ATLANTIC - The Last Civilaztion

ATLANTIC - The Last Civilaztion
Bab 24



"Apa ada masalah selama aku pergi?"


Tanya Arif sembari memegang tangan Numala.


"Tidak ada, mungkin Shan hanya sedang tidak nafsu makan."


Numala tidak memberi tahu yang sesungguhnya bahwa Shan tidak terima dengan sikap Ayahnya yang tidak pernah menjaga perasaan ibunya.


"Kita harus lebih mendekatkan diri pada anak-anak, terutama Shan. Mereka mungkin tertekan karena harus hidup terisolir dan jauh dari banyak orang."


Arif mulai merasa bahwa dirinya tidak terlalu memperhatikan anak-anaknya, dan merasa bersalah akan hal itu.


"Iyaa ...."


"Sebaiknya kamu makan Numala, ada banyak buah-buah segar yang ku beli dari kota."


"Buah segar?" Numala hanya menatap buah yang di bawakan oleh Arif.


Numala lebih tahu tentang ke-lamian buah tersebut, walaupun tampilan buah-buah yang dibeli Arif tersebut terlihat cerah dan segar. Nyatanya, buah-buah tersebut tidak layak untuk dikonsumsi karena telah terkontaminasi oleh bahan pengawet.


Buah yang segar adalah buah yang langsung di petik dari pepohonan, namun Numala berusaha menghormati apa di bawakan oleh Professor Hardy dan suaminya dengan memakannya.


"Nyonya Numala, bisakah besok saya meminta waktu anda sebentar ke lab?"


Professor Hardy meminta Numala untuk menemuinya kembali di lab esok hari.


"Tentu Professor, apa yang bisa saya bantu?"


"Saya ingin meminta nyonya Numala membacakan kembali isi kitab tersebut, itu karena ... saya masih ingin tahu lebih banyak tentang apa saja yang tertulis di dalamnya."


"Tentu Proffesor. "


*******


*Sebuah titik terang*


Dalam sejarah mitologi kuno, kehidupan sehari-hari bangsa Atlantis adalah mereka selalu berkomunikasi dengan berbagai macam jenis hewan dan tumbuhan. Dan menurut informasi sejarah yang ia dapat, menerangkan bahwa bangsa Atlantis sering mendengarkan nasihat dari berbagai macam jenis hewan. Hal tersebut sangatlah berkaitan dengan apa yang sering di lakukan oleh Numala dalam kehidupan sehari-harinya.


Professor Hardy sering melihat Numala berbicara dengan burung-burung dikala sore hari, dan Numala pun mengaku sering mendengarkan nasihat burung- burung tersebut untuk menjaga alam di sekitar pegunungan tempat mereka tinggal sekarang.


Fakta lain yang di dapat oleh Professor Hardy adalah, kehidupan yang di penuhi kecerdasan. Numala mampu mempelajari sesutu hal yang baru ia pelajari seperti mengenal berbagai macam bahasa yang di berikan Professor Hardy, dan Numala pun mampu menerapkannya dengan sangat fasih.


Numala yang sekarang mampu berbicara dalam 500 bahasa asing dari seluruh penjuru dunia ketika Professor Hardy memintanya untuk mempelajarinya dalam waktu yang singkat.


Hal itu juga berkaitan dengan sejarah bangsa Atlantis yang terkenal dengan kecerdasaan mereka. Di tambah lagi, sebuah sejarah menerangkan bahwa Atlantis adalah negeri kaya yang penuh harta melimpah. Professor Hardy menilai hal itu juga berkaitan dengan Numala yang mampu menemukan barang-barang berharga seperti emas dan berlian di dalam tanah.


Professor Hardy bahkan menguatkan teorinya melalui pengakuan Arif saat ia berada di pulau tersebut. Arif mengaku di pulau tempat asal Numala tinggal terdapat sebuah kota modern yang sudah lama sekali terbengkalai.


Bangunan kota tersebut memiliki arsitektur dan ornamen yang lagi-lagi menjurus ke sebuah fakta dan berkaitan dengan bangsa Atlantis. Di tambah lagi, sebuah bukti nyata keberadaan buku kuno yang berisi tentang kehidupan bangsa atlas yang berarti atlantis saat menuju terra atau bumi.


"Kurasa sebuah fakta yang selama ini saya kumpulkan semuanya tidak bisa terbantahkan lagi tuan Arif, dan nyonya Numala."


Professor Hardy terlihat yakin dengan hasil penelitiannya tersebut.


"Sebuah fakta apa itu Proffesor?"


Tanya Arif penasaran.


"Nyonya Numala adalah keturunan dari ras bangsa Atlantis yang hilang sekitar 11.150 tahun yang lalu, saya yakin sekali akan hal itu."


"Bangsa Atlantis?!"


Numala hanya kaget mendengar pernyataan Professor Hardy yang menyatakan bahwa dirinya adalah seorang bangsa Atlantis.


"Ya....sebuah peradaban bangsa yang terkenal dengan sebutan surga yang hilang."


*******


Next bagian 25