
Dentuman lonceng raksasa bergema di seluruh kota. Sebuah Quest darurat disiarkan di seluruh kota.
"QUEST DARURAT!!! Seseorang membawa pasukan Monster menuju ke Kota. Para petualang bersiaplah berada di luar gerbang untuk berjaga-jaga dan seluruh warga harap tetap dirumah selama Quest berlangsung."
Sementara polisi kota sedang sibuk menyiapkan sihir pelindung untuk melindungi kota, Para petualang yang ada telah berkumpul di luar gerbang kota dengan senjata sudah berada di genggaman nya.
Para monster berjalan bersamaan dengan awan mendung dengan kilatan petir. Mereka berjalan beriringan dengan di pimpin seseorang yang memberikan aura yang cukup mengerikan.
Semuanya bisa merasakan ketegangan ini begitu juga dengan ku. Yang ku pikirkan saat ini hanya satu, yaitu musuh yang kami hadapi bukanlah orang sembarangan.
Pria itu mengehentikan langkahnya dan memerintahkan pasukan monsternya untuk berhenti. Dan ia mulai berbicara dengan nada yang cukup dingin.
"Penduduk kota ini ternyata cepat tanggap juga dengan situasi seperti ini... Kalian sudah mempersiapkan semuanya sebelum aku datang kesini... Sungguh luar biasa..."
Tidak ada satupun respon dari para petualang, mereka masih diam dan waspada terhadapnya.
"... Perkenalkan.... Nama ku adalah Aizbern, Salah satu dari Ksatria raja iblis yang baru.... Tujuan ku kesini bukan untuk berperang dengan kalian.... Tapi aku ingin bernegosiasi dengan kalian"
Bernegosiasi?
Tidak seperti pasukan raja iblis pada umumnya yang biasa langsung menginvasi kota dan menebar teror tanpa basa-basi.
Tapi Bernegosiasi.... Ini sungguh di luar pemikiran ku....
Bukan aku saja, bahkan yang lain cukup bingung dengan apa yang ia maksud.
"Daripada kalian menyia-nyiakan nyawa kalian hanya untuk berperang dengan kami... Bagaimana jika kalian menjadi pengikut raja iblis kami dan kehidupan kalian akan jauh lebih baik dari sekarang"
Sebentar-sebentar....
Dia bilang akan lebih baik jika kami masuk ke pihak raja iblis daripada berperang.
Ya ya...
Bisa ku maklumi
Tapi.... Entah kenapa ini rasanya kami seperti disuruh menyerah...
Negosiasi macam apa ini?
"YANG BENAR SAJA!!!"
Salah satu dengan keras petualang menolak tawaran itu. Ya wajar, ini tidak masuk akal.
"MANA MUNGKIN KAMI MAU BERPIHAK PADA RAJA IBLIS!!!"
Beberapa petualang lain juga sependapat juga langsung angkat suara
"BENAR!!! SAMPAI KAPANPUN DIA ADALAH MUSUH KAMI!!!"
"KAMI LEBIH BAIK MATI DARIPADA TUNDUK DENGANNYA!!!"
"PERGILAH DARI SINI, DASAR IBLIS!!!"
"PERGILAH IBLIS!!!"
Satu persatu para petualang mengeluarkan penolakan mereka. Hingga mereka bersorak mengusir pasukan raja iblis itu.
Aizbern terdiam, dia sama sekali tidak peduli dengan sorakan itu. Dia seperti nya sudah menduga jika mereka akan menolaknya.
"Manusia-manusia bodoh.... kalian lebih suka peperangan dibandingkan kedamaian.... Kalau begitu.... Akan kuberikan apa yang kalian sukai...."
Ia mengeluarkan aura gelapnya dan memerintah para pasukan monsternya untuk menyerang.
"... Wahai peliharaan kesayangan ku, Habisi semuanya tanpa sisa sedikit pun..."
Para monster mulai bergerak dengan sangat beringas. Mereka benar-benar bersikap jauh lebih buas dari monster pada umumnya. Hampir semua nyali para petualang memudar melihat kengerian itu.
"Gawat!! Monsternya mendekat!!"
"Jika Se beringas itu Bagaimana melawannya"
Aku juga mulai ragu melawannya. Yang bisa kulakukan hanya bisa memegang tongkat sihir ku dengan gemetar
Tentu saja...
INI MENAKUTKAN!!!
Namun, beberapa saat kemudian, seseorang melesat dari belakang ku dan maju melawannya. Dan dia adalah...
"Alfred?!!"
