
'tuhan sudah memberiku jawaban atas apa yang aku harapkan selama ini,aku senang jika kau mengambil nyawaku,itu tandanya kau menyayangiku'
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Tak ada yang hal yang indah di pagi ini.
hidup bianca mulai kosong kembali.
semangat yang kemarin mengisi hari harinya kini hilang entah kemana.
Apakah karena Gerald yang mulai menghilang?
Tubuh bianca lemas,suhu tubuhnya panas ia sama sekali tak ingin bergerak,kepalannya pusing bahkan pandangannya mulai mengabur.
Untuk hari ini ia memutuskan tidak berangkat sekolah karena keadaan yang tidak memungkinkan untuk berangkat.
Disaat inilah Bianca sangat membutuhkan kasih sayang dari ibunya.tapi apa daya,ibunya lebih mementingkan pekerjaannya dari pada anaknya.
Dunia memang tidak berpihak pada Bianca.dia selalu merasa bahwa Bianca bukan anak yang diinginkan sebab orang tuanya jarangmemperhatikan
nya.
jika ditanya apa keinginan bianca yang belum terkabulkan adalah kasih dari kedua orangtuanya dan menghabiskan waktu bersama mereka.
Dalam hidup orang lain yang selalu mereka pikirkan seperti apa dan bagaimana jodoh mereka,cinta cinta dan cinta,semua orang sibuk memikirkan kisah percintaannya.bagi bianca ia selalu mendahulukan orangtuanya,berlagak baik baik saja dan bahagia di depan mereka agar tidak membuat mereka merasa di bebani.
Bianca memilih untuk mencoba menelpon mama nya hanya sekedar ingin mendengar suara ibunya yang tak sempat Bianca dengar hari ini.
"Halo ada apa udy telepon?mama lagi sibuk nih"ucap seorang wanita dengan nada tergesa gesa
"udy sakit,mama bisa gk pulang sebentar ajaa"pinta Bianca
"sakit?yaudah nanti mama telepon dokter ke rumah yah dahh mama mau meeting miss u"sambungan sudah terputus dengan cepat tanpa ada jeda.
bukan itu yang bianca inginkan.tujuan bianca menelpon ibunya untuk memberitahu keadaannya,setidaknya ibunya merasa khawatir atau apapun itu.
"Halo bianca udah lama gak ketemu,apa yang dirasain?"sapa dr Fahmi ramah
"belakangan ini gk tau kenapa bianca selalu mimisan bahkan keluarnya banyakk terus berat badan bianca turun 7 kg,padahal bianca gak diet,kenapa yaa"tanya bianca panjang membuat DR.Fahmi mengerutkan dahinya
"ehmmm dalam minggu ini berapa kali kamu mimisan?"tanya Dr.Fahmi
"4 kali"
"hmmm sini tangannya,om ambil yaa darah kamu"ucap dr Fahmi
"dahh semoga apa yang om pikir gak terjadi yaa"senyum Dr Fahmi
"emang kenapa?ahh gak asik,mainnya sembunyi sembunyian"murung bianca
"jangan cemberut gitu dongg mukannyaa nih om kasih coklat biar semangat lagi"Ucap Dr.Fahmi
"yeayy makasihh tapi Bianca masih penasaran"dahi bianca berkerut
"udahh kamu baik baik aja kok nanti om kasih resep obatnyaa yaaa dahh om sibuk mau pdkt dulu"pamit Dr.Fahmi
"Ishh udah tua pacaran mulu.kawin sanaa,anak orang digantungin mulu"ejek bianca
"emangnya kamu gak punya pacar,jomblo mulu,pacarin sana orang yang nganterin pulang sore lalu,mana pelukan lagi,gaenak tau di gantungin mulu"balas dr fahmi
"ishh om gaada kerjaan ya?sampe sampe perhatiin aktivitas aku?iyaa aku tau aku cantik kok"Ucap bianca sambil mengibaskan rambut lurusnya
"hweeee jijik.om juga harus tau dong apa dan seperti apa calon pacarnya keponakanku yang manisss inii"kebiasaan Dr fahmi yang selalu menyubit pipi bianca
"ishh sakit emangnya dia cocok sama aku"
"cocok lah udah om mau pergi dahhh"dengan segera dr fahmi pergi keluar dari kamar Pink bianca.
'selama kamu masih bisa tersenyum tanpa tahu kondisi kamu sekarang,om ikut bahagia'batin fahmi