Between Life Is Love

Between Life Is Love
sendiri



'Aku harus hidup meski tanpa kau di sisiku,dan aku harus bertahan meski banyak masalah dan penuh tangisan yang sering mengisi luang waktuku.'



--------------



Hari ini adalah jadwal Bianca untuk melaksanakan Kemoterapi nya yang pertama.ia takut dan gugup,sebenarnya bianca tak ingin melakukan itu,tapi dokternya yang menyarankan dan bianca sudah terlanjur menyetujuinya.



"pagi bian udah siap kemo nya?"Suara dr.fahri menyambut sambungan telpon mereka



"aku takut om,gak pengen kesana,besok aja yaaa?yahhh?boleh kan?"mohon bianca dengan nada dramatis



"kemarin bilang berani ehh sekarang menciut ketakutan"ejek Fahmi sambil tertawa



"ishh ya kan masalahnya beda kemarin itu bianca khilap bilang iya"



"Mana ada,orang kemarin kamu ngomong 'selanjutnya bianca harus lakuin apa?' sambil nangis nangis lagi!apa masih mau bilang khilap?"ucal fahri sambil menirukan gaya bicara bianca



"ihhhh sebel pokoknya bianca gak mau kesana ah takut"rengek bianca



"gak ada kata gak mau pokoknya jam 9 udah sampe RS kalo gak dateng om jemput kamu paksa.ini juga demi kebaikan kamu see you later"


"oh iya kamu udah om izinin jadi percuma kalo kamu sekolah ok!"sambung Fahmi secara sepihak dan langsung memutuskan sambungan telepon



Bianca mendengus,bisa bisanya fahmi memaksanya.sebenarnya percuma saja bianca menolak,toh akhirnya Fahmi akan menjemputnya.sebenarnya yang fahmi bilang ada benarnya.kemoterapi adalah jalan untuk menyembuhkan penyakit bianca secara perlahan.siapa sih didunia ini yang tidak mau sehat?apakah ada?pasti semua orang ingin hidup dengan kondisi sehat.dan bianca tidak munafik akan keinginannya itu.



"halahh kalaupun gw gak ke RS paling disamperin,mending siap siap dulu trus jalan sebentar buat refreshing otak"gumam bianca



setelah menyelesaikan aktivitasnya.bianca menuruni anak tangga satu persatu,berniat untuk segera pergi



"non kok gak sekolah?mau pergi kemana?sama siapa?"tanya bi Ina bertubi tubi



"satu satu dong bi tanyanya,bianca gak sekolah mau jalan jalan sama om fahmi,refreshing aja gituu kebetulan ada waktu,kita kan udah lama gak bareng"bohong bianca



"ohh yaudah,mau makan dulu gk"jawab bi Ina tanpa curiga



"gausah bi nanti aja,bianca takut telat."


"duluan bii"pamit bianca segera pergi



"pak,ayo antar bian ke Taman flowers yaa"bohong bianca agar tidak ada yang curiga



"Lah?kok ke taman?hayoo non bianca mau bolos ya?gak ah gak mau antar kalo untuk bolos"tuduh pak supir



"Heh jadi orang tuh jangan sok tau ya orang non bianca mau jalan jalan sama Dr.fahmi kok"ucap bi Ina yang datang dari belakang dan tiba tiba langsung mengikuti pembicaraan



"ohh gitu too,yaudah yuk non"ajak pak supir



"dari tadi dong pak,lagian kalian ribut mulu setiap hari"ucap bianca sambil berjalan dan masuk ke dalam mobil



"hehe maaf non"



mobil mulai berjalan.Bianca melihat ke arah luar jendela,ia merenungkan apakah keputusannya sudah benar atau malah salah mengambil keputusan.


tersirat kesedihan diwajahnya,ia benar benar merasa frustasi akan hal ini.



"non udah sampe nih,"ucap pak aji membuyarkan lamunan bianca



"oh iya pak makasih.bianca pergi dulu yaa"pamit bianca sambil turun dari mobil



Saat ini baru pukul 08.13 bianca sengaja pergi memghabiskan waktu di taman yang penuh bunga ini.ia ingin menenangkan dirinya sejenak dari segala kesibukannya.



Lama berkeliling menikmati keindahan taman flower ini hingga bianca memutuskan untuk melewatkan jadwal kemoterapinya yg pertama kali.karena setelah merenung tadi,ia memutuskan untuk pasrah menerima penyakit ini,membiarkam penyakit ini mengerogoti dirinya.ia benci dirinya yang seperti ini.



Disisi lain Dr.Fahmi menunggu kedatangan Bianca.ia gusar karena bianca tak kunjung datang sementara para dokter sudah siap siap.seperti apa yang fahmi ucapkan.jika saja bianca tak datang.ia akan menjemputnya dan membawanya ke rumah sakit.sesungguhnya fahmi bersikap seperti ini karena ia peduli akan bianca.ia tak ingin mengecewakan keluarga bianca.



