Between Life Is Love

Between Life Is Love
all thing is true,i still can happy



Kini mereka berdua sudah duduk di ruang tamu,menikmati ice cream yang berada ditangan mereka masing masing.


"ger ini walaupun cair rasanya masih tetep enak yaa?hahaha"tanya bianca memecahkan suasana sambil sedikit tertawa


"ckk elo mah apa aja dimakan jadi semuanya enak"decak gerald sambil meledek bianca


"biarin dari pada lu playboy huuuu"sorak bianca


"lo tau gak?"


"ya enggak lah"balas biancamemotong ucapan gerald


"ya makanya diem dulu bian,gw kan belom ngomong!"geram gerald


"hehe bercanda"sanyum bianca mengembang


"jadi gini,lo tau gak alasan gw jadi seorang cowo playboy?"


"yaa karena lo playboy lah"jawab bianca ngasal


"duhh ogeb banget sihh kamu?jadi pengen bunuh"gemas gerald


"alasan gw playboy tuh karena gw belom nemuin seorang wanita yang cocok di hati,jadi bisa dibilang masih nyicipin cewe cewe lahh proses cari yang cocok gituu hehe"cengir gerald


"ya tapi lo playboy nya kelewatan,dan apa?alasan lo playboy karena mau pilih cewe yang tepat?he to the loww ngotak dongg mas cewe yang lu pacarin itu udah bejibun bahkan antri dulu"ucap bianca yang tak tahu kenapa ia emosi


"santai dong mbakk,anda kenapa marah?hati punya saya kok mbak yg ribet?ohh atau jangan jangan cemburu yaa?"goda gerald


"kalo iya kenapa kalo enggak kenapa"jawab bianca spontan secara tak sadar


"cieee ketebak kan lo udah mulai tumbuh benih benih cinta yang ada"ledek gerald


"berisik ahh gw pusing lagi nihh"jawab bianca yang menutupi rasa malunya


Gerald mengikuti apa yang bianca ingin kan,agar suasana tidak terlalu kaku bianca memilih untuk menonton televisi.


"ger nonton aja ya?film horror?"tawar bianca


"bolehh"


setelah mendapat persetujuan bianca membuka tempat yang menyediakan film film yang bergenre horror.


keadaan mulai hening.film sudah mulai,lampu sengaja dimatikan agar menambah kesan seperti bioskop dirumah yang tentunya lebih nikmat rasanya.


selama film dimulai,tak ada seorangpun yang berteriak ketakutan.gerald dan bianca masing masing sibuk dengan pemikirannya sendiri.mereka menikmati totonan dalam televisi


selang beberapa jam,akhirnya film selesai,kini bianca pegal duduk selama ini,dan ia merenggangkan otot nya.


"lahh ngapain takut?kan ada kamuu gerald pujaan hatiku"jawab bianca yang seolah olah ia sedang menggoda gerald


"lah otaklu geser ya?atau amnesia?atau gila?jadi alay gini"tanya gerald tak jelas


"bolehkah aku gila?dengan alasan aku tergila gila padamu?"level ke alay an bianca semakin meningkat


"astagfirullah jangan jangan lo kerasukan jin romantis ya?wahh gapapa drh kalo gitu kan setiap hari gw gak perlu lagi cape cape deketin lo hehe,udahh bagus kerasukan aja deh lo"sungguh gerald yang sangat kejam


"ih jahat banget sih lo,gajadi ah gw mau sama lo"ucap bianca yang memukuli gerald


"aww aww ampun bii ampunn jangan mukul gini dong!"teriak gerald yang membuat pukulan bianca meringan


"oh iya lo fans billie elish kan?konser kemarin lo datang gak?"ucap gerald secara tiba tiba


"ihh lo mah mengingatkan gw pada waktu dimana gw sedih banget,"


"iya gw suka billie,dan gw pengen ke konsernya dia cuma yaa gitu,ortu gak izinin sihh sedih,dan untung gw belum beli tiket konsernya"jawab bianca mendramatis


"ohh padahal gw beli tiketnya banyak banget lohh,gw beli buat 3 orang tapi karena gw cuma sendiri trus yang 2 nya lagi gw buang"jawab gerald sambil murung


"yahh sayang banget tuhh kalo dibuang"ucap bianca seakan tak rela


"sayang kenapa?"tanya gerald sambil senyum senyum gila


"yaaa sayang ajaa"ucap bianca santai


"iya aku tau kamu sayang aku kok sampe sampe gak mau ninggalin aku hahahahaha"tawa gerald memenuhi seluruh ruangan


Sementara Bianca sedang mencerna apa yang gerald ucapkan tadi,setelah sadar ia


"GERALDDDD KURANG AJAR YAA LO ANJ!"teriak bianca yang memenuhi isi rumah


"HAHAHAHA,,,AMPUN BII"teriak gerald sambil tertawa kencang


tanpa henti bianca mengelitik perut dan tangan gerald sehingga membuat gerald tertawa terpingkal pingkal tak kuat menahan keusilan bianca.


mereka berdua tertawa layaknya tak akan ada akhir cerita dari kisah mereka,dan mereka selalu berharap,bahwa nantianya akan ada perubahan pada hubungan yang akan mereka jalin.


tapi disatu sisi bianca takut melihat gerald menangis karena kepergiannya.


'tuhan aku tak ingin berakhir sesedih ini,mengapa kau baru memberiku kebahagiaan ketika aku sedang berjuang melawan permasalahan yang tak tahu kapan selesainya'


batin bianca