
Ellen masih belum bisa menerima kenyataan pahit dalam hidup nya, walow dia mencoba tegar dan mencoba menerima kenyataan pahit yang menimpa dirinya, tapi tetap Ellen wanita yang memiliki hati yang rapuh tidak bisa menahan semua nya
suara tangisan Ellen terdengar dari dalam kamar nya sampai semua orang yang ada di rumah orang tua nya mendengar tangisan Ellen, betapa tersayat nya hati kedua orang tua Ellen, mendengar tangisan sang anak yang begitu terluka
tidak cuma kedua orang tua nya, tapi adik dan kaka nya pun ikut bersedih atas apa yang menimpa Ellen ,bahkan mereka ikut menangis mendengar tangisan Ellen yang begitu pedih
karna sang kaka tidak tega mendengar sang adik yang iya sayangi begitu terluka, dia mau pergi malam itu juga ingin melabrak si hendri, tapi di halangi oleh kedua orang tua nya
" kami juga lebih sakit darimu nak, mendengar dan melihat adik kamu yang benar benar terluka karna laki laki itu, tapi kami juga tidak ingin kamu ikut terluka oleh pria itu, lebih baik sekarang kamu lihat keadaan adik mu di dalam, cukup kita selalu ada di samping nya dan mendukung nya di saat seperti ini, itu yang terpenting sekarang " kata bapak Ellen pada kaka nya
" baik lah kalo begitu aku akan masuk untuk menenangkan nya, kalian kembali tidur saja, biar aku yang melihat nya " jawab kaka Ellen mencoba meredakan emosi nya
" aku ikut kaka saja melihat kaka Ellen,aku akan menemani dia " kata adik Ellen
" pergilah,temani dia kami benar benar tidak sanggup melihat keadaan nya yang kacow sekarang Ini , kami merasa bersalah pada nya, andai saja kami tidak memaksa dia menikah dengan laki laki itu, mungkin semua ini tidak akan terjadi pada Ellen " jawab kedua orang tuanya
" sudah lah bu pak kalian tidak usah menyalahkan diri kalian ini bukan salah kalian juga karna kalian tidak tau kelakuan laki laki brengsek itu, mungkin ini memang sudah takdir Ellen " kata kaka Ellen kepada kedua orang tua nya
" kami masuk dulu pak bu " lanjut kaka Ellen
lalu kaka beradik itu masuk ke kamar Ellen ,betapa pedih nya hati mereka melihat keadaan Ellen yang begitu terpuruk duduk di pinggir ranjang dengan tangisan yang begitu terisak isak
kedua kaka beradik itu langsung memeluk Ellen dan ikut menangis
" dengarkan kaka Ellen, kamu tidak boleh seperti ini, kamu masih muda kamu masih punya masadepan yang panjang lupakan pria brengsek itu, kaka akan melakukan apa pun untuk membantu mu melupakan nya " kata kaka Ellen sambil memeluk adik nya
" kaka tidak pantas menangisi pria bejad itu ka, bangun lah dari keterpurukan ini, gapai lah kebahagiaan kaka kembali, kaka masih muda dan cantik, pasti kaka bisa melewati semua ini dan gapailah apa yang menjadi cita cita kaka selama ini , kami akan selalu ada untuk kaka jika kaka membutuhkan bantuan kami ,kami menyayangi kaka, jangan pernah kaka berpikir hanya sendiri menghadapi luka ini, karna kami akan selalu ada untuk kaka sekalipun kaka berada jauh dari kami " kata adik Ellen, masih memeluk kaka nya
secara perlahan Ellen mengangkat kepalanya yang tadi menunduk ,untuk melihat kaka dan adik nya yang memberi semangat pada nya
" terimakasih kaka de " jawab Ellen membalas pelukan kaka dan adik nya bareng
" aku yakin kamu pasti bisa Ellen " kata kaka nya
" iya kaka benar aku pasti bisa harus bisa melewati semua ini " jawab Ellen menyemangati diri nya sendiri
saat mereka sedang berpelukan tiba tiba
dduugggh duuggg duggggg
Ellen buka pintu nya aku tau kamu di dalam keluarlah Ellen aku akan jelaskan semua nya padamu
suara gedoran pintu terdengar dari luar, setelah hendri membersihkan diri dan luka nya ,dia segera pulang kerumah untuk menyusul Ellen, tapi setelah sampai di rumah hendri tidak menemukan Ellen ,hendri langsung tau kemana Ellen akan pergi jadi dia menyusul ke rumah Orang tua Ellen
orang tua Ellen yang mendengar hendri yang ada di luar langsung keluar dan membuka pintu
