
Siluman, Binatang Buas, Dwarf, Elf, dan Manusia ... semuanya adalah ras-ras yang sering muncul dalam kisah-kisah fantasi, tidak Xavier sangka mereka semua ada juga di dunia ini.
“Oh, yah. Apakah ada Naga di dunia ini?” Xavier bertanya dengan hati-hati, sebab sosok seperti ini paling kerap muncul dalam cerita fantasi sebagai sosok kuat yang sulit dikalahkan.
“Naga ... aku kurang begitu tahu, tapi dari rumor yang beredar mereka benar-benar ada. Namun jumlah mereka hanya ratusan sehingga mereka jarang muncul di muka umum.”
“Hanya ratusan—“ Xavier hendak menghela nafas, namun imbuhan Miao En membuatnya kembali terkejut.
“Menurut rumor yang aku dengar, setiap naga adalah Pengendali Elemen yang sangat kuat, dan yang paling berbahaya adalah mereka bisa menciptakan elemen dengan Energi Ruler mereka!”
“...”
Pengendali elemen dan pencipta elemen … Xavier tidak tahu harus menangis atau apa. Jika sosok kuat seperti itu benar-benar ada di dunia ini, bukankah dunia ini sangat berbahaya?
“Apa kau takut?” Miao En sedikit menggodanya yang membuat Xavier merasa tersinggung.
“Miao En, manusia adalah puncak rantai makanan, jangan remehkan aku.Aku akan menunjukkan padamu, bagaimana sains menguasai dunia ini!” Xavier melantunkannya dengan serius.
Baginya, entah mereka pengendali elemen, naga atau apapun itu, di hadapan ilmu pengetahuan dan teknologi maju, mereka bukanlah apa-apa!
•••
Seminggu kemudian, setelah semua orang selesai berkabung dalam duka cita atas meninggalnya banyak warga kota, kini semua kaum lelaki dikumpulkan di belakang mansion untuk dibagikan senjata (bukan senjata api) yang dibeli oleh Xavier dari Bumi.
“Kalian latihlah dengan baik!”
“Baik!”
Setelah memberikan senjata kepada mereka, Xavier pun pergi ke lantai bawah tanah mansion, di mana terdapat seorang lelaki paruh baya berkumis runcing yang tengah di kurung di balik jeruji besi.
“Baron Luke, lama tidak ketemu.” Xavier menghampirinya dengan senyum ramah, namun matanya tidak tersenyum sama sekali.
“Ka-Kau ...” Mata lelaki paruh baya itu terbelalak ketika mengetahui siapa yang datang.
“Nak, cepat lepaskan aku!” teriaknya. Dia ingat Xavier adalah orang yang pernah membeli kota ini darinya. “Jika kau melepaskanku, aku akan mengampunimu dan seluruh kota ini!”
Mengampuni … sungguh angkuh.
Xavier berdiri berhadap-hadapan dengan Baron Luke, mantan Penguasa Kota Insel itu.
“Aku membencimu, kau tahu itu. Karena kau aku harus mengotori tanganku.” Xavier maju selangkah dan menarik kerah baju Baron Luke, tatapannya yang sangat melebar membuat suasana menjadi horor, “Jadi jangan pernah berharap!”
“Uhhhh …”
“Ckkk …” Xavier mendorong tubuh Baron Luke dan memperbaiki sikapnya ke semula, seolah dia benar-benar orang yang berbeda.
Xavier berkata sekaligus bertanya, “Aku sudah membeli kota ini, tetapi kau malah menyuruh para bandit untuk merebut kota ini kembali, bahkan membunuh banyak wargaku, apa kau masih berharap aku mengampunimu?”
“A-Apa yang ingin kau lakukan?” Baron Luke mengambil langkah mundur, ekspresinya yang ketakutan benar-benar membuatnya kelihatan seperti seorang pengecut.
Xavier hanya mengedipkan matanya dan beralih ke arah tangga-tangga lantai bawah tanah, “Kalian, ke marilah.”
Mendengar suara Xavier memanggil, maka datanglah sekelompok pria dan wanita, tua dan muda, ke depan penjara bawah tanah itu dengan tatapan penuh kemarahan.
“Mereka semua adalah orang-orang yang keluarganya kau renggut, Baron Luke.” Xavier kembali menatap Baron Luke dengan tenang. “Sekarang mereka ingin meminta pertanggung jawabanmu.”
“A-Apa maksudmu?!”
Baron Luke semakin ketakutan, namun dalam ketakutannya dia mendapatkan keberanian yang entah muncul dari mana untuk memarahi sekelompok pria dan wanita ini.
“Kalian hanya rakyat jelata, apa kalian berani membunuhku?!” teriaknya.
“...”
“Tidak usah dengarkan dia, sekarang simbol baronnya sudah ada padaku, tanpa itu dia hanya rakyat jelata biasa, jadi ... bunuhlah dia!”
Setelah Xavier mengucapkan bunuhlah dia dengan nada yang sangat dalam, maka semua orang pun menjadi yakin dan mulai melempar batu yang ada dalam genggaman tangan mereka ke dalam jeruji besi seukuran kamar kecil itu untuk memberikan kematian yang penuh rasa sakit kepada Luke.
