ATLANTIC - The Last Civilaztion

ATLANTIC - The Last Civilaztion
Bab 11



"Boleh saya lihat kitab itu Tuan?"


"Kitab itu saya simpan di rumah. Kalau begitu sebaiknya kita segera pulang untuk memeriksanya Professor."


Arif pun mengajak Professor Hardy untuk segera pulang ke rumah, sementara Professor Hardy menunggu Arif membawakan kitab tersebut ke ruangan laboraturium miliknya.


Arif lalu menunjukan sebuah kitab yang ia dapatkan secara tidak sengaja dari patung batu Dewa Azzel di kuil Matahari. Kitab tersebut memiliki bobot yang cukup berat karena di sekelilingnya kitab tersebut di hiasi berbagai pecahan kristal berwarna merah dan di lapisi oleh emas di setiap bagiannya.


"Ini kitab yang saya maksud Professor, mungkin anda bisa menemukan petunjuk tentang peradaban apa yang pernah ada di pulau tempat Numala berasal,"


Ucap Arif yang langsung menyodorkan kitab tersebut kepada Professor Hardy.


"Hmm ... kitab yang benar-benar cantik, sepertinya benda ini di buat oleh orang yang mempunyai peradaban maju. Kalau anda lihat lebih datail lagi Tuan, anda bisa lihat di ukiran emas ini. Di sini terdapat gambar seorang Pria membawa sebilah pedang, serta bagian belakang kitab ini juga terdapat ukiran sosok Pria membawa pisau rantai yang di belitkan di tubuhnya sambil memegang sebuah kapak."


"Kira-kira apa maksud dari gambar ini professor? Apa anda tahu sesuatu tentang gambar tersebut?"


"Sepertinya kitab ini terkunci, saya belum bisa memastikannya sebelum melihat apa yang ada di dalamnya."


Balas Professor Hardy yang membolak-balikan kitab tersebut untuk mencari tahu cara membukanya.


"Sebentar Professor ... seperti nya saya melihat sesuatu, coba anda putar bagian pedang di ukiran buku ini." Tunjuk Arif pada ukiran pedang yang berada di bagian kitab tersebut.


"Baiklah, akan saya coba."


Saat memutar bagian pedang di ukiran kitab tersebut, tiba-tiba cahaya keluar dan angin pun bertiup sangat kencang dari dalam kitab tersebut.


Kleteeeek ....


Segel kunci yang menutupi kitab itu pun seketika terbuka.


"Apa yang barusan sedang terjadi tadi?! Aku belum pernah menemukan hal aneh seperti ini, "


Ucap Arif yang menutup matanya saat setelah terkena hembusan angin dari dalam kitab tersebut.


"Luar biasa! cahaya itu seperti kekuatan magis yang tersimpan di dalam kitab ini"


Professor Hardy merasa takjub dengan kilauan cahaya yang keluar dari kitab tersebut.


"Professor, seperti nya benda itu sudah bisa di buka, coba lihat ada apa di dalam nya."


Benua Atlantis adalah benua yang hilang berabad-abad yang lalu akibat sebuah bencana alam. menurut legenda, benua Atlantis di kenal sebagai peradaban yang sangat maju dalam bidang perekonomian dan bidang ilmu pengetahuan.


Bangsa Atlantis juga dikenal sebagai makhluk paling cerdas di Dunia, mereka bahkan mampu menghasilkan berbagai Tambang Perak dan Emas yang tak terhitung banyaknya. Istana mereka pun di lapisi tembok emas dan di pagari dinding berlian. Dinding istana mereka berlapiskan pernak-pernik permata dengan pilar-pilar kokohnya yang megah.


Dalam legenda, Atlantis digambarkan sebagai peradaban dengan tingkat kemajuan teknologi yang sangat pesat. Konon, pesawat terbang, pendingin ruangan, kendaraan lapis baja dan peralatan canggih  lain pun sudah ada di zaman itu sampai akhirnya kerajaan Atlantis tenggelam pada 11.150 tahun yang lalu menurut Plato, sang filsafat yunani kuno.


"Ini ... A-apakah benar lambang ini ...?"


