
"Sebutkan saja tuan, apa saja fasilitas yang anda inginkkan"
"Aku lebih suka menyebutnya kewajiban yang harus kau penuhi, bukan fasilitas."
"Baiklah, apa itu?"
"Pertama, Aku ingin di berikan persenjataan yang lengkap untuk berjaga-jaga, aku hanya tidak ingin terjadi sesuatu terhadap keluarga ku suatu saat nanti. Kedua, aku juga ingin hidup terisolir jauh dari keramaian. Dan yang ketiga, tidak ada orang lain yang boleh tinggal di sana selain kau, aku dan keluarga ku."
"Poin yang ke dua dan ketiga sudah saya jelaskan sebelumnya, kita bisa tinggal di laboraturium ku yang sangat jauh dari keramaian. Bahkan, gunung tersebut di jaga dengan sangat ketat di bawah dan di tengah perjalanan. Disana hanya ada satu akses jalan masuk menuju puncak gunung tersebut, yaitu melewati tiga portal pos penjaga. Apa itu masih belum cukup jelas tuan?"
"Aku hanya menekankan saja, tapi ada satu hal paling penting yang harus kau penuhi."
"Apa itu?"
Tanya Professor Hardy lagi.
"Akan ku beritahu sesuatu yang istimewa setelah kau memenuhi apa yang aku sebutkan tadi. Setidaknya sampai kau bisa benar-benar bisa di percaya."
"Baiklah, saya sepakat. Kalau begitu saya akan persiapkan keberangkatan kita dalam waktu tiga hari ke depan menggunakan pesawat pribadi,"
Professor Hardy pun menjabat tangan Arif sebagai tanda sepakat.
Setelah kesepakatan dibuat, beberapa hari kemudian mereka berangkat menuju Benua Amerika menggunakan pesawat pribadi milik Professor Hardy. --Tempat tersebut terletak di kota Phoenix Amerika selatan--.
Sepanjang mata memandang, Arif dan Numala melihat banyak pohon-pohon pinus yang sangat cantik menghiasi hutan pegunungan tersebut.
Suasana pegunungan bahkan masih terlihat sangat Asri dan Numala bisa merasakan nya melalui insting nya yang peka.
Di gunung tersebut, terdapat sebuah goa batu kapur dan air terjun yang sangat indah, semua terlihat dari kejauhan selama mata mereka memandang.
Arif dan Numala seolah tersihir akan keindahan pegunungan yang masih terjaga ekosistem nya dengan sangat baik, itu semua terbukti dengan banyak nya keberagaman flora dan fauna yang mereka temui selama dalam perjalanan menuju Lab Professor Hardy.
Selain menyimpan banyak keindahan berbagai macam flora dan fauna. di goa batu kapur juga menyimpan banyak sekali keindahan, salah satunya adalah lorong-lorong gua yang terdapat celah-celah kecil untuk cahaya matahari masuk, dan celah itu akan membentuk sebuah panorama yang sangat indah di dalam nya. Belum lagi, di atas bukit saat malam hari, di sana merupakan tempat yang sangat ideal untuk melihat jutaan bintang di langit, dan bila sudah memasuki musim dingin, sebuah Aurora akan nampak pada malam hari.
Selama Arif dan Numala tinggal di lab, Professor Hardy meneliti cara Numala berbicara dengan bahasa asli nya.
Mendengar cara Numala berbicara dengan menggunakan bahasa asli nya, Proffesor Hardy merasa asing dengan bahasa tersebut. Selama perjalanan nya mengelilingi seluruh dunia, baru kali ini ia mendengar bahasa yang di ucapkan oleh Numala. Bahasa tersebut adalah bahasa bangsa Atlas (Atlantis) yang sudah punah pada masa 11.150 tahun sebelum Masehi.
Selama tinggal di pegunungan, Numala selalu terlihat sehat dan bugar. Tidak seperti saat mereka tinggal di hutan, dimana Numala selalu terlihat letih setelah Numala menggunakan kekuatan alam nya. Hal ini menandakan bahwa di pegunungan tempat tinggal nya yang sekarang terdapat banyak sekali kandungan kristal dan Numala mampu menyerap energi tersebut sebagai energi kekuatan alamnya.
"Arif, aku sangat bersemangat semenjak kita tinggal di sini. Tempat ini benar-benar memiliki banyak sekali energi kehidupan."
Numala terlihat sangat senang dengan raut wajah nya yang selalu ceria.
"Apakah karena tempat ini sangat indah?" Arif pun tersenyum menatap Numala yang sedang ber-bahagia.
"Bukan hanya itu, aku bisa merasakan hangat nya kandungan kristal yang sangat melimpah di sekitar sini."
"Maaf nyonya Numala, apa maksud anda banyak kandungan kristal yang melimpah?"
Tanya Professor Hardy yang menyela.
"Proffesor, Ini lah keunikan yang akan saya beritahu sewaktu kita membuat kesepakatan waktu itu. Dan saya juga belum memberikan syarat terakhir sebelum saya membeberkannya."
"Apa itu tuan Arif?"
Tanya Professor Hardy lagi.
"Numala mampu menemukan barang-barang berharga seperti kandungan emas, kristal dan berlian dengan hanya merasakannya keberadaanya. Numala juga mampu berinteraksi dengan berbagai macam spesies hewan dan tumbuhan. Bahkan, dalam dunia pengobatan, Numala mampu menyelamatkan ku yang hampir saja mati dengan menggunakan metode penyembuhan kristal. Bagiku itu sangat sulit di percaya pada saat itu."
"A-apa? Jika memang begitu, Anda suuungguh luar biasa nyonya! Mari kita tes kebenarannya, apa anda setuju nyonya Numala?"
"Kapanpun Prof, dengan senang hati, " Balas Numala dengan senyuman.
******
Next bagian 10