Kenapa kebodohannya kambuh lagi disaat seperti ini?!!!
Dengan pedang di tangan nya dan rasa percaya diri yang tinggi. Dia maju seorang dirinya.
"Majulah kalian, sialan!! Mana mungkin aku...."
Dengan sekali ayunan pedangnya, dia berhasil menebas beberapa monster dengan mudah.
".... TAKUT DENGAN KALIAN!!!"
Dia... Dia berhasil....
Ia terus menerus melawan para monster dengan sekuat tenaganya. Ia tampak menikmati pertarungan itu meski menurut ku level monster itu jauh lebih tinggi.
Para petualang lain hanya bisa bengong melihat aksi Alfred bertarung sendirian. Mereka cukup kagum dan sedikit iri dengan keberaniannya.
"Hebat.... Dia melawannya seorang diri.... Entah kenapa aku jadi sedikit tersindir dengan keberanian anak muda"
"Benar.... Seharusnya kita jadi panutan buat Petualang junior... Tapi malah sebaliknya.... Aku seperti gagal menjadi seorang petualang!!"
Cepetan bantu dia....
Bukan waktunya menangisi nasib kalian....
Tak beberapa lama, salah satu petualang mulai mengangkat pedangnya keatas dengan air mata yang masih mengalir.
"BAIKLAH SEMUA!! JANGAN KALAH DENGAN PETUALANG MUDA ITU!!! TUNJUKKAN DIRI KALIAN PANTAS JADI PETUALANG!!!"
"YAAA!!!!"
"AYO BERJUANGLAH!!!!"
Seluruh petualang kini kembali bersemangat dan maju ke medan pertempuran. Dengan semangat yang membara, mereka menghabisi monster yang ada di hadapan mereka.
Cukup akui, dia tanpa sadar memberi semangat kepada para petualang putus asa ini.
Lupakan soalnya, aku juga bukan petualang pengecut. Jadi aku juga ikut ke medan pertempuran bersama yang lain.
Peperangan dimulai, para petualang saling bekerjasama menumpas pasukan bawahan raja iblis. Berbagai tehnik dan serangan andalan mereka ditunjukkan di pertempuran ini. Meski kami menyerahkan seluruh kemampuan kami, tetap saja Monster-monster ini seperti tiada habisnya.
Di tempat Aizbern berada, ia berhadapan dengan beberapa petualang yang menyerangnya berkali-kali. Namun ia tetap bisa menghindari semua serangannya dengan mudah tanpa masalah sedikitpun. Bahkan ia bisa mengalahkan para petualang itu dengan mudah.
"Usaha yang sia-sia... Jangankan membuat luka di tubuhku.... Membuat lecet ditangan ku saja kalian tidak bisa...."
"Tidak bisa membuat tangan mu lecet? Apa kata-kata mu tidak berlebihan lho?!"
Yuki datang dari atas dan langsung menyerang dengan kedua belatinya. Meski serangan itu cukup kuat namun tetap saja itu tidak membuat Aizbern terluka.
Aizbern langsung memberikan tolakan, membuat Yuki sedikit terpental namun ia masih bisa berdiri.
"Kita bertemu lagi ternyata, Bocah.... Atau harus ku panggil kau roh suci, Killis"
"Ya... Ya... Terserah kau saja mau memanggil ku apa... Lagian, Killis itu nama lamanya. Dan dia juga sudah menyatu dengan ku. Sebutan roh suci sudah tidak berlaku lagi untuknya"
"Kulihat Kehidupan mu di kampung halaman mu cukup memprihatinkan.... Aku tahu bagaimana rasanya di hina seperti itu... Bagaimana jika kau ikut dengan ku dan tunduk dengan raja iblis... Mungkin jati dirimu yang sebenarnya akan terungkap."
"Jati diriku sebenarnya ya.... Cukup menarik.... Tapi maaf saja, mau bagaimana pun kau menghasutku..."
Ia mulai mengaktifkan mode Nekomata....
"... Aku akan tetap berada di kubu ini lho...."
"Menggelikan.... Kalau begitu lenyaplah seperti Roh itu..."
Aizbern mengeluarkan serangannya dan mengarahkan nya pada Yuuki, namun Yuuki dengan cepat menghindari nya dan Mulai memberi serangan balasan.
"Dia tidak lenyap.... TAPI MENYATU DENGAN KU!!!"
Perang masih berlangsung, semua bertarung dengan sekuat tenaga demi melindungi kota. Beberapa petualang perlahan mulai gugur di pertempuran. Petualang yang gugur segera di evakuasi dan disembuhkan sebelum terlambat.
