ATLANTIC - The Last Civilaztion

ATLANTIC - The Last Civilaztion
Bab 36



...Prajurit suci bersayap cahaya...


Shin mengajak Maqq menuju goa batu kapur untuk menguji kekuatannya, sekaligus membaca lanjutan isi dari kitab tersebut.


2. proxima B. Prajurit suci bersayap cahaya Dewi rigel.


"Proxima adalah prajurit cahaya biru yang berasal dari bintang biru Rigel dan menciptakan warna biru alam semesta untuk mengukir lautan dan mengukir langit. Kedatangan Proxima di ramalkan tiba pada 6700 dalam perang ... (terputus, banyak tulisan yang hilang)."


"Apa maksud nya kak?"


Tanya Maqq kebingungan setelah mendengar Shin membaca isi kitab tersebut.


"Entahlah lah Maqq, tulisan di sini banyak yang hilang."


"Teruskan membaca nya kak."


Sahut Maqq penasaran.


"Nanti saja, kakak mau membaca kisah tentang kekuatan Dewa Azzel yang luar biasa."


Dengan lantang, Shin mengungkapkan bahwa Dewa Azzel merupakan Dewa yang sangat kuat karena kekuatan Dewa Azzel sama seperti diri nya.


"Dewa Azzel itu siapa?"


Sambil memegang dagu nya, Maqq kebingungam dengan sikap kakak nya.


"Dewa Azzel itu Dewa yang memiliki kekuatan petir, sama seperti kakak. Hehehe."


Dengan sombong nya, Shin merasa bahwa kekuatan nya setara dengan Dewa.


"Waaaah, kakak bisa menggunakan nya kan?"


Maqq menepuk kecil tangan nya setelah mendengar bahwa kakak nya memiliki kekuatan seperti Dewa.


"Tentu saja Maqq." Shin mulai berlagak sombong.


"Di sini tertulis bahwa kekuatan Dewa Azzel mampu menciptakan cambuk petir, pedang petir dan panah petir, kekuatan Dewa Azzel juga memiliki beberapa tingkatan." sambung Shin lagi.


"Tingkatan apa maksudnya kak? Maqq tidak mengerti." Ekspresi Maqq mulai cemberut mendengar penjelasan Shin yang mulai tidak ia mengerti.


"Di sini tertulis bahwa petir Dewa Azzel terbagi dalam 5 jenis yaitu petir biru, petir ungu, petir hitam, petir merah dan petir emas. Dimana kekuatan petir emas mampu membelah sebuah planet menjadi dua bagian. Woooooow"


Jawab Shin yang fokus menatap kitab peninggalan Dewa Azzel.


"Sepertinya itu kekuatan yang berbahaya kak."


Mendengar kekutan Dewa memiliki tingkatan, Maqq merasa ketakutan.


"Apa mungkin kekuatan kakak bisa mencapai level itu ya Maqq? hmm..."


"Kakak mau membelah sebuah planet?"


Tanya Maqq dengan polos.


"Hahaha, tidak Maqq. tapi sepertinya keren kalau kakak bisa menguasai kekuatan yang hebat seperti Dewa."


Shin mulai berhalusinasi membanyangkan diri nya memiliki kekuatan besar selayak nya para Dewa.


"Tapi kegunaan nya untuk apa?"


Tanya Maqq lagi.


"Hahaha, kakak tidak berfikir sampai sejauh itu." sambil mengusap belakang kepala nya.


"Petir milik kakak Shin warna nya biru, berarti level nya masih yang terbawah."


"Hmm, Kau benar Maqq. baiklah akan ku coba mengeluarkan kekuatan terkuat milikuuuuu...!"


Shin sangat bersemangat ketika ingin menguji kekuatan petir nya tanpa memperdulikan nasihat yang diberikan Numala kepada nya tentang larangan menggunakan kekuatan alam.


Shin mulai mengeluarkan semua petir dari seluruh lengan nya dan memusatkan nya ke telapak tangan.


