machina itu.
jadi aku mempersingkat waktu dengan sihir angin milik ku.
"Terimalah serangan Penutup ini!!"
Harold melesat layaknya sebuah roket. sebelum ia sampai dan menyerang machina itu. aku sudah tiba lebih dulu.
Harold menyadari seseorang menghadang nya dan ia tidak bisa menghentikan serangan nya. begitu pula dengan ku, tidak ada waktu mengelak. namun, aku masih bisa menahannya.
dengan segera aku mulai memunculkan Perisai Magis terkuat ku.
"DIVINE SHIELD!!!"
Perisai magis raksasa putih dengan sepasang sayap muncul. dan sesaat setelah itu, Serangan Harold tiba. aku berusaha untuk tetap menahan perisai itu agar tidak hancur.
Aku bisa merasakan kekuatan nya yang luar biasa. aku tidak tahu sampai kapan bisa bertahan dengan perisai ini yang semakin lama mulai memunculkan retakan di mana-mana.
beruntung nya, Perisai itu hancur setelah serangan Harold sepenuhnya berhenti. tubuhku langsung lemas setelah menahan perisai itu.
"Aaaaahhhhh~ syukurlah masih bisa ku tahan....."
"Gadis ras kucing? apa kau yang menahannya?"
Harold menyadari nya bahwa aku melakukannya. tanpa basa-basi aku langsung menjelaskan intinya.
"Jangan melawannya....."
"hah?"
"aku melindunginya karena dia adalah Machina yang langka"
"Machina? jadi dia Machina?!"
"Ya, jadi aku terpaksa menahan mu agar tidak membuatnya rusak.... tapi tidak apa-apa, dia hanya mengalami kerusakan yang tidak parah, jadi aku rasa dia akan baik-baik sa-"
Machina itu sudah terbaring dan tidak aktif lagi.
"Dia mati!!"
saat petualang lain kebingungan dengan apa yang terjadi. tiba-tiba Lilith datang berlari sambil menarik gerobak.
"Menyingkir lah Kalian semua!! Ada pasien yang harus ku angkut!!"
ia berlari membawa gerobak itu ke arah kami. lalu ia berhenti, mengangkat Machina itu dan Diriku masuk ke dalam gerobak, Lalu dengan sekuat tenaga ia menariknya lagi.
aku tidak menyangka jika ia bisa membawa ku dan machina dengan mudah. apa karena dia sedang di kondisi panik, sehingga adrenalin nya meningkat.
entahlah.... yang jelas, dia membawa Machina itu bukan ke labnya melainkan ke Property party ku.
...****************...
di salah satu kamar di Property party ku. Lilith baru saja memperbaiki Bagian yang rusak dari Machina itu dan membaringkan nya di Kasur.
"Akhirnya Selesai juga.... Seluruh bagian Rusak machina ini sudah ku perbaiki.....hah~ kupikir ini Machina yang berguna.... ternyata cuman Love Machina saja"
"Love Machina?"
"Ah..... itu Machina yang bertugas menjadi pemuas hawa nafsu para pria ratusan tahun lalu. biasanya mereka di pekerjakan di Bordil"
"Jadi tugas Machina itu hanya pemuas nafsu saja..... tapi kenapa dia punya sihir sekuat itu? apa hubungannya sihir sekuat itu dengan Pemuas nafsu?"
"sebenarnya tidak hubungan nya. tapi, alasan mereka di beri sihir sekuat itu. karena Ratusan tahun lalu, Raja Iblis saat itu sangatlah kuat sampai tidak bisa di kalahkan manusia waktu itu dan Machina tempur juga semakin lama semakin sedikit. sebab itu, Seluruh Machina di ubah Menjadi Machina Tempur untuk memenangkan pertarungan tersebut"
"jadi apa manusia berhasil menang?"
"ya, Tentu saja. tapi, Machina yang di ubah menjadi Machina tempur mengalami masalah. mereka tiba-tiba saja menyerang manusia yang dianggap mereka kuat. jadi saat itu juga, Para Machina juga Di hancurkan. jadi beberapa machina yang selamat di simpan untuk di pelajari di masa depan seperti machina satu ini....."
"begitu ya...."
Lilith mulai mengemasi peralatannya dan mulai keluar dari kamar.
"karena machina itu kurang menarik, aku akan menyerahkan machina itu padamu ya... kalau begitu sampai ketemu lagi!"
"Tungg-"
lupakan saja, Dia sudah pergi.
Karena hanya ada aku dan Machina itu saja. aku hanya bisa menatap machina itu dengan agak waspada tentunya....
aku tahu dia masih tidur. tapi aku masih berfikir negatif soal machina ini.... apa lilith kabur karena machina ini tidak bisa di perbaiki sifatnya.... apa Machina ini masih mengincar orang kuat seperti tadi.....
Aaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!! aku tidak bisa berpikir positif tentang ini!!!
saat aku sedang berpikir hal-hal negatif tentang Machina itu. perlahan mata machina itu terbuka dan ia mulai bangun. aku yang melihatnya langsung terkejut dan terdiam karena ketakutan.
ia menatap kearah ku dengan penuh kebingungan.
aku tidak tahu apa yang dia pikirkan. tapi, jika dia bertanya siapa yang terkuat disini, maka aku akan lari dari sini.
ia mulai menanyakan sesuatu....
dan itu adalah....
"Apa kau Tuan ku?"
Tuan?
Apa Machina seperti ini juga punya tuan?
dan nada bicaranya juga lebih halus dan terdengar agak polos dibandingkan sebelumnya yang terkesan agak dingin.
aku tidak tahu harus bilang apa dengan Machina satu ini....
"eeee.... entahlah.... aku rasa..... ya....."
ia mulai tersenyum lebar saat mendengar jawaban itu.
"Tuan!"
ia segera ingin memeluk ku tapi aku segera menahannya dengan tangan ku secara halus.
"Maafkan aku.... tapi, bisakah kita tidak usah berpelukan seperti itu?"
ia sama sekali tidak marah, malah dia dengan senang hati menuruti nya.
"Baiklah, Tuan"
ia segera mundur dan mulai memperkenalkan diri nya.
"salam kenal, Nama ku adalah Eva. aku akan siap melayani tuan kapanpun anda mau, Tuan.... "
"Milia, Panggil saja aku Milia...."
"Baiklah, Ny.Milia"
"Milia saja.... tidak usah ditambahkan itu juga...."
"Baiklah, mohon kerjasama nya, Milia."
bagaimana menjelaskan nya. intinya, Dia menganggap ku sekarang sebagai Majikannya.