ATLANTIC - The Last Civilaztion

ATLANTIC - The Last Civilaztion
Bab 7



Arif langsung menutup pintu dan mengancam Professor Hardy agar ia tidak memberi tahu siapapun tentang keberadaan mereka, Professor Hardy pun setuju dan bertanya kepada Arif.


"Dari mana asal tempat tinggal istri anda tuan? yang pasti ... dia tidak berasal dari sini bukan? Apakah dia keturunan bangsa Prancis?"


Tanya Professor Hardy yang seolah mewawancarai Arif.


"Ternyata kau langsung biacara ke intinya, tanpa basa basi ... kau langsung To the point. Tapi baiklah, akan ku jawab pertanyaan mu itu dengan sebuah syarat."


"Apa syarat nya tuan?"


"Aku tidak mengenalmu. lalu, bagaimana cara agar aku bisa mempercayaimu? Apa perlu salah satu kaki mu aku tembak satu kali, agar aku bisa percaya padamu?"


"Tuaan ... t-tolong jangan salah faham." Ucap Professor Hardy dengan bicara terbata-bata bata.


"Saya tidak mempunyai niat buruk tuan, saya hanya seorang ilmuan yang hanya mendedikasikan hidup saya untuk ilmu pengetahuan. Saya hanya penasaran dengan fisik istri anda. Saya sudah menjelajahi seluruh dunia seumur hidup saya sejak berumur 16 tahun, bahkan tempat-tempat terpencil di seluruh dunia pun pernah saya kunjungi hanya untuk ilmu pengetahuan."


Professor Hardy terlihat gemetar saat Arif mencoba menodongkan senapan tepat di kepalanya.


"Aku tidak perduli dengan semua itu! sebaiknya kau pergi dari sini secara baik-baik atau kau boleh untuk tahu lebih banyak tentang kami dengan syarat, salah satu kaki mu harus ku tembak untuk membuat ku percaya."


"Setiap ilmuan di dunia selalu mengorbankan apapun untuk kepentingan banyak orang, termasuk harus rela gagal berjuta-juta kali. Mereka rela gagal dalam proyek dan akhirnya mati. seperti Marie Curie, penguji coba radium radon untuk uji coba ramuan panjang umur yang membuatnya mati terpapar radiasi. Max Valier, perintis mobil roket dunia yang menguji coba bahan bakar alkohol, dan hasilnya ... mobil nya tersebut meledak. Dan masih banyak lagi pengorbanan-pengorbanan ilmuan dunia yang lain, jadi ... jika memang itu yang anda mau ... baiklah ... silahkan tembak salah satu kaki saya untuk membuat anda percaya pada saya."


"Ku harap kau tidak menyesal dengan keputusan mu."


Arif pun mulai me-reload senjata nya untuk bersiap menembak.


Dooorrr ...!


Prof Hardy yang saat itu terpejam sambil merundukan kepalanya pun tidak merasakan rasa sakit di salah satu kakinya. Itu karena, Arif tidak menembakan senjatanya ke arah Professor Hardy, melainkan ke arah dinding rumah nya yang terbuat dari kayu sehingga dinding kayu rumahnya bolong tertembus peluru.


"Tunggu di sini sebentar."


Arif lalu masuk ke kamarnya dan mengambil sesuatu.


Sambil memegang sebuah peta, Arif menerangkan sesuatu kepada Professor Hardy.


"Aku bertemu dengan istri ku saat aku dan pasukanku mencoba melewati laut lepas samudra hindia menuju ke arah Selatan. Di sana, aku terbawa ombak dan pusaran air yang luar biasa besar seperti tsunami. Saat itu aku hanya beruntung bisa selamat, dan di sekitar samudera ini lah aku terdampar di sebuah pulau tempat dimana istriku berasal."


Arif menerangkan bahwa dirinya sempat terdampar di sebuah pulau misterius tempat dimana Numala berasal.


"Itu sangat mustahil tuan, di sana tidak ada benua atau pulau apapun. Selain segitiga bermuda, tempat ini juga mempunyai medan magnet yang luar biasa besar dan berbahaya, tidak mungkin ada kehidupan manusia disana."


Professor Hardy merasa sedikit ragu dengan penjelasan Arif.


"Memang pada saat itu kompas ku itu tidak berfungsi sebagai mana mestinya. Seolah, kami sedang berada di titik nol derajat pada saat itu."


"Jika memang seperti itu, ini benar-benar sangat menarik tuan. Tapi ... apa anda benar-benar yakin bahwa anda tepat berada di lokasi itu? Pasalnya, pesawat maupun kapal yang pernah melintasi samudera tersebut tidak ada yang pernah kembali, itu sebabnya zona tersebut dianggap sebagai tempat yang sangat berbahaya untuk dilalui."


"Tidak ada yang memaksa anda untuk mempercayai cerita saya Proffesor, karena itulah yang sebenarnya terjadi. lihat istrikuĀ  ... Dia adalah penduduk terakhir yang ada di pulau itu. sebelum nya, ada Ibunya yang bernama Hemine, namun ibunya sudah meninggal karena sebuah penyakit."


********


Next bagian 8