"Kakak pasti bisa, berkonsentrasi lah. Semangat!"


"Sedang ku coba Maqq" keringat mulai tumbah ketika Shin mulai memusatkan kekuatan petir nya secara paksa.


Tiba-tiba. aliran petir dari seluruh tubuh Shin keluar tidak beraturan dan meledak.


Booooomm.....!


Seluruh tubuh nya seolah terbakar dan kedua lengan nya seolah retak dengan adanya aliran petir di sela-sela retakan tangan nya. Maqq yang juga terkena ledakan itu sontak terjatuh dan tubuhnya mengalami luka-luka.


"Huuuaaaa....kakak.....sakit..."


Maqq menangis keras menahan perih luka-luka nya setelah terkena ledakan petir milik Shin.


"Maqq, tenanglah jangan menangis, kalau ibu sampai tahu kita pasti di marahi, jangan sampai ibu melihat semua ini Maqq.


Shin sangat panik melihat adik perempuan nya menangis kesakitan karena terkena ledakan kekuatan nya.


"Aku mau puuulaaaaang...." tangis Maqq semakin kencang sambil menahan rasa sakit.


Tubuh Maqq penuh luka lecet yang serius setelah terkena ledakan kekuatan petir yang terlalu di paksakan oleh Shin.


Shin pun mengendap-endap mengajak Maqq pulang untuk mengobati luka-luka Maqq. namun, setelah Shin mengobati luka- luka Maqq di ruang obat milik Professor Hardy. Numala melihat mereka berdua dengan kondisi tubuh penuh luka lecet.


"Shin! Apa yang terjadi pada adikmu Maqq? Kenapa seluruh tubuh kalian penuh luka?"


Melihat hal tersebut, Sontak membuat Numala marah.


Shin berfikir sejenak, ia berfikir apakah ia bisa membohongi ibunya lagi mengingat setiap hewan dan tumbuhan di seluruh area pegunungan ini selalu mengadukan setiap tindakan yang mereka lakukan kepada ibunya.


"Emm... anu... tadi..."


Shin sangat takut kepada ibu nya sehingga membuat nya gugup untuk berkata-kata.


"Jawab Shin Vrechter!"


Bentak Numala.


"Kami terjatuh saat bermain di bukit batu kapur yang tinggi bu."


Shin berbohong kepada Numala.


"Apa benar semua itu Maqq?"


Tanya Numala kepada Maqq.


"Hmmm...."


sambil menunduk, Maqq takut mereka ketahuan berbohong lagi.


"Ibu harap kalian tidak berbohong lagi, kalau kalian sampai berbohong, ibu akan kurung kalian di dalam kamar selama satu bulan!"


Bentak Numala yang kesal melihat kelakuan anak-anak nya yang nakal.


Numala pun memanggil berbagai macam spesies burung untuk memberitahu apa saja yang anaknya lakukan di bukit batu kapur dan menjelaskan apa yang sebernarnya terjadi.


Burung-burung pun memberi tahu bahwa Shin dan Maqq terjatuh dari bukit saat mereka sedang bermain dan membuat pakaian mereka kotor.


"Jadi begitu yah, terimaksih teman-teman. kalian boleh pergi." Numala berbicara dengan burung-burung dan mendengar penjelasan mereka.


Melihat ibunya berkomunikasi dengan burung-burung, membuat Shin semakin takut ketahuan karena berbohong pada ibu nya dan berencana meminta maaf.


"Ibuu... Shin minta maaf."


Dengan terbata-bata, Shin meminta maaf sebelum ketahuan berbohong.


"Tidak, ibu yang seharusnya minta maaf pada kalian karena ibu sempat berfikir bahwa kalian bohong kepada ibu."


Shin dan Maqq sangat kaget mendengar pernyataan ibunya sekaligus bingung, kenapa para burung-burung juga ikut berbohong kepada numala dan malah membela mereka berdua, mengingat semua hewan dan tumbuh2an di pegunungan ini adalah sahabat Numala.


********


Next bagian 37