Between Life Is Love

Between Life Is Love
Apa?



'kini,aku tak ingin menjadi seperti apapun,hanya berusaha untuk melakukan apa yang nantinya harus aku lakukan dan menerimannya jika itu bisa membuat batinku senang'


➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖


ditangan Bianca sudah tergenggam bungkusan obat yang terdiri 4 macam.sungguh gila,sebenarnya paenyakit apa yang menyerang Bianca.ia sungguh sangat penasaran.


"non sarapan dulu,biar kuat"tawar bi Tina


"iya bi makasih"Ucap Bianca sambil tersenyum


selang beberapa menit Bianca sudah menyelesaikan sarapannya,tanpa aba aba dan tanpa sepengetahuan bianca,tiba tiba hidungnya mengeluarkan darah,Bianca yang tangkas dengan segera mengambil tisu dan menyumbat hidungnya sambil menegadahkan kepalanya.


hal hal yang seperti ini sudah mulai terbiasa masuk ke dalam hari hari Bianca.mungkin mimisan terjadi karena Bianca lupa meminum obat.soalnya Dr.Fahmi mengatakan bahwa jika Bianca tidak meminum obatnya hal hal yang buruk bahkan bisa merepotkan bianca akan terjadi.


Karena Bianca tak ingin direpotkan lagi dan ini adalah waktu yang tepat untuk meminum obat.


Dr.Fahmi bilang,Bianca harus pergi ke rumah sakit dan menemuinya setelah pulang sekolah.ada hal penting yang harus Fahmi bicarakan.tapi ia merasa bimbang dan berat hati untuk memberitahu perihal penting ini.tapi,jika tidak di beritahu nantinya akan menyulitkan bianca.di satu sisi Fahmi mau memberitahu hal ini kepada Bianca tapi takutnya ia merasa sedih akan berita buruk ini,dan si satu sisi Fahmi harus profesional sebagai dokter.


"Hai biann udah lama kita tidak dipertemukan.kemarin kau pergi kemana?hingga aku tak dapat melihat dirimu wahai tuan putri"seru Gerald ceria


Ketika melihat wajah gerald hanya akan membuat bianca kesal,sebab ia selalu mengingat apa yang dilakukannya bersama mina.


Tanpa menjawab seruan Gerald,Bianca jalan tak memperdulikan bagaimana gerald sekarang.otak Bianca berpikir bahwa hidupnya tak ingin terus diwarnai oleh gerald.tapi hatinya berkata lain,ia ingin terus bersama Gerald bahkan jika Bianca harus menerima rasa sakit karena perilaku Gerald pada Bianca nantinya.


"babang tamvan di cuek-in guysss sabarr sabarr"teriak Gerald di koridor Kelas


Gerald berlarian menghampiri Bianca,cepat sekali langkah kaki yang bianca ambil untuk menempuh lorong yang panjang ini.


"itu kaki atau tangga?panjang banget samoe cape gw ngejar lo"kata Gerald sambil setengah mengatur nafasnya


"lemah"hanya satu kata yang lolos dari bibir bianca,hal itu membuat Gerald semakin semangat untuk terus mengobrol riang.


"akhirnyaa hehe kamu udah makan?udah minum?bernafas?mandi?"


Ucap Gerald sok perhatian


"Mau lo apa lagi sih?taruhan lo kan udah selesai,ngapain masih deketin gw?gak ada cewe lain selain gw apa"kesal Bianca


"lo pikir gw bodoh?anak TK juga tau kalau lo cuma main main"


'anj bisa baca pikiran orang dia'batin gerald


"ohhh jadi kamu mau aku seriusin gitu?bilang dongg yukk sekarang kita ke KUA"Gerald Kang modus


"oh"jawab singkat bianca sambil berjalan pelan menuju kelasnya


"cyaaaaa gak baper apa akang gombalin?"goda Gerald


"gak tuh biasa aja gak mempan"ucap bianca santai


"iya iya cukup tau ajalah"Gerald lebih memilih mengalah


Bianca dan Gerald berjalan bersandingan.tanpa ada percakapan yang menyelimuti mereka.hingga akhirnya Bianca sampai di kelasnya.bukannya pergi,Gerald justru mengikuti Bianca.


"Ngapain lo disini?minggat sana ini bukan kelas lo,nanti Sampe sampe si Mina liat gw bareng ama lo.gw yang disalahin"kata bianca tegas


"hilihh PD lo,orang gw mau nunggu Mina,siapa juga yang mau sama lo"ucapan Gerald memang tajam setajam Silet.


'awww suckit ngapain juga gw nanya tadi'batin bianca


Ritual di pagi hari Bianca,


mendengarkan alunan musik yang rendah,membuat hatinya tenang dan serasa terbang ke langit ke-7.


playlist yang selalu ia mainkan adalah lagu lagu milik Coldplay yang rata rata selalu membuat Bianca ikut masuk kedalam cerita.


Gerald tak mengusik Bianca.ia sibuk dengan handphone genggamnya.


sepertinya ia sedang chat dengan Mina.


jam terus berlalu.hingga akhirnya waktu untuk pulang,Bianca segera merapikan Bukunya,tubuhnya terasa remuk dan lelah yang sangat berat.tapi ia harus pergi ke Rumah sakit.