
Shin dan Maqq pun berencana pergi menggunakan mobil pribadi milik Professor Hardy serta di kawal oleh salah satu anak buah Professor Hardy yang bernama Albert.
"Tuan Shin, saya di utus oleh Proffesor Hardy untuk mengajak kalian berkeliling kota sekaligus mengawal kalian berdua."
Albert memperkenalkan diri nya sekaligus memberi tahu tugas yang di berikan Professor Hardy terhadap nya.
"Waaaah ... Professor Hardy baik sekali yah, sampai-sampai menyuruh seseorang mengawal kita."
Shin menepuk bahu Maqq karena mereka benar-benar akan di izinkan menuju kota dengan seorang pengawal yang mengiringi mereka.
"Kakak.., apa semua bakal baik-baik saja kalau kita kembali pergi ke kota?"
Tanya Maqq yang masih trauma dengan kejadian saat bertemu Marco.
"Sssst.., jangan bicara seperti itu di depan pengawal ini Maqq, semua akan baik-baik saja, sekarang kan penampilan kita sudah sama seperti orang-orang di luar sana." Shin berbisik di telinga Maqq.
"Oh iyaa yaah kak, Maqq mau ikut kalau begitu."
Maqq pun berbisik di telinga Shin.
"Ehm..., apa ada masalah tuan?"
Sambil berpura-pura batuk, Albert menegaskan tentang keadaan mereka.
"Ehhh, tidak ada kok, kita berangkat sekarang saja Mr...?"
Tanya Shin, sampai Albert memperkenalkan diri nya.
"Panggil saja saya albert tuan."
Tegas Albert.
"Ohh iya Mr Albert, sebaiknya kita berangkat sekarang."
Shin yang sudah tidak sabar pergi ke kota pun menyuruh Albert untuk segera mengantar mereka berjalan-jalan.
Shin dan Maqq pun masuk ke dalam mobil yang di bawa oleh Albert untuk pergi menuju kota.
"Kemana tujuan kita tuan?"
Tanya Albert.
"Hmm.. Kemana yah? apakah di kota ada tempat yang menyenangkan?"
Shin yang tidak tahu seluk beluk kota pun bertanya sebuah tempat yang paling menyenangkan menurut banyak orang.
"Seperti nya ada sebuah karnaval yang akan di selenggarakan malam ini, apa anda mau kesana tuan?"
Albert bertanya untuk memastikan tujuan Shin.
"Waaah, boleh juga...,tapi karnaval itu apa yaah? hehehe.
Sambil memegang belakang kepala nya, Shin tidak mengetahui apa itu karnaval karena ia tidak pernah melihat sebuah karnaval sebelum nya.
"Karnaval itu sebuah tempat dimana banyak sekali wahana permainan."
Jawab Albert singkat sembari fokus menyetir mobil.
"Waaah.., seperti nya menyenangkan. kamu mau kesana Maqq?"
Tanya Shin penuh semangat.
"Iya kak, assiiik."
Maqq memikirkan bahwa seperti nya karnaval adalah sebuah tempat yang sangat menyenangkan dan ia benar-benar tidak sabar untuk segera sampai ke sana.
"Kalau begitu, izinkan saya mengawal anda dan saudari anda tuan."
"Tentu Mr Albert, dengan senang hati."
Jawab Shin yang merasa senang setelah akhirnya ia di perbolehkan pergi ke kota dan bermain ke sebuah karnaval.
Mereka sangat senang bisa berkeliling-keliling kota di tengah keramaian banyak orang karena hal seperti itu tidak pernah mereka rasakan saat tinggal di pegunungan tempat di mana lab Proffesor Hardy berada.
"Tuan, kenapa anda membeli barang sebanyak ini? saya mulai kesulitan membawanya."
Albert yang membawa semua belanjaan Shin dan Maqq pun mulai merasa kesulitan membawa barang belanjaan mereka.
"Maaf sudah merepotkan, kami belum pernah pergi ke kota sebelumnya dan ternyata di sini banyak sekali barang-barang bagus."
Shin yang pertama kali melihat barang-barang menarik pun membeli semua yang ia lihat tanpa terkontrol karena Numala membawakan nya uang yang banyak.
"Waah kak, banyak mainan bagus di sini, Maqq suka. hihi"
Sambil tertawa kecil, Maqq melihat sebuah boneka Teddy Bear yang sangat cantik dan berencana membeli nya.
"Kira-kira mereka mau pulang jam berapa?
kaki ku sudah mulai sakit berkeliling karnaval sejak tadi." Albert mengeluh di dalam hati karena merasa capek mengikuti mereka berkelilling karnaval sejak tadi.
Seketika, Maqq pun menyadari bahwa ia mendengar keluhan yang di rasakan oleh Albert dari dalam hati nya.
"Mr Albert kakinya sakit?"
Tanya Maqq setelah mendengar keluhan Mr Albert dari dalam hati nya.
"Ee'h, tidak Nona Maqq, saya tidak bilang begitu."
"Maqq tahu kalau Mr Albert capek, jadi jangan memaksakan diri yah."
"Bagaimana nona Maqq bisa tahu kalau kaki saya sedang sakit? padahal saya tidak memberi tahu sebelum nya."
Tanya Albert penasaran.
Maqq pun berfikir bahwa ia tidak mungkin berbicara terus terang kalau ia mendengar isi hati Albert tentang keluhan nya barusan. Maqq juga baru menyadari bakat alam nya yang mampu mendengar suara hati seseorang untuk pertama kali nya.
"Maqq hanya menebak kok hehe."
Maqq berusaha berbohong agar Mr Albert tidak mencurigai bakat alam nya yang mampu mendengar isi hati seseorang.
"Ohh begitu."
"Kalau Mr Albert sedang capek, Mr Albert istirahat saja dulu, biar kami berdua saja yang pergi bermain mencari wahana baru."
Maqq yang tidak tega melihat Mr.Albert kelelahan setelah menemani mereka berkeliking karnaval pun menyuruh nya untuk istirahat tanpa harus mengawal mereka.
"Hal itu tidak mungkin saya lakukan nona. Proffesor Hardy sudah mempercayakan saya untuk mengawal kalian berdua dan memastikan kalian berdua aman di bawah pengawasan saya."
Albert yang tidak ingin mengabaikan tugas nya pun merasa ia harus bekerja secara Professional, tanpa harus mengabaikan tugas nya.
"Baiklah, kalau begitu kami mau mencoba satu wahana permainan lagi, setelah itu kita pulang. oke?"
Maqq yang merasa kasihan dengan Mr Albert pun memutuskan untuk pulang setelah mencoba satu wahana terakhir di karnaval.
"Tapi.., kalian tidak pernah pergi ke kota sebelum nya, sebaiknya kalian bersenang-senang sampai kalian benar-benar ingin pulang tanpa harus memikirkan saya."
Ujar Albert.
"Kami sudah cukup senang kok, iya kan Maqq?"
Tanya Shin yang mengedipkan mata nya kepada Maqq.
"Iyaa kak."
Sambil tersenyum lebar, Maqq merasa sangat puas selama bermain di karnaval.
*******
next bagian 48