"Cand gw pergi jemput pasiennya dulu yee nanti balik lagi kok."pamit fahmi pada rekan kerjannya dengan tergesa gesa sambil melepaskan jas dokternya




Fahmi tak habis pikir.mengapa bianca bisa menyepelekan kesehatannya.sebenarnya apa motifnya?



"Pak,Bianca nya ada?"tanya fahmi yang baru datang dan langsung bertanya kepada pak aji supir bianca



"Lah.non bianca bilang tadi dia mau jalan jalan bareng den fahmi,ketemuannya di taman flower kan?"jelas pak aji kebingungan



"Oke pak makasih"ucap fahmi cepat,meninggalkan pak aji yang sedang kebingungan sebenarnya apa yang sedang terjadi tapi setelahnya pak aji tak akan ambil pusing akan hal ini



Fahmi yang mengetahui keberadaan bianca segera menancapkan gas nya ke taman flower.niatnya ia akan sedikit memarahi bianca agar ia tak mengulangi kesalahannya lagi.



Fahmi masih mencari cari keberadaan bianca di taman yang luas ini.ia kebingungan mencarinya.hingga akhirnya fahmi menemukannya tapi dari belakang pundah bianca bergerak naik turun seperti orang menangis.perlahan fahmi mendekatinya sambil mendengarkan apa yang sedang bianca ucapkan



"Andai gw punya kehidupan yang lebih indah dan bahagia dari ini.walaupun di kehidupan itu gw hidup dengan ekonomi yang sederhana asal gw bahagia kenapa enggak"


"Gw sebenernya anak mereka atau bukan sih hikkss,pengen banget diperhatiin hiksss ma,pa kalo kalian denger harapan bianca buat kalian tolong aja istirahat walau cuma sebentar,rawat diri sendiri biar gak sakit kaya bianca.hikss"


Ucap bianca sambil menangis



Hati fahmi tersentuh,ada banyak perihal yang membuat bianca menjadi seperti ini.dan yang paling utama adalah ulah kedua orang tuanya sendiri.andai ia bisa menjadi seseorang yang berarti bagi bianca.fahmi akan menyayangi bianca layaknya adik.



"Udah jangan nangis lagi,masih ada om tempat bersandar kamu"ucap Fahmi dan menghampiri bianca sambil mengelus pucuk rambutnya



"Ishh kaget datang tiba tiba kaya jin"balas bianca sambil mengapus air matanya



"Ngapain di sini?bianca bilang kan gak mau,biarin aja bianca sakit sampai meninggal kalo bisa"ucapan bianca membuat fahmi kaget



"Hey gak boleh gitu,kalo kamu tahu,sebenarnya kamu itu berharga.kehadiran kamu itu sangat istimewa.jadi jangan menyesal atau bahkan pasrah sama masalahmu.kamu tau,di luar sana banyak orang yang hidup susah dan pengen hidup berkecukupan,kamu yang punya segalannya kenapa gak kamu syukuri?"jelas fahmi



"Mereka gak tau gimana rasanya ditinggal kerja sama orang tua!"



"Dan kamu juga gak tau betapa susahnya mereka cari uang,kerja banting tulang hanya untuk hidupnya?"ucapa fahri membuat bianca mati kutu



"Gabisa jawab kan?makannya kamu jangan benci sama diri sendiri,syukuri apa yang udah ada dan terima apa yang seharusnya kamu terima"sambung fahri



"Yaudah iya makasih om selalu ada untuk bianca,kalo diinget inget jasa om buat bianca itu banyak baget bahkan bagi bianca om itu udah bian anggep papa hikss om boleh peluk?"pinta bianca sambil menangis



"Boleh dong sini sini"


"Jangan nangis yaa princess,kamu berhak bahagia karena kamu juga manusia"ucap bianca sambil mengelus pundak bianca



"Nahh sekarang gimana?Mau kemoterapinya"tanya fahri tiba tina sehingga bianca kesal



"Ihhhh inget teruss.walaupun dibujuk bianca tetep gak mau kemo"bianca memalingkan wajahnya sambil cemberut



"Wahh kamu mau om marah ya??siapa lagi coba yang mau denger kamu curhat kalo om marah?"ucap fahri sambil berlagak marah



"Ihhh jangan gituu"seru bianca



"Makannya kemo yahh?ini demi kebaikan kamu lohh,kebayang gak kalo orang tua kamu nangis liat keadaan kamu sekarang"fahri menakut nakutkan bianca membuat bianca berpikiran tentang orang tuanya



"IYA IYA BIANCA MAU PUAS!"teriak bianca keras




'Tak peduli apa hubungan kita.kau selalu ada untukku dan menenangkanku.sangat berterimakasih untuk itu'


Bianca



'Selama kita masih bertemu,kau akan tetap jadi adikku yang aku sayangi'


Fahmi