Building A City In Ancient Times

Building A City In Ancient Times
Chapter 13 : Jala Ikan



“Tidak banyak, hanya beberapa hal ...”


Miao En menjelaskan bahwa ada kota yang memakan waktu lima hari perjalanan dari kota ini, kota bernama Kota Anak Gunung yang berada di bawah kaki gunung, mereka memiliki komoditas utama ubi jalar dan tanaman sejenis.


“Namun di kota itu sepertinya sangat sedikit binatang liar untuk diburu sehingga permintaan akan daging meningkat.x


Xavier mengangguk mendengarnya dan Miao En kembali melanjutkan perihal kota yang lain.


“Kota selanjutnya adalah Kota Dagang. Banyak pedagang dari dua kota terdekat yang berdatangan ke sana untuk menukarkan komoditas utama mereka.”


“Kebanyakan mereka menukarkannya dengan apa?” Xavier bertanya dengan rasa penasaran.


“Sama. Mereka lebih mengincar daging dan ... rempah-rempah seperti bawang dan cabai.”


"Ohhh ..."


“Ya, begitulah. Lalu, kota yang terakhir adalah kota yang berada di suatu ngarai, Kota Fructus, orang-orang di sana memiliki buah-buahan sebagai komoditas utama.”


“Kekurangannya adalah mereka selalu kekurangan gandum setiap tahunnya yang memaksa mereka untuk menukar buah-buahan mereka dengan harga murah di Kota Dagang,” imbuhnya.


“Jadi ada tiga kota di sekitar sini.” Xavier bertanya, “Apakah ada kota yang dekat dengan laut?”


Lagipula ini berada di wilayah pesisir, sangat aneh jika orang-orang tidak membuat kota di wilayah dekat perairan.


Miao En menggelengkan kepalanya, “Tidak ada wilayah strategis untuk membangun kota di dekat laut, lagipula apa untungnya?”


“Apa untungnya?” Xavier mengerutkan keningnya, “Bukankah bisa lebih mudah mendapatkan ikan sebagai lauk?”


“Mudah? Apa maksudmu?” Miao En mendengus lembut, ia merasa Xavier benar-benar meremehkan sesuatu.“Menangkap ikan dengan pancing membutuhkan banyak waktu, orang-orang tidak akan membuang waktu mereka untuk itu kecuali lagi pengen makan ikan saja.”


“Jadi ...”


“Ya, karena menangkap ikan dengan pancing membutuhkan waktu yang lama, juga tergantung keberuntungan, harga ikan di dunia ini cukup mahal.”


“...” Xavier hanya membuka mulutnya dan menutupnya kembali ketika mengetahui hal semacam itu.


“Apakah tidak ada jaring atau jala ikan di dunia ini?”


Memang memancing membutuhkan waktu yang lama, karena itulah jala ikan berguna di Bumi demi mendapatkan kuantitas yang lebih banyak.


Tetapi melihat dari ekspresi Miao En yang masih bingung ketika ditanyakan tentang jala ikan, Xavier dapat menyimpulkan bahwa belum ada penemuan jala ikan di dunia ini!


“Dunia ini ... sangat kuno.”


Bahkan jala ikan belum ditemukan ... Xavier tidak tahu harus berkata apa.


Sekarang dia juga tidak heran, kenapa Baron Luke tidak menjadikan hasil laut sebagai komoditas utama di kota ini, rupanya mereka tidak tahu cara menangkap ikan dalam jumlah yang banyak.


“Haha ...” Xavier tidak tahu harus menangis atau bahagia, ini artinya dia sudah berhasil mendapatkan ide untuk melewati kebuntuan!


Mungkin lebih baik menangkap ikan saja sebagai penghasilan utama Kota Insel!


“Miao En, kau suka ikan, bukan? Besok kau akan makan ikan sepuasmu!”Xavier mengucapkannya dengan senyum percaya diri.


“Apa maksudmu?" Miao En mengerutkan keningnya, "Jangan bilang kau ada cara untuk mendapatkan banyak ikan?"


“Hehe, tunggu saja, yang jelas aku tidak berbicara omong kosong."


•••


Pada hari itu, setelah membulatkan keputusannya, Xavier pun mengumpulkan banyak orang termasuk beberapa prajurit terpilih dengan maksud untuk membuat sesuatu.