Sementara itu, Yuuki dan Aizbern masih bertarung satu sama lain. Yuuki terus memberikan serangan pada Aizbern untuk mencari titik lemahnya. Namun usahanya masih belum membuahkan hasil. Malah ia terpukul mundur untuk sementara.
"Menyerah lah, bocah... Melawan ku hanya akan membuatmu cepat menuju ke kematian."
Yuuki kembali bangkit lalu berlari sambil bersiap menyerang kembali. Namun karena tubuhnya mulai melemah, Aizbern dengan mudah membuat dia terpental. Lalu dengan satu tangannya, Aizbern mengeluarkan sebuah bola sihir hitam dan segera menembakkan kearah Yuuki.
"Kalau begitu... Selamat tinggal.... Bocah keras kepala...."
Bola itu meluncur ke arah Yuuki. Ia tidak punya waktu yang cukup untuk menghindari bola itu.
Namun, secara mengejutkan. Seseorang muncul dan menghancurkan bola itu dengan satu pukulan hingga bola itu meledak dan menghasilkan ledakan besar.
"Wah... Wah... Sudah lama aku tidak merasakan efek kekuatan ini semenjak dia kalah."
"Kau...."
Dan orang itu adalah Harold.
Harold langsung menghampiri Yuuki dan mengulurkan tangannya untuk membatu Yuuki berdiri.
"Hei, bocah.... Tampaknya kau benar-benar kewalahan menghadapi demorcia satu ini ya..."
Yuuki menggenggam tangannya dan segera berdiri.
"Ya... Sedikit.... Tapi aku baik-baik saja..."
"Kekuatan tangkisan itu.... Sudah tidak salah lagi.... Kau salah satu petualang yang mengalahkan Catys sebelumnya...."
"Wow... Diriku masih populer ternyata di kubu kalian... Kupikir nama kami hanya akan menjadi seperti angin lewat saja bagi kalian"
"Tampaknya hanya kau seorang yang ada disini... Kalau begitu... Mari ku antar kau ke tempat penyiksaan abadi...."
Aizbern lagi-lagi mengeluarkan aura gelap yang sama. Namun Harold sama sekali tidak takut. Namun, tetap saja ia tidak melawannya seorang diri. Maka dari itu ia meminta bantuan Yuuki.
"Hei... Bocah... Kali ini aku tidak bisa melawannya sendirian... Maukah kau membantuku?"
"Tentu saja. Aku akan membantumu... Tapi, apakah kita cukup mengalahkannya?"
"Tenang saja... Aku punya rencana...."
"Rencana?"
"Akan ku jelaskan nanti... Sekarang bersiaplah."
Harold tanpa berpikir panjang mulai mengaktifkan buff nya dan Yuuki juga mengaktifkan kembali mode Nekomata nya serta menyiapkan sepasang belati di tangannya.
"Baiklah! Pertama, aku akan menyerang bagian depan dan kau menyerang bagian sebaliknya. Dengan begitu aku punya banyak waktu untuk rencana kedua"
"Baiklah!"
"Sekarang... Ayo kita serang dia, BOCAH!!"
Mereka mulai menyerang Aizbern. Dan Seperti yang di perintahkan, Harold menyerang bagian depan Aizbern sedangkan Yuuki menyerang bagian Belakangnya.
Rencana itu berhasil membuat Aizbern kewalahan menahan serangan keduanya yang datang secara tiba-tiba. Yuuki dan Harold saling bergantian menyerang disisi yang berbeda tanpa henti.
"Ternyata kerja sama kalian cukup baik ternyata..."
"Hah kau terlalu cepat memuji... Sekarang terima ini!!"
Harold lalu melemparkan ketiga bola misterius ke arah Aizbern. Aizbern lalu menghancurkannya dan tanpa ia sadari benda itu malah membuat asap yang sangat tebal disekitarnya. Membuat pandangan nya jadi terbatas.
"Bom asap khusus ya... Seperti nya kalian-"
Secara mengejutkan Yuuki langsung menyerang dibalik asap. Namun serangan itu berhasil di tangkis oleh Aizbern dengan mudah. Lalu Yuuki kembali masuk kedalam asap.
Aizbern mulai memperhatikan pergerakan samar-samar darinya yang terus berputar. Tanpa sadar itu hanya umpan baginya dan Harold Mulai menyerang nya lagi meskipun ia masih bisa menangkisnya lagi. Namun, secara mengejutkan Yuuki berhasil menyerang bagian kakinya. Lalu menghilang. Begitu juga dengan Harold yang baru saja menyerangnya.
