
...Kekuatan alam di kota part 2...
...Kekuatan Dewa Azzel milik Shin...
Mereka kembali mengelilingi seluruh kota dengan perasaan bahagia karena akhirnya, mereka bisa bertemu dengan banyak orang dan bisa berkenalan dengan orang-orang yang baru mereka kenal.
Semua orang yang mereka sapa tidak semuanya ramah, Bahkan cenderung lebih memperhatikan penampilan fisik mereka yang aneh dengan tatapan penuh tanda tanya.
Shin, Shan dan Maqq pun berjalan melewati sebuah gang kecil dimana terdapat sekumpulan pria yang sedang mabuk berat.
Tanpa ragu, mereka pun menyapanya.
"Hai... haloooo, perkenalkan namaku Shin, Salam kenal."
Dengan lugu, Shin memperkenalkan diri nya kepada sekumpulan pria pemabuk tersebut.
"Siapa anak-anak- itu, apa kalian kenal?"
Marko menatap kedua anak buah nya seraya bertanya.
"Tidak, tapi sepertinya mereka anak-anak dari keluarga orang kaya. lihat saja penampilan mereka."
Jack anak buah Marco memperhatikan Shin Vrechter beserta sudara nya yang mengenakan pakaian mewah seperti seorang anak bangsawan.
Shin dan Shan memakai jas, sedangkan Maqq memakai sebuah gaun yang mahal.
"Halooo salam kenal, aku Maqq."
Maqq memperkenalkan diri nya kepada sekelompok pria pemabuk tersebut dengan percaya diri.
"Haaaaah?"
Vince, salah satu anak buah Marco kebingungan melihat Maqq yang menyapa nya.
"Ayo kita dekati mereka, siapa tau kita bisa mengambil barang berharga milik mereka untuk membeli minuman, hahaha. E''eqq." sambil cegukan, Marco memiliki niat buruk kepada Shin, Shan dan Maqq.
Segerombolan pria pemabuk tersebut mencoba mendekati Shin dan saudara nya untuk merampok, karena Shin dan saudara-saudari nya terlihat seperti anak orang kaya.
"Firsatku tidak bagus Shin, sebaiknya kita pergi dari sini."
Shan merasa bahwa mereka bukan lah orang baik-baik dan Shan berusaha memperingati saudara kembar nya.
"Apa siiih maksudmu?! kita kemari kan cuma mau berkenalan dengan mereka, apa salah nya?"
Dengan tatapan penuh kekesalan, Shin membentak Shan dan mengabaikan perkataan saudara kembarnya tersebut.
"Iya kak, kita berkenalan dulu yaa dengan mereka."
Maqq yang juga terlalu polos tidak bisa membaca situasi bahwa Marco dan teman-teman nya bukan lah orang-orang baik.
"Apa kalian tidak bisa melihat situasinya hah?! mereka tidak terlihat seperti orang baik-baik!"
Shan mencoba memperingati kedua saudara nya, namun mereka tidak mau mendengarkan.
"Itu hanya perasaan mu saja Shan."
Jawab Shin.
"Sudahlah, ayo pergi dari sini! Shan menarik kedua tangan saudaranya.
"Heeiii, buru-buru sekali. Kalian mau kemana?"
Tanya Jack kepada Shan.
"Kita baru saja mau bersenang-senng, Bukan begitu vince?"
Tanya Marco kepada Vince.
"Benar sekali, apa kalian tidak tersesat nak? hahahaha." seluruh gerombolan pria pemabuk itu tertawa.
"Tidak, kami memang sedang berkeliling di sini."
Jawab Shin dengan santai.
"Kalian mau apa?"
Berbeda dengan Shin, Shan justru menatap sinis Marco dan kawan-kawan.
"Ku punya berapa nak?! Kami butuh uang untuk minum, apa kau mau memberiku?"
"Uang? Kami tidak pernah memegang uang."
Shin tidak mengerti mengapa mereka meminta uang kepada nya.
"Memangnya buat apa Paman?"
Tanya Maqq dengan lugu nya.
"Kami mau bersenang-senang. Hahaha.'
Tawa Jack, melihat keluguan Maqq.
"Sssttt... itu... "
Vince memberi kode ke teman-teman nya untuk mengambil kalung mutiara dan anting emas milik Maqq secara paksa.
Mereka pun menarik Maqq dan merampas kalung yang di kenakan oleh Maqq secara paksa.
Rambut Maqq di tarik hingga membuatnya menangis kesakitan dan mereka mengancam Shin dan Shan menggunakan senjata tajam.
"Jangan teriak!"
Marco memukul Maqq.
"Maqq.....! lepaskan adiku!"
Teriak Shin, ketika melihat adik nya di sakiti.
"Kakaaaak...., sakit kaaak. Huaaaa"
Maqq menangis sesegukan setelah rambut nya di tarik dengan sangat keras oleh Marco.
"Apa salah kami?! Kumohon Jangan sakiti adiku.'
Shin menangis ketika melihat adik kecil nya di sakiti oleh Marco.
Jack dan vince pun menghajar Shin dan Shan sampai babak belur. mereka merampas jam tangan milik Shin yang di belikan oleh ayahnya beberapa hari yang lalu.
"Kakaaaaak.....!"
Teriak Maqq yang menangis, setelah melihat kedua kakak nya di pukuli oleh Vince dan Jack.
"Bertahan lah Maaq, aku akan menolongmu."
Shan tergeletak tak berdaya setelah di hajar habis-habisan oleh Jack.
Kleeepaaak....!
wajah Shan di tendang oleh Marko.
"Shaaaan...! jangan sakiti dia, aku mohon..."
Pinta Shin yang memohon agar mereka tidak menyakiti saudara kembar nya.
"Serahkan semuanya pada kami! Cepaaat!"
Bentak Vince kepada Shin.
Tiba-tiba, Maqq mengigit tangan Marco saat ia lengah dan mencoba lari dari nya. Namun dengan cepat vince memukul kepala bagian belakang Maqq hingga ia pingsan.
"Kaliaaaan...! Benar-benar sudah keterlaluan! Dengan ekspresi marah, Shin mengeluarkan aura biru yang sangat aneh dari dalam tubuh nya
"Jangan pasang ekspresi seperti itu di depanku."
Marco menarik rambut Shin dan kembali menghajar nya habis-habisan.
"Sebaiknya kita tinggalkan mereka, yang terpenting kita sudah mendapatkan barang-barang berharga ini. Haahah, kita bisa kaya."
Seru Jack.
Mereka pun pergi meninggalkan Shin, Shan dan Maqq yang tengah terkapar. Namun, saat mereka hendak pergi, tiba-tiba sesuatu terjadi.
Vince tersambar petir dan hangus seketika karena kekuatan Shin. saat Shin berdiri, terlihat bola matanya berwarna biru menyala seperti warna petir dan lengannya penuh dengan aliran petir.
*******
Next bagian 40