“Tidak! Tidak! Ahh, sakit!”
“Xavier, tolong aku! Aku minta maaf!”
“Xavier …!!”
Setelah selesai menghukum Baron Luke dan memindahkan mayatnya, kini Xavier pergi ke ruang harta, di mana terdapat banyak koin di sana.
“Koin perunggu adalah yang terendah, diikuti dengan koin perak, dan yang terakhir ... koin emas.”
Xavier menghitung semuanya dengan baik dan teliti, total ada 1.000 koin perunggu, 767 koin perak, dan 10 koin emas.
“Sial, bahkan jika cuman 10, ini sangatlah berharga.” Menurut Xavier, berat 1 koin emas itu sekitar 5 gram, jika dia menjualnya di bumi, hasilnya akan sangat banyak.
“Sepertinya emas di dunia ini tidak begitu langka sehingga mereka membuat koin emas sebesar ini ...”
Jika tidak begitu, para pencipta koin tidak akan mau mengeluarkan banyak emas untuk membuat satu keping emas belaka.
“Hmm, mungkin lain kali aku harus membeli alat detektor emas.”
Tetapi harganya sangat mahal, jadi itu masih wacana saja untuk saat ini.
Xavier pun melihat barang rampasan lainnya di gudang harta, dia cukup puas dengan semua ini.
Terlebih lagi ada sekitar 30 ekor kuda yang dirampas dari para bandit, ini tentu akan sangat berguna bagi Kota Insel ke depannya.
•••
Kembali ke lantai tiga mansion, Xavier pun menemukan Miao En yang tengah tertidur pulas di atas sofa mahal yang dibeli dari bumi.
“Hmmm ...” Xavier menunjukkan senyum tipisnya, ternyata Miao En benar-benar cantik ketika sedang tidur.
“Hoam ...”
“Kau sudah bangun.” Xavier tersenyum kepadanya sembari berkata, “Jagalah tempat ini sebentar, aku ingin pergi tidak lama.”
“Ya, ya ...” Miao En mengibaskan tangan dan ekornya, lalu lanjut tidur kembali.
Sesungguhnya kenapa dia bisa terlihat lelah begini, itu karena Xavier memberikannya obat tidur agar dia tidak terlalu banyak beraktivitas berlebihan dikarenakan Miao En masih mengalami luka di sekujur tubuhnya yang terlihat belum akan sembuh dalam waktu dekat, paling tidak harus menunggu beberapa bulan untuk sembuh seutuhnya.
Selain karena alasan itu, Xavier juga untuk sementara menempatkannya di lantai tiga karena gadis ini memiliki insting yang tajam dan peka terhadap suara, jadi jika ada orang yang datang atau menyusup ke tempat ini untuk mencuri senjata api yang ditaruh di lemari kerjanya, yang telah digembok, Xavier merasa Miao En bisa membasmi mereka dengan tangannya sendiri.
•••
Selepas meninggalkan mansion kota, Xavier dengan beberapa pemuda yang lain bergegas pergi melalui hutan di belakang kota yang mengarah ke arah pantai.
Tak sampai berapa lama, mereka sudah tiba di pinggiran tebing setinggi 30 meter yang berbatasan langsung dengan pesisir pantai atau laut lepas.
“Wow ...” Xavier baru pertama kali melihat pantai di dunia lain. Mulai dari pasirnya sampai air lautnya, semuanya benar-benar sangat alami dan sangat indah.
Ini seperti surga dunia!
Matanya menengok ke sebelah kiri lagi dan menemukan ada air terjun yang mengalir dari atas tebing menuju ke laut di bawah yang menambah kesan menakjubkan bagi Xavier.
Tempat ini sangat bagus, pikir Xavier yang masih terpesona dengan indahnya pemandangan lautan lepas dari atas tebing tempat mereka berada saat ini.
“Tuan Xavier, jika anda ingin turun, kita bisa lewat sana.” Tunjuk salah seorang pada tangga-tangga batu yang dibuat di samping tebing batu.
“Ayo kita turun!”
Setibanya mereka di bawah sana, barulah Xavier benar-benar merasa surga dunia yang sesungguhnya.
“Huft, ini musim dingin tapi seindah ini, jika ini musim panas, tempat ini benar-benar bisa menyaingi Raja Ampat Beach!”
“Raja Ampat Beach?” Mereka yang lain kebingungan tapi memilih untuk tidak bertanya terlalu jauh.
‘Sial, bukankah ini artinya wilayah sekitar sini sangat bagus? Aku bisa mendapatkan sumber daya hutan yang cukup besar dan sumber daya lautan juga, tempat ini adalah harta karun!’
Xavier sedikit mencibir Baron Luke yang bodoh itu dalam hatinya, bagaimana bisa kalian memiliki lautan tapi mata pencaharian utama ada bertani?
“Oke, ayo kita balik dahulu.”
“Iya!”
•••
Bersambung! Jangan lupa tinggalkan like dan komen sebagai dukungan untuk Author, makasih :)