ATLANTIC - The Last Civilaztion

ATLANTIC - The Last Civilaztion
Bab 18



...*Terbang bersama Maqq*...




...Maqq Vrechter...


"ii-ibuu ... Hehe, ibu kenapa tiba-tiba ada di sini?"


Tanya Shin yang seketika gugup setelah tertangkap basah oleh ibunya.


"Dari mana saja kau seharian ini?!"


Bentak Numala dengan keras.


"Ummm, aa-kuu, dari ... hah ... dari bukit goa batu kapur bu ...."


Balas Shin yang berbohong kepada ibunya.


"Jangan berbohong pada ibu! di taman dekat goa batu kapur Maqq hanya bermain sendirian mengambil bunga-bunga magnolia. Ibu benar-benar kecewa sekarang anak ibu sudah pandai berbohong."


"Ibu tadi ke goa batu kapur menyusul Maqq?"


"Tidak, burung-burung warbler yang memberitahu ibu!"


"Haahaa ibu bercanda ya."


setelah ingat bahwa Ibunya mampu berbicara dengan berbagai macam spesies hewan, ekspresi Shin pun seketika berubah. "Ouuuh ... maaf Ibu"


"Sudah ibu peringatkan, jangan pernah sekali-sekali pergi menuruni gunung, diluar itu sangat berbahaya ...!"


"Berbahaya apa sih bu! Shin hanya bertemu dengan orang-orang di sebuah desa kecil, mereka semua adalah orang-orang yang sangat baik. Shin sangat senang bisa bertemu dengan mereka."


"Kau bertemu dengan orang asing?!"


Numala pun seketika menampar Shin atas perbuatanya. Namun walau begitu, Numala tampak menyesal setelah menampar anaknya dengan keras.


"Kenapa ibu tegaaaa! aku hanya ingin punya banyak teman, aku juga ingin hidup bebas! aku tidak mau terus-menerus terkurung di tempat terkutuk ini! aku berharap ... suatu saat aku hidup sendirian tanpa ibu! aku tidak mau dikekang ibu terus! ibu jahaaaat!"


Sontak, Numala merasa sedih setelah mendengar ucapan anaknya yang sudah berani berkata kasar terhadapnya. "Kamu tidak mengerti nak ... ibu hanya ...."


"Apanya yang tidak aku mengerti?! aku sudah muak tinggal di sini, aku juga ingin hidup normal seperti anak-anak lain. Ibu benar-benar jahaat ... AKU BENCI IBU! "


Sambil menangis mengusap air matanya, Shin pun berlari meninggalkan Numala.


Shin merasa kecewa dengan sikap ibunya yang selalu mengekangnya untuk melakukan sesuatu. Shin pun memilih mengurung diri di kamar hingga malam hari dan tidak membiarkan siapapun masuk ke kamar nya. Namun, Maqq adik perempuan Shin yang juga merupakan keturunan bangsa Atlantis mencoba menghibur kakaknya yang tengah bersedih di dalam kamar.


Tok ...tok ... tok...


Suara pintu kamar Shin.


"Kakak ... kakak sedang apa?"


Tanya Maqq, Adik perempuan Shin Vrechter


"Pergi Maqq, kakak tidak mau di ganggu siapapun."


"Kakak pasti sedih setelah dimarahi ibu, 'kan?"


"Tidak ..."


"Kakak, kita pergi ke bukit taman bunga yuk ...."


Bujuk Maqq yang mencoba menghibur kakaknya.


"Malam-malam begini?"


"Iyaa, ada banyak bintang dan aurora yang muncul malam ini, nanti Maqq ajak kakak menyelam melihat ikan-ikan di danau, kakak mau?"


"Ini sudah malam Maqq. lagi pula yang benar saja, malam-malam begini kamu malah mengajak kakak berenang di danau."


"Bagaimana kalau kita berenang di laut? Kita turun gunung dan berkeliling."


"Ke laut? Laut itu jauh dari sini Maqq."


Ucap Shin yang merasa aneh dengan ucapan adik kecil nya tersebut.


"Ayolah kak, Maqq akan beri kejutan ke kakak."


Shin pun membukakan pintu.


"Kejutan apa sih yang kamu maksud?"


"Kita keluar dulu pelan-pelan, jangan sampai kita ketahuan ibu."


Balas Maqq sambil berbisik-bisik di telinga Shin


Setelah mereka berhasil keluar rumah secara diam-diam, Maqq pun mengajak Shin terbang melihat pemandangan bintang-bintang dan aurora yang sangat cantik di malam hari yang dingin.


Mereka bahkan pergi ke hutan pinus untuk melihat ribuan kunang-kunang bercahaya ditengah gelapnya malam.


"Waaaah ... sejak kapan kau bisa terbang seperti ini Maqq?"


Tanya Shin penasaran.


"Sejak tadi ... Maqq baru sadar kalau selama ini Maqq bisa terbang. Tadi, sewaktu Maqq bermain di taman bunga dekat goa kapur. Maqq hampiiiiir saja terjatuh karena menginjak sesuatu, saat itu Maqq tidak sadar kalau tubuh Maqq bisa melayang. Hihihii ...."


"Waah lihat Maqq, bintang-bintang itu cantik sekali. Hmm ... ayo kita pergi ke laut, kau bilang mau mengajak kakak untuk melihat ikan-ikan."


"Okeeey, tapi kita harus tahan nafas yaah."


Maqq pun mengajak Shin menuju laut untuk melihat berbagai macam spesies ikan di malam hari.


Selama dalam perjalanan, mereka melihat pemandangan kota yang terang benderang dengan banyaknya aktivitas pada malam hari. Shin sempat berfikir, bahwa suatu saat ia harus pergi ke kota untuk mencari teman baru. Ia harus kabur dari rumah seperti yang pernah ia lakukan sebelumnya demi mencari teman baru dan mengenal seperti apa kehidupan di luar sana.


Sesampai nya di tengah laut, mereka pun langsung menyelam demi bisa melihat ribuan ikan dari berbagai macam spesies.


Karena di malam hari lautan sangatlah gelap, Maqq pun mencoba meminta milyaran plankton yang berada di laut tersebut untuk menyalakan diri mereka seperti lampu, dan membuat seisi lautan menjadi terang.


Kemampuan yang di miliki Maqq sama seperti ibunya, Maqq mampu mengatur kekuatan alam dan mampu berkomunikasi dengan berbagai macam jenis hewan atau tumbuhan. Bahkan yang lebih mengejutkan, Maqq mampu melihat masa depan tanpa harus membaca mantra yang berada di dalam kitab peninggalan Dewa Azzel.


******


Next bagian 19