
'Seperti air yang terus mengalir,kau datang mengisi hatiku yang rapuh dan kembali membawa sebuah rasa yang pernah ada'
Walaupun bianca merasa lelah,ia mengharuskan dirinya untuk sekolah,karena tidak ingin membuat keluarga dan pembantunya curiga.
Sebenarnya Fahmi menyarankan agar bianca beristirahat dan libur sekolah sehari lagi.tapi dengan kerasa kepala bianca menolaknya hanya karena sebuah alasan yang membuatnya terus berjuang.orangtuanya.yahh, mereka yang selalu menjadi kekuatan bagi bianca.
Ternyata Tak cukup satu masalah yang menimpa Bianca,dengan sikap orangtuanya yang semalam memarahinya membuat bianca merasa seperti anak yang menyusahkan.apalagi papa nya yang membentak dengan keras.bahkan bianca saja tidak percaya akan hal itu.cukup kejadian itu yang membuat perjuangan bianca terasa sia sia,lalu nantinya jika begini.siapa lagi yang akan menjadi semangat bianca untuk hidup?
bianca sengaja pergi lebih lambat karena tidak ingin bertemu dengan orangtuanya dulu.karena masih terlalu sakit hati untuk melihat mereka yang telah menyakitu hati bianca.
"Pak,nanti gak usah jemput bianca ya.lagi pengen jalan aja sambil nikmatin sore hari,"pinta bianca sambil membuka pintu mobil dan turun karena sudah sampai didepan sekolahnya.
"Siap non"ucap pak aji menuruti permintaan bianca
Pagi yang sepi selalu memenuhi hari bianca,kini ditambah dengan rasa lelah yang dirasanya.membuat ia ingin sekali untuk istirahat yang panjang.
Sepanjang jalan menuju kelas bianca menundukkan kepalannya.benar saja kemoterapi membuat rambutnya mulai rontok walaupun hanya sedikit sih.mau tidak mau bianca hanya bisa menerima ini semua.
"Hai mina,selama gw gak sekolah ada tugas apa aja?"tanya bianca seolah tak ada masalah
"Lah kok nanya gw,kan bisa tuh tanya orang lain"sewot Mina
"Udah sih tinggal jawab aja,gw butuh nih"paksa bianca
"Tugas Makalah IPA"singkat Mina
"Tentang?"
"Konsep teori epolusi dan mekanisme evolusi "
"Thankyou"
"Gw perhatiin badan lo tambah kurus?sakit?syukurlah ngurangin beban"sindir mina diiringi dengan nada sinisnya
'Bianca sakit apa sampai badannya kurus mana pucet lagi gw khawatir'batin mina
"Haha lo gausah urusin hidup gw,lo aja mungkin belum bener.jadi berhenti seolah olah menghina tapi aslinya peduli"ucap bianca dingin dengan mata tajamnya karena bianca merasa sakit hati dikatai seperti tadi
"Yaudah sih,sinis banget"sewot mina sambil beranjak dari kursinya
"Dia yang sewot dia yang pergi hilihh dasar sensi"gumam bianca
"Kantin ahh hauss"sambungnya
Pagi pagi,tak biasanya bianca ke kantin tapi demi kebutuhan ia harus pergi membeli keinginannya
"EH BIANCA SENDIRI AJA?SINI AKANG TEMENIN"teriak seseorang dari belakang bianca
"Haduhh ada si nopal,males ah gw.mana ada gerald lagi"gumam bianca
"Beli es jeruk nih?gak biasannya lo ngantin?"tanya gerald yang menghampiri bianca
"Hmm"jutek bianca
"Kemarin kenapa lo gak sekolah?sakit?kok gak bilang ke gw?padahal gw nunggu lo"tanya Gerald bertubi tubi
'Beneran dia nunggu gw?'batin bianca
"Sok tau,emangnya lo siapa gw?ngapain nunggu gw?"tanya bianca balik
"Duhh udah inimah dunia serasa milik berdua yaa gengssss"ledek Rafi
"Kita ini sebatas manusia yang menjadi nyamuk nyamuk tetangga"Anwar membuat suasana semakin ricuh
"BISIK BISIK TETANGGA OGEB!"ralat Nopal
"Berisik ya kalian para lelaki kurang belaian"ledek gerald
"Lu kali ahh dimana mana kerjaannya ngalusin cewe mulu. kita kita mah lelaki playboy berkualitas!huuuuu"sorak nopal tak terima
"O AZHA YHAKAN"putus gerald
"Eh bi ngomong ngomong kalo gw perhatiin lo kurusan deh,lo lagi diet?benerkan pal,war,fi bianca kurusan?"tanya gerald
"Gw sih setuju,lo kenapa sih bi?jatuhnya kalo liat lo tuh kaya liat orang yang berbeda"tanya rafi penasaran
Sementara bianca hanya diam memandangi mereka yang sedang ber argumen tentang dirinya
"Udah selesai diskusinya?gw gak sakit dan gw sehat jasmani dan rohani.satu lagi gw kurus emang lagi diet"jelas bianca
"Diet apaan badan udah kaya alien aja pake diet diet an segala lo"ejek gerald
"Suka suka gw lah lo ngatur hidup gw"sewot bianca
"Yaampun ughtea padahal akhi cuman kasih tau aja"jawab gerald sok alim
"Hmm"timpal bianca dengan nada juteknya karena tidak ingin diganggu ketika sedang menikmati minumannya.