Between Life Is Love

Between Life Is Love
happy?



bianca dengan gusar menunggu bel berbunyi tanda pelajaran selesai,sementara Gerald yang duduknya dibelakang sedang bersolek,menyisir rambutnya dan memakai pomade agar terlihat segar.


Entah apa yang ada dalam benak pikiran mereka,nyatanya mereka berdua saling mempersiapkan diri untuk momen yang akan datang nanti


bel sudah berbunyi,dengan segera bianca merapihkan alat tulisnya dan memasukannya kedalam tas.dengan hati yng gembira ia berniat untuk keluar dan berdiri di depan kelasnya menunggu gerald


"ngapain lo disini?kamuflase jadi patung?"ucap mima dengan nada menyindir


"suka suka gw,kaki kaki gw,jadi terserah gw mau berdiri dimana aja"balas bianca kasar


"cihh paling juga nungguin gerald"decih mina


"lo nebak atau penasaran sih min?iya gw nungguin gerald puas?mau lo apa"sewot bianca


"santai dong.murahan banget lo padahal baru tadi siang gerald putusin gw ehh udah di embat aja"


"emang pantes lo disebut perebut!"mina yang tanpa sadar mulai menghina bianca melalui perkataannya


"jangan cari masalah sama gw min,lagi gak mau berantem"


"ngapain masih disini?masih penasaran gw sama gerald mau ngapain?"ucap bianca yang berniat mengusir mina


"yaelahh berisik amat gw juga mau pergi nih sabar kali"ucap mina segera pergi dri hadapan bianca


"gerald anj lama banget jamuran gw nunggunya"gumam bianca


"HALO BIAN"sapa gerald dari kejauhan


"maaf yaa telat habisnya tadi nunggu nopal piket lama ya?"alasan gerald tak berfaedah


"udah cepet bosen gw nunggu lo tau!"ucap bianca cemberut


bianca dan gerald berjalan beriringan,tanpa sadar tangan mereka berdua sudah saling terpaut mengenggam.


"Bi mau pergi kemana?"tanya gerald yang sudah memasuki mobilnya dan mulai mengemudi


"beli ice cream aja deh trus nongkinya ditaman ya"ucap bianca lemas


'duhh kok gw jadi pusing sihh,mana jantung cepet banget berdetaknya lagi'batin bianca


"kenapa gak ke sbux?atau J.co?atau tempat lain yang lebih bagus?tenang gw traktir kok!"tanya gerald penasaran dan fokus menyetir


'lahh cewek lain kalo diajak jalan minta ke mall lah,sbux lah ini si bianca malah minta ke taman?idaman banget deh jadi ibu dari anakku'batin gerald sambil tersenyum


"ngapain lo senyum sendiri?kaya orang gila!"


"gw tuh gak kaya cewe lainnya.mereka deketin lo karna lo kaya,ganteng,jadi mereka manfaatin lo.gw suka sama hal hal sederhana tapi indah untuk di lihat.simpel ya?"jawab bianca lemah lembut


'duhh meleleh hati abang dek'batin gerald


"kalo cewe lain deketin gw karena manfaatin gw lah kalo lo deketin gw karena apa?boleh tau dong?"ucap gerald penasaran


"lo mau tau?gak ah gw malu ngomongnya"tolak bianca


"gak usah malu padahal belum diapa apain,udah ngomong aja"otak omes gerald mulai berjalan


"omes lu!"


"alasan gw deketin lo itu karena lo orangnya baik,pengertian udah itu aja"jawab jujur bianca


"gak ada gantengnya nih?"tanya gerald yang merasa ada yang kurang


"lo kan laki ya pasti ganteng dong"jawab bianca seadanya karena sudah bercampur aduk rasa sakit dalam dirinya


"eh kok lo pucet?sakit lagi?gw bilang juga apa kan gak usah dipakasain jalan sama gw kalo lo sakit"cemas gerald


"gw kan udah janji mau jalan bareng lo!masa ingkar janji?janji adalah hutang!"