Mereka terus melakukan serangan yang tiba-tiba di balik asap pekat itu. Kali ini Aizbern benar-benar kesulitan melawannya. Ia menerima cukup banyak luka di tubuhnya.
"Tidak bisa dimaafkan.... SUNGGUH TIDAK BISA DIMAAFKAN!!!"
Ia mulai Frustasi dan saat ia melihat Yuuki muncul dari kabut. Dia tanpa basa basi langsung menusuknya dengan tangannya.
"Matilah kau.... Roh suci...."
Tiba-tiba saja...
Dia ditusuk dari belakang dan menembus dadanya. Dan yang menusuknya adalah Yuuki itu sendiri.
"Kau tampaknya salah menusuk orang ya.... Aizbern..."
Yuuki yang ia bunuh ternyata hanyalah ilusi dari asap yang mereka buat. Seketika asap itu menghilang. Aizbern mulai tumbang setelah menerima tusukan itu.
Secara mengejutkan semua monster yang dibawanya seketika mati mendadak. Membuat petualang lain kebingungan. Begitu juga dengan ku dan yang lainnya.
"Monster nya... Mati mendadak? Kok bisa?"
"Milia, Lihatlah!"
Sylvia menunjuk ke arah Yuuki yang berada di hadapan Aizbern yang sudah mati kehabisan darah. Dan ia tidak sendirian, ada Harold bersamanya.
"Kerja bagus, Yuuki. Kita Berhasil mengalahkan nya"
"Ya... Terimakasih banyak, Harold"
"Yuuki!"
Aku mulai menyapanya disusul para petualang berkumpul di hadapannya dengan wajah kebingungan.
Dan dengan tersenyum, Yuuki menyapa kami kembali.
"Yo... Kalian semua!"
"Apa yang terjadi sebenarnya?"
"Ya... Bisa kalian lihat. Aku dan Harold mengalahkan nya."
Para petualang seakan tidak percaya dan ragu yang diucapkannya.
"Berarti... Pasukan raja iblis berhasil dikalahkan?"
Tidak lama kemudian, wajah bingung mereka berubah menjadi senyum bahagia. Mereka bersorak karena telah berhasil melindungi kota dari serangan pasukan raja iblis.
"Akhirnya kita menang!!"
"Kota ini kembali terselamatkan!!"
Tidak lama, Harold menepuk tangannya dan mulai berbicara.
"Baiklah Semuanya!! Karena Misi kita telah selesai... Mari kita berpesta di Guild malam ini!!"
"YAA!!!"
Semuanya bersorak setuju dengan itu. Tentu saja siapa yang tidak mau berpesta setelah Quest berbahaya ini.
Akhirnya Peperangan ini berakhir juga, kami merasa lega kota tercinta kami baik-baik saja.
".... Ini belum berakhir.... Dasar manusia bodoh...."
Sebuah suara menggema keseluruh tempat, seketika membuat para petualang kembali kebingungan.
".... Kalian pikir ini akhirnya? Tidak.... Itu baru permulaan...."
"Permulaan?"
"Ada apa ini?"
Perasaan ku kembali tidak enak dengan ini... Seperti nya kejadian lebih akan terjadi....
"... Dan saatnya akan ku tunjukkan Kehancuran sesungguhnya kepada kalian!!"
Tanah bergetar membuat semuanya menjadi panik. Dan perlahan, bangkai monster yang mati mulai terangkat dan terbang mengitari tubuh Aizbern yang kembali bangkit dan di kelilingi aura gelap yang sangat kuat.
Setelah semua monster terhisap kedalam tubuhnya. Seketika cahaya menyilaukan muncul membuat para petualang tidak bisa melihat dengan jelas apa yang terjadi.
Saat cahaya itu menghilang, barulah mereka melihat sesuatu yang jauh mengerikan dari sebelumnya.
Sesosok Mahluk raksasa dengan bagian tubuh berbagai macam monster tercampur. Dan ia mulai mengeluarkan Raungan yang sangat keras yang membuat seluruh mahluk ketakutan.
Para petualang hanya bisa menatapnya dengan rasa takut. Dan aku mengenal sosok ini di buku yang ayah berikan. Dia adalah Lord Chimera, mahkluk yang mustahil dikalahkan oleh petualang biasa.
"Saatnya... Kehancuran kalian akan tiba, Para Manusia!!"
Bersambung.....