
Ellen dan hendri sekarang tinggal di rumah baru,mereka mulai memperbaiki hubungan nya , sekarang hendri mulai bersikap baik seperti dulu lagi ,dan sekarang Ellen pun sudah mulai masuk kuliah, hendri yang selalu mengantar nya ke kampus dengan sekalian hendri berangkat ke perusahaan ,kalo hendri tidak sibuk dia juga menjemput Ellen dari kampus, setelah masuk kuliah Ellen sudah tidak lagi kerja di perusahaan paling Ellen membantu pekerjaan suami nya kalo hari libur di rumah ,sementara ini Ellen pokus pada kuliah nya dulu
ahirnya apa yang Ellen harapkan selama ini terkabul juga, suami nya sudah kembali seperti dulu lagi, dan kini suaminya sudah memasukan dia ke unipersitas terbaik, seperti yang selama ini Ellen inginkan ,Ellen berpikir ini awal dari kebahagian nya bersama hendri, setelah melalui cobaan dalam rumah tangganya, Ellen tidak akan mengira justru ini akan jadi awal kehancuran rumah tangga dan kehancuran hatinya, Ellen begitu mempercayai suami nya ,sehingga tidak pernah terpikir sedikit pun oleh Ellen tentang ke jelekan suami nya, walow hendri sudah bersikap kasar tapi Ellen selalu bisa memaaf kan nya
" sayang maaf Hari ini aku sibuk dan tidak bisa menjemput,kamu pulang sendiri saja ya,satu lagi aku tidak akan pulang malam ini kamu tidak masalah di rumah sendiri kan, aku akan bertemu teman kuliah aku, dia mengajak aku kumpul bareng dengan teman yang lain nya dan kemungkinan kami di sana sampai besok " kata hendri pada Ellen di sebrang telephone
" is ok iya gak masalah mas aku bisa pulang sendiri, lagian nanti di rumah aku tidak sendiri ada si bibi, tapi nanti sepulang dari kampus aku akan mampir dulu ke mall untuk belanja bulanan sekalian aku mau beli buku " jawab Ellen
" iya pergilah sayang hati hati nanti di jalan ,mas tutup dulu ya telephone nya " kata hendri
" baik mas dah " jawab Ellen
...sore menjelang malam ...
karna di jalan macet Ellen sampai di mall magrib, dia mencari musola dulu di mall agar bisa solat,setelah selesai solat Ellen ke luar dari musolla, lalu Ellen berjalan ke tempat yang dia tuju, Ellen memutuskan ke toko buku dulu agar nanti dia tidak berat mendorong troli belanjaan
saat Ellen berjalan ke toko buku dia melewati toko berlian ,Ellen berhenti di depan toko berlian itu, tapi bukan ingin membeli sebuah berlian, melainkan Ellen seperti melihat seseorang yang Ellen sangat kenal
Ellen dengan sembunyi sembunyi melihat orang yang ada di dalam toko dari dekat, ternyata Ellen tidak salah lihat, Orang itu adalah suami dan adik ipar paman Ellen
" bukan kah dia bilang akan bertemu teman teman nya tapi kenapa sekarang dia ada di sini bersama adik ipar paman ku, apa mereka berteman, tapi sedang apa mereka berada di toko berlian " kata Ellen pada dirinya sendiri
setelah berkata pada dirinya srndiri, tiba tiba mereka berdua jalan menuju keluar
Karna Ellen takut ketahuan, Ellen segera ngumpet di dekat sana dan melihat kemana arah mereka pergi, lalu Ellen mengikuti mereka berdua, sampai ke parkiran mobil, Ellen berlari berusaha mengejar mereka berdua, Ellen menyetop taxsi dan menyuruh taxsi itu mengikuti mereka, dengan perasaan campur aduk Ellen terus menyuruh taxsi itu mengejar mobil di depan nya jangan sampai dia kehilangan jejak mobil itu
Ellen melihat mereka berdua berhenti di depan satu rumah yang lumayan mewah tapi tak semewah rumah dia dan hendri
Ellen menyuruh sopir taxsi berhenti di kejauhan agar tidak di lihat oleh mereka berdua