"ya tapi kan beda masalahnya,kalo gini kan gw jadi merasa bersalah bi,udah ya kita pulang?"tanya gerald yang meminggirkan mobilnya


"tapi gw pengen ice cream,lagian kalo dirumah juga gw sendirian.gamau,gak betah,"keluh bianca dengan nada imutnya


"yaudah kita beli ice cream tapi langsung pulang ya?"tanya gerald dengan nada lemah lembutnya membuat hati bianca terasa hangat


"gamau nanti gw sendiri dirumah,bosen"rengek bianca


"yaudah ditemenin deh?boleh ya?"jawab Gerald yang berinisiatif untuk menemani bianca


"boleh?nanti lo dicariin mama lo gk?kalo gitu gak usah deh"tanya bianca ragu


"aduh sayangku kamu tenang aja yaa biar aku yang izin ke mama mau jagain kesayanganku"gombal gerald


"mulai lagi deh ya lo?gombal lagi males ah."marah bianca


"hehe maap yaudah kamu tidur aja,nanti kalo udah sampe aku bangunin deh"saran gerald


"ice cream nya gimana?masa gak beli?"ucap bianca dengan nada kecewa karena ia merasa terbohongi


"tenang nanti aku mampir dulu ke supermarket baru skuy kerumah kamu ngerti?"jelas gerald sesabar mungkin


Karena merasa sudah jelas Gerald langsung menjalankan mobilnya,menuju ke supermarket terdekat dari rumah bianca


"kenapa belum tidur hmm?katanya pusing?"tanya gerald


"gak bisa tidur"jawab bianca cemberut


"mau di nyanyiin?"


"emang lo bisa nyanyi?gak ah suara cem toa aja belagu"tanya bianca tak percaya,pasalnya gerald tak pernah menyanyi


"gak tau aja lo suara gw emas,nyesel kalo lo gak mau denger"ucap gerald membuat bianca seakan akan merasa rugi jika tak mendengarnya.


"ihh yaudah boleh dehh"putus bianca


"hahaha request lagu apa nih?"tawa gerald


"emhhh WAJIB ISI"


"oke tapi lo harus tidur yaa?kalo gak tidur gw gak bakal nyanyiin lagi!"peringatan gerald kepada bianca


Gerald mulai bernyanyi,ternyata memang benar,bianca baru menyadari keindahan suara gerald,bahkan suaranya bak artis karena sangking merdunya.


**Heart beats fast Colors and promises How to be brave How can I love when I'm afraid to fall But watching you stand alone All of my doubt, suddenly goes away somehow


One step closer


I have died everyday, waiting for you Darling, don't be afraid, I have loved you for a thousand years I'll love you for a thousand more


Time stands still Beauty in all she is I will be brave I will not let anything, take away What's standing in front of me Every breath, every hour has come to this


One step closer


I have died everyday, waiting for you Darling, don't be afraid, I have loved you for a thousand years I'll love you for a thousand more


And all along I believed, I would find you Time has brought your heart to me, I have loved you for a thousand years I'll love you for a thousand more**


A Thousand Years – Christina Perry


"kok belum tidur sih?gw udah cape nih nyanyi!"keluh gerald lelah


"tuhh kan siapa dulu gitulohh gerald"songong gerald


"iyain aja"


"gw udah nyanyiin lo niatnya biar tidur ehh malah gak tidur tidur ckk"decak gerald


"ya maaf gw gak mau tidur,gw pengen lo seneng temenan sama gw,jadi gw pikir kalo tidur nanti lo kesepian,gw nya jadi gak enak,udah nganterin ehh malah dicuekin lo nya"ucap bianca polos


"yatuhan gw pikir lo gak mau tidur karena risih sama gw,manis banget sih?"jawab gerald lepas


"hehe gak kok gw seneng ada disamping lo,malah gw berharap kita bisa terus kaya gini"ucap bianca dengan sendu


"jangan gitu,gw selalu ada kok,lo kapan aja bisa datang ke gw"ucapnya"mau turun gak nih?beli ice cream nya?"ajak gerald


"yahh tapi masih pusing,tapi pengen pilih ice cream nya"bimbang bianca


"yaudah yuk ikut lo bisa senderin kepala lo di bahu gw kalo pusing"tawar gerald sekalian modus hwehwe


"yaudah yu"ajak bianca


"ntar"ucal gerald yang menahan bianca agar tidak keluar.


ternyata gerald berputar dan membantu bianca membuka pintu mobilnya.


"yuk"ajak gerald sambil menawarkan lengannya yang kekar


Dengan senang hati bianca menyambar legan gerald dan segera menyenderkan kepalanya di bahu gerald


"mau ice cream rasa apa?"tanya gerald


"hmmm"gumam bianca yang sedang berpikir


"gw pengen semuanya masa?"jawab bianca dengan nada lemah"enggak deh rasa vanilla sama matcha aja"putus bianca dan mengambil ice cream pilihannya


"pilih aja semuanya,gak papa kok"gerald


"enggak ahh lo mau rasa apa ger?"tanya bianca sambil mengangkat kepalanya dan melihat wajah gerald dari bawah.


"gw suka coklat"singkat gerald


segera bianca mengambil ice cream sesuai keinginan mereka masing masing.tinggi Gerald dan bianca memang terpaut jauh.Gerald yang lebih tinggi sementara bianca yang tinggi perempuan umumnya.


