
Selama bianca meminum es jeruk,bukannya menambah segar justru malahan membuat tubuh bianca lemas.
"DARAH ADA DARAH DI HIDUNG LO BI"teriak Nopal yang panik terhadap bianca
Gerald segera mengambil tisu yang kebetulan ada di dekatnya dengan segera menyumbat hidung bianca sambil membantu menyeka darahnya
"Lo kenapa sih bi?gw takut tau?"nada panik gerald yang ciri khas
"Diem dulu gw masih lemes nih"keluh bianca lemas.bahkan tubuhnya saja tidak bisa menopang sangking terlalu lemas
"Kalo lemes UKS gih.ger lo anterin anak orang dulu tuh kasian"suruh anwar
"Oke,gw anterin ya bi?"tanya gerald ragu meminta persetujuan bianca
"Iya"
Selama perjalanan menuju UKS,gerald sedikit memapah bianca membantunya untuk tetap kuat berdiri.tak tanggung tanggung bahkan ketika mereka melewati mina,gerald tetap berjalan memapah bianca tanpa ragu
"Ger biarin gw disini sendiri,lo pergi aja takutnya mina marah"suruh bianca sopan yang sudah berbarin di ranjang UKS
"Gak gak mau gw nanti lo disini sendiri,lo mau makan apa?biar gw pesenin?"ucap gerald memaksa
"Gak papa gw sendiri dari pada nanti mina salah pahan ke gw kan gaenak,sebelumnya makasih.tapi gw udah makan"jelas bianca
"Yaudah deh iya iya tapi nanti gw balik lagi kesini ya?lo harus tetap istirahat oke"pinta gerald
"Gausah balik lagi,nantinya lo repot,gw gak papa kok sendiri.makasih ya udah bantuin"ucap bianca selembut mungkin
"Ga ada penolakkan.pokoknya gw balik kesini.gw izinin deh ke kelas lo nanti"gerald
"Iya makasih ya"ucap bianca
"Kaya sama siapa aja lo ahh"
"Gw pergi ya?jan nangis nanti balik lagi kok"pamit gerald
"Jyjyq"gumam bianca pelan membalas ucapan Gerald tadi.
Tak ingin pusing,bianca mencoba untuk mulai tidur.karena rasa kantuk telah menyerangnya.
"Jangan jangann jangan lakuin itu pah mah"
"JANGAN"teriak bianca dan bangun dari tidurnya
Nafas bianca tidak beraturan layaknya orang yang sedang dikejar orang gila.ternyata itu cuma mimpi,tapi mengapa bisa terasa seperti nyata?
"Mimpi cuman bunga tidur,gw gak usah mikirin hal itu,semoga itu gak bakalan terjadi"ucap bianca pelan
Diluar sudah banyak siswa yang berjalan jalan,jam menandakan pukul 10.30 berarti ini sudah waktunya istirahat.
Dimana gerald sekarang?tadi ia berjanji akan kembali kesini tapi mana buktinya?sekarang gerald tidak ada di hadapan bianca.hal ini membuat bianca kecewa padahal dia sudah menunggu kehadirannya.
Karena dirasa sudah cukup tenaga,bianca memilih pergi meninggalkan UKS yang sepi ini.bianca bosan terus berada diruangan yang bau obat obatan.
"Oh,pantes gak balik,ternyata ngapel gebetannya"gumam bianca yang memasuki kelasnya
"Eh bianca,sorry gw gak balik UKS hehe,soalnya mina minta temenin."jelas gerald dengan senyum pepsodent
"Gak masalah"balas bianca dengan nada jutek
"Bi,lo tuh udah gw kasih tau jangan deket lagi sama gerald,terus terang aja gw merasa dibebani kalo lo terus deket sama gerald"bentak mina secara tiba tiba membuat gerald dan bianca kaget
"Apa apaan sih mina!jangan bentak bianca!gw gak suka"sentak Gerald emosi
"Min,apa perlu gw buktiin bahwa gw gak punya hubungan apapun sama gerald?dan sorry kalo lo merasa terganggu kalo gw deket gerald,waktu itu gw cuman minta tolong sama gerald karena kondisi gw yang gak sanggup!gw tau kita marahan,tapi setidaknya lo juga ngertiin gw,jangan maksa gw untuk selalu ngertiin lo terus,cape tau,disaat hidup gw banyak masalah.dan ditambah lo yang selalu minta apapun itu nambah beban di hidup gw.sekali ini aja gw pengen lo ngertiin posisi gw juga.jangan egois"jelas bianca dengan nada yang sedang menahan isak tangis.matanya sudah berkaca kaca.tak kuasa mendengar keluhan temannya itu.
"Selalu itu masalah lo,sakit sakit sakit dan sakit,gw muak dengernya!padahal lo bisa minta tolong ke orang lain selain gerald!ada nopal,rafi,anwar disamping lo!kenapa harus gerald coba?ohh gw tau lo cari kesempatan buat rusak hubungan gw kan?mending lo menghilang dari dunia ini jauh jauh sana pergi dari hidup gw."sedari tadi Mina terus memarahi bianca,emosi Gerald sudah berada di puncaknya,ia benci ketika mendengar Mina melontarkan kata kata yang mengandung unsur kebencian.
"MINA!sekali lagi lo lakuin ini ke bianca,gw gak akan pernah maafin lo!Lagian lo tuh seharusnya sadar diri,Gw deketin lo cuma karena taruhan!dan mulai dari sekarang dan seterusnya gw gak akan pernah hadir di hidup lo lagi!"bentak gerald dengan nafas yang tak beraturan
"Ger?lo bilang apa tadi?taruhan?kenapa taruhan lagi taruhan lagi?gw benci lo!kenapa lo permainin hati Mina?kenapa harus mina?seharusnya gw aja yang lo sakitin!jangan mina!lo tau mina udah jadi orang yang berarti di hidup gw,walaupun sekarang keadaannya udah beda.gw kecewa sama lo ger!"ucap bianca diiringi isak tangis
"Lo belain dia?setelah apa yang dia lakuin ke lo?kenapa sih lo masih baik sama dia?inget bi!dia yang bikin hidup lo susah,"ucap gerald kebingungan
"Cukup!oke ger gw tau,ternyata gw cuma bahan mainan dan itu gak masalah.lagian gw juga mau deket sama lo niatnya cuman mau bikin bianca kecewa dan marah truss gila deh dia hahaha"tawa mina seakan akan tak ada masalah
"Gila lo min!seharusnya tempat lo bukan disini!sana tuh rumah sakit jiwa!"gerald yang tak percaya akan sifat mina
"Gw kecewa ger!"ucap bianca dan pergi meninggalkan mereka berdua yang tengah berhadapan
"GW MINTA MAAF BII"teriak gerald sambil mengejar bianca yang berlarian pergi tak tahu kemana arahnya.