
"Numala, kau kenapa?!"
Arif terlihat khawatir saat setelah melihat Numala terjatuh secara tiba-tiba.
"Tidak ... aku tidak apa-apa."
"Professor, sebaiknya kita hentikan dulu penelitiannya, biarkan Numala istirahat terlebih dahulu."
Pinta Arif pada Professor Hardy.
"Baik lah Tuan, Seperti nya Nyonya Numala butuh beristirahat."
Professor Hardy pun keluar ruangan meninggalkan mereka berdua.
Arif merasa ada sesuatu yang tidak beres setelah Numala membaca mantra kitab tersebut, Arif merasa bahwa isrtinya seperti melihat sesuatu yang tidak ia ketahui, namun Numala tidak mau memberitahukannya kepada Arif.
********
*Aurora*
Keesokan harinya, Numala mengajak Arif ke sebuah perbukitan pada saat malam hari untuk melihat bintang-bintang dari atas bukit.
Di sekitar bukit, terdapat banyak bunga yang indah dengan berbagai macam jenis dan warna, di perbukitan tersebut pula nampak sebuah aurora yang sangat indah menghiasai langit malam saat musim dingin. Arif dan Numala pun duduk berdua sambil menikmati pemandangan alam.
"Sayang, kenapa kau meneteskan air mata? apa ada sesuatu yang terjadi?"
Arif pun merangkul Numala yang tiba-tiba bersedih tanpa alasan yang jelas.
'Tidak apa-apa, aku hanya kagum melihat pemandangan aurora yang indah ini Arif."
Numala terlihat sedang berbohong dan menutupi sesuatu terhadap Arif.
"Kau itu tidak pandai berbohong Numala, sikap mu mulai aneh saat setelah kau membaca mantra kitab yang kutemukan di kuil matahari. sebenarnya apa yang sudah terjadi? Coba jelaskan sesuatu pada ku." Ucap Arif sambil menggenggam erat tangan Numala.
"Arif ... ingatlah, saat ini adalah saat yang paling berharga untuk kita berdua, aku hanya bertanya-tanya apakah aku masih bisa terus berada di sampingmu," Ucap Numala sendu, lalu bersandar di bahu Arif.
"Kenapa kau tiba-tiba bicara seperti itu? kau akan terus berada di sampingku Numala! kita akan hidup bahagia di sini dan membesarkan anak-anak kita bersama-sama."
Arif lalu mencium kening Numala di bawah pemandangan Aurora yang indah.
"Kita akan selalu bahagia, selalu ... kita akan melihat anak-anak tumbuh dewasa kelak, mengajak cucu-cucu kita bermain di sore hari dan akan selalu tertawa bersama dihari tua kita."
"Aku hanya membayangkan jika di masa depan kita harus terpisah, aku percaya kita akan di pertemukan kembali. maka dari itu, semua momen kebersamaan ini jangan pernah kita lupakan."
"Jangan berfikir yang tidak-tidak Numala! tolong jangan berbicara seolah kau ingin pergi meninggalkanku."
Numala pun menangis "Yang aku inginkan sekarang tidak lebih hanya untuk bisa terus selalu bersama denganmu, hanya itu ...." Numala pun semakin memeluk Arif dengan erat seolah ia akan kehilangan semuanya dalam hidup nya.
"Apa ada hal yang mengganjal fikiranmu Numala?"
Tanya Arif lagi yang merasa ada sesuatu yang ditutupi oleh Numala.
"Tidak, aku hanya ingin terus di sampingmu, hanya itu yang ingin inginkan."
"Aku akan selalu berada di sampingmu, itu janjiku seumur hidup."
Sikap Numala yang tiba-tiba berubah menjadi melankolis membuat perasaan Arif menjadi cemas, Arif merasa bahwa ada hal yang di tutupi oleh Numala setelah ia membaca mantra yang ada di dalam kitab peninggalan Dewa Azzel tersebut.
Bertahun-tahun lamanya mereka hidup terisolir bersama di Lab Professor Hardy yang berada di puncak gunung. Setiap hari Professor Hardy meneliti tentang asal muasal tempat dimana Numala berasal sampai Shin dan Shan kini menginjak usia 15 tahun.
Numala juga mempunyai anak Perempuan berumur 8 tahun bernama Maqq yang juga merupakan keturunan manusia Atlantis yang mirip Numala dengan rambut putih, bola mata hijau, serta telinganya yang runcing.
Maqq juga mempunyai Adik bernama Fhay yang pada saat itu masih berumur 5 tahun, fisik Fhay lebih mirip Shan yang memiliki rambut panjang berkilau kebiru-biruan dan mata seperti manusia biasa pada umumnya.
Anak-Anak Numala mempunyai kemampuan-kemampuan unik sejak mereka lahir, terutama Shin dan Shan. Shin memliliki kekuatan untuk menciptakan sebuah petir, sedangkan Shan mempunyai banyak keahlian seperti mengendalikan kabut asap, menciptakan kekuatan badai angin, mengatur cuaca, mengatur kekuatan gema dan suara. Bahkan, Shan mampu memperlambat pergerakan suatu benda yang ada di dekatnya dalam jarak 1 meter. mereka tidak pernah tahu mengapa mereka terlahir memiliki kekuatan, sedangkan Maqq memiliki kemampuan terbang dan bisa menemukan benda-benda berharga seperti Numala ibunya.
Setelah bertahun-tahun penelitian nya terhadap Numala, Professor Hardy mendapatkan kesimpulan dengan mencocokan beberapa bukti dan fakta, serta pengakuan Arif saat ia berada di pulau asing tersebut.
*******
Next bagian 13