Professor Hardy terpaku saat setelah melihat simbol di halaman depan kitab tersebut.


"Ada apa Professor?"


Tanya Arif yang hanya kebingungan melihat reaksi Professor Hardy.


"Lambang Bangsa Atlas, atau yang lebih di kenal sebagai Atlantis."


"Atlantis? Bukankah dalam legenda pulau itu tenggelam di samudera Atlantis?"


Professor Hardy mencoba menerangkan nya dengan cara sederhana agar Arif bisa memahami nya.


"Tapi apa hubungan antara kitab ini dengan kuil yang berada di pulau tempat Numala tinggal Professor? pulau itu bahkan jauh dari samudra Atlantis! apakah kitab ini barang jarahan perang dari bangsa kerajaan tempat Numala berasal?"


"Saya belum bisa memberikan kesimpulan. Tapi apapun itu, ini benar-benar sebuah penemuan besar tuan Arif!"


Prof. Hardy pun membuka halaman demi halaman kitab tersebut. Namun, bahasa yang tertulis dalam kitab tersebut tidak bisa di baca oleh Proffesor Hardy karena tulisan di dalam kitab itu terasa asing baginya.


Proffesor Hardy pun memanggil Numala ke labnya setelah Numala mengasuh Shin dan Shan yang kala itu masih balita.


"Maaf Nyonya Numala, bolehkah saya meminta bantuan anda untuk melihat ini? Barang kali anda mengerti sesuatu tentang apa yang tertulis dalam kitab ini."


Professor Hardy pun meminta bantuan Numala yang baru saja selesai mengasuh Shin dan Shan.


"Bukankah itu kitab matahari yang Arif temukan pada saat kami berada di kuil? Hmm ... Baiklah, coba saya lihat Proffesor."


"Ini nyonya Numala, silahkahkan."


Professor Hardy lalu menyerahkan Kitab tersebut kepada Numala.


"Akan saya terjemahkan saja agar Proffesor Hardy bisa memahami isi nya"


Balas Numala singkat.


"Silahkan Nyonya, mohon bantuannya."


"Di kitab ini tertulis, dalam musim semi akan kau dapatkan hujan butiran serbuk emas yang berguguran jika hatimu bersih, dan jika hatimu termakan kegelapan, maka butiran kaca yang berasal dari planet Hubble akan menghujam jantung mu."


"Apa maksud nya?"


Professor Hardy hanya terpaku tanpa bisa mengerti maksud dari isi tulisan tersebut.


Tiba-tiba, ruangan lab Professor Hardy pun dihujani ribuan serbuk emas yang berjatuhan, Mereka hanya takjub dengan apa yang mereka lihat tanpa bisa berkata-kata.


Hal tersebut dapat terjadi karena apa yang ada di dalam hati Numala adalah hati yang bersih dan jauh dari kegelapan, oleh sebab itu mantra tersebut menjadi sebuah kenyataan saat setelah Numala membacanya.


"Ini benar-benar luar biasa Proffesor. Baiklah, akan saya coba baca halaman yang lainnya. --hanya hati dan darah dari keturunan seorang Ratu lah yang mampu melihat sisi gelap Bangsa yang tenggelam, namun ia akan bungkam jika itu takdirnya."


Numala kembali membaca isi yang tertulis dalam kitab tersebut.


"Apa maksud dari isinya?"


Tanya Professor Hardy yang tidak mengerti sedikitpun maksud dari tulisan kitab tersebut.


"Maaf Professor, tapi saya juga tidak mengerti apa maksud dari mantra tersebut."


Balas Numala.yang juga merasa bingung setelah membaca isi kitab tersebut.


Tiba-tiba ... Numala pun terdiam dan tubuhnya seolah kaku  tanpa bisa ia gerakan.


Numala seolah melihat sebuah masa depan yang menakutkan saat setelah membaca mantra tersebut. Namun, mulutnya seolah bungkam tanpa bisa berbicara sepatah katapun, lalu seketika Numala pun tersungkur dengan nafas terengah-engah dengan wajahnya yang terlihat pucat.


******


Next bagian 12