" pak ijinkan aku bertemu Ellen sebentar saja, dia hanya salah paham pak aku akan jelaskan semua nya " kata hendri
" salah paham katamu bajingan " Kata bapak Ellen sambil memegang kerah baju hendri yang sudah melihat video yang Ellen tunjukan
" lepaskan dia pak, jangan mengotori tangan bapak dengan menyentuh sampah busuk seperti dia, aku akan mengajukan cerai,besok akan aku kirimkan berkas nya tanda tanganilah " kata Ellen datang dari belakang bersama kaka dan adik nya
lalu bapak Ellen melepaskan tangan nya dari hendri
" jangan pernah lagi kamu menginjakan kaki di rumah ini " kata kaka Ellen pada hendri
" sampai kapan pun aku tidak akan menceraikan mu Ellen " kata hendri pada Ellen yang berdiri jauh dari nya
" kenapa agar kamu bisa terus memangfaat kan aku agar bisa menghasilkan uang untuk kamu dan kekasih mu itu " kata Ellen sambil berjalan mendekati hendri yang di ikuti kaka nya dari belakang karna khawatir hendri akan melukai Ellen
" aku bukan wanita bodoh, tanda tangani surat cerai nya besok, kalo kamu tidak ingin nama baik mu hancur, dengan hitungan detik aku bisa menyebarkan video ini pada klien klien mu, kalo kamu tidak menandatangani surat cerai nya besok " ancam Ellen dengan menunjukan video dia dan nina bahkan pembicaraan mereka pun terdengar jelas dari awal hingga ahir
hendri mencoba mengambil henpon Ellen, tapi di halangi oleh kaka nya yang sigap menjaga Ellen di samping Ellen
" jangan coba coba, sebaik nya kamu dengarkan apa yang di katakan adik ku, dan pergilah sekarang juga dari sini sebelum aku hilang kesabaran dan membuat mu babak belur " kata kaka Ellen pada hendri
hendri yang tak bisa berbuat apa apa karna mereka memegang video itu ahirnya pergi dari sana
...esok pagi nya di rumah orang tua Ellen ...
" kalian bantu aku mengurus berkas perceraiyan nya, dan tolong kaka antarkan pada pria bajingan itu suruh dia menandatangani surat cerai nya kalo dia tidak mau juga, aku akan mengirimkan video ini ke hp kaka agar kaka bisa mengancamnya, aku minta doa nya dari kalian semoga aku bisa hidup di negri Orang tanpa kalian, aku akan membawa semua tabungan ku semoga cukup sampai aku mendapat kan pekerjaan di sana " kata Ellen pada keluarganya yang sedang membantu Ellen bersiap siap untuk pergi ke bandara
" jaga dirimu baik baik di sana ka " kata adik Ellen
" doa kami selalu bersama mu nak dimanapun kamu berada, semoga kamu sukses di sana, dan kamu bisa menggapai apa yang menjadi cita cita mu " kata kedua orang tua Ellen sambil memeluk Ellen
" pergilah dengan tenang aku akan membereskan semua urusan mu di sini hati hati jaga diri doa kami selalu mengiringi langkah mu kemanapun kamu pergi " kata kaka Ellen
lalu Ellen pamit pada mereka, untuk menuju bandara, Ellen tidak mau keluarga nya mengantar dia karna Ellen takut tidak bisa menahan tangis nya jika harus melihat dia meninggalkan keluarga nya, ini pertama kali untuk Ellen jauh dari keluarga nya dia memberanikan diri pergi ke luar negri karna dia ingin menjauh dari hendri dan ingin melanjutkan kuliah di sana, sambil mencari kerja
setelah Ellen pergi kaka Ellen langsung menemui hendri untuk meminta tanda tangan hendri, hendri langsung menandatangani surat cerai itu, karna ancaman video dia tak berani menolak
setelah mendapat kan tanda tangan hendri, kaka Ellen pergi dari sana ,dan memoto berkas itu untuk di kirim ke adik nya
" kamu sudah bebas Ellen kejarlah kebahagian mu " pesan dari kaka Ellen sambil mengirimkan poto berkas cerai nya
Ellen yang sudah duduk di pesawat menunggu terbang tersenyum membaca pesan dari sang kaka lalu membalas pesan kaka nya
" terimakasih ka atas segala sesuatu yang sudah kaka lakukan untuk ku, tolong jaga ibu dan bapak untuk ku, aku sudah mau terbang ka, aku akan mematikan ponsel nya " balas Ellen di chat