“Kita akan membuat beberapa perahu kecil!” Xavier menunjukkan gambar perahu kecil yang dia maksud dan semua orang memahami itu.


“Yang lain tebanglah beberapa pohon yang kuat dan yang lain akan memahatnya, siap?”


“Siap!”


“Tuanku, bagaimana desain perahunya?” tanya seorang pria tua pendek bertubuh kekar, dia adalah Lignum yang bekerja sebagai pemahat di kota ini.


“Begini ...”


Xavier hanya menyebutkan gambaran kasarnya dan Lignum mengangguk terus menerus.


“Oh, yah, jangan lupa buat candiknya.”


“Aku mengerti!” Lignum mengangguk dan bergegas pergi untuk melaksanakan perintah Xavier.


Mereka semua bekerja …


Xavier hanya bisa menyerahkan dan mempercayakannya.


“Dengan tenaga puluhan orang, aku yakin bisa selesai hari ini!”


Bagaimanapun orang-orang di dunia ini memiliki kekuatan fisik lebih baik daripada manusia di Bumi, Xavier yakin dengan pendapatnya.


•••


Pagi hari, setelah berhasil membuat, semua perahu bercadik yang baru saja dibuat pun diapungkan di tepi pantai yang indah dan tenang. Di sana sudah berkumpul para orang-orang bertenaga kuda, mereka adalah orang-orang yang dipilih Xavier untuk mendayung perahu ini.


Tetapi sebelum memulai pelayaran. Xavier lebih dahulu mempraktekkan bagaimana cara melempar jaring yang benar sehingga semua orang pun paham.


“Tuanku, bagaimana itu bisa menangkap ikan?” Masih ada beberapa orang yang bingung, karena pada jaring ikan itu tidak terlihat seperti ada perangkap.


Xavier tersenyum dan menjawab, “Kenapa tidak kita coba langsung?”


Lagi pula akan membuang waktu jika terlalu banyak menjelaskan, orang-orang di dunia ini lebih membutuhkan praktek di lapangan daripada sekedar materi atau teori.


Di bawah tatapan semua mata yang memandang, Xavier pun berjalan sambil memegang jaring ikan kecil yang baru saja dia beli dari Bumi.


Untuk memperagakannya, Xavier berjalan sedikit ke tengah pantai yang masih dangkal, lalu dia pun melemparkan jala ikan dengan sepenuh tenaga, jauh ke arah laut, lalu dengan cepat langsung menariknya.


"..."


‘Sial, kenapa sangat berat?’ Xavier mengernyitkan keningnya, dan berbalik kepada para prajurit yang bertenaga besar, “Ayo!”


“Siap!” Mereka semua bergegas masuk ke pantai dan masing-masing dari mereka menggenggam seutas tali dari jala ikan.


"Aku akan menghitung!"


“Satu, dua, tiga ... tarik!” Xavier berteriak lantang sebagai aba-aba, ketika mereka berhasil menarik jaring itu sampai naik ke ataspesisir pantai, maka terkejutlah semua orang di tempat itu menyaksikan banyaknya ikan yang tersangkut pada jaring ikan.


Tak hanya mereka, bahkan Xavier dan mereka yang membantunya menarik jaring ikut terkejut.


“Woaahhhhh ... Sangat banyak!”


“Ya, dan juga besar-besar!”


Benar seperti yang mereka katakan, ukuran ikan di dalam jaring itu rata-rata sepanjang lengan orang dewasa!


‘Masih di pinggiran saja sudah seperti ini?’ Xavier benar-benar terkejut dengan banyaknya ikan yang dia tarik, tidak heran kenapa dia sedikit kesusahan untuk menariknya.


“Kalian yang lain, cepat pisahkan ikan-ikan, yang besar boleh kalian ambil, tetapi yang kecil jangan!” Xavier mulai menceramahi mereka, “Jika kalian mengambil anakan ikan, ekosistem di sekitar sini akan menurun, jadi ikutilah apa yang aku katakan!”


“Baikkkk ...!” Semua orang menjawab dengan wajah penurut dan mulai melakukan apa yang diperintahkan oleh Xavier.


•••


Bersambung! Jangan lupa like dan komen sebagai dukungan untuk Author, makasih :)