ATLANTIC - The Last Civilaztion

ATLANTIC - The Last Civilaztion
Bab End



Shin sangat terpukul ketika melihat ayahnya sudah tidak bernyawa di depan matanya. Shin melihat ayahnya tertembak tepat di bagian dada bersama Professor Hardy di sebelahnya yang juga tertembak di bagian punggung.


Shin berfikir bahwa ayahnya mati karena melindungi ibu dan saudaranya yang masih balita bernama Fhay dari serangan anak buah Park Shin.


Shin lalu mencoba masuk pintu gerbang pagar yang sangat besar dan melewati perkarangan rumah Proffesor Hardy yang sangat luas, namun hal yang tidak ingin ia lihat kembali terjadi. Shin melihat adik bungsunya yang masih balita tewas di tengah-tengah perkarangan rumah dengan luka di sekujur kepalanya.


Sontak, Shin semakin histeris dengan apa yang tengah terjadi menimpa seluruh anggota keluarganya, sampai ia melihat sebuah cahaya yang sangat terang dari dalam lab Proffesor Hardy.


Shin membuka pintu lab Proffesor Hardy dan melihat Shan sedang di serang oleh Park Shin.


"Shaaaaannn....!"


Teriak Shin setelah melihat saudara kembarnya yang ingin di serang oleh Park Shin.


"Pergi dari sini Shiiinnn! cepat, sebelum terlambat!"


Teriak Shan dari jauh.


Dooooor....!


Tiba-tiba Park Shin menembak Shan.


Akan tetapi Shan memiliki bakat alam yang dapat mengatur sebuah kecepatan suatu benda dalam jarak tertentu dan membuat peluru tersebut seolah melambat.


Terlihat sebuah bola raksasa transparan yang mengelilingi Shan dan Park Shin, bola transparan tersebut merupakan kekuatan alam Shan yang mampu membuat waktu seolah-olah melambat.


"Apa yang sebenarnya terjadi, dimana ibu?!"


Teriak Shin histeris dengan apa yang tengah terjadi menimpa keluarganya.


"Mereka mengetahui bahwa kita adalah bangsa Atlantis yang terakhir dan mengetahui bakat alam yang di miliki Maqq pada saat kalian mencari patung emas di hutan pinus!"


Sambil menghalangi serangan Park Shin, Shan mencoba memberi tahu bahwa Park shin lah dalang dibalik semuanya.


'A-aapa ..?!"


Shin hanya terduduk menangis dan merasa bersalah.


Shin merasa bersalah karena ia sering menentang ucapan ibunya yang selalu melarang agar mereka tidak menggunakan bakat alam mereka lagi. Shin selalu saja melanggar ucapan ibunya dan membawa petaka besar bagi seluruh anggota keluarganya.


Shin pernah 2 kali mencelakai Maqq pada saat ia menguji kekuatan alam miliknya dan pernah mengajak Maqq kabur menuju kota sampai pada akhirnya Maqq di sakiti oleh Marco pada saat itu.


Namun kali ini Shin benar-benar membawa petaka besar bagi seluruh anggota keluarga nya, ia membiarkan adiknya menggunakan bakat alam untuk mencari sebuah harta pada saat Proffesor Hardy kedatangan rekan kerjanya yang merupakan bekas anggota mata-mata dari kesatuan elit militer.


"A-akuu, benar-benar tidak berguna.... Ayaaaah, ibuuu, Maqq.... maafkan aku ... aku menyesal selalu menentang nasehat ibu."


Shin yang terduduk lesu hanya bisa menangis tersedu-sedu meratapi kesalahannya.


"Shiiiiin cepat pergi dari sini, orang ini membawa bom, tameng waktu pertahanan ku ini tidak akan bertahan lama... cepaaaat pergiii.....!"


Kekuatan bola waktu Shan hanya mampu bertahan 1 menit, dan Shan berusaha menahannya Agar Shin bisa kabur sebelum bom yang di bawa oleh Park Shin meledak.


"Aku tidak akan meninggalkanmu Shan, pasti ada cara ...!"


Shin yang tidak mau kehilangan anggota keluarganya lagi memutuskan untuk menolong Shan.


"Tidak ada waktu, cepaaat pergiii...!"


Tameng waktu milik Shan perlahan-lahan mulai pudar.


"Cepaaaat lari Shin, tempat ini akan meledaaak ...!"


Dengan terpaksa, Shin pun berlari meninggalkan lab Proffesor Hardy dan bergegas menjauh dari pegunungan tersebut. Namun, saat Shin baru keluar melewati pagar rumah.


Boooooooooooommmm ...!


lab Proffesor Hardy meledak, dan Shin yang terkena ledakan tersebut terpental hingga kebawah gunung.


Akan tetapi, Dewi fortuna masih berpihak kepada Shin. Shin Vrechter selamat dan pingsan setelah terkena ledakan dahsyat tersebut.


Ke esokan paginya, Shin terbangun dan melihat gunung tempat mereka tinggal hancur luluh lanta dengan api yang masih menyala


Dengan tubuh penuh luka, Shin berjalan tertatih-tatih menuju sebuah perkampungan dengan harapan ada seseorang yang mampu menolongnya.


Friska, salah seorang teman Shin yang tinggal di sebuah perkampungan tepat di bawah kaki gunung tersebut melihat Shin yang terluka parah dari jauh.


Semua warga kampung tersebut pun mulai keluar rumah setelah melihat ledakan yang terjadi semalam di lab Professor Hardy.


"Ayaaaah... lihat itu Shin"


Tunjuk Friska yang melihat Shin berjalan menuju ke arahnya dengan langkah kaki tertatih.


"Apaaaa...! cepat tolong dia."


Ajak Matsu, ayah Friska.


Semua warga kampung tersebut mengenal Shin serta membantu Shin dan membawanya ke rumah matsu.


Tubuh Shin penuh dengan luka dan pakaiannya terlihat sobek karena terkena ledakan tersebut, Matsu dan Friska pun mencoba mengobati Shin sampai ia benar-benar bisa pulih untuk bisa menceritakan semuanya.


Setelah berangsur membaik, Shin menceritakan semuanya kepada Matsu dan Friska tentang siapa ia yang sebenarnya.


Shin mengaku bahwa dirinya merupakan keturunan terakhir bangsa Atlantis yang ingin di manfaatkan oleh kolega Proffesor Hardy, ia dan seluruh anggota keluarganya di serang secara membabi buta agar mereka bisa memanfaatkan bakat alamĀ  adiknya yang bernama Maqq.


Mendengar hal tersebut, Matsu pun berupaya menutupi identitas Shin yang sebenarnya dari semua orang semenjak saat itu.


Matsu pun mulai memutuskan untuk mengajak Shin dan Friska pergi jauh meninggalkan tempat tinggal mereka.


Semenjak saat itu, Shin tinggal bersama Matsu dan anak nya Friska. mereka pergi jauh dari pegunungan tersebut dan menyembunyikan identitas Shin dari semua orang untuk selama- lamanya.


*********


END


********


Terima kasih sudah membaca Atlantic the last civilaztion yang bergenre Fiksi Fantasi.


Jangan lupa Vote dan komen agar Author lebih giat untuk melanjutkan part-part cerita selanjut nya.


Note : Atlantic-The last civilaztion dan Atlantic series yang lain akan direvisi setelah 6 serinya tamat.


********


Next Atlantic 2 (fire of god) olympus sparta yang bergenre Fantasy Mix Sci-fi (Fiksi ilmiah**)