lalu Ellen melihat suami dan perempuan itu masuk ke dalam
" baik non bapak akan tunggu non di sini " jawab sopir taxsi
" terimakasih pak " kata Ellen lalu mencoba masuk ke dalam rumah yang tidak ada penjaga dan pintu gerbang yang tidak di kunci
Ellen dengan hati hati dan pelan pelan membuka gerbang dan masuk
hendri yang sudah ada di dalam rumah dengan wanita itu tidak menyadari ada yang mengikuti dan menyelinap masuk, karna sekarang hendri sedang asik melakukan ciuman panas dengan wanita yang bersamanya, di ruang tv karna mereka pikir mereka cuma berdua di dalam rumah jadi merasa bebas kalo mereka mau melakukan apapun
Ellen yang sudah masuk di halaman rumah celangak celinguk melihat ke sekeliling disana takut ada orang yang melihat nya, lalu Ellen berjalan ke dekat kaca jendela Ellen mencoba mengintip dari luar
betapa terkejut nya Ellen melihat suami dan orang yang dia kenal sedang berciuman panas dan saling membuka kan baju masing masing
Ellen menutup mulut dengan tangan nya tak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang
" tunggu sayang aku masih marah sama kamu " kata perempuan yang bernama nani yang sedang duduk di pangkuan hendri menghentikan tangan hendri yang akan membuka pengait bra nani
Ellen melihat dan mendengar dari jendela yang terbuka di pinggir ruangan tempat dimana hendri dan nani berada , Ellen dengan rasa benci kecewa marah, diam mematung di depan jendela melihat ke arah suami nya dan mendengarkan pembicaraan mereka
" apalagi ,kamu sudah mendapat kan hadiah kalung berlian dari ku, sekarang biarkan aku menikmati tubuh mu " kata hendri
" aku masih marah sama kamu sayang, karna kamu membelikan rumah yang lebih mewah dari ini untuk istrimu, lalu kamu memasukan dia ke unipersitas terhebat di kota ini, dan sekarang kamu baru mau menenui aku lagi, kemarin kemarin kamu tidak punya waktu untuk menemui aku,hanya karna dia " kata nani
" sayang kenapa kamu harus marah, aku kan membelikan rumah untuk kamu ini sebelum aku membelikan rumah untuk dia jadi tetap kamu yang pertama , jadi kamu jangan sirik, aku membelikan dia rumah yang lebih bagus wajar karna setatus dia istri ku,sedangkan kamu hanya simpanan aku ,dan aku menguliahkan dia karna dia perempuan yang pintar " kata hendri pada nina sambil menguel nguel kedua gundung kembar nina yang tepat ada di hadapan muka hendri
" terus kamu cuma menganggap aku wanita simpanan,dan bodoh " jawab nina marah
" bukan begitu sayang, Ellen perempuan yang cerdas dia bisa menghasilkan uang untuk kita, seperti kalung berlian yang aku belikan untuk mu tadi, itu adalah uang hasil dari proyek besar yang Ellen dapatkan, aku sengaja menguliahkan dia di jurusan bisnis agar dia bisa jadi pohon uang buat kita, di masa depan nanti, aku tidak menyangka gadis ingusan itu akan berguna, aku tidak sengaja membawa dia keperusahaan untuk membantuku saat aku kekurangan pegawai karna perusahaan ku akan bangkrut " kata hendri
" tapi tidak ku sangka setelah dia masuk ke perusahaan ku dia bisa dengan mudah mendapatkan tender dan banyak perusahaan yang ingin bekerja sama denganku,karna kepintaran dia meyakinkan para klien, jadi aku memangfaat kan rasa cinta nya padaku, untuk membuatnya tetap berada di sisiku dan menjadi pohon uang yang mengalir untuk kita berdua, kamu lihat sekarang perusahaan ku benar benar berkembang karenanya " lanjut hendri pada nani