"ada yang mau dibeli lagi gak?"tanya gerald memastikan agar tidak ada yang terlupakan


"gak ada kok udah yuk cepet gw lemes"ajak bianca


"iya iya"


Karena panjangnya antrean,bianca tak kuat menahan rasa sakit dalam tubuhnya.ia ingin segera berakhir disini saja jika harus merasakan sakit yang seperti ini.


"Ger gw ke mobil duluan ya?sakit banget nihh"ucap bianca sambil menutup matanya mencoba menahan rasa sakit.


"duhh yaudah nih sana"ucap gerald sambil yang memberikan kunci mobilnya.


tanda aba aba bianca langsung mengambil kasar kunci mobilnya dan lari menuju mobil gerald


"hikss sakit banget"keluh bianca dengan tangisan


"awhhh ma pa sakittt hikss pusingg"tangis bianca yang terus menerus merintih kesakitan


Bianca merasa kepalanya seperti tertekan dengan keras.bahkan ia rasa kepalanya pecah.


Dari luar terlihat gerald yang jeluar dari supermarket berlarian menuju mobilnya dengan raut wajah khawatir


"bi lo kenapa?kok nangis?jangan nangis dong,udahh cupcup"ucap gerald yang menenangkan bianca dan memeluknya


"sakitt ger kepala gw,rasanya kaya diteken kenceng"keluh bianca


"tenang gw cepet kok nyetirnya"ucap gerald yang segera jekuar dari area belanja


bianca melihat gerald menjadi dua karena pandangannya yang kini mulai mengabur.sorot cahaya yang menyoroti bianca terasa perih.perlahan pandangannya semakin tidak jelas dan menghitam.bianca tak bisa merasakan atau mendengar apapun.


"BI?"gerald yang panik melihat tubuh bianca yang ambruk lemas"Bi jangan bercanda deh?gw panik nih?"panik gerald"nih udah samoe yuk bangun?"tak ada jawaban dari bianca


"bi?lo pingsan?"tanya gerald yang tentunya tak akan ada jawaban dari bianca


Gerald yang menyadari keadaan bianca sekarang,ia segera mengendong tubuh bianca dan memasuki halaman rumahnya.tanpa izin gerald langsung menuju kedalam rumah dan mencari kamar bianca yang kebetulan didepan kamarnya terdapat tulisan


'bianca's room'.


Gerald membuka knop pintu dengan kasar dan memasuki kamar bianca,menaruh bianca di kasur,mencari aroma theraphy untuk menyadarkan bianca kembali.


"Bi bangun bii"gerald menepuk nepuk pipi bianca sambil mengolesakan aroma theraphynya


"nghh sakitt"lenguh bianca yang mulai sadar


"lo kenapa lagi sih?kalo ada apa apa tuh bilang gw!"marah gerald


"ger jangan marah dulu,gw masih pusing,nanti aja marahnya ya?"tawar bianca sambil mendudukkan diri


"eh eh ngapain jangan bangun dulu!"


"gimana gak marah orang gw khawatir tau sama lo"ucap gerald yang amarahnya mulai mereda


"makasih ya"senyum bianca


"iya sama sama,tapi lo jangan bangun dulu!"larang gerald


kini posisi gerald berada di pinggiran kasur.sementara bianca memaksa dan meyakinkan gerald bahwa dirinya tak apa apa dan bisa untuk sekedar duduk.


'oh iya gw kan belum minum obat'batin bianca


bianca mencari kotak yang sengaja ia gunakan khusus untuk obat obatan.


"ger tolong ambilin gelas itu dong"pinta bianca yang menunjuk gelas berisi air putih


"nih"gerald


"makasih"


dengan cepat bianc membuka kotak obat dan mengambil 4 tablet obat sekaligus dan memasukkan ke dalam mulutnya.Sementara gerald kebingungan melihat tingkah bianca yang aneh


"bi lo kan sakitnya cuman pusing lah kok minum obatnya banyak?"tanya gerald kebingungan


"hehe sekalian sama penambah vit."bohong bianca


"ohh yaudah gw percaya"ucap gerald pasrah


'tapi hati gw gak percaya akan hal itu bi!apa yang lo sembunyiin'batin gerald


"Ger ice cream nya mana?"tanya bianca yang mencari keberadaan ice creamnya


"duhh lupa ada di mobil,mungkin udah mencair bi,gw ganti besok yah?biar gw buang aja yang itu?"tanya gerald


"yahh gak papa deh cair juga,ambil aja ya?gw pengen banget ice creamnya"mohon bianca


"yaudah yuk ambil"jawab gerald pasrah